Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part136


__ADS_3

Zavier dan Lisa memutuskan untuk bermalam di Rumah Sakit, Zavier tidak henti mengelus perut Lisa dan menciuminya. Segitu bahagianya Zavier akan memiliki seorang anak kedua dari Lisa.


“ Tidur yang nyenyak sayang. Aku di sini bersamamu.” Zavier membelai rambut Lisa.


“ Apa kamu tidak tidur? ini sudah larut malam.” Lisa tidak mau lihat Zaver begadang semalaman.


“ Sebentar lagi aku tidur. Aku ingin lihat kamu saat tidur bersama anak kita.” sambil mengelus perut Lisa.


“ Jangan seperti itu, cepat tidur di sini, aku ngidam loh!.” Lisa pura-pura agar Zavier patuh padanya.


“ Hah, ngidam? sayang kamu ngidam apa? katakan padaku aku akan melakukannya untukmu.” suami siap siaga.


“ Aku mau kamu tidur di sini bersamaku, dengan begitu kita bertiga bisa tidur dengan nyenyak malam ini.” memberikan alasan tentang calon bayi agar Zavier tidak menolaknya.


“ Benarkah?! ya sudah aku tidur di sini, tapi ranjangnya terlalu sempit untuk kita berdua, aku takut mengenai perutmu saat tidur.” Zavier bersemangat setelah mendengar calon buah hatinya.


“ Tidak akan, kalau kamu sembarang gerak aku akan memukulmu agar bangun.” dengan kejam.


“ Menyeramkan!.” Zavier mendadak takut mendengar kata-kata Lisa.


Zavier memeluk Lisa sambil mengelus perutnya sampai tertidur pulas.


Di pagi hari.


Zavier sengaja bangun lebih awal untuk pulang agar anak-anak tidak mencarinya. Lisa di gendong ke dalam mobil tapi sebelum itu perut Lisa di cium terlebih dulu oleh Zavier.


Sesuatu yang membahagiakan karena bisa merasakan jadi seorang ayah dari anak yang masih di dalam perut, Zavier berniat akan menebus kesalahan dan kelalaiannya di masa lalu pada Lisa. Dengan cara membuat wanita lain iri pada Lisa karena memiliki suami penyayang dan romantis.


“ Aku belum tahu anak yang ada di perut Lisa itu laki-laki atau perempuan, karena dokter bilang masih membutuhkan waktu 3 bulan lagi untuk tahu jenis kelaminnya. Padahal aku sudah tidak sabar ingin tahu, dengan begitu aku dan Lisa bisa pergi ke toko pakaian bayi untuk membeli perlengkapan calon bayiku nanti.” Zavier bergumam sendiri sambil mendengarkan bayi yang ada di perut Lisa.


“ Sayang, kenapa kamu tidak bersuara? ayah mau dengar kamu nangis, ayolah nangis sebentar agar ayah bisa senang mendengarnya. Kalau tidak coba tendang ayah, ayo kalau bisa tendang wajah ayah ini. Hihihih, kamu pasti tidak bisa ya, iya karena kamu masih belum cukup umur, mana bisa berbuat seperti itu pada ayah.” Zavier terus mendekatkan kepalanya di perut Lisa dan berbicara dengan calon bayinya.


Lisa yang terbangun mendengar kegaduhan Zavier hanya bisa tertawa melihat kelakuan suaminya.


Lisa mengelus kepala Zavier. “ Sayang, kenapa kamu bicara dengan calon anak kita? dia tidak akan mendengarkanmu, dia masih kecil belum berbentuk bayi, hanya segumpal darah yang masih kecil.” Lisa menunjukan seberapa kecilnya bayi mereka pada usia 1 bulan.


“ Sayang, walaupun kecil tapi dia sudah bernyawa loh!.” sedih karena tidak tega calon bayinya di bilang masih kecil.


“ Tahu dari mana janin 1 bulan sudah bernyawa? jangan ngadi-ngadi deh, masa iya si.” seorang ibu yang tidak pernah USG.

__ADS_1


“ Dokter yang bilang sayang, kata dokter janin sudah bernyawa pada masa pembuahan.” mengikuti anjuran medis.


“ Benarkah?! kapan dokter bilang itu padamu?.” dengan penasaran.


“ Kemarin malam, aku bertanya-tanya sama dokter tentang janin yang ada di perutmu, dokter mengatakan semua yang dia tahu padaku, sekarang aku jadi tahu banyak tentang kehamilan.” dengan bangga karena merasa jadi suami yang tahu banyak tentang kehamilan.


“ Dokter bilang kalau kita tidak boleh berhubungan intim kurang lehih 3 bulan.” Zavier tidak sanggup menerima anjuran dari dokter.


“ Itu memang benar, selama kehamilan tidak di anjurkan untuk berhubungan intim terlebih dulu, tapi tidak selama kehamilan, hanya beberapa bulan saja, apa lagi kandungannya masih muda itu tidak boleh, takutnya terkena dampak pada janin.” ibu berpengetahuan dan pengalaman.


“ Tapi itu akan menyiksaku sayang! bagaimana aku akan menahan diriku selama 3 bulan, itu bukan waktu yang singkat. Aku pasti tidak akan kuat.” pemikiran yang mesum.


“ Kalau kamu tidak kuat apa yang akan kamu lakukan?? apa kamu akan berhubungan dengan wanita lain saat aku hamil?.” tidak senang.


“ Hah, tidak! bukan seperti itu maksudku sayang, maksudku aku tidak sanggup jika 3 bulan lamanya. Bagaimana kalau kita melakukannya seminggu sekali, atau dua kali?.” Zavier berkeringat dingin karena panik.


“ Tidak akan!.” dengan ketus.


“ Kenapa? kenapa tidak mau sayang, apa kamu tega melihatku tersiksa setiap malam? melewatkan semalaman saja aku sudah tidak kuat. Lihat bagaimana burungku terbangun saat bersentuhan denganmu.” membuka celananya dan memperlihatkan burung miliknya pada Lisa.


“ Itu salahmu sendiri karena terlalu dekat, coba kamu sedikit lebih jauh dan jangan menyentuhku kalau kamu tidak bisa menahannya.” orang hamil emang gitu ya bun, suka marah dan tersinggung setiap ucapan yang keluar dari mulut suaminya.


Tiba-tiba Zavier teringat kata-kata dokter padanya.


“ Dokter bilang kalau orang hamil suka marah-marah tidak jelas, apa Lisa juga mengalami hal yang sama seperti yang di katakan dokter kemarin?.” batin Zavier.


“ Sudah jangan ganggu aku, pergilah dan tidur di sofa. Ingat jangan ganggu aku ketika tidur, kalau tidak akan aku pukul kamu sampai pingsan.” Mode dede bayi sudah aktip dan tidak mau di ganggu oleh siapapun, memperingati.


“ Ya ampun, sekejam itukah istriku saat hamil? benar-benar menakutkan.” Zavier langsung menciut melihat Lisa yang tiba-tiba marah.


Zavier mengalah dan tidur di sofa, mengambil selimut dari lemari dan memakainya.


“ Jangan pakai selimut! tidur saja tanpa selimut.” teriak Lisa pada saat Zavier memakai selimut di tubuhnya.


“ Tapi sayang, ini sangat dingin, aku tidak bisa tidur tanpa selimut.” Zavier respek dengan teriakan Lisa dan membuka selimutnya, tapi Zavier masih mengeluarkan sikap kasihan tanpa melihat kalau Lisa sedang berada dalam Mode dede bayi.


“ Tidak ada tapi, kalau aku tidak pakai selimut maka kamu juga jangan pakai selimut, apa mengerti?.” Lisa tidak mau di bantah oleh Zavier.


“ Baik sayang.” Zavier menyimpan selimutnya di lemari dan kembali tidur.

__ADS_1


“ Padahal di luar turun hujan, cuacanya juga dingin, tapi Lisa melarangku memeluknya, bahkan tidak boleh pakai selimut. Nasib nasib, benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa pasrah pada istriku.” batin Zavier sangat menyedihkan hanya tidur di sofa sambil memeluk bantal guling.


Alarm berbunyi jam 7 pagi.


Zavier segera bangun dan mematikan alarm tersebut, melihat Lisa yang masih tidur dengan telentang Zavier khawatir kalau Lisa akan sulit bernafas karena ada bayi di kandungannya.


Zavier memiringkan posisi tidur Lisa untuk membuatnya nyaman saat tidur.


“ Aish, untung saja Lisa tidak bangun, kalau bangun tamatlah aku, dia pasti memukulku karena menyentuhnya.” batin Zavier dengan perasaan lega.


Zavier berpikir kalau di kediaman Lisa tidak ada pakaian miliknya, jadi terpaksa tidak mandi dan menunggu ketika sampai di Villa.


Zavier turun ke bawah untuk memasak.


“ Tuan, Anda di sini?.” sapa Puy yang sedang masak.


“ Iya, apa Darvi sudah bangun?.” tanya Zavier sambil menghampiri kulkas.


“ Sudah, dia sedang mandi sekarang, sebentar lagi ke sini untuk sarapan.” Puy bingung melihat Zavier yang sedang mencari sesuatu di kulkas.


“ Tuan, apa Anda mencari sesuatu?.” Puy berhenti memasak dan melihat Zavier.


“ Iya, apa persediaan makanan di sini sudah habis? kenapa aku tidak melihat buah-buahan, hanya ada makanan berat di sini, sayur mayur saja tidak ada.” Zavier mengeluarkan beberapa makanan yang menurutnya tidak baik di konsumsi ibu hamil.


“ Tapi Tuan muda Darvi dan Laura tidak begitu suka dengan sayur, mereka hanya suka dengan makanan bergizi, seperti daging dan sebagainya.” Puy berpikir untuk apa menyediakan sayur mayur kalau anak-anak tidak menyukainya.


“ Aku mengerti, lain kali pergi belanja sayur mayur untuk persediaan di sini.” sibuk mencari makanan sehat untuk Lisa.


“ Baik tuan.” Puy masih belum mengerti dengan sikap Zavier yang aneh.


“ Pergilah bantu anak-anak bersiap.” Zavier membawa sayur yang ada di kulkas untuk di masak.


“ Hemm, tapi tuan saya sedang masak.” Puy rasa anak-anak tidak perlu bantuannya karena sudah mandiri.


“ Tidak apa, aku akan menyelesaikannya di sini.” Zavier mulai memotong sayur dan mencuci daging untuk sarapan Lisa.


Puy terpaksa pergi ke kamar Darvi walau tidak tahu harus berbuat apa di kamar, Puy hanya duduk di ranjang milik Darvi sambil menunggu Darvi selesai mandi.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2