Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part77


__ADS_3

Di kediman Lisa.


Lisa terkejut ketika sampai di rumahnya, semua halaman depan dan barang-barang yang ada di depan rumah semuanya hancur dan berantakan.


“ Apa ini, kenapa rumahku jadi berantakan seperti ini? siapa yang sudah berani melakukan hal bodoh di rumahku?” Dengan marah.


“ Apa yang terjadi ibu? kenapa rumah kita jadi seperti ini?.“ Dengan kaget.


“ Ibu juga tidak tahu nak.”


“ Ya ampun! nyonya, lihatlah! bunga kesayanganmu hancur dengan vas bunganya.” Puy menghampiri bunganya dan memperlihatkan pada Lisa.


“ Apa?! siapa yang berani melakukan ini?.” Lisa sedih karena bunga kesayangannya hancur.


“ Aku! aku yang sudah menyuruh orang untuk menghancurkan ini semua.” Yuri yan datang tiba-tiba dan memotong kata-kata Lisa.


Lisa tertegun ketika melihat Yuri yan muncul di depan matanya, karena setau Lisa Yuri yan telah tiada, sejak Zavier mengatakan kalau dirinya akan melenyapkan Yuri dengan tangannya sendiri.


“ Ternyata kau nenek lampir! kau yang sudah mengacau di rumahku, kau keterlaluan dan tidak tahu malu. Apa kau idiott sehingga kau mengacau di rumah orang lain seperti ini?.”


“ Apa ini, kenapa dia masih hidup di dunia ini? bukannya dia telah,,.” Batin Lisa dengan tidak percaya.


“ Dasar anak haram! berani sekali kau berbicara seperti itu padaku, apa kau tahu kalau aku ini lebih tua darimu?.” Yuri yan dengan kesal.


“ Kau! aku bukan anak haram, aku punya orang tua dan sopan santun tidak sepertimu.”


“ Jika kau bukan anak haram, kenapa ayahmu tidak ada di sampingmu ketika kau lahir ke dunia, bahkan dia tidak peduli dan tidak mencarimu sampai kau sebesar ini, tapi malah kau lah yang mencarinya dan datang ke kota A.” Dengan menyeringai.


Darvi hanya tertunduk diam dengan penuh kesal, karena sikap Darvi sama seperti Zavier yang tidak bisa menahan emosinya dengan baik. Maka dari itu Lisa menyuruh Puy untuk menjaga Darvi.


“ Kenapa? kau pasti bertanya-tanya kenapa aku masih hidup sekarang, dan berdiri di depanmu bukan?.” Dengan menyeringai.


“ Iya! kau benar Lisa, tidak ada satu orang pun yang akan mampu hidup, setelah Zavier mengatakan kalau dia akan melenyapkan orang lain. Kau tahu? dia lebih kejam dari pada psikopat! untuk itu aku mau kau merasakan apa yang telah aku rasakan selama ini.” Teriak Yuri dengan geram.


Yuri mendekati Lisa dan menampar Lisa dengan keras, Lisa melawannya dan menampar balik. Tapi apa yang terjadi, Mereka berdua malah berantem dan berjambak-jambakan rambut dengan penuh amarah.

__ADS_1


“ Ibu? hentikan! jangan sakiti ibuku, kau nenek lampir yang jahat.” Darvi mencoba menolong ibunya tapi Puy menahannya.


Sampai Puy di marahi dan di gigit oleh Darvi, tapi Puy kuat dan membawa Darvi masuk ke dalam rumah.


Puy tidak tinggal diam melihat Lisa tersakiti, Puy mencoba memisahkan mereka berdua dan mendorong Yuri dengan sekuat tenaganya.


“ Hentikan Yuri! hentikan! apa yang kau lakukan? kau menyakiti nyonyaku.” Teriak Puy sambil memisahkan mereka.


Sekertaris Li datang membantu memisahkan Lisa dan Yuri, karena tenaga sekertaris Li sangat kuat, jadi bisa melepaskan mereka yang tengah berantem. Yuri mendorong Puy yang sedang memegang tangannya, Puy sangat takut kalau dirinya akan terjatuh, karena itu Puy memejamkan matanya agar tidak terasa sakit.


Dengan sigap sekertaris Li segera menangkap Puy yang akan terjatuh ke bawah. Puy mencoba membuka matanya, karena sudah beberapa detik tapi dirinya tidak merasakan sakit sama sekali setelah terjatuh.


“ Benarkah? aku tidak merasakan sakit sama sekali karena aku memejamkan mataku tadi.” Batin Puy.


Betapa malunya Puy ketika tahu kalau sekertaris Li yang sudah menolongnya, Puy segera mundur dan merapihkan baju dan rambutnya.


“ Kau tidak papa Puy?.” Tanya Lisa.


“ Tidak nyonya, aku tidak papa.” Dengan penuh malu.


Setelah Yuri pergi, Puy membawa Lisa masuk karena Darvi terus berteriak dengan keras. Puy menengok ke belakang karena penasaran dengan sekertaris Li, ternyata sekertaris Li juga sedang melihat ke arahnya, dan mereka pun saling bertatapan walau hanya beberapa detik saja.


“ Ibu apa kau tidak papa?.” Darvi segera mengecek Lisa dengan cemas.


Lisa mengelengkan kepalanya dengan tersenyum, Darvi tidak tega melihat ibunya yang mencoba menahan air matanya.


Darvi mengusap air mata ibunya dengan sedih. “ Ibu, jangan sembunyikan rasa sakitmu dariku. Aku tahu kau sakit hati dengan ulah nenek lmpir tadi, tapi apa kau tahu? aku tidak akan membiarkan air matamu jatuh lagi seperti ini, jadi jangan bersedih bu.”


Lisa memegang tangan Darvi yang sedang mengusap air matanya, sambil tersenyum Lisa menciumi Darvi dan memeluknya.


“ Kau tidak perlu khawatir nak, ibu bisa menyelesaikan masalahku sendiri.”


“ Nyonya rambutmu? lihatlah! ini semua ulah Yuri, rambutmu jadi rusak seperti ini.”


Lisa memeriksa rambutnya sambil bengong, sementara Puy mencoba merapihkan rambut Lisa, dan mencoba beragam cara agar rambutnya tidak berantakan lagi.

__ADS_1


“ Nyonya bagaimana ini? sepertinya rambutnya harus di potong sedikit, karena dilihat dari kusutnya, semuanya begitu parah.”


“ Tidak papa, nanti aku akan pergi ke salon untuk merapihkan rambutku.” Lisa berdiri dan pergi ke kamarnya.


“ Tuan Muda Darvi, aku akan pergi ke dapur untuk memasak buat nanti siang, lebih baik Tuan pergi ke kamar dan istirahat.” Puy pergi ke dapur.


“ Siapa yang harus aku andalkan sekarang, tidak mungkinkan kalau aku pergi menemui nenek lampir itu, dan membuat perhitungan dengannya, yang ada akulah yang akan di sakiti olehnya. Aku kan lebih kecil dari dia!.” Batin Darvi.


Beberapa saat kemudian.


Lisa turun ke bawah untuk makan siang, rambut Lisa tampak kusut dan rusak. Darvi tidak tinggal diam dan langsung mengajak ibunya pergi ke salon, karena Darvi tidak tega melihat ibunya yang sedih.


Di salon.


Ketika Lisa sampai di di salon, Lisa bertabrakan dengan Yuri, itu membuat Yuri berulah lagi, tapi Darvi menghadang Yuri dan membela ibunya.


“ Mau apa kau datang ke sini wanita jahat?.” Darvi menghadang Yuri.


“ Hei! ternyata bocah ini selalu ikut kemanapun kamu pergi ya. Tidak kusangka ternyata kalian sama saja, seorang pengecut yang bisa berlindung di belakang Zavier.”


“ Apa maksudmu? apa kau pikir kalau kita tidak bisa melakukan apapun tanpa Zavier? kau salah nenek lampir, ibuku yang selalu ada untukku dan selalu bisa melindungiku tanpa bantuan dari Zavier.” Teriak Darvi.


“ Benarkan? jika itu benar, kenapa ibumu menyuruh Zavier untuk menghancurkan keluargaku sampai seperti ini?.”


“ Apa yang kau katakan Yuri? aku tidak pernah minta bantuan dari Zavier, apa lagi mencampuri urusan pribadiku.” Lisa maju ke depan dengan tegas.


“ Haha! kau terlalu naif Lisa, bahkan kau pura-pura tidak tahu apa yang di lakukan Zavier padaku dan teman lakimu. Kasihan sekali temanmu, dia yang selalu ada untukmu, tapi kamu malah melupakan dia dengan kejam, Lisa.” Ujar Yuri.


“ Andra? apa itu kau Andra? kau yang di sakiti Zavier selama ini, padahal kamu tidak salah apapun tapi Zavier menyakitimu.” Batin Lisa dengan terkejut.


“ Kenapa diam? apa kamu sudah ingat padanya? atau kamu tidak bisa mengingatnya sama sekali.” Dengan menyeringai.


Lisa hanya terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi, Lisa merasa bersalah pada Andra karenanya Andra jadi korban atas kekejaman Zavier.


“ Aku katakan sekali lagi padamu, kau tidak akan pernah bisa lari dariku, karena aku mau kau menderita sepertiku.” Bisik Yuri.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2