Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part61


__ADS_3

Di Penjara bawah tanah.


" Tuan, Anda boleh mengina aku. Tapi aku masih punya hati dan jiwa yang kuat dan berani lebih dari Anda. Anda hanya tuan Pengecut yang berlindung di belakang penjaga." Ucapan Lisa.


" Diam! kau berani menghinaku, lihat saja nanti, akan aku pastikan kalau kau tidak akan bertemu lagi dengan Putramu." Ujar tuan Sanjaya sambil pergi.


Mendengar ucapan tuan Sanjaya, Lisa takut kalau dirinya tidak akan bertemu lagi dengan Darvi. Yang ada di benak Lisa, hanya penyesalan karena telah menuruti perkataan tuan Sanjaya yang kejam.


" Darvi! Maafin Ibu sayang, Maafin Ibu!." Teriakan Lisa sampai terjatuh dengan lemas.


Setelah tuan Sanjaya pergi, Darvi mendekati Lisa dan memanggilnya dengan penuh kasih sayang.


" Ibu, aku di sini!." Sapa Darvi sambil mendekat.


" Ahh, Darvi? itu kau Putraku?." Dengan terkejut.


" Iya bu."


" Darvi, kemari nak! Ibu kangen sama kamu." Lisa mengulurkan kedua tangannya.


Lisa dan Darvi melepaskan rindu bersama, walaupun tidak bisa berpelukan, tapi mereka sangat bahagia karena pada akhirnya bisa bertemu kembali.


" Ibu, kenapa Ibu bisa ada di sini? bukankah ibu bilang kalau ibu lagi kerja?." Tanya Darvi.


" Ceritanya panjang, lagian ini bukan masalah besar kok! hanya salah paham aja." Senyum Lisa.


" Salah paham gimana ibu? aku tahu sekarang, ibu di sekap di sini sama Kakek kan?." Tebakan Darvi membuat Lisa kaget.


" Tidak kok! ini kesalah pahaman Kakek kamu sama Ibu." Jawab Lisa dengan gugup.


" Ibu? kau tidak perlu menyembunyikan sesuatu dariku, kau tahu? aku ini Putramu. Aku tidak akan biarkan siapapun menyakitimu. Aku akan selalu menjagamu dan membelamu paling depan." Ucapan Darvi membuat Lisa terharu.


" Iya sayang." Senyum Lisa.


" Ibu, aku akan membantumu keluar dari sini, kau tenang aja ya."


Lisa menganggukan kepalanya, dengan air mata bahagia yang mengalir tak terhentikan.


" Sudah ibu, kau jangan nangis lagi. Aku janji, aku akan mengeluarkan ibu dari sini, dan akan membawa ibu pergi yang sangat jauh." Darvi mengusap air mata Lisa.


Darvi berhasil mengeluarkan Lisa dari tahanan. Lisa sangat senang karena dirinya bisa bebas dari tahanan tuan Sanjaya yang licik itu.

__ADS_1


" Ayo ibu! kita segera keluar dari sini, sebelum Kakek kembali lagi kesini." Darvi menarik tangan Lisa.


" Tapi, apa kamu tahu jalan keluar dari sini? ini gelap sekali Darvi, bagaimana kalau kita tersesat, dan tidak bisa menemukan pintu keluar." Dengan ragu.


" Ibu, kau tenang aja, aku tahu jalan keluarnya, kau gak usah khawatir ya." Balas Darvi.


Lisa mempercayai semuanya pada Darvi, karena Lisa tahu kalau Darvi punya kelebihan dan lebih cerdik darinya. Sesampainya di depan pintu, para penjaga sedang waspada di luar, membuat Darvi kesulitan untuk berpikir lagi.


" Ibu, Maafin aku, aku tidak bisa membawa ibu keluar dari sini. Penjaga di luar lumayan banyak, jadi tidak ada jalan keluar lagi selain ke pintu depan itu." Gumam Darvi dengan kecewa.


" Kasihan sekali Darvi, dia harus terbebani gara-gara kecerobohanku. Ini semua salah tuan Sanjaya, karena sudah menjebakku, sampai Darvi harus menanggung semua masalah ini." Lisa memeluk Darvi.


" Ibu, kenapa kau menangis? ibu kecewa ya karena aku tidak bisa membawa ibu keluar dari sini." Tanya Darvi.


" Tidak, tidak sayang. Ibu sama sekali tidak kecewa atau apapun itu, ibu hanya sedih melihatmu seperti ini, ini semua salah ibu, ibu yang sudah menyebabkanmu terjebak di sini." Jawab Lisa.


" Tidak ibu, ini bukan salah ibu, Kakek lah penyebab semua masalah ini." Balas Darvi.


Di Rumah Sakit.


Semua orang sangat bahagia, karena Zavier telah simuan dari koma nya. Tapi untuk sementara waktu, Zavier tidak bisa bicara karena pita suaranya terganggu.


" Zavier, ibu senang kamu sudah sadar." Senyum nyonya Sanjaya.


" Zavier, kau mau kemana? Suamiku, cepat bantu Zavier berbaring lagi, cepat!." Nyonya Sanjaya dengan panik.


" Zavier, berbaring nak. Kau jangan bangun, kau baru sadar, kau harus tetap tidur di sini, jangan kemana-mana." Suruh tuan Sanjaya.


Karena tubuhnya yang lemah, Zavier terbaring dengan kondisi yang memburuk. Semua orang sangat cemas dan panik. Dokter pun segera mengecek Zavier, sangat berat hati, Dokter menyampaikan kalau Zavier setres hingga tubuhnya ngedrop lagi.


" Lalu, apa yang harus kami lakukan Dok?." Nyonya Sanjaya menangis.


" Saya juga kurang tahu, yang jelas, sepertinya Anak ibu sedang membutuhkan seseorang yang bisa membuat kondisi tubuhnya kembali stabil." Kata Dokter.


" Maksud Dokter? seseorang yang dekat dengan Zavier?." Nyonya Sanjaya dengan heran.


" Iya, bisa jadi seperti itu." Balas Dokter.


" Tapi saya ini ibunya Dok! saya lah yang sangat dekat dengan Zavier." Bantah nyonya Sanjaya.


" Iya, reaksinya sangat berbeda, ada yang sedang di pikirkan okeh Pasien. Entah itu siapa, atau mungkin, Pasien sudah meniliki Istri atau Anak? karena ikatan batin itu sangat kuat." Tanya Dokter.

__ADS_1


" Ya sudah, kalo gitu saya permisi dulu." Ucap Dokter.


" Suamiku, bagaimana ini? apa kita harus membawa Lisa dan Darvi ke sini, biar Zavier cepat sembuh dari Koma nya." Dengan menangis.


" Tidak, itu tidak perlu. Sekarang sudah ada Mika yang akan menggantikan Lisa, kita tidak butuh Lisa sekarang, yang harus kita lakukan adalah hal yang terbaik buat Zavier. Ini semua salah Lisa, karena dia Zavier jadi seperti ini." Bantah tuan Sanjaya.


" Iya Tante, Paman benar. Sekarang udah ada aku, jadi Zavier tidak membutuhkan Lisa lagi." Ucap Mika Fhui.


Tiba-tiba anak buah tuan Sanjaya datang dengan tergesa-gesa.


" Tuan, ada yang mau aku bicarakan dengan Anda, ini masalah penting."


" Baiklah, ikuti aku."


" Ada apa, cepat katakan! aku tidak punya banyak waktu."


" Maaf tuan, Nona Lisa hilang bersamaan dengan tuan muda Darvi. Aku sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak di temukan, Maafkan aku tuan."


" Apa? Hilang?."


" Kamu ini gimana sih! masa jagain dua orang aja tidak bisa, dasar tidak berguna." Plak.. tuan Sanjaya menampar anak buahnya dengan penuh kekesalan.


" Cari, cepat cari! aku tidak mau tahu, aku mau besok pagi Darvi dan Lisa sudah harus ada di rumah, sana pergi!."


" Ba, ba, baik tuan." Dengan ketakutan.


" Kemana perginya Darvi? bagimana bisa Lisa bisa kabur dari tahanan, sedangkan, tidak ada orang yang tahu tentang penjara bawah tanah. Siapa yang membantu mereka kabur?." Dengan penasaran.


" Suamiku, ada apa? masalah penting apa yang di bicarakan bawahanmu?." Nyonya Sanjaya mengagetkan tuan Sanjaya.


" Istriku, kau mengagetkan aku saja!."


" Maaf sayang. Oh ya, aku mau pulang sekarang, aku khawatir dengan keadaan Darvi, kasihan dia sendirian di rumah." Ucap nyonya Sanjaya.


" Pulang?." Dengan kaget.


" Iya, kenapa suamiku, kok kamu kaget gitu?." Dengan heran.


" Tidak, tidak papa. Istriku, kalau kau pulang ke rumah, terus yang jagain Zavier siapa, tidak mungkin Mika kan? dia juga pasti akan pulang, jadi biar aku aja yang pulang, kamu tinggal aja di sini jagain Zavier ya." Ujar tuan Sanjaya dengan panik.


" Ya sudah Suamiku, kau saja yang pulang, biar aku yang di sini jagain Zavier."

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2