
Setelah mendapatkan kapal, Ragna dan kedua rekannya bergegas naik.
Ragna menarik jangkar kapal sementara itu Kanna membentangkan layar dan kemudian Regios yang menjadi penunjuk arah memegang kemudi.
Setelah persiapan selesai merekapun berlayar.
Hembusan angin pelan menerpa, terik matahari yang menyengat kulit terasa, ketiganya mengarungi samudra lautan yang luas.
Ragna berjalan mendekati Regios dan bertanya, "Bagaimana? Apa kita dijalan yang benar?"
Regios menarik nafas lagi lewat hidung dan berkata, "Dilautan bebas bau mereka berubah menjadi samar sekali dan hal itu membuatku kesulitan menemukan arah tujuan..."
"Tetapi ku pastikan kita dijalan yang benar..."
Ragna menjadi lega, "Baik, kami mengandalkanmu..."
"Ya, kau bisa mengandalkanku..." ucap Regios.
Burung-burung berkicauan terbang dilangit yang biru lalu gelombang ombak perlahan bergerak mengenai kapal yang mereka naiki.
Lauatan menjadi tempat dengan suasana yang sangat tenang sekali sampai-sampai membuat hati menjadi damai.
Meskipun begitu pelayaran mereka membutuhkan waktu yang lebih lama dari waktu yang diperkirakan.
Selama 2 hari mereka terombang-ambing oleh ombak laut dan tujuan mereka belum terlihat juga. Merekapun lelah dan merasakan lapar karena persediaan makanan yang mulai menipis.
Sampai suatu ketika malampun tiba dan Regios yang mengemudikan kapal merasakan sesuatu, ia menarik nafas lewat hidung untuk lebih memastikannya, "Aku mencium bau banyak orang mendekat..." gumamnya dalam hati.
Regios bergerak cepat, ia segera pergi membangunkan kedua rekannya yang tertidur dikabin kapal.
"Woiy, bangun!! Kita kedatangan masalah!!"
"Apa!!!" Keduanya langsung bangun dan sangat terkejut, mereka bergegas keluar dari tempatnya tidur dan menatap ke laut malam yang gelap.
"Apa apa?" Tanya Ragna.
Regios berkata dengan sorot mata serius, "Ini gawat!! Aku mencium berbagai aroma ditengah lautan..."
Kanna agak bingung, "Apa yang kau katakan?"
"Banyak aroma artinya banyak orang berkumpul dan kesimpulannya kita sudah dekat dengan teritori musuh..." jelas Regios.
"Kami mengerti akan tetapi apa yang harus kami lakukan sekarang ini?" Tanya Ragna.
"Entahlah, tapi yang jelas kalian harus bersiap..." ucap Regios dan keduanya mengangguk paham.
Mendadak kapal yang mereka tumpangi terhantam gelombang dan hampir saja berbalik jika saja Regios telat memutar kemudi kapal.
"Apa yang terjadi?" Tanya Ragna.
__ADS_1
Kanna menunjuk ke lautan yang gelap, "Lihat!!!"
Ya, 5 kapal perang mendekat dan mereka menembakan bola besi yang ditembakan dengan meriam-meriam.
"DHHUUAARR...!! DHHUUAARR...!!" Ledakan-ledakan tercipta disamping kanan dan kiri kapal dan hal itu membuatnya terombang-ambing tak karuan.
Regios yang mengemudikan kapal menjadi kerepotan dan terlihat sangat kesal, "Sialan, kita diserang!! Kita tak boleh membiarkan satu bola meriam saja mengenai kapal atau kita akan tenggelam..."
"Kita harus melawan balik!!!!!"
"Maaf, tapi didalam kapal ini tak ada satupun meriam yang tersedia..." ucap Kanna.
Regios menjadi geram, "Kita terdesak!!"
"Jangan khawatir!! Aku akan mengurus serangan mereka..." ucap Ragna dengan meningkatkan energi yang lalu ia dari pijakan kedua kakinya menciptakan lengan-lengan bayangan berukuran besar.
"WUUSS...!! WUUSS...!!" Bola besi terus ditembakan dan sesekali Ragna menangkap bola tersebut dengan lengan bayangan miliknya dan melemparkan balik pada musuhnya.
"DHUUAARR...!! DHUUAARR...!!" Beberapa tembakan mengenai kapal musuh sendiri.
"Dia berhasil..." ucap Kanna dengan ekspresi senang.
"Aku tak tau seberapa lama Ragna dapat bertahan jadi kita belum bisa bernafas lega..." ucap Regios.
"Ya, aku tau hal itu..." ucap Kanna.
*
Salah satu kapten kapal memberikan perintah yang lainya, "Sialan, kapal kecil itu bisa memberikan sebuah perlawanan yang merepotkan..."
"Ya, kalau begitu kita tenggelamkan mereka dengan cara yang lain..."
Iapun berteriak dengan lantang pada semua bawahannya, "Semuanya, dengarkan aku!!"
"Hentikan tembakan meriam dan kita tenggelamkan mereka dari jarak dekat...!!"
"Siap, mengerti...!!" Jawab para bawahan serentak.
Mereka berhenti menyerang dan hal itu membuat Regios memasang sorot mata tajam karena merasa sesuatu yang buruk akan terjadi.
"Mereka berhenti..."
"Bukankah itu hal yang bagus..." ucap Ragna.
"Mereka bersusah payah mencegah kita untuk tidak mendekati markas mereka jadi bila untuk sekarang mereka menghentikan serangannya berarti mereka punya rencana lain untuk menenggelamkan kita..." ucap Regios.
"Kalau begitu kita harus hati-hati dan waspada..." sahut Kanna.
Kapal-kapal yang berjumlah lima itu perlahan bergerak mendekat pada kapal yang ditumpangi ketiganya. Kelima kapal tersebut mengepung dengan bergerak memutari sasarannya.
__ADS_1
"Apa yang coba mereka lakukan?" Pikir ketiganya dengan penuh kewaspadaan.
Salah satu kapten kapal berteriak dengan lantang, "Serang!!! Tenggelamkan mereka!!!!"
"HIIIAAA...!!!" Seluruh pasukan dari lima sisi yang berbeda melemparkan semua senjata yang mereka miliki seperti tombak, anak panah, pedang atau bahkan pisau sekalipun.
Ya, ketiganya dihujani oleh senjata-senjata yang tak terhitung jumlahnya.
Kanna baik-baik saja karena memiliki kemampuan regenerasi super, Regios berlindung dengan mengatupkan sayap yang tercipta dari es dan Ragna menyelimuti tubuhnya dengan balutan kegelapan.
"Kami dapat mengatasi serangan mereka akan tetapi bila serangan seperti ini berlanjut terus menerus maka kapal yang kami tumpangi akan tenggelam dan tentu saja kami akan kalah..." pikir Regios.
Pemilik sihir 'Dragon Slayer' itupun berteriak, "Ragna, kita harus melakukan sesuatu!! Kita tak boleh tenggelam sebelum sampai tempat tujuan..."
"Aku mengerti..." jawab Ragna, "Serahkan semua masalah ini padaku..."
"Hah?" Regios tak mengerti ide apa yang sedang Ragna pikirkan.
"Zink!!" Mendadak saja Ragna menghilang dengan kemampuan teleport miliknya.
Ia tau-tau sudah berada diatas kapal musuh dan hal itu membuat seluruh orang yang ada diatas kapal terkejut, "Apa!!!!!" Merekapun bergerak menyerang Ragna dengan melemparkan semua senjata yang sedang digenggamnya.
Ragna menghindari setiap serangan dengan lincahnya dan sesekali ia menangkis menggunakan lengan-lengan bayangan miliknya.
Ia bergerak ke arah kemudi kapal dan menghancurkan kemudi kapal tersebut dengan pukulan bayangan.
"Apa!!!" Sang kapten berserta seluruh pasukan yang ada disana terkejut dengan apa yang diperbuat Ragna.
"Hehehehe..." Ragna tertawa dan berkata, "Selamat berlayar..."
"Zink!!" Iapun berteleport.
Ragna muncul lagi diatas kapal yang lain lalu menghancurkan kemudinya lagi.
Lalu setelah menghancurkan kemudi kapal yang lain iapun menghilang dengan kemampuan teleport, Ragna mengulangi perbuatannya itu pada setiap kapal yang ada.
Kapal-kapal yang telah kehilangan kemudinya jadi tak dapat dikendalikan sehingga terombang-ambing oleh ombak laut tak karuan.
"Zink!!" Ragna kembali ke kapalnya sendiri.
"Kau berhasil..." ucap Kanna.
"Ya..."
"Kemampuan teleport benar-benar sangat berguna..." ucap Regios memuji.
Kapal-kapal musuh yang sebelumnya mengepung kini berlayar tak karuan sehingga membuat kapal Ragna bisa berlayar maju lagi.
Tetapi hal yang mengerikan lainnya akan segera terjadi yaitu sebuah bayangan hitam raksasa muncul tepat dibawah kapal yang ditumpangi Ragna dan kedua rekannya.
__ADS_1
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 158 : Megalodon