Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part147


__ADS_3

Di Villa.


Zavier mempersiapkan hadiah lainnya di Villa. Saat tiba di Villa, Lisa terkejut dengan penampakan Villa yang penuh dengan bunga mawar, dari luar terlihat bunga mawar merah yang bermekaran dan masih segar.


“ Ini! kenapa begitu banyak bunga di sini?.” gumam Lisa saat keluar dari mobil.


“ Tuan nyonya, silahkan masuk.” ujar Asisten Li dengan hormat.


Saat pintu di buka terlihat banyak hadiah yang telah di siapkan Zavier untuk Lisa, ada yang ukuran kecil ada yang besar.


“ Zavier, kenapa banyak hadiah di sini? apa seseorang sedang ulang tahun?.” tanya Lisa dengan kagum.


“ Ini semua hadiah untukmu, dari suamimu yang tampan ini. Apa kamu menyukainya istriku?.” bisik Zavier di telinga Lisa.


“ Iya, aku suka, tapi untuk apa hadiah sebanyak ini? aku rasa ini menghamburkan uang sayang.” Lisa berpikir panjang.


“ Tidak apa, demi kamu akan aku lakukan walau aku tidak mampu.” kata-kata Zavier selalu buat Lisa terharu.


“ Terima kasih suamiku.” Lisa bahagia dan memeluk Zavier.


“ Sama-sama.” balas Zavier.


“ Tadi panggil Zavier, sekarang panggil suamiku. Benar-benar plin-plan, sebutan pada suami sendiri aja suka berbeda.” batin Zavier dengan heran.


Lisa membuka hadiah itu dengan semangat, satu-persatu di buka dan lihat dengan baik lalu mencobanya.


“ Bagus sekali, ini barang mahal semua.” gumam Lisa dengan gembira.


Padahal Lisa sudah punya banyak barang berharga dan mahal di kamarnya, tapi saat suaminya memberikan barang untuknya Lisa tidak lupa bersyukur sudah di berikan kenikmatan yang tiada tara.


Waktu telah malam.


Lisa tidur lebih awal karena kelelahan, Zavier hanya menepuk tangan Lisa sambil mengelus perutnya. Dengan begitu Lisa baru bisa tidur setelah di peluk Zavier.


Zavier pergi ke ruang baca di tengah malam.


“ Aku harus segera menyusun rencana untuk mengembalikan Lencana ini pada tuan Wilson Break, aku tidak mau di cap pencuri karena kesalah pahaman ini.” gumam Zavier sambil mondar-mandir memegang Lencana.


Tok tok!


“ Tuan.” ujar Asisten Li dari luar.


Zavier membuka pintunya.


“ Masuk.” gumam Zavier sambil menutup pintu kembali.


“ Bagaimana penyelidikanmu hari ini? apa sudah ada tanda?.” tanya Zavier sambil duduk di kursi.

__ADS_1


“ Maaf tuan, sebenarnya saya tidak mendapatkan Informasi apapun hari ini, tapi aku punya Info tentang keluarga Balin.” Asisten Li menyampaikan dengan gugup.


“ Sudah kubilang cari tahu sumber masalahnya dari mana! apa kamu bodoh?!.” bentak Zavier tidak puas dengan penyelidikan Asisten Li.


“ Tolong maafkan saya tuan, hari ini saya membawa gadis yang mengaku sebagai adik Balin. Kita bisa bertanya padanya tentang Balin.” membungkuk sambil memohon.


“ Untuk apa bertanya padanya? dia tidak akan tahu apa-apa! sudah kamu pergi dari sini.” Zavier marah besar karena Asisten Li tidak bisa mendapatkan Info yang Zavier inginkan.


“ Tuan, tapi gadis itu bilang tahu bos Balin. Dia tahu siapa yang telah memberikan uang selama ini padanya, sebagai imbalan Balin.” Asisten Li pantang nyerah dan terus membuat Zavier percaya padanya.


“ Apa?! di mana dia sekarang?.” Zavier terkejut berubah pikiran.


“ Dia ada di bawah tuan, di dalam mobil bersama Bodyguar.” jawab Asisten Li dengan lega.


“ Bawa dia ke penjara bawah tanah, aku akan menemuinya sekarang.” ujar Zavier sambil kembali duduk.


“ Baik tuan.” Asisten Li segera pergi dari ruangan Zavier.


Di ruang bawah tanah.


Zavier datang dengan langkah besar, gadis itu ketakutan dan tidak mau bertemu dengan Zavier, alasannya takut di bunuh.


“ Tidak, jangan mendekat! aku sudah bilang apa yang aku tahu. Kalian harus melepaskanku sekarang.” ujar gadis itu sambil menunduk dengan mata tertutup.


“ Kamu tahu siapa aku? jika iya jangan membuatku jengkel dengan ulahmu, mengerti?.” gumam Zavier dengan sinis.


Gadis itu mendongak dan melihat Zavier.


“ Kamu sudah tahu namaku, sekarang katakan siapa kamu dan apa yang kamu ketahui.” ucap Zavier dengan serius.


“ Namaku Alea, aku adiknya Balin yang sudah tewas di bunuh, aku tinggal bersama nenek sejak aku dan kakak kecil.” jawab Alea dengan serius.


“ Bagus bagus, jawaban yang sempurna. Apa kamu tahu dengan siapa kakak kamu bekerja, atau dia pernah cerita tentang bos nya.” Zavier mulai serius dengan jawaban Alea yang membuatnya yakin.


“ Aku tidak tahu masalah itu, tapi kakak pernah membawa bos nya datang untuk menjenguk nenek kami, dia memberikan sejumlah uang yang besar dan tidak terhitung jumlahnya.” balas Alea sambil mengingat kejadian dulu.


“ Apa kamu tahu siapa dia?.” bertanya dengan penasaran.


“ Tuan, sudah kubilang aku tidak tahu, tapi aku mengenal wajahnya sedikit karena dia memakai topi hitam dan masker, aku tidak melihatnya dengan jelas.” Alea bingung harus menjawab apa pada Zavier.


Zavier berdiri dan berbalik badan sambil berpikir.


“ Sepertinya dia tidak bohong, aku bisa lihat dari sorot matanya dia sangat serius saat bicara.” batin Zavier sambil bersedekap di dada.


“ Tahan dia, aku masih butuh Informasi darinya.” gumam Zavier sambil berjalan keluar.


“ Tuan, kenapa Anda meninggalkan aku! bukankah Anda akan melepaskan aku setelah menjawab semua pertanyaanmu.” teriak Alea.

__ADS_1


“ Kamu masih berguna untuk saat ini, diam di sini patuhlah padaku.” dengan dingin.


“ Tidak tuan, kumohon lepaskan aku! aku harus pulang, nenek ku sedang menungguku di Rumah Sakit, dia akan sedih saat tahu aku tidak pulang setelah selesai bekerja.” Alea tidak menyerah dan terus berteriak meminta Zavier melepaskannya.


Zavier menghentikan langkahnya dan berbalik badan.


“ Baiklah, aku akan melepaskanmu tapi kamu harus berjanji padaku jangan coba-coba kabur dariku. Mengerti?.” sebuah peringatan.


Alea menganggukan kepala dengan ketakutan.


“ Antar dia pulang, pastikan dia tidak berkomunikasi dengan orang yang mencurigakan.” ucap Zavier.


“ Baik tuan.” sahut Asisten Li.


Asisten Li menyuruh salah seorang Bodyguard untuk mengawasi Alea, selama Zavier masih membutuhkannya Alea tidak boleh pergi kemana pun.


Keesokan harinya.


Zavier dan Lisa berangkat ke perusahaan, saat Lisa berjalan dengan tangan di gandeng Zavier tiba-tiba Lisa menginjak sesuatu yang membuatnya penasaran.


Lisa mengangkat kakinya dan melihat sebuah lipstik berwana hitam ada di depan Villa. Sontak membuat Asisten Li panik karena tidak berhati-hati saat menjalankan tugasnya.


“ Apa ini? sebuah lipstik, punya siapa? aku tidak punya lipstik merk seperti ini.” Lisa mengambil lipstik itu dan melihatnya dengan jelas.


Zavier melirik Asiaten Li dengan tatapan peringatan.


“ Nyonya, itu milikku, tolong maafkan aku karena membuat nyonya khawatir.” Asisten Li segera mendekat dan menjelaskannya pada Lisa.


“ Milikmu??.” dengan perasaan aneh.


“ Iya nyonya, mungkin lipstik itu terjatuh semalam.” Asisten Li menganggukan kepala.


“ Untuk apa kamu memiliki lipstik? apa bibir kamu pecah-pecah dan mengharuskan pakai lipstik?.” Lisa merasa Asisten Li sedang berbohong padanya.


“ Ah, itu, bukan seperti itu nyonya. Sebenarnya, sebenarnya lipstik itu hadiah untuk, untuk Sekertaris Puy dariku.” berbicara dengan terbata-bata membuat Lisa curiga.


“ Untuk Puy? jadi kamu memberikan lipstik buat Puy?.” bertanya dengan bentakan membuat Asisten Li takut.


“ Bukan seperti itu nyonya, aku, aku, maafkan aku nyonya karena berbuat salah dan mengganggu Sekertaris Puy.” Asisten Li panik dan memohon pada Lisa.


Zavier menggelengkan kepala dengan terheran-heran melihat tingkah Asisten Li.


“ Jika kamu ingin memberikan hadiah untuk seseorang seharusnya di simpan dengan baik, jangan teledor seperti ini. Lihat, sekarang lipstiknya rusak karena ulahku.” Lisa senang karena Asisten Li berniat berhubungan lebih dekat lagi dengan Sekertaris Puy.


“ Hah, iya nyonya aku bersalah, maafkan aku. Nanti aku akan membelinya yang baru dan lebih bagus dari ini.” Asisten Li pikir kalau Lisa akan marah padanya, tapi tidak.


“ Ini, ambillah, lain kali hati-hati.” Lisa memberikan lipstik itu pada Asisten Li.

__ADS_1


“ Terima kasih nyonya.” balas Asisten Li menghela nafas dengan lega.


BERSAMBUNG


__ADS_2