
Di kediaman Sanjaya.
Zavier turun dari tangga dengan wajah serius, nyonya Ratih menunjukan ekspresi ingin bertanya sesuatu pada Zavier, tapi tidak berani karena tuan Sanjaya berada di atas dan menatapnya.
“ Ibu, aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik.” ucap Zavier.
“ Iya, tentu saja Zavier. Sampaikan salamku pada Darvi, jika kamu punya waktu luang bawa dia kemari mengunjungiku.” balas nyonya Ratih dengan kecewa.
“ Baiklah, besok aku akan datang ke sini bersama Darvi dan juga istriku, semoga ibu tidak akan melakukan hal yang membuatnya sedih. Jangan buat aku kesal ibu, kalau tidak, aku tidak akan menganggapmu sebagai ibu kandungku lagi.” mengingatkan.
Nyonya Ratih terdiam tanpa kata, tuan Sanjaya hanya menatap nyonya Ratih dengan ekspresi tidak menyenangkan.
Tanpa banyak kata Zavier pergi melewati nyonya Ratih yang tidak merespon ucapannya.
“ Tuan, apa Anda baik-baik saja?.” tanya Li dengan khawatir.
“ Aku baik-baik saja, memang kenapa kau bertanya seperti itu? apa aku kelihatan kalau lagi ada masalah.”
“ Hah! tidak tuan, maafkan aku, aku bersalah dan lancang padamu. Tolong maafkan aku tuan.” dengan panik.
“ Cukup! bagaimana dengan Darvi, apa dia baik-baik saja?.”
“ Menjawab tuan, saya mendapat laporan kalau sodari Andra mengantar tuan muda Darvi dan Laura dengan selamat sampai rumah.”
“ Baiklah, itu cukup bagus. Kalau sampai terjadi sesuatu pada Darvi aku tidak akan memaafkannya.” batin Zavier.
“ Tuan, apa perlu saya menyelidiki Identitas dia lebih dalam lagi?.”
“ Tidak perlu, biarkan saja dia. Ingat! jangan lengah dalam menjaga Darvi, pastikan dia baik-baik saja dan selamat.”
“ Baik tuan.”
Di perjalanan Zavier melihat makanan yang begitu unik di tepi jalan, Zavier mencoba membelinya untuk di bawa pulang, Zavier tahu kalau Lisa penyuka makanan sederhana dan biasa, apapun yang dia makan pasti enak dan menyukainya.
“ Pak, tolong bungkus kue itu untukku, aku butuh beberapa kue untuk istriku.” ujar Zavier.
“ Baik tuan, tunggu sebentar.”
Setelah kue nya di bungkus pedagang itu memberikannya pada Zavier. “ Ini tuan, kue yang Anda mau.”
“ Baik, ambil ini. Apa segini cukup?.” Zavier mengambil kue nya dan memberikan uang sebanyak 10.000 Yuan.
“ Tuan ini terlalu banyak.”
“ Tidak apa-apa, ambil saja buat keluargamu.”
“ Terima kasih tuan, terima kasih banyak.” pedagang itu beruntung bertemu Zavier yang memberikan uang begitu banyak.
Zavier sangat senang dan segera pulang untuk memberikan kue nya pada Lisa selagi masih hangat.
Sesampainya di Villa. “ Sayang, aku bawa sesuatu untukmu.” teriak Zavier dari luar.
“ Hemm??.” gumam Lisa.
__ADS_1
Zavier melihat Lisa tengah makan di meja makan, begitu banyak piring dan mangkuk yang sudah habis, bahkan beberapa jus buah tersedia di meja dan gelas yang sudah kosong. Yang artinya Lisa sudah memakan makanan banyak, Zavier tidak yakin kalau Lisa akan memakan kue yang di bawanya, karena itu Zavier menyembunyikan kue itu ke belakang.
“ Zavier, kamu sudah pulang?.” tanya Lisa dengan sungkan.
“ Iya, maafkan aku sayang, aku meninggalkanmu saat kamu tidur tadi.” merasa bersalah.
“ Yaa, tidak masalah. Waktu aku bangun perutku lapar, aku memesan makanan dari resto dan kurir mengantarnya ke sini, badanku lemah jadi tidak kuat untuk masak.”
“ Tidak apa-apa sayang, itu lebih baik.”
“ Oh ya, tadi kamu bilang bawa sesuatu, apa itu?.”
“ Hah, itu ya? tidak aku tidak bawa apa-apa.”
“ Jangan bohong, itu tanganmu kenapa di taruh di belakang?.” curiga.
Zavier menyembunyikan kue nya dan berusaha membuat Lisa tidak curiga padanya, tapi Lisa tidak bisa di bohongi.
“ Jangan berbohong padaku, aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu di tanganmu.” .
Lisa berdiri dan memaksa Zavier memperlihatkan tangannya.
“ Ini, ini apa sayang?.”
“ Itu, aku tadi tidak sengaja lihat kue itu di jalan, dan membelikannya untukmu.”
“ Terus kenapa tidak di kasih padaku?.”
“ Yaa, kupikir tadi kamu tidak akan memakannya karena sudah makan.” tidak percaya diri.
“ Itu, jika kamu merasa kenyang jangan di makan, simpan saja nanti baru di makan.”
“ Tidak, aku akan memakannya sekarang, ini masih hangat mungkin lebih nikmat saat menyantapnya saat masih hangat.”
Lisa mencicipi kue itu dan langsung berteriak.
“ Emm! ah, um, enak! ini enak banget!.” dengan suara keras.
“ Hah! Aish, kupikir ada apa, ternyata rasanya enak. Tapi tidak harus teriak seperti itu juga kan, membuat orang kaget saja.” batin Zavier.
“ Emm, mau cobain tidak? ini enak loh.”
Zavier membuka mulut dan menginginkan di suapi oleh Lisa.
“ Enak tidak??.” Lisa menyuapi Zavier.
“ Ya, enak, enak banget. Rasanya lumayan menarik.” jawab Zavier dengan menikmati kue nya.
Lisa menyantap kue nya bersama Zavier sampai habis tak tersisa. Lisa membersihkan meja makan yang berantakan dan kotor karena ulahnya, di lanjut dengan mencuci piring dan membersihkan dapur sampai bersih cemerlang.
“ Selesai. Hais! melelahkan sekali, tubuhku ini gampang lelah dan tidak banyak tenaga, besok-besok aku harus olahraga untuk meningkatkan imun tubuh agar selalu fit dan bugar.” gumam Lisa.
Lisa membersihkan tong sampah dan membuangnya ke tempat sampah, saat pengawal melihat Lisa membawa sampah pengawal itu histeris dan panik, mereka berusaha mengambil sampahnya dan membiarkan Lisa masuk ke dalam, tapi Lisa keras kepala dan membentak pengawal untuk tidak mengganggunya.
__ADS_1
“ Lebih baik kalian urusi saja pekerjaan kalian dengan baik, jangan pedulikan hal sepele seperti ini.”
“ Astaga, tapi itu bukan masalah sepele, jika tuan sampai melihatnya. Kami semua pasti di pecat karena membiarkan nyonya menyentuh sampah kotor.” batin pengawal dengan bimbang.
“ Baik nyonya maafkan kami.”
Lisa menghirup udara segar saat di luar, Lisa berjalan-jalan untuk melihat pemandangan di sekitar Villa. Bodyguard yang cemas sengaja mengikuti Lisa dari belakang, memastikan keadaan Lisa baik-baik saja dan selamat.
“ Sudah beberapa bulan aku tinggal di Villa ini, tapi tidak ada kesempatan untuk melihat ke sekitar sini. Aku ingat kalau Zavier pernah bilang di sekitar sini banyak binatang buas dan liar, bukan hanya buas tapi terkadang suka ada binatang yang tiba-tiba muncul secara tidak sengaja.” batin Lisa.
Lisa terus berjalan ke depan sampai menemukan jalan pintas menuju ke hutan terlarang, Bodyguard itu sempat mengingatkan Lisa agar tidak masuk ke hutan terlarang, kalau tidak maka akan terjadi sesuatu pada Lisa.
Semakin di larang Lisa semakin penasaran dan ingin tahu isi hutan itu, belum juga masuk ke hutan tapi Lisa di kejutkan dengan adanya ular liar yang beracun.
“ Ah! ular! ada ular! tolong aku.” dengan panik.
“ Nyonya, Anda tenang saja, sembunyilah ke belakang.” ucap Bodyguard.
Bodyguard itu sempat kesulitan mengusir ular itu karena ularnya sudah merasa terancam dengan kedatangan Lisa.
“ Cepat! lindungi nyonya, mungkin aku tidak bisa mengusirnya sekarang. Cepat bawa nyonya kembali ke Villa.” teriak Bodyguard.
“ Sayang, apa kamu baik-baik saja?.” Zavier menghampiri Lisa dan memeluknya.
“ Zavier, itu ada ular, aku takut.”
“ Tidak apa-apa, ayo kita kembali ke Villa.”
Zavier menggendong Lisa kembali ke Villa, Lisa masih khawatir melihat Bodyguard yang kesusahan mengusir ular nya.
“ Zavier?.”
“ Iya, ada apa?.” sahut Zavier.
“ Mereka bilang ular nya ganas dan beracun, tapi kenapa tidak di bunuh saja? aku takut ular itu mengeluarkan racun pada mereka.” cemas.
“ Mereka tahu apa yang harus di lakukan, kamu tenang saja sayang, mereka tidak akan mati karena di gigit ular seperti itu.”
Lisa menurut saja dan masuk ke Villa. Di malam hari Zavier harus meninggalkan Lisa sendirian di Villa, ada urusan mendadak yang mengharuskan Zavier pergi tanpa membawa Lisa.
“ Sayang, aku akan pergi sekarang, apa kamu tidak apa-apa aku tinggal sendiri?.” tidak tega.
“ Memang kamu mau ke mana? kenapa harus malam ini juga? kenapa tidak besok pagi saja.”
“ Ada sedikit masalah di Markas, aku harus mengatasinya sekarang, kalau tidak mungkin akan terjadi sesuatu di Markas.”
“ Ya sudah, aku ikut ya?.”
“ Tidak boleh, ini akan berbahaya kalau kamu ikut, lebih baik kamu tunggu di sini, setelah selesai aku akan kembali secepatnya.”
“ Baiklah, ingat jangan berkelahi dengan siapapun, jaga dirimu baik-baik.”
“ Iya sayang, aku tahu itu, terima kasih banyak istriku.” kecup di kening Lisa.
__ADS_1
“ Ingat untuk pulang sebelum jam 10!.” teriak Lisa dengan khawatir.
BERSAMBUNG