Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part107


__ADS_3

Zavier menghampiri Lisa dan menutupi dadanya dengan jas yang di pakainya. Zavier sengaja menggendong Lisa dengan wajah yang suram, Lisa ketakutan dan segera minta maaf pada Zavier.


“ Itu, anu, aku tadi.” dengan gugup.


“ Duduk dengan baik.” Zavier memasukan Lisa ke dalam mobil dan meninggalkan Li yang membawa laptop milik Lisa.


“ Tuan, tunggu aku! lagi-lagi tuan melupakan aku seperti ini, nasib-nasib. Dengan terpaksa aku harus naik taxi untuk pulang.” gumam Li sangat menyedihkan.


Zavier sengaja membawa Lisa ke pantai yang tidak berpenghuni, yang berarti pantai itu milik Zavier.


“ Turun! lihat pemandangan di sini, bukankah indah?.”


Lisa turun dan memakai jas yang di beriakan Zavier padanya. “ Indah.” gumam Lisa.


Zvier melirik ke belakang dan menghampiri Lisa. “ Sayang, bagaimana kabarmu? apa kau baik-baik saja?.” Zavier sengaja memegang dagu Lisa.


“ Haahh! apa maksudmu sayang? tentu saja aku baik-baik saja. Hehehe!.” Lisa menjawabnya dengan terbata-bata.


Zavier mengambil tisu basah dan membersihkan dagu Lisa, membasuhnya dengan air mengalir. Lisa baru sadar kalau pria hidung belang itu menyentuh dagunya, dan kebetulan Zavier melihatnya dengan jelas.


“ Sayang, ini bukan salahku! pria hidung belang tadi tidak punya otak hingga menyentuhku sembarangan.” Lisa mencoba menjelaskan pada Zavier.


“ Aku tahu, karena istriku cantik, jadi banyak lelaki yang mengira kalau kamu itu belum menikah dan punya anak. Aku benar-benar beruntung memilikimu, ternyata di luar sana masih banyak lelaki yang yang ingin memilikimu, tapi sayangnya, kamu hanya isyriku seorang, tidak ada yang boleh mnyentuhmu walaupun itu hanya bagian rambutmu.” Zavier mulai aktip dan membelai rambut Lisa.


“ Sayang apa kau tahu, aku juga berpikir begitu, sangat beruntung mempunyai suami sepertimu.”


“ Tuhan telah menjodohkan kita dari surga, berbagai masalah telah kita lalui, pada akhirnya kita bersatu dan bahagia sampai sekarang.”


Lisa dan Zavier saling berpelukan di sisi pantai, Zavier menyempatkan untuk menulis nama “I Love Lisa” di pasir dan memotretnya. Lisa terlihat bahagia dan meloncat setinggi mungkin untuk menghasilkan poto yang bagus.


“ Sayang, aku punya sesuatu untukmu.”


“ Apa?.” Lisa tidak sabar melihat kejutan dari Zavier.


“ Tunggu dulu, sekarang tutup dulu matamu, aku akan memperlihatkannya padamu nanti.”


“ Apa perlu menutup mata sayang?.”


“ Iya, ini sangat spesial khusus untukmu.”


Zavier menutup mata Lisa menggunakan dasi yang di pakainya, perlahan-lahan Zavier menggiring Lisa untuk berjalan sejauh 500 M.


“ Masih harus berjalan berapa lama lagi sayang?.”


“ Tunggu sebentar lagi sampai.”

__ADS_1


Ketika semuanya sudah siap Zavier membuka mata Lisa dengan perlahan.


“ Kamu bilang mau nunjukin sesuatu yang spesial, tapi mana?.” Lisa terlihat linglung karenanya.


“ Lihat di arah barat sayang.” Zavier menunjuk.


Sebuah tanaman bunga yang bertulisan “I Love Lisa” Lisa tidak mengangka kalau yang di tulis Zavier di pasir pantai akan jadi nyata, bahkan bungalah yang menjadi tulisan itu.


“ Ini sangat indah.” Lisa tampak terharu dengan kejutan yang di berikan Zavier padanya.


“ Apa kau menyukainya?.”


“ Iya, berapa lama kamu membuat ini?.”


“ Kurang lebih 3 bulan. Seminggu sekali aku sengaja datang ke sini untuk melihat perkembangan bunga mawar ini, tak di sangka, waktu berlalu begitu cepat, sampai di mana kamulah yang pertama melihat ini.”


“ Terima kasih sayang.” Lisa mencium Zavier.


“ Apa kamu lapar?.”


“ Tidak, aku sudah makan sesuatu di Caffe tadi.”


“ Ya sudah, ikuti aku.”


“ Ke mana?.”


“ Sayang, lihat itu, ikannya banyak sekali.” teriak Lisa dengan senang.


“ Apa kamu mau menangkap ikannya?.”


“ Mau-mau, pakai pancingan ini ya?.”


“ Bukan.”


“ Terus pakai apa?.”


“ Yaa kamu turun dulu dong, kita akan menangkapnya memakai tangan, siapa yang dapetnya sedikit harus di hukum. Bagaimana?.”


“ Di hukum? apa hukumannya?.”


“ Nanti dong, setelah salah satu dari kita yang menang, si pemenang yang akan memutuskan apa hukumannya.”


“ Waahh! itu pasti menyenangkan. Ya sudah ayo kita mulai.” Lisa bersemangat dan segera turun ke sungai.


Lisa berusaha menangkap ikannya dengan kedua tangannya, berkali-kali Lisa gagal dan ikan itu terlepas dari tangannya. Lisa penasaran sama ikan yang di dapatkan Zavier, Lisa menengok saat Zavier tengah sibuk menangkap ikan.

__ADS_1


“ Waahh! banyak juga ikannya. Kalau aku ngambil beberapa ikannya tidak akan ketahuan kan? coba dulu deh, mungpung dia sibuk nangkap ikan. Wkwkwk!.” batin Lisa.


“ Begini sudah baik, aku harus pura mencari ikan agar Zavier tidak curiga padaku. Hihihi!.” batin Lisa.


Zavier mendapatkan ikan lagi dan menyimpannya di tempat yang telah di siapkan. Zavier merasa ada yang aneh karena tiba-tiba ikannya berkurang, kemudian Zavier melihat keranjang punya Lisa dan sudah mendapati ikan yang lumayan banyak.


“ Sayang? kamu sudah dapat berapa ikannya?.” tanya Zavier sambil pura-pura tidak tahu apa-apa.


“ Tidak tahu sayang, mungkin belum banyak, ayo kita cari ikan lagi, semakin banyak ikan yang kita dapat semakin kenyang perut kita.”


“ Benar juga, ya sudah ayo.” Zavier melanjutkan mencari ikannya.


Setelah beberapa jam berlalu Lisa mulai ke dinginan dan mulai merasakan kaku di kakinya. “ Sayang, aku sudah dapat banyak, aku naik duluan ya.”


“ Iya sayang.” Zavier belum sadar kalau Lisa ke dinginan sampai menggigil.


Lisa mencari korek api di sekitar sungai tapi tidak menemukannya. Zavier melihat Lisa yang tengah kedinginan segera naik ke daratan untuk membuat api unggun.


“ Sayang apa kamu ke dinginan? maafkan aku, seharusnya aku tidak membiarkanmu terlalu lama di sungai.” Zavier memeluk Lisa dan menghangatkannya.


“ Aku tidak apa-apa sayang, aku suka, jika bisa aku mau tiap hari ke sini dan membawa Darvi untuk bermain bersama.”


“ Ya sudah, lain kali kita datang lagi ke sini ajak Darvi.”


Zavier membuat api unggun dan menghangatkan Lisa yang ke dinginan. “ Sayang bajunya buka. Biar tidak masuk angin.”


“ Tapi sayang?.”


“ Tidak apa-apa, tidak ada orang di sini, hanya kita berdua.”


Lisa melepaskan bajunya dan memakai jas Zavier yang kering. Zavier mulai membakar ikan itu dengan baik, Zavier sangat trampil dalam hal apapun, membuat Lisa kagum dan melongo karena Zavier serba bisa.


“ Sudah matang, ini.” Zavier memberikan ikannya pada Lisa.


“ Terima kasih sayang.”


“ Aaww! panas! panas sekali sayang.”


“ Pelan-pelan sayang, aku saja yang menyuapimu, kamu ceroboh dalam hal apapun.” Zavier mengambil ikannya dan meniupinya.


“ Sakit.”


Zavier melihat bibir Lisa yang terkena ikan panas, lalu meniupinya sampai mulai membaik. Zavier mencium bibir Lisa karena gemas melihat bibir merahnya itu.


Zavier dan Lisa merasa sedang berpacaran dengan suasana seperti itu, membuat Lisa semakin lengket tidak mau jauh dari Zavier. Keduanya terus bermesraan sambil duduk menghadap api unggun.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2