
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Kelompok White Tiger yang menjalankan misi gabungan akhirnya sampai ditempat yang dijanjikan.
Mereka menuju pusat kota.
Di tengah kota terdapat sebuah pohon yang sangat rindang dan teduh sehingga banyak orang-orang lalu lalang atau sekadar istriata ditempat itu.
Lalu ditempat yang dijanjikan itu telah ada seorang pria yang duduk pada sebuah bangku.
Pria itupun memiliki warna rambut biru laut dan mengenakan pakaian kerajaan berwarna putih.
Iapun berdiri tegak begitu melihat Ragna dan teman-temannya, "Apa kalian dari White Tiger?"
"Benar sekali!! Dan kau sendiri siapa?" Tanya Ragna.
"Namaku adalah Kai Sinaga dan aku merupakan anggota dari guild Sabertooth yang memberikan kalian misi gabungan ini..." jelas pria yang bernama Kai Sinaga itu.
"Sinaga?" Ragna teringat pada nama belakang Reynhard, "Nama belakang milikmu sama seperti Reynhard, jadi apa kau mengenalnya?"
Pria yang bernama Kai itu menatap tajam, "Jangan berani menyebut nama bajingan itu!!!"
"Eeehh...!!" Ragna terkejut dengan perubahan ekspresi Kai.
Denjirou berbisik pada telinga kanan Ragna, "Lain kali kau harus berhati-hati!! Banyak orang yang tak suka pada Reynhard..."
"Benar, jika kau ceroboh maka sama halnya kau menambah musuh..." sahut Erinka yang berbisik pada telinga kiri Ragna.
Ragna hanya mengangguk, "Baik, aku mengerti!!"
Kai Sinaga perlahan berubah menjadi tenang dan iapun menghembuskan nafas panjang, "Hah..."
Sumika, salah satu istri Denjirou yang merupakan pengguna tombak dengan rambut pirang terurai bertanya, "Anu, misi seperti apa yang akan kita lakukan?"
"Aku akan menjelaskannya nanti..." Kai berbalik lalu berkata, "Ikuti aku..."
Tanpa pikir panjang keenamnya berjalan dibelakang anggota Guild Sabertooth itu.
Mereka menyusuri jalanan yang saat itu sangat ramai oleh penduduk yang lalu lalang sedang bekerja atau beraktifitas.
Ya, sesuai arahan Kai, mereka mengikutinya masuk ke sebuah bar.
"Kalian tunggu saja dimeja yang kosong itu sementara aku akan memanggil rekan-rekan ku yang lain..." ucap Kai.
__ADS_1
"Baik..." jawab Ragna beserta ketiga istri Denjirou.
Bar tempat yang mereka masuki itu sangat ramai oleh pengunjung dan mereka cukup heran karenanya.
Mereka duduk disalah satu meja yang kosong dibar itu.
"Tempat ini sangat ramai dan ku harap White Tiger bisa seperti ini..." ucap Erinka yang merasa iri.
"Masak sih kau ingin White Tiger menjadi seperti bar ini? Kau ingin jadi pelayan?" Ucap Ragna blak-blakan.
"Plak!!!" Erinka mengeplak kepala rekannya itu, "Bodoh, mana mungkin aku ingin menjadikan White Tiger sebagai bar!!! Yang ku maksud aku iri dengan keramaian ini dan ku harap White Tiger bisa seramai ini..." teriak gadis bangsawan itu.
"Oh..." Ragna merespon datar meski teriakan teman wanitanya menarik perhatian pengunjung yang lainnya.
Sementara itu meski duduk semeja, Denjirou dan ketiga istrinya mengabaikan keramaian bar serta tingkah Erinka dan Ragna.
Ya, mereka berempat tetap bermesra-mesraan meski ditempat umum.
Denjirou sedang disuapi oleh istri yang memiliki rambut pirang, Sumika.
Sementara itu Tifa istri berambut hitam pendek sebahu sedang memijat bahu Denjirou.
Lalu Makio istri berambut hitam yang dikucir ekor kuda sedang memijat kedua kaki Denjirou.
"Yah, inilah enaknya punya tiga istri yang cantik dan juga setia..." ucap Denjirou keenakan.
"Terima kasih..." jawab ketiganya dengan tersenyum.
"Kau tak sendiri!! Aku juga kesal pada sikap mereka..." sahut si gadis bangsawan.
Denjirou menatap kedua rekannya seolah biasa saja, "Kenapa? Apa kalian iri dengan kami?"
"Yang benar saja!!!!!" Bentak Erinka dan Ragna.
"Yah, kalau kalian iri maka kalian bisa melakukannya..."
"Aku menolak!!!" Bentak keduanya secara kompak.
Erinka dan Ragna saling menatap muka dan wajah mereka memerah membayangkan melakukan hal romantis berdua.
Bar sangat ramai dan pengunjung keluar masuk dari tempat itu lalu meski butuh waktu lama, Kai Sinaga membawa dua rekannya masuk.
Ketiganya merupakan penyihir elite guild penyihir Sabertooth.
"Ehem... maaf telah membuat kalian menunggu!!" Ucap Kai pada orang-orang White Tiger.
"Cih, kalian lama sekali!! Padahal kalian yang mengajukan misi gabungan jadi tak seharusnya membuat kami menunggu..." ucap Denjirou.
Erinka belepotan sehabis makan dan sifat mata duiatan miliknya keluar, "Benar, kami telah menunggu lama dan sampai memesan banyak makanan jadi kalian harus membayar makanan yang kami pesan..."
"Woiy!!!" Bentak rekan-rekannya yang merasa malu pada sikap Erinka.
__ADS_1
Meskipun begitu Erinka tak merasa malu dan merasa bersalah, "Aku hanya bercanda tapi jika kalian mau membayarnya tak masalah..."
"Woiy!!!" Bentak rekan-rekannya lagi.
"Aku hanya bercanda jadi jangan dibawa serius..." ucap Erinka yang jelas tergambar diwajahnya bahwa ia tak punya uang.
Kai Sinaga dengan sopan berkata, "Kami yang mengajukan misi gabungan ini jadi tentu saja kami yang akan membayar semua kebutuhan kalian..."
"Terima kasih banyak..." ucap para anggota White Tiger itu yang mendadak sopan karena ditraktir.
Kai tak peduli pada sikap mitra mereka yang begitu buruk dan iapun berkata, "Ya, sekarang ku perkenalkan anggota Sabertooth dari kami yang akan menjalankan misi ini pada kalian..."
"Dia adalah Lisha yang memiliki sihir pengobatan..." ucap Kai dengan menunjukan rekan wanitanya.
Lisha merupakan wanita dengan rambut pendek sebahu, ia memiliki kulit putih dan mengenakan sebuah topi diatas kepala lalu dipunggungnya ada sebuah belati, "Senang bertemu dengan kalian dan ku harap kita bisa menjalankan misi ini hingga selesai..." ucap gadis itu.
"Dan dia adalah Pak Gamou yang merupakan salah satu penyihir kelas atas dari guild Sabertooth..." jelas Kai.
"Hahahaha...!! Kalian bocah yang menarik jadi ku harap kita bisa berkerja dengan baik..." ucap pria berumur 69 tahun itu dengan senyuman lebar dan meski tergolong tua tapi pria itu masih memiliki otot-otot kekar dan tubuhnya sangat besar.
"Ya, aku sudah selesai memperkenalkan rekan-rekanku jadi sebelum aku menjelaskan misi gabungan ini ada yang kalian tanyakan?" Ucap Kai.
Sontak Ragna berdiri tegak, "Namaku Kurogami Ragna yang memiliki sihir Devil Slayer' dan aku punya sebuah pertanyaan..."
"Apa itu?"
"Guild kalian sepertinya sangat besar jadi mengapa kalian mengajukan misi gabungan padahal guild besar pasti punya banyak anggotanya?"
"Hahahaha...!! Pertanyaan yang bagus anak muda..." ucap Pak Gamou dengan tertawa, pria tua dari Sabertooth itu menanggapi dengan ramah.
Kai menjelaskan dengan ekspresi datar, "Kami guild besar yang punya banyak misi dan asal kalian tau saja misi kali ini sangat berbahaya dan jauh dari markas kami..."
"Dalam perhitungan kami misi ini rugi bila dikerjakan akan tetapi kami tak ingin mengecewakan clien kami jadi kami memutuskan melakukan misi gabungan dengan bayaran yang murah..."
"Apa!!!!!" Sontak para anggota White Tiger itupun shock setelah mendengar alasan misi gabungan.
"Hahahaha... apa salahnya murah asal tak murahan..." Pak Gamou malah tertawa.
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 60 : Malam
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****
__ADS_1