Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part159


__ADS_3

Di pemakaman.


Alea hanya bisa duduk di kursi sambil melihat pengurus pemakaman menguburkan neneknya. Tanpa sadar Alea mengeluarkan air mata melihat neneknya di masukan ke liang lahat, Alea tidak sanggup jika harus kehilangan keluarga satu-satunya.


“ Nek, selamat tinggal. Jaga dirimu baik-baik nek.” batin Alea menyeka air matanya.


Alea turun dari kursi roda, menaburkan bunga di atas makam, berdoa dan berharap neneknya bisa tenang di alam sana, Alea juga memeluk pusaran makam sebagai tanda kasih sayangnya.


“ Alea, ayo kita pergi.” Brian mendekat dan menyentuh bahu Alea.


Alea berusaha berdiri di bantu dengan Brian, Alea tidak mau seperti anak kecil yang terus menangis sampai tidak mau pulang dari pemakaman neneknya.


“ Nenek, aku pulang dulu, jaga nenek baik-baik di sana.” gumam Alea melambaikan tangan.


Brian mendorong kursi roda dan pergi dari pemakaman, Brian mengantar Alea ke rumahnya karena permintaan Alea.


“ Apa ini rumahmu?.” tanya Brian, melihat rumah kecil dan kumuh Brian tidak tega jika Alea harus tinggal di tempat yang tidak layak huni itu.


“ Benar, walau rumah ini kecil dan agak sedikit kotor tapi rumah ini peninggalan nenek satu-satunya. Harta benda yang nenek tinggalkan hanya rumah ini.” menjawab sambil memandang rumahnya dengan kagum.


Brian turun dari mobil dan membantu Alea duduk di kursi, Brian tidak segan mendorong kursi roda untuk masuk ke dalam.


“ Tuan, tunggu dulu. Bukannya aku tidak mau Anda mampir di gubuk kecilku, tapi aku tidak mau jika tuan akan syok setelah melihat penampakan isi rumah ini.” memegang roda kursi agar tidak maju.


“ Memangnya ada apa? apa rumahmu berantakan atau kotor? jika itu benar aku sama sekali tidak keberatan, aku mau ngantar kamu sampai di dalam. Tolong jangan menghalangiku untuk masuk ya.” menebak dan berharap Alea mengijinkan dirinya masuk ke dalam.


“ Tapi tuan, di dalam banyak sekali serangga liar dan banyak debu, mungkin tuan tidak terbiasa dengan rumahku. Lebih baik Anda jangan masuk.” Alea sengaja menghalangi Brian untuk melihat isi rumahnya.


“ Tidak apa, aku terbiasa dengan semua itu kamu tenang saja.” dengan percaya diri.


Alea membiarkan Brian masuk ke rumahnya, setelah pintu terbuka Brian melongo sampai tidak bisa berkata-kata. Banyak debu yang bertebaran bahkan dengan santainya para kecoa berjalan menyusuri ruangan itu tanpa ada rasa takut oleh manusia.


“ Heheh, itu tuan, maafkan aku, seperti ini 'lah rumahku, aku dan mereka sudah bersahabat sejak kecil. Nenek aku juga membiarkan mereka tinggal di sini, kami sudah seperti keluarga.” Alea tidak bisa menahan tawanya setelah melihat ekspresi Brian yang berubah dengan cepat.


“ Keluarga? tidak masalah kamu menganggap siapapun seperti keluargamu, tapi kenapa kamu menjadikan serangga kotor seperti mereka jadi keluargamu. Bahkan lebih baik an*ing dari pada serangga kotor seperti mereka.” batin Brian tercengang.


“ Tuan, kenapa Anda tidak masuk? ayo masuklah, aku sudah bersihkan kursinya untukmu.” ucap Alea menutup mulut karena tidak tahan ingin tertawa.


Brian mengangguk dan mengikuti perkataan Alea, duduk di kursi yang baru saja di bersihkan.


“ Agrh! apa itu?! tidak! Seseorang usir tikus ini dari hadapanku. Cepat!.” berteriak setelah tikus putih menggigit sepatu Brian.


“ Huft! tuan, di sini tidak ada siapa-siapa, kenapa memanggil seseorang? hanya ada aku dan kamu.” Alea terus menahan tawanya melihat tingkah Brian yang takut pada serangga.


Kecoa masuk ke dalam pergelangan tangan Brian dan membuat Brian geli, Brian jungkrak jingkrak tidak karuan dan terus berusaha mengeluarkan kecoa yang ada di tubuhnya.


“ Alea, tolong aku! suruh pengawalku mengusir binatang di tubuhku ini.” Brian menangis saking takutnya.


Alea berdiri dan menguatkan kakinya untuk berdiri.


“ Tuan, biarkan aku membantumu.” Alea meraih tangan Brian dan membuka bajunya.

__ADS_1


“ Kamu!.” wajah Brian memerah karena Alea membuka bajunya dalam keadaan sadar.


“ Maafkan aku, lebih baik buka bajunya biarkan kecoa itu keluar dengan sendirinya.” Alea menarik tangannya kebelakang dengan malu.


Brian melepaskan bajunya dan membuat kecoa itu jatuh dari bajunya.


“ Sudah keluar.” gumam Brian dengan senang.


“ Bagus kalau begitu.” Alea kembali duduk di kursi roda.


Di kediaman Sanjaya.


Suasana tampak tegang setelah Mika bilang kalau Brian berselingkuh darinya, tuan Fhui marah besar karena putrinya di selingkuhi oleh suaminya. Sebaliknya tuan Sanjaya dan nyonya Ratih merasa malu dengan kelakuan Brian, menyelingkuhi istrinya dan tertangkap basah.


“ Bagus sekali, dengan begini aku ingin lihat akankah ayahku dan ayah mertua membiarkan Brian hidup dengan tenang.” batin Mika menyeringai.


Tak tak!


Brian kembali sambil membawa surat yang di pegangnya, mempersiapkan rencana untuk membuat ayahnya dan ayah mertuanya mengakhiri pernikahan itu.


“ Brian?.” sapa nyonya Ratih dengan cemas.


Brian menghela nafas dan berjalan mendekat.


“ Kebetulan kalian ada di sini, aku ada urusan penting yang harus di sampaikan pada kalian.” ucap Brian berdiri tegak dan enggan untuk duduk.


Semua orang berdiri mendengar apa yang akan di katakan Brian.


“ Ini adalah bukti bahwa aku sudah menghamili seorang gadis. Dengan begitu aku ingin menikahinya, tolong ayah dan ayah mertua mengijinkanku untuk menikah lagi.” Brian menyimpan surat itu di meja.


“ Kurang ajar! punya keberanian dari mana kamu? hah, berani berbuat menjijikan dengan gadis rendahan. Dasar tidak tahu malu!.” tuan Sanjaya merobek surat itu dan melemparnya ke wajah Brian.


“ Apa? hamil?? apa ini yang di katakan Brian padaku bahwa ini rencananya.” batin Mika dengan terkejut.


“ Ayah, tolong jangan berkata seperti itu. Setidaknya jangan mengatakan rendahan pada orang lain, dia gadis baik-baik dan aku menyukainya.” Brian tidak terima tuan Sanjaya menghina Alea di depannya.


“ Sudah salah masih tidak mengaku?! malah membela gadis rendahan di hadapanku. Dasar anak sialan!.” bentak tuan Sanjaya.


“ Suamiku?.” nyonya Ratih takut jika suaminya marah sampai memukul Brian.


“ Apa? ini didikanmu bukan? anak yang tidak berguna malah bersenang-senang dengan gadis lain sampai berani menghamilinya.” bentak tuan Sanjaya menepis tangan nyonya Ratih.


“ Jangan salahkan ibu dalam hal ini, aku yang bersalah kenapa membentak ibuku seperti itu.” ucap Brian tidak senang.


“ Diam kamu anak sialan! aku tidak mengijinkanmu berbicara saat ini, pergi bawa gadis itu ke Rumah Sakit. Gugurkan kandungannya sebelum membesar, aku tidak sudi punya cucu dari orang rendah seperti dia.” membanting meja sampai hancur.


“ Anda kejam sekali ayah, dia sedang mengandung anakku, itu cucumu darah dagingku. Bisa-bisanya Anda mau menggugurkan anak itu.”


“ Ada apa ini sebenarnya? dia tidak benar menghamili gadis itu bukan? bagaimana jika itu benar, berarti dia berselingkuh sebelum menikah denganku.” batin Mika.


“ Aku tidak mau tahu, cepat atau lambat gugurkan anak itu. Jangan sampai anak itu lahir ke dunia dengan selamat, aku akan menghabisimu sekaligus dengan gadis itu.” perkataan tuan Sanjaya terlalu kejam di dengar.

__ADS_1


“ Aku tidak bisa, itu anakku, jika ayah tidak mau mengakuinya ok. Aku akan menceraikan Mika dan menikahi gadis itu, semua Fasilitas yang ayah berikan padaku akan aku kembalikan.” bertekad.


“ Pengawal, seret anak sialan ini dan cambuk dia sampai mengakui kesalahannya.” teriak tuan Sanjaya.


Pengawal itu menangkap Brian, Brian tidak berontak dan pasrah jika harus di cambuk sampai mati. Karena yang Brian inginkan hanya hidup sederhana dalam keadaan bahagia.


Mika memalingkan wajahnya tidak mau melihat pemandangan yang sangat membosankan itu.


“ Jangan hentikan cambukannya, aku ingin lihat seberapa beraninya dia sampai mengkhianati putri kecilku.” ucap tuan Fhui murka.


Brian terus di cambuk, tubuhnya mendapati beberapa lebam merah pekat. Tapi Brian tidak minta maaf dan terus diam menikmati cambukan itu.


“ Masih tidak mengaku salah?! kalau begitu cambuk dia sampai mati saja.” tuan Sanjaya tidak mau membuat tuan Fhui kecewa padanya.


“ Aku tidak bersalah, aku begini karenamu ayah, jika kamu tidak memaksaku melakukan hal yang konyol seperti menikahi wanita itu, aku tidak mungkin melakukan kesalahan yang memalukan seperti saat ini.” Brian berbicara dengan nada rendah, membuat nyonya Ratih menangis tidak tega.


“ Masih menyalahkanku, dasar anak tidak berbakti.” tuan Sanjaya mendekat dan menendang kepala Brian.


“ Hentikan ayah, kenapa kamu melakukan ini pada kakak? dia akan mati.” Zavier berjalan mendekat menarik tangan tuan Sanjaya agar tidak memukul Brian lagi.


“ Apa yang kau lakukan di sini?.” tanya tuan Sanjaya tidak senang.


“ Aku ingin bertemu dengan kakak.” jawab Zavier melepaskan tangan tuan Sanjaya.


“ Zavier, kamu apa kabar? sudah lama tidak jumpa, apa kamu baik-baik saja?.” Mika menghampiri Zavier dan menggandeng tangan Zavier begitu saja.


Zavier melepaskan tangan Mika dan berjalan mendekati Brian.


“ Ayah, jika kakak berbuat salah jangan hukum dia dengan cambukan. Berikan dia kebebasan, dia manusia biasa yang menginginkan kebahagiaan.” dengan tegas.


“ Zavier kamu tidak tahu kalau Brian mengkhianatiku, dia berani menghamili gadis lain dan berniat menceraikanku.” Mika pura-pura sedih dan bersandar di pundak Zavier.


“ Bukankah kamu tidak mencintai kakak, kenapa sekarang kamu seperti terzolimi begini?.” Zavier menjauh dari badan Mika dan menyindirnya.


“ Ah, tidak, aku mencintainya. Sungguh.” jawab Mika dengan gugup.


“ Bagus kalau begitu, sekarang bolehkah aku memintamu memaafkan suamimu. Minta ayahmu dan ayah mertuamu menghentikan cambukan itu.” Zavier memanfaatkan Mika yang bodoh karena terobsesi padanya.


“ Astaga! apa yang sudah aku katakan? secara tidak sadar aku mengakui kalau aku mencintai Brian pada Zavier. Tapi apa lagi yang mau aku katakan, tadinya aku mau cari kesempatan untuk mendapatkan simpati dari Zavier, tapi aku malah terjebak dengan pertanyaan Zavier, membuatku tidak bisa berbohong lagi padanya.” batin Mika dengan tertegun.


“ Kenapa? apa kamu akan biarkan suami tercintamu terus di cambuk?.” menggertak karena Mika malah bengong.


“ Ayah, ayah mertua, aku di sini mewakili Brian untuk minta maaf pada kalian. Aku tahu ini tidak baik untukku, tapi aku sadar aku mencintai Brian, aku tidak mau dia mati begitu saja. Tolong tarik cambukan itu dan biarkan dokter mengobati lukanya.” Mika berlari dan berjongkok di hadapan semua orang, seketika cambukan itu terhenti sesaat.


“ Jangan bodoh kamu Mika! kamu putri dari kediaman Fhui satu-satunya, tidak pantas bagi gadis bangsawan sepertimu memohon demi seorang lelaki ba*ingan seperti dia.” tuan Fhui menarik tangan Mika untuk bangun.


“ Tidak ayah, jika ayah dan ayah mertua tidak memaafkan Brian maka cambuk juga aku. Aku ingin mati bersamanya.” Mika melepaskan tangan tuan Fhui dan jongkok kembali.


Seketika tuan Fhui melirik tuan Sanjaya, memberikan kode dan mendengarkan perkataan Mika.


“ Baiklah, karena menantuku berhati mulia, aku sebagai ketua besar di kediaman Sanjaya akan memaafkan Brian. Kita cari waktu untuk mengadilinya.” menghela nafas dan berteriak.

__ADS_1


Pengawal itu membawa Brian masuk ke kamarnya, memanggil dokter untuk mengobati lukanya.


BERSAMBUNG


__ADS_2