
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Seorang pria berpakaian bangsawan kerajaan sedang berlari dengan terburu-buru, ia sesekali berhenti sejenak untuk mengatur nafas karena sangat tergesa-gesa.
Karena sangat terburu-buru ia bahkan tergelincir dilantai yang baru saja dipel.
"Gawat!!" Teriaknya dengan mendobrak pintu sebuah ruangan, "Ini benar-benar kejadian yang sangat gawat, Tuan!!"
Didalam ruangan itu ada seseorang yang sibuk bekerja dengan setumpuk dokumen, "Ada apa, Ukite?"
"Ini gawat, Tuan?"
Orang yang duduk di dalam ruangan itu adalah Kaisar Sihir kerajaan Albion yaitu Julius Nova.
Tuan Julius Nova merupakan penyihir terkuat dikerajaan.
"Ada apa, Ukite? Jangan hanya bicara dengan nada panik yang membuat kerjaanku semakin menumpuk..." Kaisar Sihir Julius Nova merespon dengan datar.
"Hah... hah... hah..." Ukite masih mencoba mengatur nafasnya, "Ini gawat, Tuan Julius!! Dikota Armenia guild sihir White Tiger dan Black Tiger sedang bertikai hebat..."
Julius Nova yang merupakan Kaisar Sihir langsung merespon dengan sikap serius, "Kapan laporan itu masuk, Ukite?"
"Tadi pagi aku mendapatkan laporan itu..."
"Ya, kalau begitu aku akan langsung menuju ke Armenia..." ucap Julius Nova yang sekarang jadi lebih tenang.
"Apa!!! Jarak perjalanan dari tempat ini ke kota Armenia adalah 3 hari dan kalaupun anda sampai maka pasti anda sudah terlambat..." ucap Ukite.
Julius Nova malah menyeringai, "Jangan khawatir Ukite, aku akan menyelesaikan masalah ini dalam waktu kurang dari 1 jam dan kembali lagi ke tempat ini tanpa diketahui oleh pihak kerajaan..."
"Apa anda yakin?" Ukite masih meragukan kata-kata Julius Nova yang merupakan Kaisar Sihir.
"Ya, aku dapat memegang kata-kataku sendiri!! Dan juga aku punya firasat keberadaanku sangat diperlukan disana..." ucap Julius Nova yang merupakan penyihir terkuat dikerajaan Albion.
*****
Lalu konflik antara Black Tiger dan White Tiger masih berlanjut.
Reynhard berhasil mengalahkan lawannya yaitu Betty dilantai dua.
Sementara itu, Djarot 'Si Cyborg' harus melawan Alexa dihalaman guild Black Tiger.
"Kau tak akan bisa mengalahkanku..." ucap Alexa yang dengan sihirnya menciptakan sebuah cloning mirip dirinya dengan air yang berasal dari air mancur yang letaknya ada ditengah-tengah halaman guild.
__ADS_1
"Merepotkan..." ucap Djarot 'Si Cyborg' yang memfokuskan energi cahaya pada lubang ditelapak tangannya, "Sllash...!!" Iapun menembakan laser.
Laser itu mengenai dua cloning air bukan yang aslinya.
"Sial..." gumam Djarot yang gagal dalam menyerang.
"Hahahaha...!!!" Alexa tertawa lepas dan berkata dengan sombongnya, "Jika kau menghancurkan dua maka aku bisa menciptakannya lebih banyak lagi..." iapun menciptakan cloning dari air mancur lagi.
Djarot menjadi lebih jengkel dari pada sebelumnya.
Alexa tertawa lagi, "Seberapa keras kau berjuang hal itu akan percuma saja..."
"Berfikirlah..." gumam Djarot yang dalam hati mencari jalan keluar.
Disaat si cyborg berfikir cloning musuh yang jumlahnya sekitar 25 orang menggunakan sebuah cambuk yang diciptakan dari elemen air.
"Sllash...!!" 25 cloning musuh melesatkan cambukan yang seakan seperti sebuah tembakan.
Djarot 'Si Cyborg' menjadi sangat terkejut dengan teknik musuh itu, iapun berusaha menghindar akan tetapi cambukan yang banyak itu tetap mengenainya dan membuatnya terlempar, "Jbbllast...!!!"
Teknik milik Alexa yaitu cambuk air dan dipadukan oleh 25 cloning air sangat mematikan hingga membuat Djarot 'Si Cyborg' terlempar dan berhasil memutuskan satu lengannya.
"Sial..." dengan susah payah dan ekspresi geram Djarot 'Si Cyborg' berusaha berdiri.
"Hahahaha..." Alexa berserta para cloningnya tertawa lepas.
"Cih..." Djarot 'si cyborg' menjadi kesal dan iapun mengamati musuh dengan seksama agar bisa mendapatkan celah untuk menyerang balik, "Yang benar saja..." gumamnya dalam hati yang wajahnya memerah.
"Woiy, setidaknya pakai baju kalau mau bertarung!!!!"
"Oh..." Alexa merespon dengan datar, "Aku adalah penyihir air jadi apa salahnya memakai pakaian renang?"
"Apa kau tak malu?" Protes Djarot lagi.
"Kenapa harus malu? Inikan baju renang bukan pakaian dalam?"
"Apa bedanya!!!!" Protes Djarot 'si cyborg' yang semakin tak fokus karena dada-dada indah terpampang tepat dihadapannya.
Jumlah clon ada 50 yang artinya ada 50 pasang buah dada yang dilihat 'si cyborg'.
Iapun bahkan tak dapat berkonsentrasi untuk menemukan celah dan malah sibuk menatap buah dada lawan, "Ini buruk...!!" Gumamnya dalam hati yang mimisan.
Ia berniat berlari menjauh akan tetapi iapun tersadar ketika menengok kanan kiri terkepung oleh puluhan orang, "Sial, kenapa ada banyak orang..." pikirnya yang menutup hidung mimisan itu.
Sebenarnya para orang-orang Black Tiger berkumpul bukan untuk mengepung Djarot 'si cyborg' akan tetapi mereka hanya antusias melihat bentuk tubuh seksi dan rupawan dari Alexa terlebih fokus mereka tertuju pada 50 pasang buah dada yang terbungkus oleh bra.
Alexa yang melihat lawan mimisan tersenyum menyeringai serasa ingin mempermainkannya, "Hey, kau mimisan rupanya..."
"Kenapa kalau aku mimisan...!!!" Bentak Djarot.
"Ya, aku hanya tak menyangka cyborg sepertimu bisa terangsang juga..." ejek Alexa.
__ADS_1
"Tentu saja aku bisa terasangsang!!! Aku masih normal...!!!" Bentak Djarot.
"Wah, kalau begitu kau bisa ngac*ng dong??"
Djarot semakin emosi dan malu, "Tentu saja aku bisa ngac*ng!! Sudah ku bilangkan aku lelaki normal...!!"
"Hehehe..." Alexa malah tertawa seakan-akan mengejek.
Orang-orang Black Tiger yang menyaksikan pertarungan keduanya nampak bersemangat sekali dan antusias mereka seakan berapi-api.
"Aku mulai menyukai pertarungan ini"
"Benarkah? Yang ku suka hanya bentuk tubuh Nona Alexa"
"Wah, kalau itu tak bisa dibantah lagi"
Terdengar celoteh-celoteh tak penting dari mereka akan tetapi tak sedikit dari mereka memberikan semangat pada Alexa.
Alexa sendiri menjadi bangga karena menjadi pusat perhatian dan dapat memerkan lekuk indah dari tubuhnya.
"Mereka semua hanya mata keranjang..." ucap Alexa
"Aku setuju padamu..." sahut Djarot.
"Hey, bagaimana jika kau bergabung dengan Black Tiger? Kemampuanmu sangat hebat dan juga sanga berguna!!"
"Sangat disayangkan jika kau tetap berada diguild kecil itu dan menyia-nyiakan kemampuanmu..."
"Dan jika kau mau bergabung dengan Black Tiger maka ku biarkan kau jadi pengawal pribadiku biar bisa menikmati bentuk tubuhku..."
"Yang benar saja...!!!!!!" Bentak Djarot 'si cyborg' yang mendadak emosi dan menjadi luar biasa geram, "Kau orang yang berani merendahkan tempatku tinggal tak akan bisa dimaafkan!!! Apa kau pikir tubuhmu bisa mengganti kenanganku di White Tiger...!!"
Alexa terkejut pada respon lawan yang mendadak berubah dan iapun yang ditolak mentah-mentah menjadi sangat marah, "Kau tak punya hak untuk membentakku!! Kau yang lemah dan tak tau diri itu tak pantas menolak ajakanku..."
Djarot yang sangat geram berkata, "Akan ku tunjukan pada semuanya bahwa aku mampu mengalahan dirimu dalam sekejap saja..." ucapnya dengan tersenyum menyeringai.
"Ya, tunjukan saja!! Aku tak takut gertakanmu itu!!" Ucap Alexa yang malah menantang.
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 43 : Memakan Iblis
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****
__ADS_1