
Zavier menggendong Lisa dan membawanya kembali ke Hotel. Zavier juga memandikan Lisa karena basah kuyup terkena air laut, membuat badan Lisa terasa lengket tidak nyaman.
“ Sayang, biarkan aku berendam beberapa menit, aku merasa nyaman dengan air hangat ini.” ujar Lisa.
“ Tapi apa kamu yakin tidak akan masuk angin jika terlalu lama berendam?.” dengan cemas.
“ Tentu saja tidak sayang, hanya membutuhkan beberapa menit saja, kenapa harus cemas seperti itu?.”
Zavier membuka pakaiannya dan bersiap untuk berendam bersama Lisa.
“ Hei! apa yang kau lakukan? kau mesum! aku tidak mau melakukannya. Cepat keluar dari sini.” teriak Lisa dengan panik.
Zavier tidak memperdulikan Lisa yang berteriak padanya, Zavier masuk ke bak dan berendam bersama Lisa.
“ Hangat. Pantas saja istriku ingin terus berendam, ternyata benar-benar nyaman.” Zavier memeluk Lisa dan menikmati berendamnya.
“ Aish! aku pikir Zavier akan melakukan itu lagi padaku, tidak di sangka dia ikutan berendam juga. Untung saja bak nya lebih besar dari biasanya, kalau tidak aku pasti harus duduk di pangkuannya.” batin Lisa.
Zavier meraih pinggang Lisa dan membuatnya duduk di pangkuannya.
“ Hei! apa yang kau lakukan?.” dengan panik.
“ Lebih nikmat jika kamu di atas aku di bawah. Lebih hangat dan romantis, benar tidak?.” bisik Zavier di telinga Lisa.
Lisa malu dan merasa canggung karena Zavier selalu membuatnya seperti orang yang berharga, selalu memeluknya dan memperlakukannya seperti seorang ratu, seharusnya Lisa senang, tapi dengan perlakuan Zavier seperti itu membuat Lisa terasa tidak nyaman dan malu berkepanjangan.
Setelah selesai berendam, Zavier menggendong Lisa kembali ke kamar, mendudukkan Lisa di sofa untuk menyantap makanan yang sudah di sediakan.
“ Aku sudah menyiapkan semua makanan ini, jadi kita akan makan terlebih dulu sebelum pergi.”
“ Baik.” sahut Lisa.
Setelah menyelesaikan makan siang, Lisa bersiap untuk pergi ke tempat yang di maksud Zavier. Lisa masih tidak tahu akan di bawa ke mana, Lisa hanya patuh dan mengikuti Zavier.
Mobil yang di kendarai berhenti di tepi pantai, di situ tidak terlihat banyak orang, hanya ada beberapa yang sedang berjemur.
“ Untuk apa kita datang ke sini?.” tanya Lisa.
“ Kau akan tahu nanti.” balas Zavier dengan singkat.
“ Ada apa dengannya? Zavier terlihat aneh hari ini, tiba-tiba mengajakku keluar dan sekarang masih diam tanpa memberitahuku yang sebenarnya.” batin Lisa.
Li menghampiri Zavier dan berkata. “ Tuan, semuanya sudah siap.”
“ Emm, kau boleh pergi.”
“ Baik tuan.” Li pergi begitu saja.
“ Ayo sayang, kita pergi sekarang.” Zavier menggenggam tangan Lisa.
“ Ke mana?.” tanya Lisa.
Zavier tidak menjawab pertanyaan Lisa, dan terus berjalan ke tempat tujuan.
“ Kita sudah sampai.” ucap Zavier.
__ADS_1
“ Tidak ada yang istimewa, untuk apa dia membawaku ke sini?.” batin Lisa tidak senang.
“ Lihatlah ke arah sana! itu kapal Titanic yang khusus di rancang Breas Leo.” Zavier menunjuk ke arah kapal itu.
“ Breas Leo?? bukankah itu perancang yang melegenda di dunia ini? bagaimana bisa kamu mendapatkan perancangannya? apa kamu sudah bertemu dengannya?.” Lisa sangat terkejut sekaligus kagum.
“ Itu tidak sulit untukku, dari mana kamu mengenalnya?.”
“ Tidak, hanya pernah dengar namanya saja di beberapa perusahaan yang ingin bergabung dengannya, mereka bilang dia itu perancang yang handal dan Profesional. Semua yang di rancang olehnya khusus untuk di jual di pelelangan untuk mendapatkan harga tertinggi.”
“ Rupanya kamu tahu banyak tentang Breas Leo.” cemburu.
“ Bagaimana aku tidak tahu, sedangkan dia sangat populer beberapa tahun belakangan ini.”
“ Begitu rupanya, apa kau tahu? Breas Leo adalah teman masa kecilku, kami bersekolah dan sering bermain bersama karena rumah kita berdekatan. Tapi dia pergi ke luar negri untuk melanjutkan usahanya yang sudah besar di sana.”
“ Hah! apa itu itu benar? Breas teman kamu?.” dengan terkejut.
“ Iya, itu sebabnya aku membawamu ke sini.”
“ Wah! aku tidak menyangka kalau kamu adalah teman Breas Leo, apa dia sudah pulang ke kota A?.”
“ Belum, dia masih di sana bekerja sambil melanjutkan kuliah.”
“ Aish! sayang sekali, padahal dari dulu aku ingin bertemu dengannya dan melihat wajahnya, tapi sampai saat ini tidak kesampean juga.” perasaan kecewa.
Zavier menarik tangan Lisa untuk masuk ke kapal Titanic itu. Lisa masih tidak tahu kalau kapal Titanic itu adalah miliknya, dan sudah di atas namakan nya.
Lisa tercengang melihat isi kapal Titanic yang begitu mewah, di lengkapi dengan lapisan berlian membuat Lisa tidak berani menyentuhnya.
“ Hallo! apa kabar tuan Zavier? saya Asisten tuan Breas Leo, dia sedang menunggu Anda di ruangannya.” ucap Asisten.
“ Tuan, silahkan masuk.”
Lisa masih tidak percaya dengan apa yang sudah di dengarnya, Breas Leo yang selama ini di kagumi olehnya ternyata sudah ada di depan mata, tapi Lisa tidak tahu yang mana Breas Leo, karena di ruangan itu tampak beberapa lelaki dan perempuan sedang mabuk sambil bercumbuan. Hanya ada seorang pria yang duduk tanpa pendamping wanita di sisinya.
Lisa melepaskan tangan Zavier dan berjalan menuju Breas Leo. “ Apa Anda tuan Breas Leo?.”
Breas Leo tidak menjawab dan tampak dingin.
“ Oo, maafkan aku, mungkin aku salah orang.” ucap Lisa dengan malu.
Breas Leo menarik tangan Lisa begitu saja sampai Lisa terjatuh ke pelukannya. Lisa terkejut dan hanya memandang wajah Breas Leo yang tampan.
“ Sayang, apa kamu baik-baik saja?.” Zavier kesal dan meraih pinggang Lisa untuk berdiri.
“ Hah! emm, aku, iya, aku tidak apa-apa suamiku.” dengan terbata-bata.
“ Kemari dan duduklah. Aku akan mengenalkanmu pada temanku ini.” Zavier tidak rela Lisa bersentuhan dengan pria lain.
“ Dia temanku yang aku ceritakan padamu tadi, Breas Leo.”
“ Hallo! nona, senang bertemu denganmu.” ujar Breas Leo.
“ Hah! dia ini, Breas Leo! bagaimana mungkin! tadi aku bertanya padanya tapi dia tidak menjawabku.” batin Lisa.
__ADS_1
“ Hallo! senang bertemu denganmu juga.” balas Lisa dengan senyuman.
Breas Leo dan Zavier ngobrol bersama di ruangan itu, seorang wanita berpakaian **** datang untuk menuangkan minuman, wanita itu sengaja menonjolkan bagian dadanya agar terlihat besar. Sejak Lisa masuk ke kapal Titanic sudah merasakan hal aneh, dan sekarang Lisa melihat dengan jelas bagaimana para wanita bayaran itu melakukan sesuai perintah tuannya.
“ Astaga! aku tidak tahu harus kasihan atau benci dengan pekerjaan mereka, tapi yang aku tahu mereka pasti dengan suka rela melakukan pekerjaannya sebagai pelayan pria hidung belang.” batin Lisa.
“ Tuan, apa perlu saya menuangkan minuman untuk Anda?.” tanya wanita itu dengan sopan.
“ Iya, tuangkan aku satu gelas Wine rendah alkohol.” jawab Zavier.
“ Baik tuan. Tuan maafkan saya jika bicara lancang, saya ingin menawarkan produk terbaru di toko kami, minuman yang sangat mahal dan alkohol nya sangat bagus di nikmati pada saat lagi lelah karena bekerja. Apa tuan tertarik mencobanya?.” ucap wanita itu.
“ Boleh juga, Leo apa kau pernah mencicipinya?.” tanpa pikir panjang.
“ Pernah, hanya sekali. Tapi aku sarankan kamu jangan mencobanya, aku pernah minum satu gelas sampai tidak sadarkan diri selama 1 minggu, dan itu membuatku trauma dan tidak tertarik mencoba lagi. Itu hanya berlaku untuk orang yang putus cinta, orang sepertimu untuk apa mencobanya?.”
“ Kedengarannya menarik sekali. Kalau begitu aku akan mencobanya, aku ingin tahu bagaiaman rasanya tidak sadarkan diri selama 1 minggu.” Zavier malah menantang karena penasaran.
Lisa terkejut dan melarangnya. “ Tidak boleh! tidak boleh! aku tidak mengijinkanmu meminumnya.”
“ Hahaha! ayolah sayang, itu tidak akan berpengaruh padaku. Kau tenang saja dan lihat bagaimana reaksiku ketika mabuk parah. Ok.” Zavier menggoda Lisa.
“ Kalau aku bilang tidak ya tidak! apa kamu tidak mengerti?.” dengan khawatir.
“ Nada bicara yang tinggi seperti orang marah, tapi ekspresinya takut dan cemas. Benar-benar gadis baik.” batin Breas Leo.
Wanita itu tidak menyerah dan terus membujuk Zavier agar mau mencicipi minuman yang ia rekomendasikan.
“ Hehee! nona, nona tenang saja, tuan akan baik-baik saja, lagian kami sudah menyiapkan beberapa kamar VIP untuk tamu yang hadir.” membujuk terus.
“ Kamu lagi, dasar wanita penggoda! aku tahu kamu melakukan ini demi uang kan? kalau begitu jangan bicara apapun lagi pada suamiku, apa lagi menawarkan minuman tidak jelas seperti itu, cari pria lain yang tidak punya istri, apa kau mengerti.” Lisa sangat marah karena wanita itu terus berbicara pada Zavier.
Lisa mengeluarkan kartu Black card dan memukul meja dengan keras. “ Ada 1 juta yuan di kartu ini, kau boleh memakainya sesuka hati. Sekarang ambilah dan pergi dari sini.”
Wanita itu terkejut dan senang, dia tidak menyangka kalau dirinya bertemu dengan atm berjalan, wanita itu berniat menguras uang milik Lisa dengan mengancam menggoda Zavier.
“ Ahh! nyonya Anda terlalu sungkan, bagaimana bisa saya menerina uang tanpa bekerja, ini tidak adil bagi temanku yang lain.” pura-pura sedih.
“ Tidak apa-apa, aku akan memberikan tip untuk temanmu semuanya, karena mereka begitu baik dan bekerja keras tanpa menggoda suami orang, jadi aku akan memberikannya lebih besar dari ini. Bagaimana? apa ini termasuk adil untuk temanmu?.” dengan tatapan sinis.
“ Hemm! kurang ajar! rupanya dia ingin bermain-main denganku, baik, kita lihat saja nanti.” batin wanita itu.
“ Ahh, nyonya maafkan saya, saya tidak bermaksud menggoda suamimu, tapi ini adalah pekerjaanku sudah seharusnya saya berlaku baik pada setiap tuan-tuan yang dagang ke sini.” wanita itu tiba-tiba duduk di hadapan Lisa.
“ Cih! bersikap seolah-olah aku menindasnya. Wanita ini benar-benar tidak tahu malu.” batin Lisa.
Seketika wanita itu pindah posisi dan menyentuh kaki Zavier. “ Tuan, saya tidak berani menggoda Anda, istri Anda yang salah paham padaku, tolong Anda mengerti tuan.”
Zavier malah sengaja membiarkan wanita itu menyentuh kakinya hanya untuk membuat Lisa cemburu.
“ Apa-apaan kamu ini? menyingkirlah dari suamiku, jangan menyentuh suamiku dasar wanita jalang. Plak!.” Lisa menampar wanita itu dengan keras.
Zavier hanya tertawa kecil tanpa suara, pura-pura kalem di depan Lisa untuk mengerjainya.
Brak!.
__ADS_1
“ Selamat ulang tahun nyonya Lisa yang ke 24 tahun.” ujar semua pelayan dengan membawa kue ultah yang sangat imut.
BERSAMBUNG