
" Lisa, sedang apa kau di sini?." Pertanyaan Zavier membuat Lisa terkejut.
" Kau! kau, kenapa kau di sini?." Lisa gugup dengan pertanyaan Zavier.
" Seharusnya aku yang bertanya padamu, ngapain kamu di sini?." Tanya Zavier.
" Aku, aku, bukankah sudah kubilang padamu kalau aku tidak mau di ganggu sama kamu." Ucap Lisa.
Zavier tertegun mendengar perkataan Lisa.
" Ayo Alvin, kita pergi dari sini!." Lisa menarik tangan Alvin.
Alvin senang karena Lisa memegang tangannya di depan mata Zavier, Alvin malah menyeringai kesenangan dan mengejek Zavier yang tengah marah karena Cemburu.
" Kita lihat saja nanti, aku akan pastikan kalau Lisa akan jadi milikku selamanya." Gumam Alvin.
Sesampainya di mobil, Lisa terlihat Bete dan terus berdiam tanpa bicara dengan Alvin. Alvin tak berani bertanya atau pun berkata karena Mood Lisa sedang tak baik saat itu.
" Alvin, aku berhenti di sini aja, kau bisa pergi ke Perusahaanmu jika kau sibuk." Ucap Lisa.
" Aku tidak sibuk kok! aku tidak ada kerjaan di Kantor, makanya aku ngajak kamu jalan." Saut Alvin.
" Jika kau tidak sibuk, kau bisa pulang ke rumahmu, karena aku ada urusan yang harus aku urus." Lisa keluar dari mobil Alvin.
" Kau mau ke mana? aku antar ya?." Alvin bersemangat untuk mengantar Lisa.
" Tidak perlu, Terima kasih." Lisa.
Lisa pergi dengan menaiki Taxi, Alvin hanya melihatnya dan mencoba mengikuti Lisa dari belakang. Lisa sadar di ikutin mobil Alvin, Lisa menyuruh sopir untuk mempercepat bawa mobilnya.
" Kenapa Alvin ngikutin aku dari belakang? apa maksudnya coba." Lisa kesal karena Alvin mau tahu urusan pribadinya.
Sopir membawa mobilnya dengan sangat cepat dan membuat Alvin kehilangan jejak Lisa.
" Sial, aku kehilangan jejak Lisa lagi. Aku tidak mau kau kenapa-kenapa Lisa, tapi kenapa kau malah menghindar dariku, setidaknya biarkan aku tahu, mau ke mana kau pergi." Gumam Alvin dengan memukul setir mobil.
Sesampainya di lokasi.
" Aku harus secepatnya mencari tahu, siapa yang sudah menyakitiku dan Darvi saat aku kembali ke Kota ini." Lisa terburu-buru masuk ke sebuah Gedung.
Ketika Lisa masuk ke dalam, Lisa mendengar percakakapan wanita yang berada di dalam ruang VIP.
__ADS_1
" Lalu, apa yang akan kita rencanakan sekarang?."
" Kau tenang aja, aku sudah menyiapkan rencana yang bagus, akan aku pastikan kalau rencana kita ini tidak akan gagal yang kesekian kalinya. Karena aku sudah muak melihatnya yang terus menggoda Zavier, bahkan dia berusaha menjauhkan aku dari Zavier."
" Siapa mereka? kenapa mereka membicarakan Zavier dan aku." Tanya Lisa.
" Aku harus membuat mereka membayarnya karena sudah menyakitiku dan Darvi." Lisa berniat ingin melabrak mereka yang sudah berbuat jahat padanya.
" Apa yang sedang kalian rencanakan untuk menyakitiku?." Lisa masuk dan langsung berkata demikian.
" Siapa kau? berani-beraninya kau masuk tanpa izin dariku?." Tanya wanita itu.
" Suutt! dia orang yang sedang kita bicarakan tadi, apa kau mau di bunuh karena kamu salah bicara?!." Ucap Wanita satunya.
" Apa?."
" Kenapa kalian diam hah? siapa kalian, kenapa kalian mau menyakitiku?." Tanya Lisa dengan tegas.
" Bagaimana ini, aku sangat takut melihat wajahnya yang seram itu." Mereka ketakutan karena Lisa marah besar.
" Diam!." seorang teman wanita itu ketakutan.
" Ahh! a, aku, aku tidak ngapa-ngapain!." Mereka berlari karena ketakutan.
" Apa motip di balik semua ini, kenapa mereka bermusahan denganku? apa mungkin mereka Cemburu karena aku dekat dengan Zavier akhir-akhir ini?!." Lisa merasa heran dan bingung karena terlalu banyak orang yang memusuhinya hanya karena Zavier.
Lisa tidak ambil pusing, dan langsung kembali ke rumahnya karena hari telah sore. Ketika Lisa sampai di Lobi, Lisa melihat Emma yang tengah berjalan dengan seorang wanita, wanita itu sangat tertutup, bahkan Lisa tidak bisa mengenalinya yang hanya di lihat dari belakang saja.
Lisa mengintip Emma yang tengah asik ngobrol dengan wanita tersebut. Tapi Lisa tidak bisa mendengar apa yang di bicarakan mereka, Lisa tidak menyerah dengan apa yang tidak ia dapatkan, Lisa terus berdiam dan ingin mengikuti Emma ke manapun Emma pergi.
" Aku harus tahu ke mana mereka pergi, aku yakin merekalah yang sudah mencelakaiku waktu aku di sekap sama Darvi." Gumam Lisa.
Ketika Lisa ngintipin Emma, tiba-tiba ada orang yang mengagetkan Lisa, sampai Lisa teriak dengan keras.
Aahhhh!
Teriakan Lisa membuat Emma dan wanita itu sadar, bahwa ada orang yang berusaha menguping pembicaraannya.
Emma dan wanita itu segera pergi karena ada yang mencurigakan di sekitarnya.
" Apa yang kau lakukan?." Lisa marah dan mendorong orang yang mengagetkannya.
__ADS_1
" Kau sedang apa Istriku?." Tanya Zavier sambil tersenyum.
" Kau? sedang apa kau di sini? dan bagaimana kau tahu kalau aku di sini?." Lisa kaget karena orang yang mengagetkannya itu Zavier.
" Suutt! seharusnya aku yang bertanya begitu padamu. Sedang apa kau di sini Lisa?." Zavier menutup mulut dengan mengacungkan jari telunjuk dan mengedipkan sebelah mata.
" Kau?." Lisa kaget karena Zavier mengedipkam matanya.
Lisa malu dan wajahnya pun merona dengan ulah Zavier yang sering menggodanya. Lisa menundukan kepalanya, dan mencoba menghindar dari pandangan Zavier yang membuatnya tergoda dengan ketampanannya.
Tapi Lisa tidak bisa menyembunyikan kalau dirinya tergoda dan tertarik dengan ketampanan Zavier.
" Kenapa, aku Tampan ya?." Tanya Zavier sambil mengedipkan sebelah matanya.
" Tidak, kata siapa?." Lisa gugup dengan pertanyaan Zavier.
" Terus kenapa kau menatapku lama sekali, bukankah kau nyaman saat memandang wajah Tampanku ini." Zavier mulai Narsis.
" Tidak kok! tidak ada yang lihat kamu!." Lisa malu karena dirinya tertarik dengan wajah Tampan Zavier.
" Ya ampun! ada apa denganku, kenapa aku tidak bisa berhenti untuk tidak melihat wajah Tampannya, dan tubuh yang Gagah, membuatku tidak ingin berhenti melihatnya." Gumam Lisa.
" Sudahlah, kau jangan malu seperti itu, aku tahu kok kalau kamu suka dengan wajah Tampanku ini." Zavier terus memojoki Lisa.
Kesal dengan ucapan Zavier yang terus memojokinya, Lisa marah dan mendorong Zavier dengan kencang.
Lisa teringat kalau dirinya sedang mengintip Emma yang bersama wanita Misterius itu. Tapi ketika Lisa mengeceknya, Emma sudah tidak ada di Lobi, membuat Lisa semakin penasaran.
" Kemana mereka perginya, sial! aku kehilangan jejak mereka, aku sudah menyia-nyiakan hal yang paling penting bagiku." Gumam Lisa sambil melihat kesana kemari.
" Siapa, siapa yang sedang kau ikutin Lisa?." Tanya Zavier.
" Tidak, tidak ada. Aku pergi dulu, masih ada urusan di rumah." Ucap Lisa dengan dingin.
" Tunggu! kenapa sikapmu berubah gitu padaku, apa yang terjadi Lisa?." Zavier menarik tangan Lisa.
" Tolong! kumohon padamu jangan ikut campur masalah pribadiku, sekarang, lepaskan aku. Lepaskan!." Lisa berusaha melepaskan tangannya.
" Tidak akan, sebelum kau bilang padaku apa yang terjadi padamu, sampai kau bersikap dingin seperti ini padaku." Zavier malah memegang kedua tangan Lisa.
BERSAMBUNG
__ADS_1