
Gamora mengulur waktu dan kini ia seorang diri berhadapan dengan Ragna yang telah berubah menjadi iblis.
Ia menggenggam erat sebilah pedangnya yang berbalutkan api dan melesatkan tebasan, "Sllash!!"
"Cthing!!" Serangannya itu ditangkis dengan cakar dan meskipun begitu Gamora tak menyerah, ia memundurkan langkah kaki, menarik senjatanya, mengangkatnya lagi dan melesatkan tebasan, "Sllash!!" Kali ini Ragna yang telah berubah menjadi iblis mengatasi serangan yang datang dengan menghindar.
"Sial, meski terlihat tak terkendali tapi ia memiliki refleks yang sangat baik..." gumam Gamora dalam hati.
"WOOAARRGH...!!!" Ragna yang telah berubah menjadi iblis meraung dan ia menghentakan satu kaki kanannya sehingga tercipta gelombang es.
"Cih..." Gamora kesal, ia meningkatkan energi lalu mengangkat pedangnya yang berkobar api itu dan melesatkan tebasan, "Sllash!!"
Ya, gelombang es tersebut dapat dengan mudahnya terpotong oleh serangan Gamora.
"Bodohnya diriku!! Padahal kami ini musuh tapi mengapa aku harus repot-repot berkorban untuk mereka?"
"Ya, benar sekali!! Tiada untungnya aku berkorban untuk musuhku!! Aku harus lari dan menyelamatkan diriku sendiri..." gumam Gamora dalam hati.
Ia berniat meninggalkan aera pertarunga akan tetapi karena benturan serangan elemen es dan api maka daerah sekitarnya tertutupi oleh kabut sehingga Gamora harus sangat berhati-hati meski hanya untuk melarikan diri.
"Dimana dia?" Pikir Gamora yang waspada.
"ZINK!!" Mendadak Ragna yang telah berubah jadi iblis muncul tepat dibelakangnya.
"...!!!" Gamora terkejut dan langsung berbalik tetapi dengan cepatnya Ragna yang jadi iblis melesatkan cakaran, "Sllash!!"
Gamora sangat beruntung karena mampu menghindar dan serangan itu hanya mengenai permukaan tanah, "Yang tadi itu nyaris saja..."
Ragna yang jadi iblis mengaktifkan kemampuannya yang lain, ia menciptakan lengan-lengan bayangan dipunggungnya lalu mulai memukuli lawan.
"Celaka!!" Ucap Gamora yang terlihat kesulitan untuk menghindari hujan pukulan itu.
Iapun berfikir cepat dan memutuskan untuk meningkatkan energi secara mendadak, "DHHUUAARR...!!" Ledakan api mengitarinya dan hal itu memaksa sang iblis untuk menjaga jarak.
"Ini kesempatan ku untuk melarikan diri..." pikir Gamora yang melihat celah untuk kabur.
Iapun bergegas cepat meninggalkan tempat itu akan tetapi mendadak sang iblis muncul tepat dihadapannya lagi dengan kemampuan teleport, "Zink!!"
"WOOAARRGGH...!!"
"Sial..." ucap Gamora yang langsung saja menjaga jarak.
__ADS_1
Sang iblis membuka mulutnya dan mulai membentuk bola energi hitam, "Jika aku terkena serangan itu dari jarak sedekat ini maka dapat dipastikan aku akan hancur lebur..." pikir Gamora yang panik.
Disaat kritis itu secara tak terduga sebilah pedang melesat cepat langsung mengenai bola energi hitam itu sebelum sempat ditembakan, "DHUUAARR...!!!" Ledakan terjadi dan menghempaskan sang iblis.
"Siapa?" Gamora terkejut dan iapun mencari-cari asal dari sebilah pedang tersebut.
Ya, pedang itu dilemparkan oleh Jack Rakan dan ia tengah berlari mendekat.
"Mengapa ia kembali padahal aku sudah repot-repot mengulur waktu..." gumam Gamora yang terkejut bercampur dengan kesal.
"WOOAARRGGH...!!" Sang iblis baik-baik saja dan ia meraung penuh amarah.
Sambil berlari Jack Rakan menciptakan sebuah portal disamping kanannya, iapun menarik sebuah senjata yang berupa palu, "HIIAA...!!!"
"DYYEESS...!!!" iapun menghantamkan palu tersebut ke tanah dan seketika tanah tempat sang iblis terangkat sehingga ia terhempas tinggi ke atas.
"Mengayunkannya dengan satu tangan itu terasa berat..." ucap Jack Rakan dengan suara pelan, iapun melirik lengan kirinya yang telah terpotong.
Gamora jatuh tepat didekat sang Komandan Pasukan Sihir.
"Oh... kau masih hidup ternyata" ucap Jack Rakan dengan santainya.
Gamora sangat kesal, "Padahal aku sudah repot-repot mengulur waktu tapi kenapa kau malah kembali?"
"Yah, lagi pula kami menemukan cara untuk menyadarkannya kembali..."
Amarah Gamora sedikit reda, "Ku harap apa yang kau katakan itu benar..."
Sang iblis pun jatuh tepat dihadapan keduanya dan iapun langsung saja meraung dengan suara keras disertai luapan energi hebat, "WOOAARRGH...!!!"
"Ku harap kau tak berbohong jadi sekarang katakan padaku rencana apa yang kau miliki?"
Jack Rakan yang semula santai berubah menjadi serius, "Kita hanya harus menahannya selama 5 menit dan biarkan anak-anak itu melakukan rencana selanjutnya..." ucapnya dengan menunjuk ke arah Erinka dan Rikka yang tengah berlari mendekat.
Gamora meliri ke arah keduanya, "Kau yakin menyerahkan hal berbahaya ini pada kedua gadis itu?"
"Ya..." jawab Jack Rakan tanpa ragu.
Gamora agak ragu akan tetapi ia tak punya pilihan lain selain percaya, "Cih, ku harap rencananya berhasil atau kita akan mati bersama-sama..."
Setelah meraung hebat, sang iblis pun berlari ke arah keduanya.
__ADS_1
"Dia datang!!" Teriak dua petarung tangguh itu.
Jack Rakan menciptakan portal-portal tepat dibelakang punggungnya dan melemparkan pedang-pedang dari portal tersebut, "Sllash!! Sllash!!"
Sang Iblis berlari zig-zag dan dengan lincahnya mampu menghindari setiap pedang yang hendak mengenainya, "Merepotkan sekali!!" Ucap Jack Rakan dengan terus menerus melemparkan pedang.
"Jika begitu bagaimana dengan yang ini..." ucap Gamora yang melompat dan berdiri tepat dihadapan Jack Rakan, ia meningkatkan energi lalu mengangkat pedang yang berbalutkan api miliknya dan menembas, "Sllash!!"
"WUUSS...!!!!" Gelombang api melesat dan sang iblis membalut seluruh tubuhnya dengan kegelapan.
Ya, ia dapat bertahan dari panasnya api akan tetapi Jack Rakan tak tinggal diam, ia menggenggam erat palunya lalu menghantamkannya ke tanah, "DYYEESS...!!!"
Sang Iblis yang berada didalam bola kegelapan terlempar ke udara.
Gamora melapisi kedua kakinya dengan api lalu melompat tinggi, iapun menebas bola kegelapan tersebut, "Sllash!!" Bola kegelapan itupun terbelah menjadi dua bagian.
"WOOAARRGGH...!!!" Sang iblis menjadi sangat geram karena pertahanannya ditembus, iapun membalas dengan cakaran akan tetapi mendadak perutnya tertembus oleh sebilah pedang, "Jlleebb..."
"Kena..." ucap Jack Rakan yang melemparkan senjata itu dari bawah.
Sang iblis jatuh ke tanah lalu Jack Rakan dengan cepat melemparkan empat pedang ke arahnya, "Jleebb...!! Jleebb...!!" Keempatnya itu menusuk kedua tangan dan kedua kakinya.
Hal itupun membuatnya tak dapat bergerak dari tempatnya, "Ia sudah terperangkap!! Saat ini giliran kalian beraksi anak-anak!!!!" Teriak Jack Rakan.
"Dimengerti!!!" Jawab Erinka dan Rikka serentak.
Erinka yang terbang dengan menggendong Rikka jatuh tepat diatas tubuh Ragna yang telah berubah menjadi iblis
"Sadarlah bodoh!!!" Teriak Erinka, iapun meningkatkan energi dan memfokuskan energi tersebut pada telapak tangan kanannya.
Tangan kanannya itu terlapisi elemen kegelapan yang merupakan pemberian Ragna, "HIIAA...!!!" Gadis bangsawan angkuh itupun mencengkram erat-erat kepala Ragna dan mulai mengalirkan energinya.
"WOOAARRGGH...!!!" Ragna tak tinggal diam, iapun meronta-ronta untuk membebaskan diri.
Rikka tak tinggal diam, "Ku mohon sadarlah, kak!!" Iapun berkonsentrasi sehingga kedua telapak tangannya bercahaya terang sekali, gadis iblis itupun meletakan kedua telapak tangannya pada dada Ragna.
Ya, secara perlahan Ragna yang semula bringas berubah menjadi tenang.
"HIIAA...!!!" Teriak kedua perempuan itu yang terus saja mengalirkan energi pada Ragna agar ia tersadar.
Akankah keduanya berhasil?
__ADS_1
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 145 : Gencatan Senjata Selesai II