Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part135


__ADS_3

Di Rumah Sakit.


Zavier mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi, menyalip setiap mobil di depan bahkan menerobos lampu merah hanya ingin sampai di rumah sakit dalam 10 menit.


“ Ayolah, berikan aku jalan. Aku tidak bisa menunggu dengan lampu merah ini.” Zavier memukul setang mobil dengan kaki berjinjit.


Suara klakson mobil berbunyi di setiap jalan, bahkan Zavier nyaris bertabrakan dengan truk yang hendak melaju saat lampu hijau.


“ Hei! apa kamu ingin mati? jika iya cari tempat sepi dan bunuh diri saja, jangan mencelakai orang tidak bersalah di sini.” teriak pengemudi sambil melemparkan botol air mineral ke mobil Zavier.


Zavier menurunkan kaca mobilnya dan menodongkan sebuah pistol di senpanjang jalan, para pengguna jalan mendadak minggir dan memberikan jalan saat Zavier mengancam akan menembaknya. Pengemudi truk itu terkejut dan menutup kacanya karena takut.


“ Sial! apa dia seorang Police? untung saja dia tidak berhenti dan membuat ulah denganku, kalau tidak aku pasti tertangkap karena membawa narkoba ratusan ton.” pengemudi truk itu merasa lega bisa di abaikan Zavier yang menurutnya Police.


Tidak lama kemudian mobil Police datang dari belakang dan mengejar mobil Zavier.


“ Astaga, ada apa ini? Police saling mengejar bebas di jalanan raya seperti ini, apa mereka tidak takut bahaya atau kecelakaan.” ujarnya sambil menggeleng kepala karena terheran-heran.


Pengemudi itu melanjutkan jalannya agar tidak tertangkap oleh Police.


Tibanya di Rumah Sakit.


Zavier menggendong Lisa masuk ke dalam untuk mendapatkan pertolongan pertama.


“ Dokter! dok, tolong istriku dok!.” Zavier berlari masuk sambil terus berteriak, beberapa pasien sempat kesal karena Zavier teriak di dalam Rumah Sakit.


“ Hei! berhenti berteriak! kamu pikir ini apa, di taman hiburan? teriak-teriak di sini lihat banyak orang sakit di sini, bahkan ada yang meninggal saat ini, perhatikan etikamu tuan.” ucap nenek tua yang sedang memarahi Zavier.


Zavier mengacuhkan nenek itu yang sedang marah padanya, Zavier masih memiliki rasa kemanusian dan tidak ingin perhitungan dengan seorang nenek tua di Rumah Sakit.


“ Tuan ada apa ini?.” seorang dokter lelaki datang menghampiri Zavier yang terus berteriak.


“ Dokter cepat bantu aku periksa keadaan istriku.” Zavier yang panik setelah Lisa pingsan saat di perjalanan menuju ke Rumah Sakit.


“ Baik bawa pasien ke ruangan di depan.” dokter itu melongo melihat pistol yang di sembunyikan di celana belakang.


Zavier menidurkan Lisa di ranjang pasien, dokter itu mengecek denyut nadinya dan menyuruh Zavier untuk keluar dan menunggunya.


“ Kenapa lama sekali?! apa terjadi sesuatu dengan Lisa?.” Zavier tidak tenang dan ingin masuk melihat Lisa.


Seorang suster membuka pintu dan mempersilahkan Zavier masuk.


“ Bagaimana keadaan istriku, apa dia baik-baik saja?.” Zavier langsung bertanya saat pintu terbuka.


“ Istri Anda baik-baik saja, dokter menyuruh Anda untuk masuk menemuinya.” suster membuka pintu dengan lebar agar Zavier masuk, kemudian menutupnya dengan segera.


“ Sayang, kamu sudah siuman istriku?.” Zavier menghampiri Lisa dan mengelus kepalanya dengan lembut.


“ Iya, kenapa kamu bawa aku ke Rumah Sakit?.” Lisa tidak mau merepotkan Zavier.


“ Sayang tadi kamu jatuh di toilet, aku membawamu ke Rumah Sakit karena takut kamu kenapa-kenapa.” dengan ekspresi sedih.

__ADS_1


“ Tapi aku tidak apa-apa, hanya sakit perut biasa sayang.” Lisa merasa bersalah karena sudah terlalu banyak makan pedas.


“ Mana mungkin, bahkan kamu pingsan di mobil.” Zavier tidak percaya kalau Lisa hanya sakit perut biasa.


“ Dokter katakan padaku, apa penyakit istriku sampai dia pingsan?.” Zavier melirik dokter dan bertanya penyakit Lisa.


“ Silahkan Anda duduk terlebih dulu tuan, saya akan memberitahu kalian apa penyebab istri Anda pingsan.” dokter itu menyuruh Zavier dan Lisa agar duduk.


“ Tidak perlu, katakan saja padaku apa penyakitnya! apa kamu tidak lihat istriku sedang sakit!.” bentak Zavier pada dokter itu.


“ Baiklah. Sebenarnya istri Anda tidak sakit.” dokter itu berbelit-belit saat menyampaikan sesuatu, dia berniat membuat Zavier tegang.


“ Apa! tidak sakit! apa yang kau katakan dok? kamu pasti salah memeriksa istriku, dasar tidak berguna.” Zavier tidak percaya kalau Lisa tidak sakit, karena buktinya Lisa kesakitan sampai pingsan saat di perjalanan.


“ Sayang perhatikan kata-katamu, dengarkan dokter bicara sampai selesai, jangan buat keributan di sini.” Lisa menenangkan Zavier yang akan marah.


“ Tuan, jika Anda tidak mempercayai saya silahkan Anda lihat hasil lab ini. Anda tahu kalau hasil lab tidak mungkin salah bukan?.” dokter itu tetap sabar menghadapi Zavier yang emosional.


Zavier mengambil hasil lab itu dan membukanya, Zavier sempat melirik dokter karena tidak percaya dan membuka secara perlahan.


“ Positif, apa?! istriku hamil?.” Zavier terkejut karena Lisa hamil, bukan hanya itu Zavier masih tidak percaya apa yang ia lihat itu benar atau hanya ilusi.


“ Hamil??.” gumam Lisa dengan terkejut.


“ Sayang lihatlah kamu hamil! beritahu aku apa ini mimpi atau nyata?.” tangan Zavier gemetar memegang hasil lab itu dan menunjukannya pada Lisa.


“ Positif, jadi aku hamil?.” Lisa membaca hasil lab.


“ Sayang apa yang kamu lakukan? jangan melakukan itu lagi, itu akan menyakitimu Zavier.” Lisa meraih tangan Zavier yang sedang memukul wajahnya sendiri.


“ Rasanya sakit sekali, berarti ini nyata bukan mimpi.” tersadar.


“ Aish, kedua pasangan yang bar bar. Mereka sangat bahagia akan memiliki seorang anak, benar-benar pasangan yang romantis.” dokter itu menggelengkan kepalanya dengan heran.


Brak!


Police datang membuka pintu pasien begitu saja.


“ Apa Anda pemilik mobil berwarna hitam yang terparkir di depan Rumah Sakit?.” tanya Police dengan menunjuk ke arah Zavier.


“ Iya, apa yang membuat kalian datang kemari? apa kalian sengaja mengikutiku dari tadi?.” Zavier tidak terima orang lain bersikap tidak sopan padanya.


“ Tuan, mohon Anda memperlihatkan surat kendaraan pada kami. Kami melihat Anda membawa mobil melaju kencang dan tidak memperhatikan kendara lainnya. Mereka bilang Anda menodongkan pistol untuk mendapatkan jalanan dan menerobos lampu merah.” Police itu memberikan sanksi pada Zavier karena tidak mematuhi peraturan lalu lintas.


“ Oo, mohon maaf, surat kendaraan tertinggal di rumah.” Zavier sengaja membuat Police itu marah padanya.


“ Tidak masalah, apa Anda membawa kartu Identisan lainnya?.”


“ Tidak. Saya buru-buru ke Rumah Sakit dan lupa membawa barang-barang saya. Apa ada masalah pak Police?.”


“ Tolong jaga sikap Anda tuan, kami Police yang bertugas menertibkan pengendara di jalanan, tolong hormati kami sebagai Police.” Police itu mulai jengkel karena Zavier tidak tahu aturan mengemudi.

__ADS_1


“ Apa saya terlihat tidak menghargai kalian? beritahu aku dari mana aku bersikap tidak sopan pada kalian?.” Zavier tidak bersalah untuk apa takut pada Police.


“ Hentikan itu, bawa tuan ini ke kantor Police sekarang. Biarkan Kapten yang mengintrogasi dia di kantor.” dengan tegas.


“ Siapa Kapten kalian? beritahu dia datang ke sini menemuiku sekarang! aku ingin lihat seberapa hebatnya Kapten kalian.” menantang.


“ Jaga bicaramu tuan! dia adalah Kapten di kantor Police. Kamu tidak berhak berkata seperti itu tentangnya.” Pilice bawahan itu tidak terima Zavier menantang Kapten mereka.


“ Jangan bicara omong kosong! pergi kalian dari sini.” Zavier tidak mau hari bahagianya di ganggu oleh segerombolan Police.


Zavier mengusir Police itu keluar dan munutup pintunya.


Beberapa saat kemudian Kapten datang dengan tegas akan melaksanakan tugasnya sebagai Kapten.


Brak!


“ Siapa yang berani melakukan hal tidak pantas di wilayahku, aku akan memukulmu karena berani menantangku.” Kapten itu sangat marah dan masuk dengan menobrak pintu pasien.


Kapten itu melihat Zavier sedang menyuapi Lisa makan.


“ Tuan, apa kabar? kenapa tuan ada di sini?.” yang tadinya sangar dan sombong Kapten itu berubah jadi lemah di depan Zavier.


“ Kapten dia orang yang melanggar lalu lintas, bukan hanya itu dia juga berbicara tidak sopan tentangmu seperti sedang menantangmu.” ujar Police yang baru saja di lantik 2 bulan.


“ Apa?! di orangnya!.” Kapten terkejut karena bawahannya melakukan kesalahan yang fatal.


“ Benar Kapten.” dengan menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


“ Tuan, maafkan dia, aku pikir dia salah mengenali orang. Mana mungkin tuan Zavier Sanjaya melakukan itu, aku percaya kalau tuan tidak melakukan kesalahan, ini kesalahan bawahanku karena tidak mengenali Anda. Tolong maafkan kami tuan.” Kapten itu menundukan kepalanya dengan takut, karena tidak mau masalah ini berpengaruh pada jabatannya Kapten itu terpaksa meminta maaf atas nama bawahannya.


“ Hah, Kapten kenapa Anda??.”


“ Diam! cepat meminta maaf pada tuan kalau kamu masih ingin hidup dengan baik.” memperingati dengan keras.


“ Ma maafkan kami tuan, maafkan kesalahan kami.” ucap beberapa Police itu dengan patuh pada Kaptennya.


“ Kenapa Kapten tiba-tiba berubah di depan tuan ini? siapa dia sebenarnya? kenapa Kapten bisa setakut itu padanya, padahal tadi Kapten sangat marah karena ada yang menantangnya. Tidak di sangka Kapten ketakutan saat bertemu dengan orang ini.” batin beberapa Police dengan heran.


“ Sudahlah, karena malam ini adalah hari bahagiaku aku tidak akan memperhitungkannya dengan kalian. Aku hanya ingin mereka tahu siapa mereka dan siapa aku, mereka semua harus tahu sebagai apa jabatan dia di bandingkan denganku hanya seorang pebisnis.” Zavier terus mengelus perut Lisa sambil menyuapinya.


“ Ah, untung tuan bermurah hati, jika tidak bukan hanya jabatan mereka yang akan hancur tapi jabatan aku akan berpengaruh karena di anggap lalai mendidik bawahan.” Kapten itu menghela nafas dengan lega.


“ Terima kasih karena tuan bermurah hati pada kami. Kalau boleh tahu apa yang membuat tuan sebahagia ini??.” menjilat karena takut.


“ Istriku hamil, dan aku akan jadi seorang ayah dengan 2 anak. Tidak, maksudku 3 anak.” jawab Zavier dengan bangga.


“ Selamat, selamat tuan, semoga istri tuan sehat beserta calon anaknya.” ikutan bahagia.


“ Yaa, terima kasih.” balas Zavier sambil mengelus perut Lisa.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2