
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Beberapa waktu yang lalu setelah insiden pertarungan hebat antara sang monster lautan Kraken melawan burung api Phoenix.
Koga yang merupakan pemimpin ke-9 Batalion Bayangan terdampar disebuah pantai, "Sial..." fisiknya yang luar biasa hebat itulah yang membuatnya bisa selamat dari ganasnya lautan yang tengah menggila.
"Mungkin hanya akulah satu-satunya yang selamat..." ucap Koga dengan tersenyum menyeringai yang perlahan berdiri tegak, "Aku harus segera memberitahu markas pusat bahwa ada sesuatu hal yang sangat menarik..."
Begitu selamat, Koga segera bergerak menuju ke sebuah gua yang terletak disebuah tebing laut.
Disana disembunyikan berbagai macam alat elektronik dan salah satunya adalah telepon sihir.
Koga segera menghubungi seseorang lewat alat komunikasi, "Ayolah, angkat segera!!" Ucapnya yang tak sabaran lalu setelah menunggu beberapa saat alat komunikasi itupun terhubung, "Halo..."
"Ya, katakan sandimu..." ucap sebuah suara dari alat penghubung itu.
"12356..."
"Oh, jadi itu kau Koga!! Jadi ada apa? Apa kalian sudah berhasil menaklukan monster lautan, Kraken?"
"Khehehe... kami gagal menaklukan Kraken akan tetapi kami menemukan sesuatu hal yang lebih menarik..."
"Memangnya hal apa yang lebih menarik dari pada Sang Kraken?"
Koga tersenyum menyeringai, "Segera kirimkan bantuan karena kita akan berburu Burung Api Legendaris, Phoenix..."
"Apa!! Phoenix!!"
"Benar, Phoenix!! Sebuah buruan yang sangat besar..."
"Baiklah, kalau begitu kami akan segera mengirimkan bantuan padamu..." ucap sebuah suara dari alat penghubung itu.
Ya, pada akhirnya tujuan organisasi ilegal yaitu Batalion Bayangan berubah menjadi mengincar Phoenix.
*****
Kembali ke waktu yang sekarang dimana Master Guild Sabertooth muncul dan langsung memeluk erat-erat Kai.
Kai dengan sekuat tenaga dan dengan cara paksa melepaskan pelukan sang master, "Yap, malu mengakuinya tapi wanita ini adalah kakak kandungku..."
"Eeehhh...!!!" Orang-orang White Tiger terkejut pada pengakuan Kai itu.
__ADS_1
Semua anggota White Tiger tak percaya bisa bertemu langsung dengan Master Guild Sabertooth dan merekapun tak menyangka Master Sabertooth merupakan seorang wanita berumur 34 tahun yang tentu saja tergolong muda.
"Mereka seakan memiliki sifat yang berbeda!! Seperti saling berlawanan..." ucap Erinka.
"Tepat sekali!!" Sahut Lisha, "Jika Kai memiliki sifat dingin, serius dan kepemimpinan yang luar biasa maka Master memiliki sifat konyol, humoris dan kepemimpinannya payah..."
"Tapi kalau ia tak memiliki sifat kepemimpinan maka bagaimana mungkin dia bisa jadi pemipin sebuah guild?" Tanya Denjirou.
"Itu karena dia kuat!!" Sahut Pak Gamou, "Di usianya yang masih muda Master kami bahkan pernah ditawari salah satu posisi Komandan Pasukan Sihir kerajaan Albion..."
"Owh..." semua anggota White Tiger bisa membayangkan betapa kuatnya Master Sabertooth itu.
"Hey, kakak!! Setidaknya perkenalkan dirimu pada mereka orang-orang White Tiger dengan sopan..." ucap Kai yang berusaha melepaskan diri dari pelukan sang master yang terus menempel pada dirinya.
"Oh, kejamnya segitukah dirimu tak ingin dekat denganku, adikku tersayang..." ucapnya dengan manja.
Kai mendadak menjadi kesal dan jengkel, "Kakak, jika kau tak melakukannya maka aku akan meninggalkan guild dan lari ke ujung dunia dan kau tak bisa bertemu lagi dengan ku..."
"Kejamnya..." Master Sabertooth melepaskan pelukannya dan iapun berdiri menghadap orang-orang White Tiger, "Yap, aku adalah Master Sabertooth dan namaku adalah Elena Sinaga..."
"Itu saja dariku..." ucapnya yang kemudian memeluk Kai lagi.
"Kakak, perkenalkan dirimu dengan benar..."
"Cih, menyebalkan!!" Ucap Master Elena dengan suara pelan, "Ya, namaku adalah Elena Sinaga yang artinya aku juga merupakan keturunan pahlawan..."
"Lalu dengan jika kalian penasaran dengan sihirku maka aku akan mengatakannya..."
Semua anggota White Tiger terdiam begitu mendengar kemampuan dari Master Sabertooth.
Ragna bergumam dalam hati, "Kemampuannya 'Absolute Order' itu terdengar sangat mengerikan dan akupun tak bisa membayangkan seandainya bila melawan kemampuan yang seperti itu..."
Master Elena kembali memeluk Kai lagi dan hal itupun membuat semuanya risih termasuk Kai sendiri.
"Ehem..." Pak Gamou berkata, "Master, maafkan kami!! Kami telah gagal menjalankan misi..."
Mendadak Master Sabertooth itu berubah menjadi serius, "Yah, apa boleh buat!! Yang kalian hadapi secara tak terduga adalah salah satu monster lautan yaitu Kraken..."
"Makluk itu merupakan peliharaan raja iblis ke-5 jadi wajar saja kalian gagal..."
"Sungguh hal yang tak disangka-sangka dan keberuntungan yang teramat besar karena kalian dapat selamat dari makluk mitologi itu..." jelasnya.
Semua tertunduk dan menyadari kelemahan mereka akan tetapi Pak Gamou mencoba menghibur mereka, "Sayang sekali kita tak mampu mengalahkan Sang Kraken akan tetapi kalian tak perlu berkecil hati..."
"Kalian masih terlalu muda untuk menghadapi monster mengerikan seperti Kraken..."
"Mungkin kalian gagal kali ini akan tetapi ku yakin dipertemuan-pertemuan kalian selanjutnya monster seperti Kraken akan dapat kalian hadapi..."
"Dan seperti yang master katakan tadi kalian tak disangka-sangka bisa selamat dari Kraken yang artinya kalian memiliki potensi yang luar biasa sekali..."
__ADS_1
"Benar sekali!! Aku yang dulu seumuran dengan kalian mungkin tak mampu bila menghadapi kesulitan yang seperti kalian lalui..." ucap Master Elena.
"Benarkah itu, kakak?" Tanya Kai.
"Benar sekali dan sepertinya kalian akan jadi generasi penyihir yang hebat suatu hari nanti..." ucap Master Elena lagi.
Ragna mulai mengangkat wajahnya, "Aku tak akan menyerah dan akan latihan lagi dengan lebih keras hingga bila waktunya tiba menghadapi monster seperti Kraken maka aku akan mampu mengalahkannya..." iapun terlihat bersemangat.
"Benar, aku punya tujuan mencari ayahku dan membuat kakak bangga jadi Kraken hanyalah masalah kecil yang harus ku lalui..." ucap Erinka.
Denjirou juga jadi semangat, "Aku juga tak mau kalah...!!"
"Emm..." ketiga istri Denjirou mengangguk.
Master Elena tersenyum lebar, "Nah, begitulah baru semangat..."
"Khehehehe..." semuanya tertawa bersama.
"Nah, karena pesta telah usai sekarang waktunya membersihkan tempat ini...!!!"
"Eeeehhh...!!" Semuanya terkejut pada perintah Master Elena tersebut.
Ya, setelah berpesta ria kemudian mereka membersihkan bar tersebut atas perintah dari Master Sabertooth.
Lalu setelah bersih-bersih mereka bersantai sejenak sebelum pulang ke guild masing-masing.
Akan tetapi hal buruk baru saja akan dimulai karena mendadak air laut ditepi pantai berubah warna menjadi hitam.
Ikan-ikan terlihat mati mengambang dilautan lalu tercium bau busuk yang menyengat.
Seorang nelayan mendekati air yang menghitam itu, "Apa-apaan ini? Ada apa dengan lautnya?" Pikirnya, iapun menjadi sangat terkejut karena mendadak terjadi getaran yang sangat kuat.
"Sekarang apa lagi?" Ucap nelayan itu yang mulai takut.
"DYYEESS...!!!!" Sebuah tentakel raksasa keluar dari hitamnya air laut dan tentakel itupun sekali hantaman dapat menghancurkan kapal.
"A-apa...!!!" Nelayan itupun terbelalak pada hal yang ia lihat.
Pagi yang cerah itupun akan berganti dengan mimpi buruk...!!!!
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 76 : Pertarungan Kedua
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
__ADS_1
Trima kasih atas perhatiannya.
*****