Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part73


__ADS_3

Di dalam mobil.


Beberapa kali Zavier bertanya sama Lisa, tapi Lisa hanya menjawab dengan ketidak jelasan. Sontak membuat Zavier penasaran dan mau mengerjainya dengan hukuman kecil.


“ Apa yang sedang kau tertawakan?.” Tanya Zavier.


“ Tidak, aku tidak menertawakan apa-apa kok.” Lisa terus menahan tawanya dengan cara menutup mulutnya sambil tersenyum.


Tiba-tiba Zavier mendekati Lisa dan membuat lisa kaget, hingga Lisa tidak di sengaja hidungnya bersentuhan dengan hidungnya Zavier. Di situlah nafasnya saling bergantian, dan menikmati sentuhan bagian hidung yang membuat bibir Lisa hampir menyentuh bibir Zavier.


Zavier pria normal hingga tidak bisa mengendalikan dirinya ketika berdekatan dengan Lisa, Zavier membuat kemajuan dan mulai menempelkan bibirnya di bibir Lisa. Tiba-tiba,, seorang juru parkir yang mengetuk kaca mobil membuat Lisa dan Zavier sadar dari nafsunya.


Karena juru parkir terus mengetuk kaca mobil membuat Zavier semakin canggung ketika melihat Lisa, akhirnya Zavier membukakan kaca mobilnya dan bertanya sama juru parkir. “ Apa yang membuatmu berani mengetuk kaca mobilku?.” Dengan dingin.


“ Maaf Tuan, aku hanya mau memberitahukan kalau dompet istri Tuan terjatuh di sana.” Ucap juru parkir sambil menunjuk ke arah dompet.


“ Dompet?.”


“ Iya Tuan, coba Tuan cek terlebih dahulu apa itu milik istri Anda atau bukan.”


Zavier gugup dan tidak mau bertanya sama Lisa karena kejadian tadi membuat Zavier gugup.


“ Ehem,, itu,, apa dompetmu ada?.” Dengan memalingkan wajahnya.


Lisa mengeceknya dan ternyata dompet Lisa hilang. “ Dompetku tidak ada di tas, mungkin itu benar dompetku. Aku akan mengambilnya sekarang.” Lisa buru-buru keluar.


“ Akan aku ambilkan, kau tunggu saja di sini.” Zavier memegang tangan Lisa dan menyuruhnya duduk kembali.


Zavier mengambil dompetnya, sedangkan Lisa melihat dari dalam mobil dengan tersenyum.


“ Ini dompetmu!.” Zavier menyerahkan dompetnya.


“ Terima kasih.”


“ Sekarang kamu mau ke mana? biar aku antar.”


“ Tidak perlu! aku bisa pulang sendiri.” Dengan panik.


“ Tidak papa, aku antar kamu pulang, aku takut kalau Mika menemuimu lagi ketika aku tidak ada.”


Zavier mengantarkan Lisa sampai depan Apartemen, Zavier sibuk dan langsung pergi untuk mengurus urusan perusahaan.


“ Aku antar sampai sini ya, aku harus pergi sekarang karena ada urusan.” Ujar Zavier.


“ Baiklah, aku turun di sini aja.” Jawab Lisa.


“ Kenapa? kok kelihatannya kecewa gitu, marah ya karena tidak di antar sampai kamar.” Canda Zavier.


“ Tidak! sudah kubilang aku bisa pulang sendiri, tapi kamu malah repot-repot nganterin aku.” Dengan marah.


“ Padahal aku mau makan bersama dengannya dan Darvi di Apartemen, tapi dia terlalu sibuk dan selalu mementingkan pekerjaannya di bandingkan perasaanku.” Batin Lisa.

__ADS_1


Lisa membawa belanjaannya dan masuk ke dalam Apartemen. Sedangkan Zavier menancap gas dan pergi dengan kecepatan tinggi, Lisa hanya bisa melihat Zavier pergi dengan terburu-buru.


“ Apa yang membuat Zavier pergi terburu-buru seperti itu?.” Batin Lisa sambil melihat mobil Zavier yang sudah jauh.


Tok tok,,


“ Ibu kau sudah pulang?.” Darvi menghampiri Lisa dan membantunya untuk membawa belanjaan.


“ Iya sayang, maaf ya jika ibu terlambat pulang, tadi ada urusan sebentar di luar.” Lisa menyerahkan belanjaannya.


“ Tidak papa bu, yang penting ibu sudah pulang sekarang.”


Darvi membantu ibunya memasak di dapur, dengan bahagia mereka bertiga saling tertawa lepas sambil masak makanan yang sehat dan bergizi.


Ketika Lisa sibuk memasak tiba-tiba ada yang datang, Ting tong. “ Siapa ya? pagi-pagi begini ada yang datang.”


“ Tidak tahu, coba ibu cek dulu siapa tahu orang yang mau bertamu sama ibu.” Balas Darvi.


“ Kau benar nak, ya sudah ibu bukain pintu dulu sebentar ya.”


Lisa melihat dari lubang intip di pintu kamar. “ Oh,, ternyata sapam yang datang, ada apa ya?.”


“ Pagi nyonya!.” Sapa sapam.


“ Iya pagi, maaf ada apa ya pak?.”


“ Ini nyonya ada tamu yang mau bertemu dengan nyonya.” Sapamnya menunjuk ke arah Zavier.


“ Zavier?.” Batin Lisa dengan terkejut.


“ Apa yang kau lakukan di sini?.” Tanya Lisa.


“ Ini!.” Zavier memberikan bunga yang mewah dan cantik yang berwarna putih.


“ Untuk apa kamu memberikan bunga padaku.” Dengan dingin.


“ Kau tahu kalau bunga putih ini melambangkan kalau orang yang mendapatkannya, adalah orang yang baik dan bersinar seperti bunga ini.” Rayuan Zavier.


“ Maaf, tapi aku tidak menyukai bunga itu, lebih baik kau membawanya kembali pulang dan berikan itu pada wanita lain.”


Zavier menarik pinggang Lisa dan memeluknya sambil menciumnya. “ Zavier? apa yang kau lakukan? jangan bersikap kurang ajar seperti itu padaku. Jika tidak maka aku tidak akan segan-segan untuk melaporkanmu karena melecehkanku.”


“ Ibu, siapa yang datang?.” Darvi keluar dan melihat Lisa sedang di peluk Zavier.


“Ahh!.” Lisa melepaskan diri dari pelukan Zavier.


“ Hallo nak! ayah bawa sesuatu untukmu. Ini!.” Zavier memberikan mainan untuk Darvi.


Darvi tidak menolaknya dan mengambil pemberian dari Zavier. “ Darvi, kenapa kamu mengambil pemberian darinya?.” Batin Lisa.


“ Ibu kau tahu kalau kita tidak boleh menolak pemberian dari orang lain? kita tidak boleh menolak rezeki dari Tuhan.” Ujar Darvi.

__ADS_1


“ Sejak kapan Darvi membelanya? bukankah dia masih tidak menyukai Zavier sampai saat ini, tapi kenapa sekarang Darvi malah berubah.” Batin Lisa.


“ Benar apa yang di katakan putra kita, kau tidak boleh menolak rezeki dari orang lain, apa lagi ini pemberian dariku, suamimu!.”


“ Aku bukan istrimu, sampai kapanpun kau bukan suamiku, ingat itu Zavier.”


“ Lisa kumohon kamu jangan berkata seperti itu lagi, aku tidak sanggup jika harus mendengar kata-katamu yang menyakiti hatiku.” Zavier menggenggam tangan Lisa.


“ Ibu, tolong berikan kesempatan untuknya sekali lagi, jangan biarkan ego ibu membuatku sedih melihat kalian saling menyakiti seperti ini.”


“ Apa maksudmu Darvi?.” Lisa kaget dengan kata-kata Darvi.


“ Iya ibu, kau pasti mengerti apa maksudku, jadi biarkan dia menebus kesalahannya di masa lalu.”


Lisa marah karena Darvi malah membela Zavier dan membuatnya bimbang. Lisa masuk ke dalam kamar dan menguncinya dari dalam.


“ Darvi, apa kamu sudah memaafkan ayah nak?.” Zavier jongkok dan berkata seperti itu.


“ Tidak, aku tidak bisa memaafkanmu Zavier, tapi aku tidak bisa melihat ibuku sedih dengan adanya dirimu di hatinya. Aku mau ibuku bahagia jadi aku ikhlaskan kau untuk membahagiakan ibuku dengan tulus, jadi jangan sia-siakan kesempatan ini.” Darvi berbicara seolah-olah dirinya sudah dewasa dan mengingatkan Zavier.


“ Terima kasih nak, ayah senang karena kamu mau mendukung ayah untuk mendapatkan ibumu kembali.” Zavier bahagia karena Darvi mau menerimanya walaupun belum bisa memaafkan dirinya.


Zavier pergi membujuk Lisa yang tidak mau keluar dari kamar, tapi Lisa tidak membukakan pintunya dan terus berada di dalam kamar.


“ Ibu apa kau tidak menyayangiku lagi? jika iya berarti aku adalah anak yang malang di antara anak yang lain.” Gumam Darvi.


Mendengar ucapan Darvi hati Lisa sakit dan tidak menyangka kalau Darvi akan berpikir seperti itu tentangnya.


“ Siapa bilang ibu tidak menyayangimu? kamu adalah segalanya bagi ibu, kamu adalah jiwaku dan putraku yang pintar.” Lisa memeluk Darvi.


“ Jika seperti itu, ibu mau kan makan bersama kita?.”


“ Iya ibu mau nak.”


“ Walau hati ini bahagia karena bisa makan bersama Zavier, tapi bagaimana dengan Mika? dia pasti sedang terpuruk sekarang dengan kata-kata Zavier tadi.” Batin Lisa.


Di meja makan.


“ Ibu tolong ambilkan paha ayamnya untukku!.”


“ Baiklah nak, ini! makan yang banyak ya.” Lisa menaruh paha ayamnya di piring Darvi.


“ Terima kasih bu.”


“ Sama-sama.”


Lisa mengambil paha ayamnya yang satu lagi untuknya, tapi tidak di sangka tangan Lisa malah memegang tangan Zavier yang sedang mengambil paha ayamnya juga.


“ Maaf, silahkan kamu ambil aja, biar aku yang lain aja.” Lisa menarik tangannya dengan panik.


Zavier mengambil paha ayamnya dan menaruhnya di piring Lisa. Lisa mengambil kembali paha ayamnya dan memberikan sama Zavier.

__ADS_1


Dan pada akhirnya paha ayam itu terjatuh ke lantai hingga membuat Lisa dan Zavier melongo.


BERSAMBUNG


__ADS_2