The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 100 : Dragon Slayer Lava


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Salah satu rekan Edward yaitu Albert telah ditemukan oleh Djarot 'si cyborg'


Ia ternyata sembunyi didalam tanah tepatnya disaluran pembuangan air kota Armenia.


Setelah ditemukan Djarot 'si cyborg' dan Reynhard segera memulai pertarungan dengannya.


Albert terhempas oleh tendangan 'si cyborg' hingga punggungnya membentur dinding bangunan, "Khehehehe..." tetapi ia segera berdiri lagi dan tersenyum menyeringai, "Kalian boleh juga..."


Keduanya sangat waspada dan menyadari bahwa Albert sangatlah kuat.


Reynhard bertanya pada 'si cyborg' dengan suara pelan, "Hey, Djarot!!"


"Apa?"


"Meski dia juga anggota White Tiger tapi aku tak terlalu mengenalnya jadi sekuat apa dia itu?"


Djarot 'si cyborg' berfikir dan sedikit menjelaskan, "Karena jarang berada diguild maka aku tak terlalu mengetahui detail kemampuannya akan tetapi aku memiliki sedikit informasi bahwa ia mampu menggunakan elemen lava..."


"Lava?"


"Benar dan itu sudah pasti..."


Reynhard menjadi sangat geram setelah mengetahui lawannya menguasai elemen berbahaya, "Sepertinya pertarungan ini akan jadi sedikit merepotkan..." gumamnya dalam hati dengan menggenggam erat pedangnya menggunakan kedua tangan.


Albert tersenyum menyeringai lalu berkata, "Ayolah, jangan hanya diam saja dan berbisik-bisik seperti itu!! Ya, bukankah kalian ingin segera mengalahkanku dan menyelamatkan Master Mark?"


"Sialan!!!" Teriak Reynhard yang terprovokasi dan teringat Master Mark yang saat ini berubah menjadi patung, "Tak akan ku ampuni kau!!!" Teriaknya dengan berlari tanpa pikir panjang.


"Jangan gegabah!!" Teriak Djarot 'si cyborg' memperingatkan.


Reynhard yang terlanjur emosi tak mendengarkan peringatan rekannya, iapun berlari ke arah Albert lalu melompat.

__ADS_1


Diudara ia menggenggam erat sebilah pedangnya dan langsung terlapisi pusaran angin, "Sllash!!" Reynhard menebas.


Angin-angin pemotong melesat cepat, "Khi..." Albert menyeringai dan dengan lincahnya ia mampu menghindar serangan itu dengan bersalto berulang kali ke belakang.


"Sekarang giliranku membalas..." setelah berhasil menghindari serangan-serangan itu, Albert lalu berdiri tegak dan memperkuat pijakan kedua kakinya.


Iapun memfokuskan energi sihirnya pada kepalan tangan kanan, "HIIAA...!!!" Kepalan tangan kanannya itupun terlapisi lava pijar yang meletup-letup, "Tinju Gunung Meletus!!!!"


Albert memukul dan bole magma melesat, "...!!!!" Reynhard terkejut saat serangan mematikan mengarah padanya tetapi dikejauhan Djarot 'si cyborg' menyelamatkannya.


Pria robot itupun memanjangkan lengan mekanik dan mencengkram satu kaki Reynhard lalu menariknya secara paksa, "DHHUUAARR...!!" Bola magma itupun mengenai dinding ruang bawah tanah dan membuatnya meleleh lalu tercipta sebuah lubang.


Albert terlihat senang meski serangannya gagal mengeksekusi Reynhard, "Khehehe... boleh juga cara kalian menghindari seranganku..."


Dilain sisi Reynhard perlahan berdiri tegak dan Djarot 'si cyborg' terlihat sangat kesal padanya, "Jangan gegabah dan jangan lengah!!"


"Ya, aku jadi tau seberapa mematikan serangannya itu..." ucap Reynhard yang mengakui kesalahannya.


"Hey, sudahlah!! Berhenti ngobrol didepanku dan mari bertarung..." ucap Albert dengan memfokuskan energi sihir pada kepalan tangan kanannya sehingga tangan kanannya itu terlapisi oleh letupan-letupan lava pijar.


"HIIAA...!!" Albert memukul ke depan dan bola magma melesat ke arah keduanya.


Djarot 'si cyborg' beraksi, ia mengarahkan dua telapak tangan ke depan lalu dari telapak tangannya itu muncul lubang dan kemudian menembakan laser, "Sllash!! Sllash!!"


Lava pijar terciprat ke segala arah dan hal itu memaksa keduanya untuk menghindarinya, "Sial..." pikir Reynhard yang melihat cipratan lava pijar sangat panas dan mampu melelehkan apa yang kena.


"Hahaha..." Albert tertawa lepas, ia memperkuat pijakan kedua kaki lalu memfokuskan energi sihirnya pada kedud kakinya sehingga lava pijar mulai menyebar ke segala arah.


"Apa!!!" Keduanya terkejut dan segera menjaga jarak.


"Mendekat saja padanya sangat susah dan aku mulai kurang yakin apakah kita bisa mengalahkannya..."


"Jangan bilang seperti itu!! Pertarungan ini mempertaruhkan nyawa Master Mark jadi apapun yang terjadi kita harus menang..." ucap Reynhard dengan semangat.


"Ya, kau benar..." sahut Djarot 'si cyborg' dengan tersenyum tipis.


"Sudah ku bilang jangan ngobrol didepanku!!!!" Teriak Albert yang kesal dan iapun melesat ke arah keduanya dengan sangat cepat karena dorongan lava pijar dikedua kakinya.


"...!!!" Keduanya kembali terkejut saat melihat Albert meluncur cepat ke arah mereka.


Albert melesatkan pukulan lava pijar pada Djarot 'si cyborg', "HIIAA...!!!!" Djarot 'si cyborg' bergerak cepat dan tak punya pilihan lain, iapun menahan pukulan lava pijar itu dengan menyilangkan kedua tangan.

__ADS_1


"Jbbllast!!!" Lava pijar berceceran ke segala tempat lalu Djarot 'si cyborg' terlempar jauh ke belakang.


"Uwak..." kedua lengannya yang digunakan untuk menahan serangan musuh secara langsung itupun meleleh oleh lava pijar.


"Djarot!!!!!" Teriak Reynhard.


"Sial..." Djarot yang telah kehilangan kedua lengannya itupun perlahan berdiri tegak lagi.


Tetapi dengan tawa lepas Albert melesat secepat mungkin menggunakan lava pijar sebagai pendorong, "Hahahaha...!!! Kau boleh juga, pria robot!! Tapi sekarang aku akan menghabisimu!!!!" Teriaknya dengan menghantamkan pukulan berlapis lava pijar.


"Cthing!!!!" Mendadak Reynhard berdiri tegak dihadapan Djarot, iapun menahan pukulan itupun dengan pedangnya.


"Apa!!!!" Albert terkejut serangan mematikannya dapat ditahan dan iapun tak mengerti mengapa pedang Reynhard tak meleleh.


Albert lalu memutuskan untuk melompat ke belakang dan menjaga jarak, "Bagaimana mungkin kau mampu menahan seranganku?" Tanya Albert yang geram.


Reynhard tak menjawab dan iapun berkata pada Djarot 'si cyborg', "Djarot, pergilah dari tempat ini..."


"Hah?"


"Sepertinya aku telah menemukan cara untuk bertarung dengannya meski seluruh tubuhnya terlapisi lava pijar..."


"Kau yang tak dapat bertarung lagi lebih baik pergi dari sini dan bawakan aku banyak air ke tempat ini..." ucap Reynhard dengan serius dan sorot matanya tajam.


Djarot 'si cyborg' yang telah kehilangan kedua lengannya mencoba memahami apa yang dikatakan oleh Reynhard, "Ya, baiklah, aku akan menjauh dan melakukan apa yang kau perintahkan tapi ingatlah jangan gegabah dan meremehkannya..."


"Aku tau!!" Jawab Reynhard dengan tersenyum dan Djarot 'si cyborg' pun pergi.


Albert menatap tajam Reynhard dan mengabaikan Djarot meski ia telah lari jauh.


Bagi Albert yang terpenting sekarang adalah mengetahui bagaimana bisa pukulannya ditanah oleh Reynhard, "Bagaimana mungkin kau mampu menahan seranganku?"


Reynhard terhenyum menyeringai, "Jawabannya simpel!! Awalnya aku mengira bahwa lava pijar adalah pertahanan terkuat karena tak dapat didekati tapi sekarang aku mengerti..."


"Ya, lava pijar merupakan elemen yang luar biasa karena dapat digunakan bertahan dan memiliki kekuatan mematikan dalam serangan..."


"Akupun terfikirkan hal yang sama denganmu!!!" Jelas Reynhard, "Aku memiliki elemen angin dan jika kau memiliki lava pijar untuk bertahan sekaligus menyerang maka aku akan melapisi seluruh tubuhku dengan angin..." mendadak disekitar tubuh Reynhard muncul pusaran angin.


"Tak hanya tubuhku tapi aku juga melapisi pedangku dengan angin..." ucap Reynhard.


"Teknik ini dalam dunia penyihir disebut 'Mana Zone' atau bisa diartikan sebuah area yang diciptakan dengan menyebar elemen kita..."

__ADS_1


Reynhard mulai terbiasa melawan Albert dan apakah ia bisa menang nanti?


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 101 : Aku Keturunan Pahlawan


__ADS_2