Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part68


__ADS_3

Di Apartemen.


Tiba-tiba saja perut Darvi sakit dan mules, Darvi bolak-balik ke toilet untuk menghilangkan rasa sakitnya, tapi lama kelamaan tidak kunjung sembuh dan malah tambah parah, sampai muka Darvi terlihat pucat sekali.


“ Puy ada apa ini, kenapa Darvi bisa sakit perut seperti ini? emangnya Darvi makan apa tadi di luar?.” Dengan panik.


“ Maafin aku nyonya, tadi Tuan Muda Darvi makan makanan yang banyak dan berminyak.” Jawab Puy dengan gugup.


“ Apa? kenapa kamu membiarkan dia makan yang tidak sehat seperti itu! kau tahu kalau Darvi tidak terbiasa dengan makanan seperti itu!.” Dengan marah.


“ Maafin aku nyonya! aku tidak akan melakukan kesalahan seperti ini lagi.” Penyesalan Puy.


“ Ya sudah ayo kita bawa Darvi ke rumah sakit, aku takut Darvi kenapa napa.” Dengan cemas.


“ Iya ayo!.” Balas Puy.


Tibanya di rumah sakit, Darvi langsung di bawa ke ruang IGD untuk di periksa. Dengan cemas dan khawatir Lisa menunggu di luar di temani Puy yang juga merasa bersalah, dokter pun berkata kalau Darvi hanya Diare biasa, dan salah memakan makanan yang tidak biasa di konsumsi Darvi hingga menyebabkan usus Darvi tidak kuat menahannya.


Lisa masuk ke ruangan dengan perlahan dan melihat wajah Darvi yang tertidur pulas di ranjang pasien, canda tawa dan rasa penasaran Darvi terhadap Lisa pun hilang seketika karena Darvi sakit. Lisa kesepian tanpa senyuman Darvi yang selalu membuatnya bahagia.


“ Puy? bagaimana ini, besok aku ada Meeting dengan Tuan Wiljen di perusahaan Shu, kalau Darvi seperti ini aku tidak bisa menghadiri Meeting untuk mendapatkan proyek dari Tuan Wiljen.” Dengan bimbang.


“ Nyonya tidak perlu bingung, aku akan menemani Darvi di rumah sakit, jadi nyonya bisa Meeting dengan Tuan Wiljen.”


“ Tapi aku tidak bisa meninggalkan Darvi dalam keadaan seperti ini!.” Balas Lisa.


Darvi membuka matanya dan mendengar keluh kesah Lisa sama Puy. “ Ibu? ibu pergi aja aku tidak papa di sini kan ada Sekertaris Puy, jadi ibu tidak perlu cemas.” Darvi memegang tangan Lisa.


“ Tapi?.” Dengan bingung harus bagaimana.


Darvi memotong kata-kata Lisa dan berkata. “ Ibu percayakan sama aku? kalau aku itu anak yang mandiri bukan anak manja seperti anak lainnya. Jadi ibu jangan khawatirkan aku, di sini ada dokter dan suster yang akan menjaga aku.”


“ Baiklah, ibu percaya sama kamu.” Lisa menahan air mata terharu.


Di Apartemen Lisa segera bersiap untuk Meeting dengan Klien, Lisa sangat gugup dan deg-degan karena ini pertama kalinya Lisa akan Meeting dengan orang penting seperti Tuan Wiljen.


Tibanya di Gedung VIP yang telah di siapakan Tuan Wiljen untuk Meeting, Lisa sangat gugup dan segera turun dari mobil untuk masuk ke dalam Gedung.


Arya melihat Lisa sendirian di depan Gedung penasaran dan ingin mengetahui kenapa Lisa bisa berada di Perusahaan Shu.


“ Lisa?.” Sapa Arya sambil tersenyum.


Lisa terkejut karena Arya di tempat yang sama sepertinya. “ Ahh? Arya, kau sedang apa di sini?.” Dengan terkejut.


“ Aku di sini ada Meeting dengan Klien ku, kamu sendiri ngapain di sini?.” Tanya Arya.

__ADS_1


“ Aku juga sama ada Meeting dengan Tuan Wiljen pemilik Perusahaan ini.”


“ Benarkah? kalau begitu kita sama-sama akan memperebutkan proyek Tuan Wiljen.”


“ Iya, kebetulan sekali kita sama di sini.”


“ Oh! bagaimana kabar Darvi?.”


“ Baik.”


“ Baguslah.” Sambil tersenyum.


Kemudian Lisa dan Arya segera masuk karena jadwal Meeting tinggal 15 menit lagi. Semua orang telah duduk, dan Lisa merasa tegang karena banyak Perusahaan penting yang menghadiri Meeting dengan Tuan Wiljen.


“ Kamu jangan tegang seperti itu, aku yakin kamu pasti bisa melakukannya.” Bisik Arya sambil menggenggam tangan Lisa.


Lisa melepaskan tangannya dari genggaman Arya. “ Makasih.”


Tuan Wiljen dan Sekertarisnya masuk ke ruang VIP. “ Selamat datang semuanya!.”


Tuan Wiljen duduk di kursinya dan bertanya. “ Apa semuanya sudah siap?.”


“ Sudah.” Jawab semua Klien.


Semua Klien melirik kursi itu dan penasaran.


Tuan Wiljen melihat ke arah kursi tersebut. “ Siapa dia, kenapa dia bisa datang terlambat seperti ini? ini menyalahi aturan, aku tidak akan memaafkannya.”


“ Benarkah? Anda tidak akan memaafkan saya karena saya terlambat kurang dari 1 menit!.” Zavier membalas kata-kata Tuan Wiljen.


“ Zavier! itu kau Zavier? benar-benar kamu?.” Tuan Wiljen tidak bisa mempercayai kalau Zavier akan ikut memperebutkan proyek yang ia keluarkan.


“ Iya paman, ini aku! bagimana kabar paman? apa semuanya baik-baik saja?.” Zavier dan Tuan Wiljen berjabatan tangan.


“ Iya, semuanya baik-baik saja.”


Zavier pun duduk setelah berbincang sedikit dengan Tuan Wiljen. Zavier menatap wajah Lisa yang kebetulan duduk di sampingnya. “ Ngapain dia di sini? apa Lisa juga ikut untuk mendapatkan proyek dari perusahaan Shu?.” Batin Zavier.


Tangan Lisa bergetar ketakutan karena terlalu dekat untuk duduk di samping Zavier. “ Tidak usah takut seperti itu, aku tidak akan memakanmu walaupun dekat juga.” Bisik Zavier.


Jleb!


Hati Lisa tergoyah lagi karena Zavier sengaja meniup telinga Lisa, membuat Lisa kebelet pipis.


“ Maaf Tuan, aku permisi ke toilet sebentar.” Sambil berdiri.

__ADS_1


“ Silahkan.”


Zavier mengikuti Lisa ke toilet dengan alasan buang air kecil. Zavier menunggu Lisa di luar pintu toilet wanita, ketika Lisa keluar dari toilet, Lisa kaget karena Zavier sedang berdiri di depan pintu.


Ahhh!


Zavier langsung menutup mulut Lisa yang berteriak. “ Diam! jika kamu tidak diam maka aku akan melakuakn sesuatu padamu di sini.” Ucap Zavier sembari mendorong Lisa masuk ke dalam toilet.


Lisa ketakutan dan diam seketika Zavier mengancamnya seperti itu, kemudian Zavier melepaskan tanganya. “ Kenapa kamu bisa ada di sini? dengan siapa kau datang ke kota H?.” Tanya Zavier.


“ Bukan urusanmu!.” Sambil membuang muka di depan Zavier.


Zavier mencengkram tangan Lisa dan berkata. “ Apa katamu? bukan urusanku! ini adalah urusanku karena kamu adalah ibu dari putraku, ingat itu Lisa!.”


“ Kau menyakitiku Zavier! lepaskan tanganku, sakit!.” Meringis.


“ Aku tidak suka jika di acuhkan seperti itu, jadi aku harap ketika kamu bertemu denganku lagi kau jangan pernah bersikap seolah-olah kau benci padaku.” Zavier menepiskan tangan Lisa dengan kejam dan pergi.


“ Apa salahku, kenapa semua orang selalu berbuat kejam padaku dan berkata kasar? sebenarnya apa mau Zavier, kenapa dia selalu menggangguku dan menghantuiku selama bertahun-tahun.” Batin Lisa sambil menangis.


Di ruang Meeting.


“ Maaf Tuan, aku terlalu lama di toilet.”


“ Tidak papa, silahkan duduk.”


Meeting selesai dengan lancar dan baik, Lisa memenangkan kepercayaan untuk mengelola proyek dari perusahaan Shu.


Di depan perusahaan Shu, Lisa menunggu mobil jemputannya. Zavier menghampiri Lisa dan membawanya masuk ke dalam mobilnya, sedangkan Li di tinggalin sendirian di jalanan.


“ Tuan? semoga kalian bisa bersatu lagi seperti dulu.” Gumam Li dengan menyedihkan


Arya melihat perlakuan Zavier terhadap Lisa sangat kasar, tidak terima jika Lisa di sakiti orang lain.


“ Hei! siapa dia? kenapa dia memaksa nona Lisa untuk masuk ke dalam mobil Tuanmu itu.” Tanya Arya.


“ Itu bukan urusanmu!.” Dengan dingin.


“ Jawab aku! siapa dia?.” Arya kesal karena Li mengacuhkannya.


“ Sudah saya bilang, itu bukan urusanmu!.” Li segera pergi karena tidak mau membuat masalah di kota H.


“ Kurang ajar, sepertinya dia akan menyakiti Lisa, aku harus mengejarnya untuk memastikan kalau Lisa baik-baik aja.” Gumam Arya dengan kesal.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2