The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 152 : Rekan Sementara II


__ADS_3

Setelah gagal mendapatkan lisensi penyihir Ragna, Erinka dan Kanna kembali ke guild White Tiger bersama dengan Rikka si anak iblis.


Keempatnya saat ini tengah berada disebuah kota.


"Hah... lelahnya..." gerutu Ragna dengan menggendong Rikka dipunggungnya, Rikka yang ada dipunggung Ragna tertutup sebuah kain agar orang-orang tak mengetahui identitasnya, "Woiy, bisakah kalian bergantian menggendongnya?",


Erinka dan Kanna yang berjalan didepan tak mempedulikan meski mereka mendengar apa yang rekanya katakan.


"Huh... dasar menyebalkan!!" Gerutu Ragna lagi.


"Maaf kalau aku berat..." ucap Rikka.


"Ya, tak masalah sih akan tetapi aku lapar..." ucap Ragna yang perutnya berbunyi keras.


"Emm... aku juga lapar..." sahut Rikka dengan mengangguk.


Ragna menatap ke depan dan melihat kedua rekannya berbeluk ke sebuah warung makan, "Sepertinya mereka juga lapar..." pikir Ragna yang kemudian mempercepat langkah kakinya dan iapun ikut masuk ke dalam warung tanpa pikir panjang.


Erinka dan Kanna sudah duduk ditempat yang tersedia lalu Ragna tanpa pikir panjang juga ikut duduk disamping kedua rekannya.


Ragna berbisik pada Kanna, "Kita kan miskin jadi siapa yang bayar nanti?"


"Erinka yang mengajakku kemari..." jawab Kanna dengan suara pelan, "Dia yang traktir..."


Ragna beralih pada Erinka dan ia berbisik lagi, "Woiy kunyuk, kau punya uang sampai mengajak kami kemari?"


"Hahahaha...!!" Erinka tertawa lepas sehingga menjadi sorotan banyak orang, ia berkata dengan suara keras penuh rasa sombong, "Aku ini bangsawan dan tentu saja aku punya banyak uang..."


Semua orang yang ada disana itupun mendengar ucapan Erinka dan disalah satu pengunjung tempat itu ada seorang pria dengan jubah hitam yang tertutup wajahnya, "Mereka kaya!! Kesempatan untukku..."


Ragna nampak kesal pada sikap rekannya itu, "Kenapa juga kau harus berteriak keras-keras? Semua orang jadi mendengarnya?"


"Hahahaha...!!!" Gadis bangsawan angkuh itupun berkata dengan sombong lagi, "Itu karena aku ingin semua orang tau siapa diriku!!!"


"Hahahaha...!!"


Ragna semakin kesal pada sikap rekannya, "Sombong sekali dia..."


"Tak masalah setidaknya perut kita bisa kenyang..." sahut Rikka.


"Ya, kau benar!! Tetapi aku merasa sikapnya yang seperti itu akan memancing masalah saja..." ucap Ragna.


Rikka yang tak sabaran bertanya, "Mana makanannya?"

__ADS_1


"Tunggulah sebentar lagi..." jawab Kanna.


Ya, meski membutuhkan waktu yang cukup lama tapi pada akhirnya makanan yang mereka pesan sampai juga pada meja tempat mereka makan.


Makanan-makanan lezat tersedia dihadapan mereka lalu Erinka dengan kesombongannya berkata, "Nah, silakan makan!! Rekan-rekanku yang miskin..."


"Cih..." Ragna agak kesal.


Kanna dan Rikka yang sudah tak sabar lagi berteriak, "Mari makan!!!!"


Mereka bertiga yaitu Ragna, Kanna dan Rikka memakan dengan lahap bagaikan orang kelaparan saja.


Erinka yang melihat ketiga rekannya tersenyum dan bergumam dalam hati, "Dasar!! Mereka bagaikan orang-orang yang kelaparan saja!! Dasar kaum rakyat jelata miskin..."


Tak butuh waktu lama makanan yang tersedia dimeja yang ada dihadapan merekapun habis tak bersisa dan setelahnya waktu membayar tiba.


Seorang pelayan berjalan mendekati Ragna, "Dia yang bayar..." ucapnya dengan menunjuk ke arah Erinka.


Pelayan itupun berjalan ke arah Erinka.


"Hmm... berapa tagihan yang harus ku bayar?" Ucap Erinka masih dengan sifat sombongnya.


Pelayan itu pun menghitung-hitung semua harga makanan yang telah makan mereka, "Baik nona, kalian hanya perlum membayar dengan 3 keping emas..."


"Apa...!!!!!" Mendengar total tagihan membuat Erinka terkejut, ia terlihat shock berat.


"Ku harap tak ada masalah..." ucap Kanna


"Makanan ini enak boleh aku nambah dikit..." ucap Rikka.


Erinka yang melihat sikap rekan-rekannya jadi berkeringat dingin karena uang yang ia miliki tak cukup untuk membayar semua tagihan yang telah mereka makan, "Kenapa bisa sangat mahal?" Pikirnya.


"Woiy, Erinka!! Ada apa?" Tanya Ragna yang menaruh rasa curiga pada rekannya yang biasanya banyak omong itu.


"Tidak ada apa-apa!! Semuanya beres, aku kan anggota keluarga bangsawan..." ucap Erinka dengan nada pelan, ia berusaha sombong seperti biasanya agar tak ketahuan.


"Oh, ku kira kau tak mampu membayar apa yang telah kita makan..." ucap Ragna lagi.


"Enak saja!! Aku selaku menepati janjiku!! Akan ku bayar semua yang telah kalian makan..." ucap Erinka lagi dan iapun berbisik pada pelayan yang ada didekatnya, "Tuan, apakah kami tak bisa mendapatkan sedikit diskon?"


"Maaf nona, tidak ada diskon untuk saat ini..."


"Cih, sial..." ucap Erinka agak kesal dan iapun berbisik lagi, "Hey, pelayan!! Padahal makanan yang kami pesan biasa saja tapi mengapa tagihan bayaran kami sangat mahal?"

__ADS_1


"Anu, orang yang ada disana menyuruh kami memasukan tagihannya pada kalian..." ucap pelayan itu dengan menunjuk ke salah satu meja yang disana ada seorang pria berjubah hitam.


"Apa!!!!!" Sontak Erinka terbelalak pada apa yang dipesan pria berjubah hitam itu karena dihadapannya ada setumpuk piring berisikan makanan.


Erinka menjadi sangat geram, "Sialan!!! Siapa sebenarnya dia? Aku tak mengenalnya tapi mengapa ia minta ditraktir?"


"Aku akan membuat perhitungan dengannya!!" Pikir Erinka yang sudah terlanjur emosi.


Iapun beranjak dari tempatnya.


"Woiy, mau kemana?" Tanya Ragna dengan berteriak akan tetapi diabaikan oleh Erinka.


Dengan langkah cepat penuh dengan amarah Erinka mendekat pada pria berjubah hitam yang tak lain adalah Regios.


Regios yang sibuk makan karena terlalu lapar tak memperhatikan Erinka yang sedang mendekat.


"Gbrak!!" Erinka langsung saja menghentakan kaki kanannya tepat pada meja yang ada dihadapan Regios.


Regios bersikap biasa dan tetap saja melanjutkan makan tanpa tergangu oleh kemarahan Erinka, "Terima kasih nona bangsawan karena sudah mentraktirku..."


"Apa!!!!!" Erinka yang marah bertambah emosi dan semakin marah lagi, "Aku tak mengenalmu jadi kenapa juga aku harus mentraktirmu?"


"Namaku Regios..."


"Siapa juga yang mau berkenalan denganmu?" Teriak Erinka.


"Cih..." Regios sedikit emosi akan tetapi ia tetap tenang, "Ya, karena kau bangsawan yang kaya raya jadi ku pikir kau mau mentraktirku yang hanya rakyat jelata ini..."


"Brengsek!! Kau makan sendiri dan juga harus bayar sendiri...!!" Bentak Erinka.


"Maaf, tapi aku tak punya sepeserpun uang jadi ku mohon tolong aku..."


"Tidak bisa!! Jangan sangkut pautkan masalahmu dengan masalah kami..." bentak Erinka lagi dan iapun jadi pusat perhatian semua orang yang ada ditempat itu.


"Tap... tap... tap..." Ragna dengan langkah perlahan berjalan mendekat pada keduanya, "Hah... ada ribut-ribut apa ini?"


"Tidak ada apa-apa hanya saja orang ini membuatku kesal..." ucap Erinka dengan lantang sambil mengacungkan jari telunjuknya pada Regios.


Regios menjawab dengan mudah, "Aku yang rakyat jelata ini hanya ingin ditraktir olehnya..."


"Oh, begitu rupanya..." Ragna mengangguk paham, "Hey, Erinka!! Mengapa kau tak bayarkan saja dia?"


"Apa!!! Mengapa kau jadi beralih membelanya?" Erinka jadi kesal.

__ADS_1


Merekapun berdebat akan tetapi beberapa saat kemudian orang-orang yang merupakan penguasa kota tersebut muncul ditempat itu.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 153 : Hajar!!


__ADS_2