Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part80


__ADS_3

Di perusahaan.


Lisa kelelahan dan membawa surat lamaran itu pulang ke rumah. Di perjalanan Lisa melihat senior Andra yang sedang berjalan sendirian.


“ Pak, tolong berhenti sebentar.” Ujar Lisa sambil melihat Andra dari dalam mobil.


Lisa turun dan mengejar Andra dengan tersenyum. Tidak di sengaja Lisa menabrak seorang nenek-nenek yang sedang kesusahan berjalan.


“ Maaf nyonya! aku tidak sengaja.” Lisa merasa bersalah.


“ Tidak papa, aku baik-baik saja.”


“ Ibu, kenapa ibu bisa ada di sini? aku dari tadi mencari ibu.” Ucap anak nenek tersebut.


Lisa merasa iri, melihat kedekatan mereka yang bahagia. Lisa merindukan kasih sayang kedua orang tuanya.


“ Hah! dimana Andra? bukankah tadi dia di sini. Apa aku salah lihat tadi, tapi tidak mungkin, aku melihatnya dengan jelas di sini.” Lisa sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak di temukan.


Lisa tidak bisa menemukan Andra, Lisa memutuskan untuk pulang karena kepalanya terasa sakit.


“ Kepalaku sakit sekali, apa mungkin aku salah lihat tadi?!.” Batin Lisa.


“ Pak, kita jalan sekarang!.”


“ Baik nyonya.”


“ Aku terus kepikiran Andra sejak Yuri mengatakan kalau Andra masih hidup. Apa tadi hanya halusinasi? tapi kenapa tadi itu seperti nyata!.” Batin Lisa.


Di kediaman Lisa.


“ Ibu, kau sudah pulang? bibi Puy mana, kok dia tidak pulang sama ibu!.” Tanya Darvi.


“ Tadi ibu menyuruhnya ke SuperMarket untuk membeli makanan, karena ibu tidak bisa jadi nyuruh Puy pergi sendiri.”


“ Apa ibu baik-baik saja? muka ibu terlihat pucat!.” Darvi menggenggam tangan Lisa.


“ Ibu hanya sedikit pusing saja, ibu istirahat sebentar ya.” Lisa memegang kepalanya dan menyimpan semua barangnya di meja.


Darvi memapah Lisa ke kamar dan membantunya menidurkan ibunya. Darvi segera keluar dan pergi ke dapur, seperti orang dewasa, Darvi mengupas jahe dan memasak air panas untuk membuat air jahe hangat.


“ Ibu? bangunlah sebentar, aku membawakan air jahe hangat untukmu!.”


“ Ini,, siapa yang membuat ini? apa Puy sudah pulang?.” Lisa menyandar di ranjang dan terlihat lemas.


“ Aku yang membuatnya.” Balas Darvi.


“ Hem,, makasih ya sayang!.” Lisa terharu karena Darvi begitu peduli padanya.


“ Sama-sama! lain kali ibu harus jaga kesehatan, jangan sampai ibu kecapean lagi seperti ini.” Dengan tegas.


“ Ok bos kecil!.” Candaan Lisa membuat Darvi malu.


Ting tong! suara bel.

__ADS_1


“ Mungkin itu bibi Puy. Biar aku yang buka.” Darvi beranjak dan segera keluar.


Krek!


Darvi membuka pintunya.


“ Kau sudah pulang bibi Puy?.” Tanya Darvi.


“ Maaf De! saya datang kemari untuk memberikan paket bunga.” Ujar kurir.


“ Bunga?! tapi tidak ada yang pesan bunga di sini!.”


“ Apa mungkin ibu yang memesannya?.” Gumam Darvi.


“ Saya tidak tahu, saya hanya kurir yang bertugas untuk menyampaikan setiap barang yang di pesan.”


Darvi mengambil bunganya. “ Baiklah, terima kasih!.”


“ Kalau begitu saya permisi dulu.”


Darvi masuk ke dalam dan membawa bunganya ke kamar ibunya. Darvi sempat ragu ketika mau menyampaikan kiriman bunga untuk ibunya. Tapi Darvi tidak mau jadi anak yang berdosa karena telah membohongi ibunya.


“ Lebih baik aku menyimpan bunganya di sini aja, aku tidak tega harus membangunkan ibu.” Darvi menyimpan bunganya di meja rias milik Lisa.


Darvi duduk di ruang tamu dengan wajah bimbang, Darvi takut kalau ibunya akan bersedih lagi jika Zavier yang mengirimkan bunga tersebut.


Ting tong!


“ Iya, apa ibu sudah pulang, Tuan?.” Tanya Puy.


“ Sudah, ibu lagi di kamar istirahat.”


“ Apa kamu sudah makan? kalau belum bibi bawa makanan buat kamu. Makanan kesukaan kamu dan ibu semua.” Dengan semangat Puy mengeluarkan semua yang ada di kantong plastiknya.


“ Aku tidak mau apapun.” Darvi malah sibuk main game.


“ Darvi kenapa ya? gak biasanya Darvi bermain game seperti itu, nyonya Lisa kan selalu ngelarang main game.” Batin Puy.


Puy kembali ke dapur untuk menyimpan belanjaannya. Puy merasa ada yang aneh dengan Darvi, karena tidak biasanya Darvi bersikap seperti itu.


Keesokan harinya.


Lisa bangun pagi-pagi dengan wajah yang segar, dengan senangnya Lisa pergi tanpa pamit sama Darvi. Lisa menyuruh Puy untuk membawa Darvi pergi ke taman selama Lisa sedang keluar.


Di Mall Pelita Indah.


Lisa membeli perlengkapan ulang tahun Darvi dengan bahagia. “ Darvi pasti menyukainya. Apa lagi kalau Zavier hadir dan memberkati Darvi dengan sepenuh hatinya.” Gumam Lisa.


Tibanya di rumah, Lisa mempersiapkan semuanya sendirian. Dengan semangatnya Lisa tidak mementingkan dirinya sendiri, bahkan Lisa sampai lupa makan karena terlalu bersemangat.


Paket!


“ Paket? siapa yang pesan paket?.” Gumam Lisa.

__ADS_1


“ Iya tunggu sebentar!.” Saut Lisa.


Krek!


Pintu terbuka.


“ Nyonya, ada paket untuk Anda. Silahkan di terima, dan tolong tanda tangan di sini.” Ujar kurir.


“ Paket? dari siapa?.” Lisa ragu untuk menerima paketnya.


“ Saya tidak tahu, silahkan nyonya terima terlebih dulu karena di dalamnya ada nama pengirimnya.” Tegas kurir.


“ Baik.” Lisa tanda tangan sesuai perintah kurir.


Setelah kurir pergi, Lisa membawa paket yang begitu besar dan terlihat banyak masuk ke dalam. Ada beberapa paket yang di terima Lisa, belum lagi paket yang terlihat kecil dan di ikat dengan tali pita yang begitu indah.


“ Paket ini berbeda dari yang lain. Isinya apa ya?.” Lisa mencoba membukanya dengan penasaran.


Lisa terkejut ketika membuka paketnya yang berisi sebuah set perhiasan edisi terbatas. Kalung anting dan gelang tangan yang berwarna perak itu sangat cocok dengan kulit Lisa.


“ Indah!.” Lisa mengagumi perhiasannya.


Kemudian Lisa membaca surat yang terdapat di dalamnya. “ Semoga kamu menyukainya. Zavier.“ Lisa terkejut ketika tahu bahwa Zavier yang telah mengirim paket untuknya.


“ Ibu? aku sudah pulang!.” Teriak Darvi dari luar.


“ Hah! itu suara Darvi, dia sudah pulang.” Lisa menyimpan perhiasannya di dalam tasnya.


“ Darvi kau sudah pulang?.” Senyum Lisa terlihat bahagia ketika menyambut ke pulangan Darvi.


“ Ada apa ibu? kenapa ibu terlihat cerah seperti cuaca hari ini?.” Candaan Darvi.


“ Masuklah.” Lisa menyuruh Darvi masuk dan memperlihatkan dekorasi rumahnya.


“ Ada apa ini bu? kenapa semua ruangan di dekor seperti ini?.” Darvi sangat terkejut melihat semuanya.


“ Apa kau melupakan sesuatu putraku? Hmm,,.”


“ Jangan bercanda denganku bu! tolong beritahu padaku ada apa ini!.” Darvi mulai bete dengan teka tekinya.


“ Nanti malam adalah,, adalah,, ulang tahunmu!.”


Darvi terdiam walaupun Lisa tersenyum bahagia. Lisa semakin aneh dengan sikap Darvi yang tidak menunjukan bahagianya.


“ Kamu kenapa anak ibu yang tampan? Ooo,, kamu pasti terkejut ya kan? atau kamu tidak menyukai pesta yang akan di adakan di rumah ini.”


“ Tidak bu! aku tidak menginginkan pesta seperti ini.” Balas Darvi.


“ Maksudnya? apa yang kamu katakan barusan Darvi? ibu tidak mengerti sama sekali.” Lisa bingung dengan kata-kata Darvi.


“ Ibu pasti tahu apa maksudku. Tolong jangan ganggu aku selagi aku berdiam di kamar.” Darvi bersikap dingin dan pergi ke kamarnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2