
Di kediaman Arya.
Anggota keluarga di kediaman Arya, semuanya sedang tercengang dan bersedih, karena perusahaan yang selama ini mereka bangun kini hancur seketika.
“ Mama, papa? apa yang terjadi di sini?.” Dengan tergesa-gesa.
“ Putraku, akhirnya kau pulang nak! mama dan papa sangat takut kalau terjadi sesuatu sama kamu sayang.” Mamanya Arya segera menghampiri Arya.
“ Aku tidak papa, tapi kenapa kalian tegang seperti ini? sebenarnya apa yang terjadi ma pa?.”
“ Arya, perusahaan kita, perusahaan kita nak!.” Dengan gugup.
“ Iya kenapa ma? perusahaan kita kenapa? tolong katakan yang jelas padaku ma!.”
“ Arya, perusahaan kita mengalami kerugian besar, karena sebagian proyek yang telah kita bangun semua Klien membatalkannya. Dan kita mengalami kebangkrutan sekarang, semua uang perusahaan ludes di pakai ganti rugi sama Klien.” Ujar papanya Arya.
“ Apa? bangkrut! tapi kenapa tiba-tiba seperti ini pa? bukannya kemarin semuanya baik-baik aja, bahkan tadi pagi aku sempat datang ke perusahaan dan semuanya lancar, tidak ada kendala apapun.” Dengan terkejut.
“ Papa juga tidak tahu nak, padahal kita tidak memiliki musuh dari dulu, papa juga tidak pernah membuat Klien kita kecewa dengan kerja sama yang kita buat bersama mereka.”
“ Pa, aku harus pergi sekarang, aku harus mengurus semuanya yang terjadi di keluarga kita.”
“ Arya, kamu mau ke mana nak?.” Teriak mamanya.
Arya pergi dengan terburu-buru, di dalam mobil Arya sempat bingung karena tidak tahu Villa yang di tempati Zavier. “ Lisa, iya Lisa. Aku harus nanya Villa Zavier sama Lisa, mungkin Lisa tahu di mana tempatnya.” Gumam Arya dengan panik.
Tibanya di Apartemen Lisa, Arya segera mengetuk pintu untuk bertanya informasi tentang Zavier.
“ Arya, ada apa kau datang ke sini?.”
“ Lisa, apa kamu tahu tempat tinggal Zavier di sini?.” Dengan cemas.
“ Tidak, ada apa kamu mencari Zavier? apa ada sesuatu yang terjadi dengannya?.” Lisa mencemaskan Zavier.
“ Tidak, aku ada urusan yang harus di selesaikan dengannya.” Arya kecewa karena Lisa mengkhawatirkan Zavier.
__ADS_1
“ Masuklah, nanti akan aku tanya sama Zavier.”
Arya masuk dan duduk di sofa, sedangkan Lisa pergi ke dapur untuk membuatkan minuman buat Arya.
“ Minum dulu biar hatimu tenang.” Lisa memberikan minumannya pada Arya.
“ Terima kasih.” Arya minum dengan tenang.
Setelah beberapa saat kemudian, Lisa mencoba bertanya sama Arya. “ Arya, ada apa kamu mencari Zavier?.” Dengan lembut.
“ Aku,, aku,, ahh aku!.” Dengan bimbang.
Arya menceritakan semuanya pada Lisa, Lisa sangat terkejut mendengar masalah yang Arya hadapi sekarang, apa lagi semua masalahnya di buat Zavier hanya karena gelap mata.
“ Kalau begitu aku akan bantu kamu untuk bertemu dengan Zavier, biar kalian bisa menyelesaikan masalah kalian dengan baik dan tenang.” Ujar Lisa.
“ Terima kasih Lisa, kamu sudah bersedia membantuku dengan tulus.”
Beberap jam kemudian Lisa pergi ke sebuah kafe untuk bertemu dengan Zavier, sedangkan Arya menunggu di dalam mobil agar Zavier tidak mencurigainya dan mau menemui Lisa.
“ Aman Tuan.”
Zavier turun dari mobil dengan gagah dan berpakaian rapih, sambil membawa buket bunga hitam yang telah di siapkan Zavier untuk Lisa.
“ Itu dia!.” Gumam Arya dari dalam mobil.
“ Tuan Anda mau ke mana?.” Tanya sopir.
“ Aku harus menemui Zavier sekarang, aku harus menyelesaikan masalahku dengannya secara jantan, aku tidak mau di sebut lemah olehnya.” Arya merapihkan dasinya dengan kesal dan bersiap untuk turun.
“ Tuan! Anda tidak boleh keluar sekarang, apa Tuan lupa apa yang di katakan nona Lisa tadi?.” Sopir menghalangi Arya untuk turun dari mobil.
Arya tertegun dan mencoba mengingat ucapan Lisa padanya. Dan akhirnya Arya terduduk kembali dengan patuh.
“ Zavier?.” Lisa berdiri ketika melihat Zavier sudah sampai di kafe.
__ADS_1
Semua pelanggan wanita di kafe terpesona melihat ketampanan Zavier, apa lagi Zavier membawa bungan hitam yang sangat romantis.
“ Selamat sore sayangku! aku senang karena akhirnya kamu mau bertemu denganku dan berbicara padaku.” Senyum Zavier.
“ Ini bunga untukmu! aku secara khusus memesan bunga hitam ini hanya untukmu.” Zavier memberikan bunga pada Lisa.
Lisa hanya terdiam sambil memandang Zavier dengan kecewa. “ Aku menyuruhmu datang ke sini bukan untuk itu.”
“ Lalu kenapa kamu menyuruhku datang ke sini dengan buru-buru?.” Zavier mulai curiga.
Arya datang menghampiri Lisa dengan wajah suram.
“ Apa maksudmu Lisa?.” Tanya Zavier dengan dingin.
“ Aku mau kamu katakan padaku sejujurnya, apa benar kamu yang sudah membuat keluarga Arya hampir bangkrut sekarang?.” Kata-kata Lisa dingin dan buat Arya bengong karena tidak percaya dengan apa yang di katakan Lisa.
“ Apa yang kau bicarakan Lisa? aku sama sekali tidak mengerti dengan kata-katamu itu.” Zavier pura-pura tidak mengerti.
“ Sudah cukup Zavier! aku tahu segalanya, aku tahu kalau kamu yang telah membuat keluarga Arya bangkrut. Sekarang katakan padaku apa maksudmu berbuat seperti pada Arya? atau,, apa kamu berbuat seperti itu hanya karena masalah tadi pagi, jadi kamu dendam sama Arya hanya dengan masalah kecil seperti tadi.” Lisa marah dan tidak mau dengar basa-basi dari Zavier.
Zavier membanting bunganya ke meja hingga mengagetkan Lisa. “ Jika itu benar memangnya kenapa? kamu mau marah padaku, atau kamu mau berbuat sesukamu silahkan! aku tidak akan melawan ataupun pergi. Aku siap untuk bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan pada Arya, karena aku tahu bahwa kamu tidak pernah tahu isi hatiku, bahkan aku hampir gila karena kehilanganmu selama 5 tahun yang lalu pun kamu tidak akan pernah tahu Lisa!.” Ujar Zavier dengan marah.
Kemudian Zavier pergi dengan kesal, tapi Lisa hanya terdiam dan merasa bersalah. Lisa menarik tangan Arya yang hendak pergi mengejar Zavier. “ Ada apa Lisa? kenapa kamu menahanku seperti ini? aku harus bicara dengan Zavier sekarang juga.” Lisa menarik tangan Arya dan menyuruhnya duduk.
“ Kamu tidak akan bisa melawannya Arya, lebih baik kamu jangan pernah temui Zavier lagi kedepannya. Jika tidak maka kamu akan benar-benar hancur karena telah mengusik hatinya Zavier.” Ujar Lisa.
Lisa menceritakan betapa kejamnya Zavier pada orang lain, bahkan orang yang sudah lemahpun Zavier tidak akan pernah mengampuninya.
Lisa mengingat teman lelakinya yang kini tidak tahu nasibnya, Lisa berusaha untuk mencarinya tapi tidak pernah bertemu dengannya. Yang ada di benak Lisa hanya ketakutan, ketika ada lelaki yang mendekatinya walau hanya sebatas teman saja.
“ Jika seperti itu,, terus kenapa kamu masih mau menerima dia dengan baik di rumahmu? apa karena kamu masih mencintainya?.” Tanya Arya dengan penasaran.
“ Itu bukan urusanmu! sekarang pulanglah ke rumahmu, mama papa mu pasti cemas menunghumu di rumah. Masalah kerugian yang kamu alami akan aku bantu nanti setelah di rumah, jadi segera pulang dan urus perusahaanmu.” Lisa berdiri dan pergi meninggalkan Arya sendirian.
“ Maafin aku Arya! karena aku kamu jadi seperti ini, hanya karena salah paham semuanya jadi berantakan seperti ini. Akan aku pastikan kalau perusahaanmu akan bangkit lagi seperti semula.” Gumam Lisa sambil berjalan menuju mobil.
__ADS_1
BERSAMBUNG