The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 26 : Dia Dapat Bicara!!


__ADS_3

Erinka menyelamatkan seseorang dari Black Tiger yang merupakan guild saingan mereka.


Ya, setelahnya Erinka dan Ragna sangat terkejut begitu mengetahui dua anggota Black Tiger yang lainnya sedang bertarung dengan makluk mitologi yaitu banteng yang berdiri dengan dua kaki dan memegang pedang besar berlapiskan api, "WOOAARRGH...!!!" Makluk itu adalah Minotaur.


Raungannya memekikkan telinga dan terlihat kedua orang Black Tiger itu tengah kesulitan menghadapi minotaur.


"Apa yang harus kita lakukan, Erinka?"


Erinka yang berfikir terlihat geram dan iapun mengambil kesimpulan dengan cepat, "Meski mereka bukan penambang yang terperangkap dan anggota Black Tiger yang merupakan saingan kita tapi tetap saja kita harus menolong mereka karena ini menyangkut soal nyawa..." ucapnya dengan serius.


"Khi..." Ragna tersenyum menyeringai begitu mendengar kata-kata Erinka itu, "Aku senang karena yang ada diotakmu bukan hanya uang tapi juga ada keselamatan orang lain..."


"Ragna, setelah semua ini selesai maka kau akan ku hajar..." ucap Erinka yang jengkel meskipun begitu gadis bangsawan itu memilih lebih fokus dalam menghadapi masalah.


Keduanya berlari menuju ke pertarungan.


Dua anggota Black Tiger yang bertarung dengan Minotour nampak kesulitan meski salah satu dari mereka menggunakan item sihir yaitu sarung tangan besi yang membara.


Minotaur mengayunkan pedangnya dan menebaskan sekuat tenaga, "DYYEESS...!!!" Keduanya berhasil menghindar dengan memundurkan langkah.


Salah satunya tumbang karena kelelahan, "Sial..." ucap pengguna item sihir saat melihat satu rekannya tak mampu bertarung lagi.


"Apa hanya sampai disini petualangan kami??" Gumam pengguna item sihir itu.


"WOOAARRGGH...!!!" Minotaur mengangkat pedang berlapiskan apinya lagi dan menebas, "Shrring...!!!" Tebasan pedang itu ditahan dengan sarung tangan besi yang membara dan menciptakan percikan-percikan api ke segala arah.


Meskipun mampu menahan akan tetapi orang dari Black Tiger itu tetap saja terhempas karena serangan Minotaur terlalu kuat ditahan olehnya, "Sial..." iapun terhempas dan punggungnya membentur dinding tanah.


Minotaur segera berlari ke arahnya akan tetapi kali ini menyerang dengan serudukan tanduk yang tajam bukan dengan tebasan pedang.


"Aku akan mati dengan tubuh yang berlubang..." pengguna item sihir itu terlihat pasrah karena sudah tak berdaya.


Tetapi disaat yang tepat Ragna muncul, iapun segera menggunakan sihir kegelapan untuk meliliti tubuh Minotaur, "Berhenti, sialan...!!" Ragna berjuang sekuat tenaga untuk menariknya.


"WOOAARRGH...!!!" Minotaur tak mau mengalah dan menggunakan kekuatan fisiknya untuk terus maju.


"Sial..." Ragna terlihat tak mampu menahannya lagi jadi iapun membanting makluk mitologi itu ke arah samping.


"Dia benar-benar kuat..." Ragna melepaskan lilitan kegelapannya dan terlihat waspada.

__ADS_1


Minotaur itu melupakan pria pengguna item sihir dan beralih menatap Ragna dengan sorot mata tajam.


"Ya, kemarilah dan lawan aku!!! Lupakan pria yang tak berdaya itu dan datanglah padaku..." ucap Ragna yang untuk sementara menjadi umpan agar Minotaur mau menjauh dari pria Black Tiger.


"WOOAARRGGHH...!!" Meski terlihat seperti makluk buas tanpa akal tapi sepertinya Minotaur itu mengerti akan apa yang dikatakan Ragna.


Minotaur itu berlari ke arah Ragna dengan serudukan kepala yang tanduknya sangat runcing.


"Dia datang..." ucap Ragna yang meningkatkan energi sihir, iapun melapisi kedua lengannya dengan kegelapan dan menahan minotaur itu.


Minotaur itu tak mau mengalah dan terus maju dengan mengandalkan kekuatan fisiknya, "Sial, dia kuat sekali!!" Pikir Ragna yang mulai kuwalahan.


Pada akhirnya Ragna kalah dan Minotaur itu menghantam dinding yang ada dibelakangnya tapi ia sendiri berhasil menghindar.


"Fiuh... nyaris saja tubuhku jadi donat jika tertusuk tanduknya itu" ucap Ragna yang terlihat lega dengan santainya.


Ya, minotaur itu kembali berbalik, iapun terlihat sangat kesal karena gagal menghabisi Ragna dan sekarang makluk mitologi itu menggunakan senjata pedang berlapis api untuk menyerang.


Ragna terkejut dan bergumam dalam hati sambil menghindar, "Ini jadi makin sulit saja..."


*****


"Siapa kalian?" Ucap pria pengguna item sihir itu dengan sorot mata tajam.


Erinka juga terlihat serius, "Kami adalah petualang dari guild White Tiger dan kami disini untuk misi menyelamatkan para penambang yang terperangkap..."


Pria Black Tiger itu mendadak emosi begitu mengetahui idetitas dari Erinka, "Sialan!!! Misi penyelamat ini milik kami!!! Orang-orang White Tiger seperti kalian enyalah dari tempat ini...!!!" Iapun malah membentak Erinka.


Erinka menjadi kesal dan iapun menginjak wajah pria itu, "Sadar dirilah atas posisi kalian!! Jika saja kami tiada disini pasti kalian sudah mati oleh minotaur...!!!"


Pria itu terdiam dan Erinka mengangkat kakinya, "Kami punya penawaran untuk kalian??"


"Apa itu?"


"Mari kalahkan minotaur bersama lalu setelahnya kita bersaing lagi..." ucap Erinka dengan menurunkan emosinya.


"Khi..." pria itu malah tersenyum menyeringai dan secara terang-terangan menolak, "Aku tak mau membantumu...!!"


"Jbbuuak...!!!" Erinka meletakan kembali wajahnya pada pria itu, "Hohoho... jadi kau menolak, ya? Kalau begitu kami akan pergi dan meninggalkan minotaur bersama kalian..."

__ADS_1


"Yah, aku tau secara pasti bahwa kalian akan mati olehnya..."


Orang itu terdiam lalu berkata, "Baiklah, hanya kali ini aku akan membantu White Tiger..."


"Yap, mari berkerja sama..." Erinka tersenyum.


*****


Ragna berhadapan dengan Minotaur secara langsung.


Minotaur itu menggenggam erat pedang besar dengan kobaran api sementara itu Ragna dengan lengan-lengan bayangan dipunggungnya.


"Didalam tanah kekuatan sihirku memang meningkat akan tetapi dia memiliki elemen api dan hal itu melemahkan sihirku juga..." gumam Ragna dalam hati.


Minotaur menggenggam erat pedang besar yang berlapis api itu dan menebas dengan sekuat tenaga, "Sllash...!!!"


Ragna berusaha menahan dengan lengan bayangannya akan tetapi kemampuannya itu dapat dengan mudah dipotong oleh Minotaur.


"Sial..." Ragna terpaksa harus menghindar.


"Aku makluk apa itu kenapa dia sangat kuat dan terkesan buas? Aku tak pernah melihatnya dihutan?" Ucap Ragna yang terdesak oleh kekuatan Minotaur.


Minotaur itu kembali berjalan ke arah Ragna dan terlihat mau menyerang lagi sehingga membuat Ragna waspada, "WOOAARRGH...!!" Ia meraung dan kembali menggema.


Disaat Ragna terdesak, pria yang menggunakan item sihir berlari cepat dan memukul wajah minotaur itu dengan sarung tangan besinya, "Jbbuuak...!!!" Minotaur itu jatuh tersungkur dalam sekali serang karena lengah.


Pria itu melompat ke dekat Ragna dan membuatnnya terkejut, "Kita mendapatkan bantuan tambahan..." ucap Erinka yang mendadak muncul.


"Owh..." Ragna akhirnya mengerti.


"Jangan salah paham aku berkerja sama dengan kalian untuk kepentinganku sendiri..." ucap Pria Black Tiger itu.


Minotaur berdiri lagi dan terlihat makin emosi, iapun menggenggam erat pedang apinya dan mendadak berteriak dengan lantang, "Kalian selalu saja membuat kami menderita, manusia sialan...!!!"


Erinka dan Pria Black Tiger terkejut lalu berkata secara bersamaan, "Dia dapat bicara...!!!"


"Memang kenapa kalau dia dapat bicara?" Tanya Ragna yang tak mengerti.


"Itu artinya dia memiliki kecerdasan dan akan sulit untuk dikalahkan..." jelas Erinka dengan ekspresi wajah geram.

__ADS_1


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 27 : Terdesak


__ADS_2