Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part98


__ADS_3

Di pernikahan.


“ Baik, aku akan merestui kalian.” ujar nyonya Ratih.


“ Apa?! istriku menyutujuinya tanpa sarat.” batin tuan Sanjaya dengan heran.


“ Benarkah itu bu? ibu merestui pernikahanku?.” dengan senang.


Nyonya Ratih menghampiri Zavier dan mengelus kepalanya. “ Iya nak, kamu adalah putraku, tentu saja aku akan mengalah demi kebahagianmu.”


“ Terima kasih bu, terima kasih banyak. Aku menyayangimu ibu.” Zavier langsung bersujud di kaki sang ibu.


Nyonya Ratih membangunkan Zavier agar segera menyelesaikan ritual pernikahannya. “ Bangun nak, buka kerudung istrimu agar kalian bisa jadi suami istri yang sah.”


Zavier sangat senang dan menuruti perkataan ibunya. Zavier segera membuka kerudung dan mencium Lisa di depan semua tamu. Para tamu bertepuk tangan karena Zavier dan Lisa sudah sah jadi suami istri.


Zavier pergi untuk menyapa tamu yang datang ke pernikahannya. Lisa melayani tamu yang berjabatan tangan dengannya.


“ Selamat, semoga bahagia selalu.” ujar Arya.


“ Tuan, Anda di sini?.” dengan terkejut.


“ Yaa, aku sengaja datang tanpa undangan dari kalian. Kau tidak keberatan bukan?.” tanya Arya dengan menginggung Lisa.


“ Hah, iya itu tidak masalah. Maaf, bukan aku tidak mengundangmu, tapi pernikahan ini begitu cepat, di tambah lagi aku sibuk dan tidak mengingatmu. Tapi kamu jangan merasa bersalah, banyak tamu yang datang tanpa undangan kok.” Lisa menjelaskannya pada Arya.


“ Yaa, aku tahu.” balas Arya.


Zavier melirik Lisa sedang berbincang dengan Arya sambil tertawa, Zavier kesal dan cemburu karena Arya selalu mendekati Lisa.


“ Terima kasih atas kedatanganmu tuan.” Zavier tiba-tiba berbicara di belakang Arya.


Arya berbalik badan dan membalas dengan senyuman. Arya mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan. “ Tuan, selamat atas pernikahanmu. Aku ikut bahagia untukmu.”

__ADS_1


Zavier terlihat marah dan diam saja tanpa membalas perkataan Arya, Lisa mengedipkan matanya agar Zavier harus ramah pada tamu yang datang ke pernikahannya.


“ Terima kasih tuan. Semoga Anda secepatnya menikah dengan wanita cantik.” Zavier membalas jabatan Arya.


Saat berjabatan tangan hati dan jiwa Zavier bergetar tidak karuan, rasanya ingin memukul dan menghabisi Arya tepat saat berjabatan tangan. Zavier teringat orang yang menembaknya di lapangan, Zavier sempat curiga kalau Arya adalah rencana pembunuhannya.


“ Tidak, itu tidak mungkin. Jika benar dia pelakunya, lalu kenapa dia datang kemari dan membawa barang berharga untuk pernikahanku dan Lisa. Aku harus cari tahu sebelum bertindak, sekarang aku tidak boleh gegabah dalam melakukan sesuatu.” batin Zavier dengan rasa curiga.


Zavier sudah menaruh rasa curiga saat pertemuan terakhir dengan Arya di kota H. Zavier berhasil mengalahkan Arya saat Meeting dengan Klien terbesar di kota H. Terlalu banyak masalah pada saat itu, sampai-sampai Lisa terkena teror dari musuh Zavier.


Zavier sangat penasaran dengan tangan Arya yang ada bekas lukanya, Zavier mencoba untuk melihat telapak tangan Arya dengan berbagai alasan, sampai Arya menertawai Zavier karena terlihat aneh. Arya mengalihkan pembicaraannya dan pergi dengan rekan kerjanya.


“ Tuan, aku akan mendiskusikan sesuatu dengan Klien ku, mohon tuan tidak keberatan karena saya tidak bisa menemani Anda berbincang. Sampai jumpa!.” Arya terlihat gugup.


“ Cih! siapa juga yang mau berbincang denganmu, dasar tidak tahu malu.” batin Zavier dengan kesal.


“ Sayang, ada apa? kenapa kamu menatap Arya seperti itu? Hemm!.” tanya Lisa dengan lembut.


“ Sayang, dengarkan aku, entah ini benar atau tidak, tapi aku yakin semua ini adalah kenyataannya, bukan kebetulan.” Zavier langsung menggenggam kedua tangan Lisa dan bicara dengan nada panik.


“ Sayang, kamu ingat bukan, pertarungan aku dengan Balin di lapangan penembakan, aku sempat mengejar orang yang merencanakan pembunuhan padaku waktu itu, aku ingat betul saat dia memukulku dan berniat kabur, aku mengeluarkan pecahan kaca dan menggoreskannya di telapak tangan orang itu. Dan sekarang aku baru saja melihat ternyata ada bekas luka di tangan Arya. Apa itu kebetulan atau gimana?.” Zavier menjelaskannya dengan panik.


“ Hah! benarkah?! apa benar itu ulah Arya, itu tidak mungkin deh, karena yang aku lihat dia orang yang baik dan Care.” jawab Lisa dengan tidak percaya.


“ Dari tadi aku berbicara dengannya panjang lebar tapi dia tidak mempercayaiku, dia malah percaya pada orang jahat seperti Arya. Ya sudahlah, mungkin sebaiknya Lisa tidak perlu tahu mengenai masalah ini. Nanti aku akan menyuruh Li untuk menyelidikinya.” batin Zavier.


“ Sayang, sayang, apa kamu baik-baik saja?.” Lisa mengibaskan tangannya di wajah Zavier.


“ Hemm! kenapa sayang? perutku sedikit lapar sayang, mari kita makan terlebih dulu.” Zavier tersadar dan mengalihkan pembicaraan.


“ Kamu lapar? tunggu di sini biar aku ambilkan untukmu.” ujar Lisa.


“ Yaa, baiklah.” gumam Zavier sambil tersenyum.

__ADS_1


Lisa pergi ke tempat makanan untuk mengambilkan sesuatu yang bisa di makan Zavier. Saat Lisa sedang mengambil makanan, tiba-tiba sendok sayurnya di ambil sama orang dan sengaja memegang sendoknya. Lisa melihat orang itu langsung mundur karena Mika Fhui lah yang telah mengambil sendok sayurnya.


“ Kamu?.” dengan terkejut.


“ Emm! apa kabar Lisa? lama tidak bertemu, bagaimana dengan pernikahanmu yang kedua kalinya? apa kamu sangat senang sampai lupa mengundangku ke acara pernikahaan kamu.” dengan nada nyindir.


“ Hah! tidak, bukan seperti itu, aku tidak bermaksud tidak mengundangmu, tapi acaranya mendadak, banyak tamu yang hadir tanpa undangan. Mohon kamu mengerti ya nona Mika.” senyum terpaksa.


“ Begitukah? tapi aku datang ke sini karena bibi Ratih yang mengundangku secara khusus, dia mau aku menemaninya datang kemari karena dia risih jika harus berdekatan denganmu.”


Lisa terdiam dan menatap Mika Fhui.


“ Ops, kesinggung ya? maaf, bukannya aku mau mengatakan kebenarannya, tapi aku tidak bisa berbohong sama orang lain, apa lagi sama kamu, yang tidak di restui sama mertuanya sendiri. Aku kasihan padamu, tolong maafkan aku ya.” Mika sengaja membuat Lisa marah di acara pernikahannya.


“ Tenang Lisa, tenang. Kamu jangan terpancing sama orang seperti dia, dia hanya orang yang di sukai sama mertua ku tapi tidak di sukai sama suamiku. Kamu harus tenang jangan buat suamimu khawatir karena berdebat dengan orang yang tidak penting bagimu.” batin Lisa.


“ Yaa, aku tidak apa-apa, jangan cemaskan aku. Terima kasih karena kamu sudah mengatakan kebenarannya padaku, kedepannya aku pasti bisa membuat mertuaku menerimaku dan menyayangiku lagi seperti dulu.”


“ Cih, dasar wanita jalang! aku sengaja memancing dia agar dia marah dan mendorongku ke meja, tapi dia malah pura-pura tegar dan bijak di depanku. Awas aja kau wanita jalang.” batin Mika dengan penuh dendam.


Tiba-tiba Zavier datang dan memeluk Lisa dari belakang. “ Sayang, kenapa lama sekali? aku sudah menunggumu dari tadi.”


“ Oo, ternyata kamu lagi bicara sama tamu ibuku ya, aku pikir kamu makan sendirian di sini.” Zavier mencium Lisa.


“ Hai, apa kabar? selamat atas penikahan kalian ya, semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan.” Mika mengulurkan tangannya.


Zavier sengaja mengabaikan Mika Fhui yang ingin berjabatan tangan dengannya. “ Terima kasih doanya.” balas Zavier dengan dingin.


Mika Fhui menarik tangannya dengan kesal. “ Sial, dia mempermalukanku di depan banyak orang, kalau tahu akan seperti ini seharusnya aku membunuhnya di waktu itu saat aku menyekapnya. Aku terlalu baik sampai membiarkannya pergi bersama anaknya dengan selamat.” batin Mika Fhui.


“ Karena kamu tamu ibuku, silahkan kamu pergi dan mencari ibuku saja, jangan mengacau di sini, jika tidak, kau tahu akibatnya bukan?.” dengan tatapan mematikan.


Mika langsung pergi dengan ketakutan.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2