
Rumah Sakit.
" Tuan?." Asisten li kaget melihat tuan Sanjaya datang bersama nyonya Sanjaya.
" Apa yang terjadi, kenapa Zavier bisa terluka? katakan padaku Asisten li!." Teriakan tuan Sanjaya.
" Tuan, tuan Zavier baik-baik aja, beliau sedang di tangani Dokter sekarang." Jawab Asisten li dengan penuh ketakutan.
" Bagaimana bisa kau berkata dia baik-baik aja, sedangkan aku dengar kalau Zavier terluka gara-gara Lisa. Dialah penyebab masalah hingga Zavier terluka hanya untuk menyelamatkan dia. Aku tidak akan biarkan dia begitu saja." Ujar tuan Sanjaya dengan marah.
" Tuan, Maafkan aku, ini semua salahku, aku yang sudah membuat Zavier terluka seperti ini." Lisa maju ke depan menghadap tuan Sanjaya.
" Kau kira dengan kau meminta Maaf maka Zavier akan sembuh dengan cepat, kau tahu Lisa, kau hampir membuat Zavier kehilangan nyawanya hanya karena menyelamatkanmu. Aku tidak bisa biarkan kamu lolos dengan mudah." Ucap tuan Sanjaya.
" Tuan, tolong Maafkan aku! ini semua salahku, aku akan menerima hukumannya jika itu akan membuat Anda tenang." Ujar Lisa.
" Nona, kenapa nona bicara seperti itu, kau tahu kalau tuan akan melakukan sesuatu yang kejam padamu? aku mohon tarik kembali ucapanmu itu Nona." Bisikan Asisten li dengan cemas.
" Tidak papa, ini semua salahku, jadi aku harus bertanggung jawab dengan perbuatanku. Kau tidak perlu khawatir Asisten li, aku akan baik-baik aja." Balas Lisa sambil tersenyum.
" Nona?."
" Baiklah, jika itu mau kamu, maka aku akan memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatanmu, kau harus merasakan apa yang di rasakan Zavier saat ini." Tuan Sanjaya.
" Asisten li, jaga dia! jangan biarkan dia lari dari tanggung jawabnya, karena aku akan menghukumnya nanti dengan setimpal." Tuan Sanjaya.
" Baik tuan." Saut Asisten li.
Keluarga Sanjaya masuk ke ruangan Zavier, tapi Lisa tidak di perbolehkan masuk untuk melihat keadaan Zavier. Lisa yang bersedih hanya terduduk di luar sambil menangisi Zavier yang sedang kritis.
" Nona, nona yang sabar ya, aku yakin kalau tuan akan baik-baik aja." Asisten li berusaha menenangkan Lisa.
__ADS_1
" Asisten li, bisa kah aku minta kamu untuk memberitahuku perkembangan Zavier di saat aku tidak di sini?." Ujar Lisa memelas.
" Baik nona, aku akan memberitahu keadaan tuan sama nona. Nona tenang aja, aku yakin! setelah tuan sadar dari koma nya, tuan tidak akan biarkan tuan besar Sanjaya melakukan sesuatu pada Anda." Asisten li.
" Tidak, lebih baik aku tidak usah bertemu lagi sama Zavier, aku takut tuan Sanjaya akan marah lagi dan akan menimbulkan masalah bagi keluargaku, terutama Darvi. Sudah cukup masalah yang terus datang di kehidupanku, dari dulu sampai sekarang." Ujar Lisa.
" Nona?." Asisten li tidak tega melihat Lisa terus tersakiti hanya karena kesalah pahaman di antara Zavier dan Lisa.
" Aku minta kamu jaga Zavier dengan baik, mungkin aku tidak dapat bertemu lagi dengannya ke depannya." Ucap Lisa.
Tuan Sanjaya menyuruh Asisten li, membawa Lisa ke tempat yang telah di siapkan tuan Sanjaya untuk menyiksa Lisa. Lisa hanya pasrah dengan sikap kasar tuan Sanjaya terhadapnya, tapi Lisa tidak bisa lari dari tanggung jawabnya karena sudah membuat Zavier terluka.
Darvi di bawa ke Kediaman Sanjaya, walaupun Darvi menolaknya, tapi tuan Sanjaya punya seribu cara untuk membuat Darvi nurut padanya. Darvi terus membuat ulah di Kediaman Sanjaya, semua orang sangat sulit mengatur Darvi. Bahkan para suster pun kewalahan dan langsung mengundurkan diri dari pekerjaannya.
" Suamiku, bagaimana ini? semua orang tidak ada yang bisa mengurus Cucu kita dengan baik, aku takut kalau Darvi akan lari dari rumah ini." Nyonya Sanjaya cemas.
" Kamu tidak perlu khawatir Istriku, aku punya rencana yang bagus agar Darvi bisa betah tinggal di sini." Tuan Sanjaya merencanakan sesuatu.
" Kita lihat saja nanti!."
Tidak lama kemudian, Mika Fhui datang ke Kediaman Sanjaya. Dengan membawa hadiah dan mainan untuk di berikan pada Darvi, agar Darvi bisa menuruti perkataannya dan bisa melupakan Lisa, ibu kandungnya.
" Paman, Tante, apa kabar?." Sapa Mika Fhui.
" Mika? kau datang kemari?." Dengan kaget.
" Iya Tante. Aku datang kemari di suruh Paman untuk membujuk Darvi. Oh ya, Tante, bagaimana keadaan Zavier, apa dia baik-baik aja?." Tanya Mika Fhui.
" Itu yang sedang Tante pikirkan sekarang Mika, keadaan Zavier sangat buruk, buruk sekali! Tante sedih lihat Zavier terbaring di ranjang Pasien dan terlihat lemah tidak berdaya." Air mata nyonya Sanjaya berlinang tak tertahankan.
" Tante, tante yang sabar ya, aku yakin Zavier pasti akan secepatnya sembuh kok." Mika Fhui pura-pura bersedih dengan kondisi Zavier.
__ADS_1
" Iya Mika, untung ada kamu! kalau tidak, Tante tidak tahu harus menangis di pelukan siapa, selain di kamu." Nyonya Sanjaya senang.
" Tante, tante jangan khawatir, aku akan selalu ada di samping Tante." Senyum Mika Fhui.
" Iya, Makasih ya karena kamu mau ngertiin Tante, Mika."
" Sama-sama."
" Mika, lebih baik kamu segera temui Darvi, buat dia nurut pada kita dan betah tinggal di sini. Kalau kau bisa buat Darvi sampai bisa melupakan Ibunya, Zavier tidak akan bisa bertemu Lisa lagi, dengan alasan apapun." Ucap tuan Sanjaya.
" Benar juga apa kata Paman, jika Darvi bisa melupakan Lisa, Otomatis, Zavier tidak akan punya alasan lagi untuk bertemu dengan Lisa." Gumam Mika Fhui sambil menyeringai.
" Mika! apa kau mendengar perkataanku?." Tanya tuan Sanjaya.
" Ah, iya Paman, sekarang aku akan temui Darvi." Mika Fhui sambil berjalan ke arah kamar Darvi.
" Sudahlah Istriku, kau jangan cemas seperti itu! kau harus yakin kalau Putra kita akan baik-baik aja." Ujar tuan Sanjaya.
" Kau benar Suamiku, aku terlalu berlebihan pada Zavier, tapi aku tidak bisa menyembunyikan kalau aku tidak tenang melihat Zavier Kritis di Rumah Sakit." Nyonya Sanjaya memeluk Suaminya.
Di Kediaman Sanjaya semua orang sibuk mengurusi Darvi.
Sedangkan Lisa menderita yang di sekap di Ruangan bawah tanah di Kediaman Sanjaya, Lisa terus kepikiran dengan keadaan Darvi, Lisa tidak tahu kalau Darvi di bawa sama tuan Sanjaya, yang ia tahu Darvi berada di rumah bersama Asisten puy.
" Darvi, apa kau baik-baik aja? Maafin ibu kalau ibu tidak bisa bersama kamu lagi untuk sementara waktu, ibu harus menyelesaikan masalah ibu dulu sebelum ketemu kamu nak." Gumam Lisa.
Tiba-tiba seekor tikus menghampiri Lisa yang tengah duduk, ruangan yang gelap dan hanya di terangi oleh cahaya lilin, membuat Lisa tidak bisa melihat dengan pasti ruangan tersebut. Tapi Lisa menemukan potongan kertas yang berisi tulisan "Perjanjian" Hanya itu yang ada di robekan kertas tersebut.
" Perjanjian? apa ini, kenapa bisa ada potongan kertas seperti ini, di lihat dari tintanya, ini pasti sudah lama sekali, tulisannya pun sudah buram tidak jelas." Gumam Lisa.
Karena penasaran, Lisa mencoba mencari potongan kertas lainnya dan akan di sambungkan olehnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG