Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part51


__ADS_3

" Kurang ajar! dia mengataiku Tikus Idiot. Kau yang Idiot, seluruh keluargamu Idiot Zavier." Gumam Lisa dengan marah dan kesal.


" Lisa??." sapa Zavier.


" Ahh, Iya kenapa?." saut Lisa dengan Panik.


" Bagaimana apa yang memakan masakanku itu Tikus Idiot, apa bukan?." tanya Zavier dengan wajah yang pura-pura tak tahu apa-apa.


" Iya.. Tentu saja, Hehe. Itu ulah tikus yang kau maksud barusan. Iya Tikus Nakal." saut Lisa sambil menggaruk kepalanya karna bingung.


" Bukan Tikus Nakal! tapi Tikus Idiot, apa kau mengerti perkataanku, Lisa?." Zavier terus menyindir Lisa sampai Lisa Panik setengah mati.


" Hehee.. Iya. Ti.. Tikus.. Tikus Idiot ya?, Hehee." Lisa terpaksa mengatai dirinya sebagai Tikus Idiot karna takut ketahuan Zavier.


" Iya, ingat ya. Tikus Idiot itu suka makan makanan tanpa izin pemiliknya." Zavier pura-pura serius mengingatkan Lisa tentang Tikus Idiot itu.


" Zavier! dasar kurang ajar, kau keterlaluan sekali padaku." gumam Lisa dengan kesal.


" Ya sudah, aku akan masak lagi buat Darvi, aku gak mau kalau anakku harus makan makanan bekas Tikus." ucap Zavier.


Lisa kembali ke kamarnya dengan penuh kekesalan, Zavier hanya melihat Lisa yang tengah marah tapi sedikit takut akan ketahuan. Zavier hanya tersenyum puas karena sudah membuat Lisa Panik.


" Kurang ajar, dia sudah keterlaluan sekali sama aku, aku akan membalasnya karena udah membuatku Malu." Lisa mondar mandir di kamarnya dengan kesal.


Hari telah malam.


Ketika Lisa turun, Zavier sedang bersiap dengan pakaiannya yang sangat rapih, Lisa Kepo dong. Pengen tahu kemana Zavier akan pergi malam-malam begini, Lisa mencoba mengikuti Zavier dari belakang dan sangat hati-hati karena tidak mau ketahuan oleh Zavier, Lisa menyamar dan berpakaian tertutup.


" Begini udah siap, Zavier pasti tidak akan mengenaliku dengan penyamaranku yang kuat seperti ini." ucap Lisa sambil menutup wajahnya dengan topi pria.


Tibalah Zavier di sebuah Hotel yang mewah dan VIP. Lisa terus mengintili Zavier karena penasaran, Lisa berhasil masuk ke Hotel VIP dengan menjaminkan KTP Zavier yang berhasil di ambil Lisa dari kamar Zavier.


" Akhirnya aku punya Inisiatif untuk mencuri KTP Zavier, kalau tidak. Aku pasti gak bakal di izinin masuk ke ruang VIP ini." gumam Lisa dengan menghela nafas karena merasa Lega.

__ADS_1


Lisa menengok kesana kesini mencari Zavier, tapi Lisa kehilangan jejak.


" Duuhh! kemana Zavier perginya? aku sudah mencarinya kesana kemari tapi tidak ada, Huaah!." gumam Lisa.


Ketika Lisa mau pergi, tiba-tiba terdengar suara Zavier berbicara dengan seseorang.


" Itu.. Itu terdengar suara Zavier!." Lisa menengok ke belakang dan melihat Zavier sedang bicara dengan seorang wanita di depan pintu kamar.


Lisa melihat Zavier yang tersenyum pada wanita itu sangat tulus dan bahagia, Lisa merasa Cemburu dengan wanita itu karna berhasil membuat Zavier tertawa lepas. Bahkan wanita itu lebih Cantik dan Sexi, dengam pakaian yang terbuka membuat Lisa berpikir kalau Zavier sudah melakukan hal yang senonoh dengan wanita itu.


" Mungkinkah Zavier sudah melakukan sesuatu dengan wanita itu." Lisa sedih karna Zavier sudah menyukai wanita lain.


Braakk!


Tak di sengaja Lisa menyenggol Vas bunga yang tersimpan di belakangnya. Dengan terkejut Lisa langsung pergi dan menjatuhkan KTP yang di genggamnya.


" Siapa itu?." dengan kaget Zavier segera melihat apa yang terjadi.


Zavier melihat seseorang berlari dengan tidak hati-hati, Zavier mengira kalau orang yang berlari itu adalah musuhnya, maka dari itu Zavier segera melihat dan penasaran.


" Kenapa KTP milikku ada di sini? seingatku, aku menyimpannya di laci kamar dan tak pernah membawanya, tapi kenapa? kok bisa ada di sini." gumam Zavier.


" Pasti ada yang tidak beres dengan pria yang tadi." Zavier sedikit curiga karena setelah seseorang itu pergi dan mendapatkan KTP nya.


" Bantu aku cari pria yang baru saja keluar dari Hotel ini." ucap Zavier dengan tegas.


" Aku mau tahu siapa yang berani-beraninya mencuri KTP ku, dan memakainya untuk mengikutiku kemari." gumam Zavier.


" Zavier, ada apa? kenapa kamu terlihat begitu cemas?." tanya wanita tersebut.


" Tidak, aku tidak papa. Istirahatlah, aku akan pulang dulu sekarang, besok aku akan kesini lagi menjemputmu." ucap Zavier.


" Tapi... "

__ADS_1


" Tidak ada bantahan ketika aku sudah menyuruhmu sesuatu, apa kau mengerti?." Aura Zavier membuat wanita itu ketakutan.


" Baiklah."


Zavier buru-buru pulang karena jam sudah menunjuk ke 02:15. Sedangkan Lisa malah pergi menenangkan hatinya yang tengah gelisah, Lisa menangis ketika membyangkan senyuman Zavier yang tulus buat wanita lain.


" Tidak, aku tidak boleh seperti ini, dia berhak dekat dengan siapa pun bahkan pacaran dengan wanita lain pun bukan urusanku, karna aku bukan siapa-siapanya lagi." Lisa mengusap air matanya.


" Aku harus pulang, mungkin Darvi mencariku ke kamar." Lisa berdiri dan hendak pergi.


Sesampainya di rumah, Lisa terkejut karena Zavier sedang terduduk di sofa sambil mematikan rokonya dan melirik Lisa dengan Aura Pembunuh. Lisa gugup dan melangkah dengan ketakutan karena di lihatin Zavier.


" Dia sudah kembali? matilah aku, matilah aku, bagaimana ini? dia udah di rumah lebih dulu dari aku." gumam Lisa sambil menelan ludah karna kaget.


Lisa berusaha tenang dan mengacuhkan Zavier yang berada di depannya, Lisa berjalan dengan ketakutan dan melewati Zavier.


" Lisa, dari mana kamu?." Zavier bertanya dengan suara yang dingin.


" Aku.. Aku.. Bukan urusanmu dari mana aku pergi." Lisa gemetar ketika di tanya Zavier, tapi Lisa mengingat kalau Zavier bersama dengan wanita lain di Hotel, membuat Lisa kesal.


Grep!


Zavier mencengkram tangan Lisa dengan kuat, karna Zavier marah kalau Lisa sudah berani keluar tanpa seizinnya.


" Zavier, apa yang kau lakukan padaku? cepat lepaskan aku!." Lisa berusaha melepaskan tangannya karna merasa sakit.


" Jika kau merasa sakit, seharusnya kau tahu bahwa dengan kau pergi keluar sendirian akan lebih menyakitkan lebih dari ini." ucap Zavier sambil memelototi Lisa.


" Apa maksudmu Zavier? bagaimana pun kau lah yang menyakitiku." Lisa menepiskan tangannya dari Cengkraman Zavier.


" Ingat Lisa! aku membawamu ke sini tidak lebih dari apa yang harus aku lakukan pada anakku, aku hanya mau melindungi anakku, tidak lebih dari itu." Zavier berbisik di telinga Lisa, sampai Lisa tertegun ketika mendengar ucapan Zavier yang menusuk ke hatinya.


" Apa? apa yang dia maksud adalah bahwa aku tidak penting baginya, dia benar-benar keterlaluan. Bahkan aku tertipu lagi untuk yang kedua kalinya, Dasar pria Bajingann." gumam Lisa dengan kesal.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2