The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 87 : Kekuatan Phoenix II


__ADS_3

Sebuah keberuntungan datang, "Zink!!" Disaat yang sangat tepat Ragna muncul dan menyelamatkan Erinka dengan menggunakan kemampuan teleportasi.


Erinka yang semula pasrah pada keadaan perlahan membuka matanya dan terkejut, "Ragna!!!" ucapnya saat melihat wajah rekannya.


"Khehehe... aku menyelamatkanmu!!" Ragna tersenyum lebar dan berkata dengan entengnya, "Hai, jadi sebenarnya apa yang kau lakukan ditempat ini?"


Erinka mengabaikan dan malah bertanya, "Mengapa kau ada disini?"


Ragna agak kesal, "Hey, aku yang bertanya duluan jadi jawab pertanyaanku lebih dulu bukannya malah bertanya..."


"Tentu saja!!" Jawab Erinka dengan tegas, "Aku disini untuk menghajar Kraken..."


Ragna tersenyum lebar, "Akupun juga disini untuk menghajar makluk itu..."


"Kalau begitu mari kalahkan dia bersama..." Erinka bersemangat.


"Ya..." jawab Ragna tanpa ragu.


Keduanya berdiri tegak berdampingan dan menatap tajam ke arah Sang Kraken.


*


Dilain sisi, Kai muncul lalu berjalan mendekati Master Sabertooth, "Kakak..."


Master Sabertooth menatap tajam dan merasa kesal karena Kai mengabaikan perintahnya, "Padahal aku sudah menyuruh kalian untuk diam tapi kenapa kalian bisa ada ditempat ini?"


Kai menjawab dengan serius, "Kami bukan anak kecil lagi kak dan kami bisa membuat keputusan sendiri..."


"Lalu banyak hal yang terjadi sehingga kami kemari..."


"Jangan banyak alasan, mengabaikan perintahku adalah sebuah kesalahan..." ucap Master Sabertooth.


Kai menatap tajam, "Maaf saja kakak, salah satu alasannya kami kemari karena kami diserang oleh sekelompok orang yang berbahaya dan sekarang ini Pak Tua Gamou telah gugur dalam pertarungan..."


"Apa!!!! Kau pasti berbohong!!" Master Sabertooth shock.


"Kakak, aku tak mau menjelaskan kematian Pak Tua Gamou padamu sekarang dan yang ku inginkan sekarang mari bertarung bersama-sama untuk mengalahkan Sang Kraken..." ucap Kai dengan tatapan serius.


Master Sabertooth tertunduk dan belum menerima kenyataan bahwa Pak Gamou telah tiada.


"Jawab aku kakak!!"


Master Sabertooth tersadar dari lamunannya dan memberikan keputusan, "Baik, mari kalahkan Sang Kraken dan sudahi semua kekacauan ini bersama..."


*


Erinka dan Ragna menatap tajam ke arah 'monster lautan'


Lalu Sang Phoenix yang ada didalam tubuh Erinka beresonansi pada keberadaan Kraken dan hal itu membuat Erinka mendadak meluapkan kobaran api biru dari seluruh tubuhnya, iapun sangat kesakitan, "Ugh!!"

__ADS_1


"AAARRRGGGH...!!" Ia berteriak kesakitan.


Ragna segera berjalan ke arahnya dan mendekatkan wajahnya pada wajah Erinka sehingga kening mereka bersentuhan, "Hey, dengarkan aku..." bisiknya.


Erinka sedikit tenang.


"Kau bisa mengendalikan kekuatan Sang Phoenix dan yang harus kau lakukan adalah jangan hilang kendali atas dirimu..."


Erinka yang tenang mendengarkan.


"Sekarang tenangkan dirimu dan mulai fokus kendalikan api Phoenix..."


Si gadis bangsawan itupun menarik nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan, "Huh..." ia menjadi tenang dan secara perlahan kobaran api biru yang menyelimuti tubuhnya terkumpul pada bagian punggung yang kemudian membentuk sebuah sayap.


"Aku juga akan membantumu..." Ragna memegangi lengan kanan Erinka yang dulunya putus, iapun mengalirkan energi kegelapan pada lengan kanannya itu dan lengan kanan Erinka secara perlahan berubah warna menjadi hitam.


Erinka berhasil menstabilkan energi Phoenix dalam tubuhnya dengan membentuk api biru menjadi sebuah sayap.


"Khihihi..." keduanya tertawa.


"Aku berhasil..."


"Ya, kau berhasil..." jawab Ragna dengan tersenyum lebar.


Keduanya lalu berdiri tegak dan menatap tajam Sang Kraken.


Sedangkan Erinka dengan tangan kirinya menarik pedang yang merupakan item sihir yang ada dipunggungnya.


Lengan kirinya itu terlapisi kobaran api merah yang menyebar ke pedang besarnya, "Aku siap bertarung..."


"Ya, dengan kekuatan Phoenix dipunggungmu, kekuatan kegelapan dilengan kananmu dan kekuatan api merah milikmu sendiri maka ku yakin kau bisa menghajar Sang Kraken..."


"Tentu saja!!!" Jawab Erinka dengan semangat.


Ragna memperkuat pijakan kedua kakinya lalu melesat ke angkasa dengan kibasan sayapnya, "Ayo bergerak maju!!!!"


"Ya..." jawab Erinka yang juga terbang dengan mengikuti dari belakang.


Sang Kraken menyadari pergerakan keduanya dan iapun berusaha menangkap mereka berdua dengan lilitan-lilitan tentakel.


"Hati-hati, Erinka..."


"Aku tau!!"


Dengan kibasan-kibasan sayap dipunggung mereka, keduanya mampu menghindari setiap tentakel-tentakel yang datang menangkap.


Baik Erinka maupun Ragna terbang berkelok-kelok dengan lincah sehingga mampu menghindari setiap serangan yang datang.


Ragna mengepalkan tangan kanan yang sudah terlapisi kegelapan lalu menghantam kepala Kraken, "Jbbuuak!!!"

__ADS_1


Dari belakang Erinka melesatkan serangan lanjutan dengan menebas menggunakan pedang berlapiskan kobaran api, "Sllash!!"


"Cruat...!!!" Wajah Sang Kraken mengucur darah segar dan ia meraung kesakitan, "WOOAARRGH...!!" Iapun berusaha menangkap keduanya dengan tentakel-tentakel lagi akan tetapi ia tetap tak mampu menangkap keduanya karena mereka berdua terlalu lincah dan cepat.


Ragna melesat lagi ke arah kepala lalu memukul lagi, "Jbbuuak!!" Setelahnya Erinka menebas lagi, "Sllash!!" hal itupun semakin membuat Sang Kraken berteriak kesakitan.


"Sekali lagi..."


"Aku mengerti..." jawab Erinka.


Keduanya berniat menyerang lagi akan tetapi kali ini Sang Kraken tak membiarkan mendekat, ia melemparkan cairan hitam yang sangat banyak ke udara hingga membentuk gelombang.


Semua puing-puing meleleh lalu gelombang itu menuju pada keduanya yang tengah mendekat.


Ragna yang melihat segala sesuatu meleleh langsung berteriak, "Ulurkan kegelapan ditangan kirimu itu..."


"Aku mengerti!!" Erinka mengulurkan lengan kanannya yang menghitam dan lengan itupun menghasilkan kegelapan.


Ragna juga melakukan hal yang sama ia mengulurkan lengan kanannya lalu menghasilkan kegelapan.


Kegelapan dari keduanya menyatu lalu Ragna menggunakan kemampuan teleport miliknya untuk menyelamatkan diri mereka, "Zink!!"


Merekapun muncul tepat dihadapan Sang Kraken dan sama-sama mengepalkan tangan yang berbalutkan kegelapan, "Jbbllast!!" Mereka berdua memukul dengan kepalan tangan besar tepat pada wajah Sang Kraken.


Ya, serangan keduanya itu sukses menjatuhkan Sang Kraken ke tanah.


Saat Sang Kraken jatuh ke tanah tercipta getaran sangat kuat yang menyebar ke segala arah.


Di kejauhan, Kai dan Master Sabertooth dapat melihat aksi dari Ragna dan Erinka.


"Kombinasi dari dua anggota White Tiger itu benar-benar gila..." ucap Kai yang heran.


"Aku juga tau itu!! Bahkan untuk diriku sendiri menjatuhkan Sang Kraken adalah hal yang sulit..." sahut Master Sabertooth.


Keduanya bergegas menuju tempat Sang Kraken jatuh meski harus melewati puing-puing yang berserakan.


*


Setelah Sang Kraken jatuh keduanya mengudara dan menatap ke bawah.


"Khehehe..." keduanya tersenyum lebar setelah berhasil menjatuhkan 'monster lautan' itu.


"Satu serangan lagi dan kita akan menang..." ucap Ragna.


"Ya, kau benar..."


Mereka merasa unggul akan tetapi mendadak Sang Kraken bangkit lagi dan meraung lebih keras dari pada yang sebelumnya, "WOOAARRGGH..." iapun meluapkan energi kuat.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 88 : Perintah

__ADS_1


__ADS_2