Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
nikah


__ADS_3

Ke esokan paginya dinda terbangun dari tidur nyenyaknya


Hooaaaammmm……….dinda melakukan peregangan sehabis bangun tidur


“eh kenapa badan gue gak bisa gerak”dinda mencoba menggerak-gerakan tubuhnya


“jangan-jangan……..”dinda memutar kan badanya


AAaaaaaaaaaaaaaa……..dinda berteriak ketika menyadari bahwa devan lah yang membuat dia tidak bisa bergerak


Seketika dinda langsung melihat kondisi tubuhnya di dalam selimut dan menyilangkan kedua tangan


“huufttt……. alhamdullilah masih utuh “


“Aysssss kau ini pagi-pagi sudah berisik sekali” devan menutup telinganya mendengar triakan dinda yang hampir mirip toa mesjid


“hey tuan mesum menyebalkan kenapa kau tidur disini”dinda berusaha membangunkan devan


“hmmm…”devan tidak menggubris omongan dinda karna masih ngantuk , tidur hanya 2 jam membuat devan benar-benar mengantuk dan kecapekan karna aktivitasnya yang nonstop karna ingin cepat pulang menemui dinda


“hey….tuan mesum”dinda masih berusaha menggoyang-goyngkan tubuh devan


“hmmm…”


“apaan sih kamu ni ganggu orang tidur aja” devan menutup kembali kepla nya dengan selimut


“iiihhhh bangun dulu dong, jawab dulu pertanyaan aku” devan sama sekali tidak menggubris pertanyaan dinda


1


2


3


Devan yang jengkel karna terus diganggu dinda akhirnya bangun dan duduk diatas ranjang


“APA?”


“Kenaaaaa……”belum sempat dinda menjawab devan lebih dulu memeluk tubuh dinda dan menjadikanya bantal peluk


“AAaaaaaaa tuan kau menggambil kesempatan dalam kesempitan”


BUG….


Bug..


Bug…


Dinda terus memukul-mukul devan dengan bantal


Dan devan hanya diam saja menerima perlakuan dinda,, malah semakin jadi untuk mengusili dinda


"ini kan rumah saya "


dinda tampak diam dan berfikir dan tersadar


"iya ya ini kan rumah si mesum ah tapi tetep aja dia gak boleh tidur disini " dinda menggelengkan kepalanya dan kembali memukuli devan dengan bantal



Pagi ini dihabiskan devan dan dinda dengan bergulat dan saling pukul di atas kasur. jangan di bayangkan keadaan kamar dinda sekarang sudah di pastikan hancur berantakan penuh dengan kapas dari bantal


.


.


.


Setelah melakukan pergulatan yang sengit hampir 1jam di pagi hari akhirnya dinda dan devan turun kemeja makan bersama, di meja mekan sudah ada erik yang siap siaga menunggu tuanya turun


“selamat pagi tuan” krik krik krik tidak ada jawaban dari devan hanya muka datar dan sok cool nya


Melihat tidak ada respon dari Devan Dinda memutar matanya !malas “paan sih sok cool banget sehh” gumam dinda


Erik yang sudah terbiasa dengan sifat Devan hanya bisa sabat 'Sabar rik klo gak gaji yang besar disini udah lama resign gue ngadepin ni bos "dumel erik dalam hati

__ADS_1


Erik mau mengucapkan selamat pagi kepada dinda tapi sudah di dahulu i oleh dinda


“pagi tuan erik” ucap dinda sebelum erik menyapanya duluan diiringi dengan senyum yang sangat manis membuat Devan mendengus kesal


“hah?” erik terkejut mendapatkan ucapan salam dari dinda


Devan pun sama terkejutnya dengan erik karna sapaan dinda tapi sebisa mungkin devan menetralkan keterkejutannya itu dengan wajah datarnya itu


“pagi nona” segera erik menjawab sapaan dinda dengan sedikit membungkuk


“ah tidak perlu sungkan tuan erik panggil saja aku dinda” ucap dinda sambil cengengesan mengeluarkan giginya seperti anak kecil


“mana bisa nona bisa-bisa kepalaku ditebas pak tua ini” ucap erik dalam hati


“senyyumnya manis banget duhhh meleleh hati abang neng” erik masih melamun sibuk dengan pikirannya sendiri


“tuan erik ayo ikut makan bersama ….” Dinda menarik tangan erik agar duduk di sebelahnya


Erik yang ditarik tangan nya oleh dinda hanya bisa melongo


Erik melirik devan tidak berani duduk takut tuanya ini marah


Dengan satu kali kedipan devan seakan memberi isyarat erik agar ikut duduk dan makan bersama


Astaga ini kali pertama erik duduk dimeja makan bersama devan berkat dinda


Sifat devan seketika berubah 180 derajat berbeda dengan kali pertama bertemu dinda kemarin


Devan sarapan dengan tenang dan sesekali melihat interaksi erik dan dinda


Bisa kalian bayangkan perasaan erik bagaimana tegang sudah pasti takut dan serba salah bercampur jadi satu.


di sela percakapan antara erik dan dinda


"nona jangan panggil saya tuan panggil saja erik " erik Benar-benar sungkan dipanggil tuan oleh calon nyonya nya


"ah nampak nya itu sangat tidak sopan karna aku lebih muda dari kamu " dinda nampak memikir panggilan yang pas untuk erik


"bagaimana dengan kakak saya tidak mempunyai saudara laki-laki di keluarga saya jadi saya bisa menganggap kk sebagai kk angkat saya boleh kan " dinda mengeluarkan jurus jitu menggunakan pupil eyes nya memohon seperti anak kecil


" yes yes " dinda sangat senang karna erik mau menjadi kk angkat nya


“Erghmm….” Devan mencoba menghentikan interaksi keduanya dengan dehemanya


Seketika ketegangan terjadi kembali diantara ketiganya dinda dan erik sampai melupakan bahwa masih ada devan di meja makan tersebut


"apa saja jadwal ku hari ini erik " devan bertanya sambil melihat ponselnya dan tak melirik sama sekali kedua manusia itu


"hari ini tuan mau ke markas kemudian kekantor untuk menandatangani beberapa berkas dan siang nya ada pertemuan makan siang dengan perusahaan A"


"hmm... untuk pertemuan hari ini aku ingin kau mengatur ulang jadwalnya karna nanti malam aku akan mengadakan pesta pernikahan, kau persiapkan lah semuanya aku ingin pesta pernikahan ku di majukan menjadi malam ini ." erik melongo mendengar perkataan devan


" apa perlu aku mengulanginya! "


"Ttt... tidak tuan saya mengerti "


"rasain kau erik enak saja ngacangin gue dan asik ngobrol sama bini gue😏" gumam devan tak luput dengan tersenyum simarks


dinda yang mendengar hal tersebut seketika melingo dan otak nya ngebug untuk mencerna setiap perkataan yang dikeluarkan devan barusan


"HAH NIKAH MALEM INI??..... "


WHAT THE FU*CK


apa-apaan coba dikira gue anak kucing kali


belum sempat dinda menyuarakan isi hatinya devan sudah terlebih dahulu berangkat dari meja makan diikuti oleh erik


sebelum devan benar-benar pergi


" nanti akan ada orang yang kesini untuk menyiapkan perawatan dirimu dan baju pernikahan nanti "


"HAH?? " dinda hanya bisa melotot mendengarkan devan bicara tadi


devan meninggal dinda sendirian berkutat dengan fikiranya sendiri dan merenungi nasib nya

__ADS_1


.


.


.


sekitar 30 menit memakan waktu perjalanan ke markas black lion


PLTAK...


PLTAk...


PLTak....


suara sepatu menggema di lorong gelap bercahaya remang dan lembab


Bau Amis darah memenuhi tempat tersebut masuk ke indra penciuman sangat tajam


suara Teriakan dan jeritan minta tolong terdengar dari bilik-bilik ruangan


siapapun akan mengira bahwa tempat itu kosong dari luar bangunan tersebut nampak seperti gedung tua tak berpenghuni


devan memasuki sebuah ruangan di ikuti oleh erik


didalam ruangan tersebut di penuhi oleh alat-alat yang sangat aneh yang di gunakan untuk membunuh musuh dan penghianat.


devan duduk dikursi kebesaran nya yang telah di siapkan oleh anak buah mafia nya.


devan menghisap rokoknya Dalam-dalam dan menghembuskan nya ke wajah penghianat yang berani menyerang markasnya


"Cuih......." devan melu*dahi wajah orang tersebut dan menyudutkan puntung rokoknya ke bola mata penghianat tadi


"Aaaaaaaggghhhh....... sakiittt "


"hahahha.... baru segitu saja kau sudah kesakitan dasar tikus " devan tertawa melihat orang itu terus menggeliat


kesakitan


"Ampun tuan..... maaf kan saya tuan " penghianat tersebut bersujud di kaki devan


"Tuan...... maaf kan saya "


"tolong tuan ampuni saya "


devan menendang kakinya agar penghianat itu tidak menggelayut di kakinya terus


"Kau sangat menjijikan menjauh dari ku sialan... "


"erik ambilkan aku pisa*u dan lemon 🍋 nampak nya disini sedikit gerah"


" baik tuan..... "


.


.


.


bersambung guyss........


lanjut lgi nanti


jangan lupa like komen nyaaa yaaa


devan sayang kalian 🥰🥰🥰🥰



biar semangat baca nya yaaa ada dinda dan devan


jangan lupa like komen agar mak rajin update nyaaa


jangan lupa follow jg yaaa😘😘😘


trimakasih banyak buat para readers semua yang sudah support 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


dukungan kalian sangat berarti buat mak😇😇🥰


__ADS_2