The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 36 : Rusuh


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


"Ugh!!" Secara perlahan si gadis bartender Sistina membuka mata, "Dimana aku?" Iapun melihat ke sekeliling yang dimana hanya ada kain putih yang bergerak karena hembusan angin.


Cahaya terang matahari menyinari melalu jendela tepat mengenai wajah Sistina, "Ugh!!" Ia berusaha bangun lalu memegangi kepala dengan tangan kirinya.


Sistina mencoba mengingat-ingat akan hal apa yang baru saja terjadi akan tetapi ia tetap saja lupa dan bahkan kepalanya terasa pusing atau sakit, "Apa yang sebenarnya terjadi padaku??" Ia yang sudah berada dalam posisi duduk menyadari bahwa tangan kanannya digenggam erat oleh Erinka yang tertidur pulas disampingnya.


Sistina mencoba melepaskan genggaman tangan kawannya itu secara perlahan agar tak mengganggu tidurnya Erinka akan tetapi hal itu malah membuat Erinka terbangun.


"Uh..." Erinka perlahan membuka mata dan terkejut ketika melihat rekannya tersadar, "Sistina!! Kau sudah bangun...!!"


"Hehehe... maaf membuatmu khawatir..." ucap gadis bartender itu dengan tersenyum manis, "Sebenarnya apa yang terjadi padaku?"


Erinka terdiam.


"Hey, katakan!! Apa yang telah terjadi padaku?" Karena tak mendapatkan jawaban Sistina mengulangi pertanyaannya.


Erinka kebingungan untuk menjawab dan iapun menjadi agak ragu-ragu, "Anu... sebenarnya aku juga kurang tau!! Yah, tapi kau diserang tadi malam dan kami menemukanmu terluka..."


"Kau yang terluka segera dilarikan ke rumah sakit..."


Sistina tertunduk dan mencoba mengingat-ingat kejadi tadi malah, "ARRGGH...!!" Teriaknya yang mendadak shock berat saat ingatannya kembali, iapun memegangi dua kepalanya dengan kedua tangan dan terlihat sangat kesakitan.


"Apa yang terjadi??!!" Erinka menjadi sangat panik dan berusaha menenangkan rekannya itu.


"Hah... hah... hah..." nafas Sistina tak beraturan dan raut wajahnya langsung menjadi pucat begitu ingatannya kembali, "Hiks..." air mata mendadak mengalir dan membuat Erinka semakin bingung.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kau menangis?"


"Kau tak akan mengerti..." jawab Sistina dengar air mata mengalir deras membasahi pipi, "Akulah penyebab Tuan Boon mati..."


"Apa!!" Erinka mendadak shock berat begitu mendengarnya.


"Awalnya Tuan Boon mampu mengimbangi kekuatan Jigra yang merupakan pengguna sihir 'Dragon Slayer'..."


"Dia dapat menyerap, mengeringkan dan menghirap energi akan tetapi Tuan Boon bertarung dengan gigih melawannya..."


"Akulah penyebabnya dia kalah dan berakhir dengan meninggal..." jelas Sistina dengan berlinang air mata.


Erinka sedikit mengerti akan tetapi ia masih sedikit bingung, "Jadi kenapa kau malah menyalahkan dirimu sendiri? Memangnya apa yang telah kau perbuat?"

__ADS_1


"Hiks..." Sistina menangis lagi, "Aku tertimpa bongkahan bangunan yang sekejap saja membuat Tuan Boon khawatir, ia yang khawatir menjadi lengah..."


"Kelengahannya membuat keuntunga bagi Jigra, ia menyerang membabi-buta dan memotong kaki tangan Tuan Boon..."


"Apa...!!!!" Erinka menjadi shock berat begitu mendengar penjelasan itu akan tetapi ia mencoba menghibur Sistina yang terlihat mengalami guncangan jiwa itu, "Sudahlah, jangan terus menerus menyalahkan dirimu sendiri..."


"Tapi aku adalah orang yang membuat Tuan Boon terbunuh..." ucap Sistina yang terus saja menangis terisak.


Erinka berkata lagi, "Yang salah bukannya dirimu akan tetapi mereka dari Black Tiger terutama 'Dragon Slayer' itu!! Dia tak bisa dimaafkan..."


"Hiks..." Sistina tak bergeming dan iapun tetap menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Pak Tua Boon.


Sekeras apapun Erinka menghibur kata-katanya tak akan pernah sampai pada hati Sistina yang tengah bersedih.


Ya, Erinka sedikit mampu memahami apa yang dirasakan temannya itu meski tak bisa berbuat apapun selain menghiburnya.


Sistina terus saja menangis hingga air matanya tak dapat keluar lagi, iapun mulai kelelahan dan akhirnya tertidur lagi dalam kesedihan.


Erinka memutuskan untuk menyuntikan obat penenang agar Sistina tertidur lelap tak bersedih lagi dan tak cepat bangun biar bisa beristirahat.


Iapun keluar dari ruangan itu dengan menutup pintu secara pelan-pelan sampai tak menimbulkan suara.


Diluar ada tiga anggota White Tiger yaitu Reynhard, Djarot dan Ragna yang duduk disebuah ruang tunggu.


"Kalian mendengarkannya?" Tanya Erinka dengan nada dingin.


Ketiganya terdiam membisu.


"Mau kemana kau?" Tanya Reynhard dengan sorot mata tajam.


"Jangan melakukan hal gila karena Master Mark tengah berusaha menyelesaikan masalah ini..." ucap Djarot 'Si Cyorg'


"Benar, aku akan menghentikan dirimu jika kau berniat menyerang Guild Black Tiger..." ucap Ragnj


Erinka tersenyum menyeringai, "Jangan khawatir!! Aku hanya pergi untuk menenangkan pikiran..." ucapnya yang melangkahkan kaki pergi menjauh.


Gadis bangsawan itu keluar gedung rumah sakit dan begitu sampai diluar iapun langsung berteriak penuh emosi, "Sialan...!!!!!!"


"Mereka membuatku muak!!! Mereka tak dapat dimaafkan...!!!!" Ya, di dalam rumah sakit itu Erinka menahan emosinya dan begitu sampai diluar iapun meluapkan emosinya dengan berteriak lantang.


Erinka lalu berlari secepat mungkin menuju ke kota, iapun melewati kerumunan orang-orang tanpa melihat arah jalan.


Yang ada dipikiran gadis bangsawan itu adalah rasa kegalauan yang sangat luar biasa.


"Hah... hah... hah..." iapun berhenti sejenak untuk mengatur nafas dan dihadapannya ada jalan menanjak menuju ke atas bukit, "Sialan...!!!" Erinka berlari lagi secepat mungkin menuju ke atas.


Ya, di atas bukit itu berdirilah guild penyihir Black Tiger.


"Itu mereka..." pikir Erinka yang mau menyerang secara terang-terangan lewat pintu belakang agar tak memicu keributan besar.

__ADS_1


"Jigra...!!!!!" Iapun berteriak dengan lantang berlari mendekat.


Di pintu belakang guild berdiri dua penyihir yang menjaganya, "Berhenti!!"


"Tunjukan identitasmu!!"


Merekapun menghadang Erinka dengan menyilangkan dua senjata.


"Aku tak ada urusan dengan kalian jadi minggirlah!!!" Ucap Erinka yang penuh emosi saat dihadang dua penyihir itu.


"Kami berdua ditugaskan untuk menjaga pintu masuk!!"


"Memangnya siapa dirimu??"


Erinka yang tak diperbolehkan lewa langsung emosi, iapun menarik pedang besar yang ada dipunggungnya.


Pedang itu merupakan item sihir yang didapat dari Minotaur dalam misi sebelumnya, "Jika kalian tak mau membukakan jalan maka aku akan membuka jalan itu seorang diri...!!!" Ucap Erinka dengan sorot mata tajam.


Iapun menggenggam erat item sihir itu dengan tangan kanan, tangan kanannya terlapisi api dan menyebar ke pedang tersebut.


Dua penjaga itu menjadi waspada dan mencoba bertahan.


"HIIAA...!!!" Erinka menghantamkan pedang itu sekuat tenaga hingga membuat dua penjaga itu terpental dan menembus dinding.


Erinka berteriak dengan lantang, "Aku adalah anggota White Tiger dan aku kemari untuk menghajar Jigra...!!" Iapun secara terang-terangan menantang.


"Eehh...!!??" Erinka mendadak terkejut karena teriakannya diabaikan oleh semua orang.


Semua orang yang ada disana sedang melawan para perusuh yang ternyata adalah 3 anggota White Tiger yaitu Reynhard, Djarot dan Ragna


"Kalian melarangku membuat keributan tapi kenapa malah kalian sendirilah membuat keributan itu...!!!"


"Mau kalian apa sih?" Tanya gadis bangsawan itu.


Ketiganya tersenyum menyeringai, "Tentu saja kami mau membalas perlakuan mereka!!" Jawab mereka bertiga serentak.


"Kalau begitu aku mau ikut..."


"Khehehe... boleh saja..." jawab Ragna dengan tersenyum lebar.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 37 : Serang!!


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi

__ADS_1


Trima kasih atas perhatiannya.


*****


__ADS_2