Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part133


__ADS_3

Di Markas.


Semua prajurit tergeletak dengan tangan di infus, mereka terluka akibat perang kemarin malam, menyebabkan banyak prajurit yang harus masuk ruang ICU.


“ Tuan, ada banyak prajurit yang terkena dampak peperangan, orang tewas sekitar 30 orang dan yang terluka hingga ratusan. Sepertinya kita memiliki banyak kerugian atas peperangan kemarin.” ujar Li sambil memperlihatkan data prajurit.


“ Aku mengerti, bagaimana penyelidikannya apa berhasil?.” Zavier tidak sanggup berkata apa-apa melihat prajurit terluka dan tewas.


“ Seperti yang sudah di selidiki, Balin tidak meninggalkan tanda apapun, tapi aku menemukan Lencana hitam yang berlambang bintang di satukan dengan Harimau putih.” Li memberikan lencana itu pada Zavier.


“ Lencana ini! apa kamu yakin ini di temukan di tubuh Balin?.” Zavier merasa tidak asing dengan Lencana yang melambangkan kekuasaan Mafia besar di dunia.


“ Iya tuan, aku menemukan itu dari tubuhnya, tapi aku tidak mendapatkan Identitas dan tanda pengenal lainnya. Apa Lencana itu memiliki makna di dalamnya?.” Li mendekatkan kepalanya dan melihat Lencana itu dengan jelas.


“ Masalah ini jangan sampai bocor ke orang luar maupun prajurit di sini.” Zavier menutup Lencana itu dengan tangannya kemudian memasukannya ke kantong celana.


“ Hah, apa masalah ini tidak sederhana tuan?.” Li mendekatkan kepalanya untuk mendengar sesuatu dari Zavier.


“ Bisa jadi. Panggilkan beberapa dokter spesialis untuk merawat prajurit, mereka harus cepat sembuh dari biasanya.” Zavier khawatir akan ada peperangan antara Mafia besar dengan dirinya, Zavier masih belum tahu penyebab Mafia itu bermusuhan dengannya.


“ Baik tuan.” Li menganggukan kepalanya, karena merasa ada yang aneh dengan Zavier.


Zavier berkeliling di dalam Markas dan melihat seberapa parahnya prajurit, Zavier tidak tenang sampai jantungnya berdetak kencang karena terlalu cemas.


“ Tuan, silahkan minum teh manis panas ini.” Li tahu kekhawatiran di hati Zavier, maka dari itu Li menyeduh teh panas untuk merilekskan diri Zavier.


“ Terima kasih.” Zavier meminum tehnya dengan satu tegukan, tidak merasakan panas bahkan Zavier biasa-biasa saja setelah minum teh panas.


“ Tuan meminum teh nya sampai habis? apa tidak panas?.” batin Li, tercengang melihat ekspresi Zavier yang santai.


“ Kamu urus masalah ini di sini, aku akan pergi ke ruanganku. Pastikan mereka semua mendapatkan perawatan intensif.” Zavier memberikan gelasnya pada Li.


“ Baik tuan, saya tidak akan mengecewakan Anda tuan.” Li menerima gelasnya dengan penuh hormat.


Di ruangan pribadi, Zavier tampak memandangi Lencana itu dengan serius, Zavier sangat penasaran dengan pemilik Lencana hitam itu.


“ Sebenarnya apa motif mereka memusuhiku? aku sama sekali tidak mengenal mereka.” Zavier mondar-mandir sambil melihat Lencana hitam yang di pegangnya.


Zavier duduk di kursi dan membuka laptop, Zavier mulai mengutak-ngatik laptop untuk mencari Informasi tentang Lencana.


“ Ini dia.” Zavier berhasil Verifikasi menggunakan Lencana hitam.

__ADS_1


“ Apa?! ternyata pemilik Lencana ini adalah tuan Wilson break. Untuk apa dia memusuhiku?.” Zavier terkejut setelah tahu pemilik dari Lencana hitam yang di temukan di tubuh Balin.


“ Ini tidak beres, pasti ada orang yang sengaja menjebakku dalam masalah ini.” Zavier menyimpan Lencana itu di meja dan tidak tahu harus berbuat apa pada Lencana itu, Zavier merasa akan ada peperangan di antaranya dengan musuh tanpa ada permusuhan.


Di kediaman Arya.


Arya tampak duduk di ruangannya sambil meminum Wine.


Seseorang yang di angkat kaki kanan Arya masuk dan menyampaikan berita pada Arya. “ Tuan, rencana kita berhasil sesuai perintah dari Anda, Balin tewas karena bunuh diri. Seperti yang Anda inginkan, aku juga menyimpan Lencana hitam itu di kantong celana Balin.”


“ Emm, lalu bagaimana dengan rencana dia selanjutnya? akankah dia mencari tahu pemilik Lencana itu?.” Arya terus minum Wine dan seorang pelayan terus menuangkan Wine di gelas Arya.


“ Masalah itu saya belum tahu tuan, tapi saya yakin kalau Zavier akan mencari tahu tentang Lencana itu, bukankah Lencana itu berada di tubuh Balin, Zavier pasti akan mencari Informasi tentang Lencana hitam untuk mengetahui dalang di balik peperangan itu.” menjawab dengan yakin.


“ Hahahah! itu akan sangat menyenangkan, kita tinggal tunggu waktu dan melihat mereka perang, dengan begitu aku tidak perlu mengotori tanganku untuk melenyapkan Zavier.” Arya tertawa bahagia dalam keadaan setengah sadar.


“ Isi gelasnya dengan Wine! tidak mabuk tidak akan pulang.” Arya terus mabuk tanpa henti.


Di Super Market.


“ Darvi Laura kalian pergi sama paman Andra untuk mengambil beberapa daging untuk hotpot.” Lisa membawa troli dan belanja sangat banyak.


Andra segera pergi untuk ngambil beberapa daging dan bahan lainnya. Sedangkan Lisa masih memilih buah-buahan dan aneka cemilan untuk di rumah.


Setelah beberapa saat kemudian, Lisa pergi ke kasir untuk membayar belanjaannya.


“ Totalnya 50 ribu Yuan. Apa nyonya akan membayarnya pakai kartu atau cash?.” tanya kasir.


“ Ini, saya tidak memiliki uang cash sebanyak itu mungkin pakai kartu saja.” Lisa menyerahkan kartu black card tanpa minimum.


“ Hah! baik nyonya tunggu sebentar.” kasir itu melongo dan tidak dapat berkata apa-apa.


Andra maju ke depan dan mengambil antrian Lisa. “ Pakai ini saja.” Andra mengambil kartu milik Lisa dan menyerahkan kartu miliknya pada kasir.


“ Andra, apa yang kamu lakukan?.” dengan terkejut.


“ Tidak apa, uangku banyak di kartu itu jadi tidak akan habis jika membayar belanjaan sebanyak ini.” Andra menengok ke belakang dan memberikan kartu milik Lisa.


“ Heheheh, uang ku juga banyak. Malah lebih banyak lagi di bandingkan denganmu. Kamu lupa ya suamiku siapa? dia itu CEO.” Lisa berbicara dengan bangga awalnya, tapi Andra menutup mulut Lisa dengan telunjuknya.


“ Sttt! tidak perlu di katakan, aku sudah tahu kamu kaya sekarang. Jadi biarkan aku mentraktir orang kaya sepertimu.” Andra terlalu dekat saat bicara pada Lisa, bahkan Lisa bisa menghirup nafas Andra.

__ADS_1


Andra tersadar dan menarik tangannya. “ Maafkan aku.” Andra tidak mampu berkata apa-apa karena dirinya sudah salah menyentuh bibir Lisa.


Lisa menundukan kepalanya sambil menyentuh bibirnya, Lisa membersihkan bibirnya menggunakan tangan.


Setelah selesai membayar Lisa dan Andra tampak canggung saat berdekatan, apa lagi Andra yang masih memiliki perasaan pada Lisa sejak masa sekolah dulu, rasa suka itu terus tumbuh walau Lisa sudah menikah dan punya anak. Andra sempat senang karena Lisa berpisah dengan Zavier, Andra pikir kalau dirinya bisa mendapatkan hati Lisa setelah semuanya terjadi, tapi siapa yang menyangka kalau Lisa kembali rujuk dengan Zavier.


Tiba di rumah, Lisa tampak sibuk menyiapkan bahan-bahan untuk hotpot. Andra hanya diam duduk sambil bermain bersama Darvi dan Laura.


Andra mencuri pandangan melihat Lisa. “ Apa Lisa marah padaku? atau dia salah paham dan marah terus jadi benci?.” Andra tidak mau persahabatannya dengan Lisa hancur karena masalah sepele.


Andra memberanikan diri untuk minta maaf pada Lisa.


“ Lisa, aku minta maaf atas kejadian tadi! aku benar-benar salah sampai melakukan itu padamu, Lisa maafin aku ya, kamu harus percaya kalau tadi itu ketidak sengajaan.” Andra terus memohon tanpa melihat wajah Lisa yang tersenyum.


Lisa menepuk punggung Andra. “ Iya, tidak apa-apa. Aku tahu kamu tidak akan melakukan itu, apa lagi aku sudah punya suami, walaupun kita bersahabat tapi kamu harus menjaga sopan santunmu jangan sembarang menyentuhku, aku takut kalau suamiku cemburu sama persabatan kita.” dengan tenang.


“ Iya Lisa aku mengerti, tadi itu aku hilaf dan tidak sengaja, maafin aku ya.” Andra merasa apa yang di katakan Lisa itu benar.


“ Iya tidak apa-apa, ayo kita makan.” Lisa mengalihkan pembicaraannya dan membawa makanan ke meja.


Mereka berempat sangat menikmati hotpot panas dan pedas, apa lagi Lisa pencinta pedas tidak berhenti makan dan menghabiskan sisa makanan yang ada.


“ Lisa, aku harus pulang sekarang, mungkin ayah ibuku sedang menungguku di rumah.” Andra sedih karena harus pergi saat merasakan kebahagian bersama sahabatnya.


“ Iya, tidak apa-apa.” jawab Lisa.


“ Ya sudah kalau gitu aku pamit ya, maaf tidak bisa menemanimu terlalu lama di sini, mungkin sebentar lagi suamimu pulang menjemputmu, tidak enak jika dia harus melihatku berlama-lama di sini.” Andra takut sangat takut Zavier salah paham padanya.


“ Aku tahu, hati-hati di jalan Andra.” Lisa berdiri dan tidak mengantar Andra keluar.


“ Baiklah.” sahut Andra sambil berjalan membuka pintu.


“ Ibu, kenapa ayah tidak pulang bersama ibu? apa dia masih bersama kakek nenek?.” Darvi menatap Lisa dan bertanya.


“ Tidak, ayah ada pekerjaan di perusahaan jadi ayah tidak sempat menemui Darvi terlebih dulu.” Lisa mengelus kepala Darvi dengan lembut.


“ Oo, benarkah? kapan ayah pulang?.”


“ Mungkin malam ini ayah sampai di sini.” Lisa juga tidak tahu kapan Zavier akan pulang menjemputnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2