The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 70 : Bala Bantuan IV


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Ragna, Kai dan Sumika akhirnya mendapatkan jalan keluar dengan menyerahkan diri mereka pada sekelompok perompak.


Ya, dan kini ketiga.nya berada dimarkas perompak meski dalam kondisi yang terpisah.


Ragna menyamar menjadi salah satu perompak dan kini ia tengah membongkar muatan kapal.


Ragna mengangkat balokan-balokan kotak kayu yang tak jelas isinya, "Hadeh, sekali bisa kabur dari dalam sel tahana dan menyamar malah jadi kuli..."


"Menyebalkan sekali!!" Gerutunya dalam hati.


"Ku harap Kai dan Sumika baik-baik saja dan tak mengalami hal yang lebih buruk seperti penyiksaan atau semacamnya..." gumam Ragna yang bolak-balik mengangkat muatan kapal.


Iapun terlihat lelah dan setelah pekerjaan bongkar muatan barang selesai, Ragna dan para awak kapal yang lainnya pergi untuk mendapatkan makanan.


Ya, disana Ragna sangat kecewa saat mendapatkan jatah makanan sangat sederhana yaitu nasi kotak dengan ikan asin, "Apa-apaan ini!! Aku sudah berkerja dengan sangat keras tapi lihatlah apa yang seharusnya ku dapatkan?" Iapun segera menghabiskan makananya.


Ia kemudian berteriak dengan lantang setelah perutnya sedikit kenyang, "Yosh!!! Waktunya beraksi!! Mari kita kita tinggalkan tempat ini!!"


"Zink!!" Ragna mendadak menghilang dengan kemampuan teleport.


*


Dilain tempat Sumika dan Kai duduk disebuah meja besar dengan diatas meja itu terdapat berbagai macam makanan.


Mereka berdua diperlakukan dengan sangat baik.


Kai yang duduk saling berhadapan dengan kapten perompak menatap tajam, "Lepaskan borgol kami!!!"


"Hahahaha... sayang sekali hal itu tak bisa ku lakukan!! Kalian aset yang berharga untukku jadi tak perlu tegang dan lanjut saja makan..." ucap kapten perompak itu.


Sumika yang berada didekat Kai berbisik, "Hey, Kai!! Lebih baik kita makan dulu lalu setelahnya kita cari cara untuk keluar dari tempat ini..."


"Aku setuju..." jawab Kai dengan menganggukkan kepala.


Kai menuruti apa yang dikatakan oleh Sumika dan keduanya makan dengan lahap satu meja dengan kapten perompak.


Meski terlihat lahap tapi keduanya sedang memikirkan cara untuk keluar dari markas perompak itu.


*


Markas para perompak itu ada dipuncak gunung dan saat ini Ragna tengah berlari dihutan menuju ke atas gunung tersebut.


Ragna melihat beberapa orang sedang berjaga dilereng gunung sehingga ia terpaksa harus bersembunyi dibalik semak-semak.


"Sialan, kami membuat pilihan yang keliru..." gumam Ragna dalam hati, "Mungkin ditempat ini ada sekitar 300 sampai 400 perompak dan akan sangat susah keluar dari sini..."

__ADS_1


5 perompak yang berjaga itupun melihat keberadaan Ragna, "Siapa disan!!!!" Teriak salah satu dari mereka yang curiga dan merekapun segera berlari mendekati semak-semak.


"Apa!!!" Mereka terkejut karena tak menemukan seorang pun dibalik semak-semak.


"Hey, kau membuaku kaget saja..."


"Benar disini tiada seorang pun..."


"Hehehe... maaf, mungkin aku berhalusinasi..." ucap mereka.


Ya, Ragna berhasil lolos tanpa ketahuan karena menggunakan kemampuan teleport dan sekarang ia tengah berada diatas dahan pohon.


"Fiuh, nyaris juga aku ketahuan..." ucap Ragna dengan ekspresi lega, "Aku sangat terbantu dengan kemampuan teleport..." ucapnya yang mengamati dari atas pohon.


Disaat Ragna merasa sudah aman ia malah melakukan sebuah kesalahan karena mendadak ada sebuah ular didekat wajahnya, "Ular...!!!!" Teriaknya yang terkejut dan iapun jatuh tepat ditengah-tengah kepungan kelima perompak itu.


"Eehh...!! Hehehe..." ucap Ragna dengan mengusap-usap kepala bagian belakang.


"Penyusup!!"


"Tangkap dia!!!" Teriak salah satu dari mereka.


Ragna membela diri dan terjadi pertarungan 5 melawan satu akan tetapi dengan mudahnya Ragna mampu mengalahkan kelima orang itu, "Fiuh..." iapun menghela nafas lega akan tetapi pertarungannya memicu para perompak lain untuk datang.


Mereka pun nampak marah pada perbuatan Ragna, "Eeehh...!!!" Ragna menjadi sangat terkejut karena puluhan orang tengah mengepung dirinya, "Hehehe... maafkan aku!!"


"Tangkap dia!!!!" Teriak salah satu perompak dan semuanya mulai menyerang.


"Zink!!!" Tetapi mudah saja bagi Ragna untuk lolos menggunakan kemampuan teleport.


"Meski dia dapat berpindah tempat ku yakin dia belum jauh!!"


"Dia masih dipulau ini!!"


"Segera cari dia!!" Ucap para perompak itu yang secara serentak bergerak menyebar ke seluruh pulau.


"Sialan!!!!" Ucap Ragna yang berlarian ditengah hutan, "Aku ceroboh dan membuat sebuag masalah yang sangat besar...!!!!" Teriaknya yang sangat panik.


Para perompak bergerak untuk memburu Ragna dan mereka yang tak kunjung dapat menemukannya membunyikan alarm pulau yang bunyinya sangat keras.


*


Sirine peringatan itupun terdengar ke tempat perjamuan Kai dan Sumika.


"Apa yang tengah terjadi?" Tanya Sumika dengan berbisik.


"Entahlah, aku juga tak tau tapi sepertinya bukan hal yang baik..." ucap Kai dengan suara pelan.


Kapten perompak yang berada dihadapan keduanya menjadi sangat terganggu dengan bunyi sirine peringatan yang mendadak dan begitu keras, "Sialan!!!! Sebenarnya apa yang terjadi!!!" Teriaknya dengan lantang.


Salah satu perompak memasuki ruang perjamuan itu, "Hah... hah... hah..." nafasnya terngah-ngah dan ia perlahan mengatur nafasnya.


"Ada apa?" Tanya kapten perompak dengan nada membentak.


"Maaf, kapten!!! Ada seorang penyusup yang tengah berkeliaran dipulau markas kita ini..."

__ADS_1


"Apa!!!! Bagaimana mungkin!!!" Teriak kapten perompak itu yang geram.


"Penyusup itu merupakan teman mereka..." jelasnya dengan menunju ke arah Kai dan Sumika.


"Apa!!!!" Kapten perompak semakin terkejut.


Kai dan Sumika bergumam sama-sama dalam hati, "Ragna tengah membuat keributan? Apa itu artinya pelarian kami telah dimulai?"


Kapten perompak yang geram memberikan sebuah perintah yang tegas, "Cepat cari dia!!!!"


"Siap...!!" Jawabnya dengan langsung pergi dari ruangan itu.


Kapten perompak itupun mencoba untuk tenang lalu secara perlahan ia kembali duduk lagi, "Mari kita lanjutkan makan..."


Kai tersenyum menyeringai dan tertawa lepas, "Hahahahaha...!!"


"Apa yang kau tertawakan?"


"Tidak ada, hanya saja melihatmu panik menurut sangat lucu..."


"Sialan, jika bukan karena kau adalah sandera yang berharga maka sudah ku bunuh dirimu..." ucap kapten perompak itu dengan ekspresi geram.


"Hahahaha..." Kai tertawa lagi.


Sumika menjadi agak panik dan bergumam dalam hati, "Sebenarnya apa yang tengah dipikirkan oleh Kai? Mengapa ia terus memancing emosinya?"


"Berisik!!! Diamlah, jika tak ingin lidahmu terpotong!!" Bentak kapten perompak itu.


"Apa menurutmu Ragna dapat ditangkap?"


"Berhenti mengejekku, sialan!! Jumlah kami sangat banyak dan ia hanya berkeliaran diwilayah kami jadi cepat atau lambat rekan kalian akan tertangkap..." ucap kapten perompak itu dengan sorot mata tajam.


"Zink!!" Dengan kemampuan teleport secara mendadak Ragna muncul tepat dihadapan kapten perompak itu, ia berdiri tepat dimeja.


"Aku sudah disini jadi sekarang bagaimana caramu menangkapku..." ucap Ragna dengan melesatkan tendangan tepat pada wajah kapten perompak itu, "Jbbuuak...!!"


Kapten perompak terlempar dan aksi Ragna itupun membuat Sumika terkejut dan Kai hanya tersenyum menyeringai, "Akhirnya kau datang juga, kawan..."


"Ya, aku datang untuk menjemput kalian berdua..." ucap Ragna dengan tersenyum lebar.


Ragna telah muncul dan ketiganya sudah berkumpul, pelarian mereka yang sebenarnya baru saja dimulai!!!!


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 71 : Bala Bantuan V


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2