Tertawan Masa Lalu

Tertawan Masa Lalu
BAB 64 : Cemburu membakar Almira.


__ADS_3

Sampai kedua bola matanya lelah terus mengedar ke segala penjuru, dia panjangkan jangkauan kekuatan sorot matanya mencari sosok Royyan, tetapi Almira tidak menemukannya, bahkan ketiga insan itu tidak ada di dalam gedung.


"Adrian kemana sih?"tanya Almira yang tengah memunggungi Manda.


Gadis yang tengah menggunakan kalung keluaran terbaru dari perusahaan perhiasan B&D Jewellery itu melimbai ke dekat Almira, "Adrian atau bos-nya?"seloroh Manda dengan senyuman mengejek.


Almira mendelik tersipu malu, "iya! Bos-nya sama sahabatnya itu, mereka kemana sih?"


Sebelum menjawab pertanyaan Almira, Manda sempat mengembuskan napasnya dan menarik kedua tangannya terlipat di depan, "suami lu kayaknya cemburu deh,"terka Manda dengan yakin.


Wanita yang masih melempar pandangannya ke arah lain itu dengan sigap memutar wajahnya menghadap Manda yang berdiri di sampingnya, dia mengernyit tak percaya dengan terkaan dari sahabatnya itu.


"Mana ada, dia tadi nyaman banget tuh sama sahabatnya. Gak mungkin dia cemburu gue lagi sama Van,"tepis Almira dengan tegas.


"Lu gak liat aja tadi si cewek itu di jutekin lagi, si cowok kebab langsung keluar dengan tatapan yang kayak mau bunuh orang tahu gak, setelah lu jalan ke tengah sama Van,"terang Manda lagi.


"Bohong lu,"seru Almira masih tak mempercayai Manda.


"Dihh ini anak ngeyel ya, gue ngomong jujur, kan tadi gue lihat si cowok kebab keluar dari gedung, terus si Adrian nyusul setelah dia nahan si cewek itu, setelah lu beres sama Van si cewek itu yang ikut keluar dari gedung."


"Terus sekarang mereka kemana?"kali ini Almira mulai mempercayai penuturan Manda tadi.


"Mana gue tahu lah, gue cuman lihat mereka keluar dari gedung,"sahut Manda lirih.


Batin Almira memaksa kakinya untuk berlari keluar dari gedung itu, dengan terbata-bata dia meraba setiap butiran cahaya yang samar-samar menyelinap ke balik bola matanya, Manda yang berada di belakangnya terus mengekori sang sahabat kemanapun kaki mungilnya melangkah.


Wanita berambut ikal di bagian ujungnya itu terus melempar sorot matanya jauh ke depan menyisir setiap tempat untuk mencari keberadaan Royyan, tetapi dia tidak menemukan apapun di depannya, hanya angin malam yang berhembus dingin. Pusat perbelanjaan di depan pun nampak sudah sepi dan tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana, benar-benar senyap, lagi-lagi hanya angin yang membalutnya dengan dinginnya.


Almira melanjutkan langkahnya menelusuri setiap ruas jalan di dekat gedung itu, sebuah gedung tinggi nan mewah yang berdiri di tengah-tengah kota dekat dengan pusat perbelanjaan dan juga hotel dan apartemen yang memudahkan para pendatang untuk menikmati keindahan kota Bali dari perkotaan sampai ke penjuru daerah.


"Ra ... lu mau kemana sih? Emangnya lu tahu dimana si cowok kebab itu,"panggil Manda yang belum lelah mengekori Almira.


"Nyari tukang sosis dimana sih? Kok daerah sini gak ada,"sahut Almira seraya dia terus melangkahkan kakinya tanpa lelah.


"Hah?!"Manda tertegun dengan jawaban Almira, "What? Lu dari tadi nyari tukang sosis, gue kira lu nyari suami lu, ih sumpah lu ya,"protes Manda yang akhirnya berhenti.


Wanita itu ikut berhenti dan menoleh pada Manda, lalu dia melangkah mendekati Manda lagi.


"Gue yakin tuh cowok nyari tukang sosis bakar, kata kak Aneu kakaknya kalau dia marah pasti nyari sosis bakar yang ukurannya gede,"beber Almira menjelaskan apa yang dia pikirkan.


"Oh ..."Manda mengangguk dan baru mengerti dengan maksud Almira, "gue tahu dimana tukang jual sosis yang enak di daerah ini, kemarin gue sempet lihat gitu, deket pantai,"lanjutnya sembari menarik Almira enyah dari sana.


Wanita bermata kucing itu tak membantah, dengan senang hati dia mengikuti kaki Manda mengayuh ke arah yang tak pernah terbayangkan oleh Almira. Gadis cantik itu dengan tegas membuai langkahnya menuju sebuah pantai yang ada di balik ujung jalan itu, tepatnya di belakang sebuah restoran seafood yang cukup terkenal di sana.


Kedua wanita cantik itu bergegas memijaki pasir-pasir seraya mereka menyisir setiap penjuru pantai itu untuk mencari penjual sosis dalam truk yang sempat di lihat beberapa waktu lalu saat dirinya melakukan shooting bersama Van di sana.


Sebuah shooting singkat yang membuatnya menjadi pemenang dalam acara summer camp ini, sebetulnya kejadian itu hanya sebuah ketidaksengajaan, saat itu Manda tak sengaja tidak memakai alas kaki dan mengakibatkannya menginjak sebuah cangkang kerang yang sudah tak berisi dan Van dengan gagahnya memangku dirinya untuk menjauh dari sana.


"Dimana?"tanya Almira tak sabar.


"Bentar ...."Manda melepaskan genggamannya pada Almira sedangkan matanya masih terfokuskan dengan pencariannya.


Sampai akhirnya sudut matanya merekam sosok penjual sosis bakar yang di maksud, lekas dia putar wajah Almira pada truk penjual sosis bakar itu, "itu ... di sana juga ada Royyan sama si Rala,"pungkas Manda dengan kedua telapak tangan yang masih menempel di pipi tirus Almira.


Seketika Almira membuntang dan membuang tangan Manda dari pipinya dengan lembut, dengan sorot mata yang semakin terlempar ke sana dan ketajaman tatapan yang semakin meruncing, jika angin bisa tercabik-cabik sudah Almira genggam angin itu sampai berkeping-keping tak berbentuk.


Terlihat jelas dari bola mata Almira, jika sang suami tengah menikmati waktunya bersama Elshara, bahkan suapan dari tangan Elshara, dia lahap dengan nikmatnya seraya dia melukis wajahnya dengan senyuman tipisnya yang manis. Tentu saja hal itu membuat Almira merasa terbakar, sumbu-sumbu cemburu yang dia tenggelamkan tadi dengan cepat kembali bertunas dan bara api yang sudah terkumpul di pupil nya tengah bersiap untuk membakarnya.

__ADS_1


"Ini! Ini yang lu bilang cemburu karena gue deket sama cowok lain, ngaco lu ya,"gerundel Almira, suara retakkan di hatinya kembali berdecit seraya dia menunjuk-nunjuk Royyan dan Elshara di sana.


"Sumpah!"sebut Manda menaikkan jari telunjuk dan jari tengahnya secara bersamaan, "mungkin Royyan cuman lagi menghibur diri aja,"sambungnya lagi.


Mata yang tertuju pada Manda tadi segera teralihkan pada Elshara dan Royyan yang sudah mulai berdiri seraya masih menyantap sosis berukuran agak besar. Dia buang hembusan napasnya dengan kasar, lalu dia tarik kedua tangannya menongkrong di pinggang kecilnya.


"Cinta? Bullshit! Bilang aja suka sama tuh cewek, cuman terhalang gara-gara Dirta yang juga suka sama tuh cewek, basi banget sih. Kenapa gue harus jatuh cinta sih sama cowok kayak gitu, benci banget gue,"gerutu Almira dengan suara berbisik.


"Benci sama siapa?"tanya Manda hati-hati.


"Sama diri gue sendiri, udah ah mau balik gue."Almira beranjak dari sama dengan keadaan hati yang mencengkeram amarahnya.


Manda tidak berani mengikuti sahabatnya lagi, kemarahan Almira bukan untuk di tenangkan melainkan untuk di luapkan dan Manda tidak mampu mengatasi kemarahan Almira. Dia menghela napasnya seraya menatapi Almira yang berjalan dengan mengentak-entakkan kakinya dengan kasar, menyeret gaun indah itu dengan hati yang bergejolak.


"Gila! Si Ra kalau lagi cemburu serem anjir,"serunya dengan suara pelan.


Tiba-tiba bayangan hitam bertubuh tinggi dengan postur tubuh nyaris sempurna mendekati Manda, dia berdiri di belakang wanita yang tengah memakai wig panjang itu.


"Siapa yang cemburu?"tanya pria itu seraya mencondongkan tubuhnya ke dekat punggung Manda dan kedua tangannya dia gendong di belakang.


Dengan cepat tubuh indahnya itu terlonjak kaget sampai dia mendorong pria itu untuk berdiri dengan tegak, lalu dia menoleh dengan cepat padanya.


"Van?"serunya setelah dia tahu siapa yang ada di belakangnya.


"Hai ... "balas Van melambaikan satu tangannya dan balutan wajah yang berkembang.


"Lu ngapain ada di sini? Pestanya udah selesai?"tanya Manda seraya dia menjauhkan tubuhnya sedikit ke belakang.


"Belum."Van menggelengkan kepalanya, "gue lihat lu sama Ra keluar dari gedung, jadi gue ikuti, gue kira kalian mau kemana,"sambungnya.


Namun, tak lama Manda terpikirkan sesuatu, bola matanya yang meredup tadi seketika menjadi berkembang, rembulan yang membulat di atas tengah menemani langit hitam dan para bintangnya menyinari bumi dengan segala aktifitas manusia, termasuk mendorong Manda yang tiba-tiba saja menarik Van bersamanya.


Top model pria itu menjegil heran, tetapi dia tidak berani merelai tangannya dari genggaman Manda, dia merelakan tubuhnya melimbai mengikuti kemana pun Manda melangkah. Dan langkah Manda tentu saja tertuju pada Royyan dan Elshara yang tengah saling berhadapan, dan ternyata Adrian berada di samping truk penjual sosis bakar itu, dari kejauhan memang Adrian tidak terlalu terlihat.


"Van tunggu di sini ya, gue ada urusan dulu sama Royyan,"ucapnya pada Van.


"Hmm ..."Van bergumam seraya dia mengangguk.


Manda beranjak dari dekat Van, mendekat pada Royyan yang baru saja menolak suapan Elshara, dia berdiri di tengah-tengah keduanya seraya menggenggam gaunnya yang menyapu jalanan. Elshara menoleh dengan perasaan kesal.


"Ngapain lu ke sini?"ketus Elshara sembari memegangi sosis bakar yang sudah matang dan masih hangat.


"Gue gak ada urusan sama elu,"tepis Manda ketus, lalu dia mendongak pada Royyan yang ada di sampingnya, "gue mau ngomong sama elu,"tegas Manda mengarik pergelangan tangan Royyan dan menariknya.


Mendadak Elshara menahan tangan Manda, "gak sopan lu ya, Royyan lagi sama gue, apa-apaan sih lu,"bentak Elshara.


"Lu yang apa-apaan, gak tahu diri banget sih ngajak jalan suami orang,"balas Manda dengan nada suara yang lebih tinggi.


Elshara tersekat, dia terdiam. Batinnya menganggap perkataan Manda adalah benar, tidak seharusnya dia mendekati pria yang sudah beristri, tetapi dia adalah Elshara, dia tidak peduli pada istri Royyan, wajahnya memerah melambungkan amarah. Sedangkan Manda sudah mengajak Royyan menjauh dari Elshara.


"Ada apa?"tanya Royyan dengan suara beratnya yang khas.


"Lu beneran cinta gak sih sama Ra? Kalau lu cuman mau main-main jangan sama Ra, sahabat gue itu kalau udah sayang dia itu tulus dan dia gak mudah untuk berpaling,"tegas Manda dengan berang.


"Gue gak bakalan nikah kalau cuman buat main-main."


"Ya terus, kenapa lu deket banget sama sahabat lu yang udah terang-terangan kalau dia suka sama elu."

__ADS_1


"Dia yang mendekat."


"Ya lu yang menjauh dodol! Lihat tuh bini lu marah-marah."


"Hah?!"seru Royyan seraya dia menyisir ke sekitarnya untuk mencari sosok yang sangat dia ingin temui sedari tadi.


Manda memicing seraya melipat kedua tangannya di depan, "gak ada. Udah pulang dari saat elu di suapi makanan sama tuh cewek,"pungkasnya kemudian.


Tanpa berkata apapun lagi Royyan berlari melewati Elshara, "Adrian ayo cepet!"Royyan berteriak mengajak Adrian untuk pergi dari sana.


"Ah baik pak."Adrian yang baru saja melahap sosis terakhirnya terpaksa berlari sembari mengunyahnya.


Kedua pria yang sama-sama memiliki postur tubuh tinggi itu melesat berlari meninggalkan pantai, membuat Elshara terbelangah dengan mulut terbuka dan dahi yang berkerut, kesal hatinya kembali menggerogoti jiwanya yang berulang kali tersakiti.


"Royyan!"panggil Elshara dengan lantang.


Manda yang ada di belakang dengan sigap berayun ke dekat Elshara, tetapi tujuannya bukan Elshara melainkan Van yang berdiri di tempat yang sama seperti tadi, dia sama sekali tidak beranjak, posisinya masih sama saat Manda meninggalkannya.


"Gak usah manggil suami orang, dia mau ketemu sama istrinya,"celetuknya seraya melenggang mendekati Van.


Mendengar hal itu Elshara segera mendelik dengan tajam, sosis yang ada dalam genggamannya tadi segera dia simpan di kursi berwarna coklat yang ada di dekatnya, kebetulan penjual sosis bakar itu ada di sebuah ruas jalan yang agak besar dekat dengan pantai dan di sana ada beberapa tanaman indah dan kursi untuk orang-orang yang singgah. Lalu dia berlari menyeret gaunnya memblokir jalan Manda, sampai Manda memicing kesal sehingga dia membuang wajahnya dengan kasar dari hadapan Elshara.


"Istri? Lu tahu dari mana istrinya Royyan? Jawab!"gertak Elshara dengan bola mata yang membulat dengan percikan amarahnya.


"Lu siapa? Kenapa gue harus jawab pertanyaan lu, cari aja sendiri,"kilah Manda mangkir dari pertanyaan Elshara.


"Royyan sahabat gue! jadi gue berhak tahu tentang kehidupannya,"pekik Elshara.


"Ya kalau lu sahabatnya, harusnya lu yang lebih tahu tentang Royyan, kenapa lu jadi ngemis informasi dari gue,"


"Bangsat! Jawab aja sih, repot amat hidup lu."


"Gue gak mau, ngerti!"


"Manda! ..."pekik Elshara dengan suara yang lebih melengking seraya dia berkacak pinggang.


"Gue gak tahu siapa istrinya, lagian kenapa lu gak tanya sahabat lu yang lain sih, yang lebih tahu Royyan, gue cuman temen biasa di hidup Royyan."


"Siapa?"tanya Elshara masih belum menyerah menggali informasi dari Manda.


"Entahlah! Yang jelas bukan Dirta dan juga bukan elu,"pungkas Manda seraya dia melimbai ke dekat Van.


Tiba di dekat Van, dia segera menarik tangan Van lagi menjauh dari Elshara yang masih bergelut dengan pikirannya, menerka-nerka siapa orang yang di maksud oleh Manda. Sedangkan Manda sudah menarik Van jauh dari Elshara, kedua top model itu nyasar ke tengah pantai, mereka berjalan-jalan di anatra pasir-pasir tanpa alas kaki yang mereka kenakan tadi.


"Ada masalah apa sih kalian?"tanya Van yang sepertinya mulai penasaran.


"Gak ada."Manda menggelengkan kepalanya, "gue juga gak terlalu ngerti, intinya sih Rala itu suka sama Royyan, dan dia gak terima kalau Royyan udah nikah, dan Dirta, cowok yang sempat berantem sama Royyan itu suka sama Rala ah begitulah ...."beber Manda menggelengkan kepalanya lagi.


"Ya sudahlah, itu urusan mereka,"balas Van.


"Hmm ..."Manda bergumam.


Angin menyeret malam ke tengah-tengah meninggalkan semua orang yang ada di dalam gedung yang masih melanjutkan pestanya dengan meriah dan juga Van yang tengah bersama Manda bermain air bersama pantai. Kedua pasangan yang sama-sama top model itu telah berhasil menarik perhatian publik, para wartawan yang sepertinya mendapatkan makanan empuk untuk bahan gosip mereka di esok hari.


Sebelumnya mereka sudah mendapatkan beberapa foto hasil jepretan tentang kedekatan Elshara dan Royyan, mungkin hal ini akan menjadi berita menggemparkan lagi esok hari ataukah satu minggu ke depan. Tidak ada yang mengetahui apapun yang akan di katakan oleh para wartawan itu di dalam artikelnya nanti.


NEXT ....

__ADS_1


__ADS_2