
jangan lupa like , komen dan vote yaa biar mak makin rajin update nya 🤗🤗🤗🤗
yang baca karya mak banyak tapi pada ngk like apa lagi komen dan vote hufft tinggalkan jejak yaa guys biar mak rajin update.
mak sayang kalian 🤗🤗🤗💕💕💕💕
.
.
.
sepulang dari rapat dengan XX corporation devan kembali ke hotel miliknya yang ia tempati selama 3 hari terakhir dengan kamar Presidential suite room yang sangat mewah.
"Tuan.... " panggil Erik penuh kehati -hatian
"ada apa katakan "ucap devan dengan suara bariton nya
" markas kita yang di London di serang tuan"ucap Erik dengan sedikit ragu
"cih ... berani sekali mereka menyerang ku, tangkap mereka hidup atau mati dan bawa kepada ku, biar aku sendiri yang mencincang daging mereka dan memberinya kepada alex" ucap devan dengan sangat tenang dan penuh penekanan .
alex merupakan serigala peliharaan devan yang sangat devan sayangi. tidak hanya Serigala devan juga memelihara hewan buas lainya seperti buaya ular , macan .
bekerja di dunia hitam membuat devan menjadi kejam dan sadis, tak jarang orang yang ber urusan dengan devan akan jadi santapan peliharaan devan.
"baik tuan saya permisi" Erik meninggal kan devan
devan duduk santai sambil membuka ponselnya dan sesekali menyesap kopinya
devan sedang melihat rekaman CCTV di mansion nya yang sudah tersambung dengan ponsel nya
"apa yang sedang gadis itu lakukan " gumam devan merasa penasaran apa yang sedang dinda lakukan
devan terkejut melihat dinda tidur hanya menggunakan tangtop dan hotpants
"wah wah wah lihat lah gadis ini di saat aku tidak ada dirumah "
"tidak ada aku di rumah dia seperti tuan putri hah" devan tersenyum sinis melihat dinda yang tidur seperti anak kecil
"lihat lah aku akan menghukum mu gadis kecil" seringai licik muncul dari devan
menjahili dinda merupakan kebiasaan baru devan entah mengapa devan sekarang hobi membuat dinda kesal dan marah seperti ada kepuasaan tersendiri bagi dirinya jika melihat dinda kesal dan marah-marah.
"tunggu aku pulang gadis kecil " seeingai kecil muncul di sudut bibir devan
.
.
.
.
malam hari di dalam jet pribadi milik devan sudah bersiap akan pulang ke mansion nya
"tuan....? " erik memanggil tuanya yang sedang duduk memejamkan mata
__ADS_1
"hmmm.... katakan " jawab devan santai tanpa membuka kelopak mata nya
"orang yang menyerang markas di London sudah berhasil ditangkap "
"bawa ketempat biasa biar aku yang mematahkan tangan nya" seringai iblis devan keluar
"baik tuan " erik berlalu pergi meninggal kan tuanya yang hanyut dengan pikirannya
entah apa yang didirikan devan
tidak sulit bagi devan menemukan orang-orang yang sudah mengkhianati nya baginya itu adalah hal kecil yang tidak perlu di pusingkan .
selain bergerak di bidang properti bisnis Devan juga bergerak di bidang IT .ya semua bisnis yang di geluti devan hanya untuk menutupi bisnis gelapnya di black market saja
.
.
di mansion setelah makan malam dinda menonton TV,
dinda tidak benar-benar menonton TV hanya mengganti-ganti chanel nya saja karena bosan harus melakukan apa. dinda ingin membantu membereskan piring kotor sehabis makan pun tidak boleh.
"hah..... " dinda menghela nafas panjang
"sungguh melelahkan hanya berdiam diri dirumah tidak melakukan apapun "
"ibu dan Rani sedang apa yaa ....? hmm aku jdi kepikiran ibu ni "
"mau telpon pun pasti gak boleh "
lelah bergelut dengan pikirannya dinda memutuskan untuk berkeliling di mansion untuk menghilangkan rasa bosannya
sambil berkeliling dinda membawa minuman dan makanan ringan untuk di bawa ke taman yang ada di samping mansion
"kemana ya tuan kulkas kok gak pulang pulang udah 4 hari "
"apa mungkin ada sesuatu ya? "
"mungkin saja dia kecelakaan lalu meninggal? "
"kaulah dia Benar-benar meninggal ini kan berita bagus buat diriku hahaha aku bisa kabur dan lepas dari dia"
"wah wah pikiran gue udah traveling " dinda tertawa kecil mengingat perkataan nya yang mengira jika devan meninggal
sambil memakan cemilan yang iya bawa tadi dinda duduk di sebuah ayunan menggerakkan nya pelan .
tiba tiba seorang pelayan menghampiri dinda yang sedang asik dengan pikirannya sendiri
"permisi nona"
"oh iya bi ada apa? "
"ini nona mohon di kenakan " pelayan itu memberikan sebuah sweater dan syal
"ohh gak perlu bik saya gak kedinginan nih " tolak dinda dengan halus
"mohon di terima nona jika tidak saya akan di hukum tuan "
"astaga apa-apaan manusia kulkas itu selalu mengancam orang padahal orangnya gak ada disini haaa......" gumam dinda sambil menggelengkan kepala nya
__ADS_1
"yaudah bik sini " dinda mengambil sweater tersebut
"terimakasih nona, jika perlu sesuatu panggil saja saya . saya ada di balik tembok " pelayan tersebut meninggal kan dinda
dinda menoleh melihat arah yang di tunjuk pelayan tadi, bertapa terkejut nya dinda setelah melihat sekeliling tempat nya berada ternyata banyak sekali pelayan dan bodyguard yang berjaga mengawasi dirinya.
"haaaaahh" dinda menghela napas melihat keadaan tersebut
"bahkan disaat orang nya tidak ada pun dia menyuruh pelayan dan bodyguard untuk mengawasi ku " mata-mata devan sungguh dimana-mana
"isshh menyebalkan sekali orang ini, dasar kulkas 7 pintu manusia kutub"
2 jam lebih dinda bermain di taman sebenarnya bukan bermain sih lebih tepat nya hanya duduk di ayunan yang di awasi oleh banyak bodyguard dan pelayan, semua itu membuat mood dinda jadi turun yang tadi ingin berkeliling dan melihat sekitar karena merasa di awasi dinda mengurung kan niat nya jadi hanya duduk-duduk santai saja di ayunan tersebut. waktu 4 hari tidak cukup bagi dinda untuk mengeksplor mansion devan yang sangat luas ini.
walaupun devan sedang berada di luar negeri dia selalu mengawasi dan menjaga dinda yang di lakukan devan semata-mata untuk melindungi dinda. devan takut karena banyak nya musuh, dinda di serang tiba-tiba, ketika devan tidak ada di rumah penjagaan keamanan di perketat, tidak ada yang boleh masuk kedalam mansion kecuali sudah mendapatkan kan izin devan.
.
.
.
bosan hanya duduk-duduk saja dinda memutuskan untuk masuk kembali kedalam mansion. dinda merasa tidak enakan melihat orang-orang yang menunggu dirinya di luar akan kedinginan
didalam mansion dinda langsung masuk ke kamar mandi untuk sikat gigi dan bersih-bersih
setelah itu dinda merebahkan dirinya di atas kasur tak perlu banyak waktu dinda sudah terlelap tidur
.
.
.
tepat pukul 3 dini hari devan sudah sampai di mansion nya ntah mengapa devan sangat rindu dengan wanita nya itu . setiba di Mansion nya devan menuju kamar dinda dilihat nya dinda sedang tidur membuat hatinya teduh dan tenang
"heh gadis bodoh" devan menyunggingkan senyum nya tanpa sadar
devan mendekati dinda dan menatap lekat setiap inchi wajah dinda penglihatan devan jatuh kepada bibir mungil dinda yang merah ranum seperti Chery yang rasanya masih jelas diingat devan
cup.... devan mencium bibir dinda. devan tak tahan sudah menahan selama 4 hari tidak mencium dinda bibir dinda merupakan candu untuk devan
devan merasa tak mau lepas dari bibir dinda sampai yang empunya menggeliat
"manis " satu kata yang keluar dari bibir devan
setengah sadar dinda membuka matanya seperti mimpi "ah ini hanya mimpi" pikir dinda antar sadar atau tidak, dinda malah mengalungkan tangan nya di leher devan dan mata dinda mulai terpejam kembali
devan yang melihat reaksi dinda seperti itu tersenyum dan kembali ********t bibir dinda dengan pelan walaupun dinda tidak membalas nya
devan bangkit dari sisi ranjang dinda dan memutuskan naik dan tidur di samping dinda seperti ibu dan anak devan memeluk dinda seakan tidak mau lepas.
devan dan dinda
mantan pacar Devan
__ADS_1
sekian dulu yaa❤❤❤❤💕
jangan lupa vote dan komen yaaa