
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Konflik antara guild penyihir White Tiger dan Black Tiger yang ada di kota Arsenia semakin besar karena pertarungan dua master guild mereka.
Lalu disisi lain empat anggota guild White Tiger yang menjadi pemicu konflik tersebut masih berusaha melarikan diri dari kepungan pasukan guild Black Tiger yang jumlahnya 500 orang.
Keempatnya berlari dijalanan kota dan dikejar.
"Sialan, melarikan diri dari mereka terasa susah sekali..." gerutu Djarot 'si cyborg' yang berlari secepat mungkin, "Sllash...!!" Sesekali ia berbalik badan dan menembakan laser ke arah pasukan yang mengejar mereka.
"Jumlah mereka terlalu banyak jadi bagaimana jika kita berpencar agar bisa lolos?" Ucap Reynhard yang mengungkapkan idenya.
"Rencanamu buruk..." ucap Erinka yang sesekali melesatkan tebasan api pada para pengejar.
"Kenapa? Apa yang membuatmu menolak rencanaku itu?"
Erinka berkata, "Jika berpencar mungkin kita malah akan mati!! Coba kau pikirkan lagi jumlah mereka sekitar 500 orang yang artinya jika dibagi empat maka tiap orang akan dikejar 125 orang..."
"Kondisi kita tak diuntungkan karena kelelahan oleh pertarungan sebelumnya jadi satu orang berusaha lolos dari kejaran 125 orang kurasa mustahil..."
Mendengar penjelasan itu membuat Reynhard terdiam.
Ragna berkata, "Aku bisa saja kabur dengan kemampuan baruku yaitu teleport akan tetapi karena keterbatasan energi mungkin aku hanya bisa berteleport satu atau dua kali saja dan itupun untuk diriku sendiri..."
"Ya, mungkin aku bisa menghadang mereka dan kalian bisa lari duluan lalu kalian tak perlu khawatir karena nantinya aku bisa lari dengan kemampuan teleport..."
"Aku menolak ide itu..." ucap Djarot 'si cyborg' dengan jelas tanpa mengungkapkan alasannya, "Aku tak akan mengorbankan temanku!! Tidak akan pernah!!"
Ragna menjadi kesal karena idenya ditolak, "Lalu mengapa kita lari meninggalkan Master Mark??!!"
Mendadak Djarot 'si cyborg' menghentikan langkah kakinya dan hal itu membuat ketiga rekannya juga menghentikan langkah kaki, "Aku akan kembali!! Aku tak akan pergi meninggalkan Master Mark!!!"
"Apa...!!" Pernyataan Djarot 'si cyborg' itu mengejutkan ketiga rekannya.
"Kau bodoh, ya?" Ucap Erinka.
"Jika kita kembali maka perjuangan Master akan sia-sia..." ucap Reynhard.
"Benar, jika kita kembali sekalipun kita tetap tak bisa berbuat apapun..." ucap Ragna.
__ADS_1
Djarot 'si cyborg' bersikeras, "Aku akan kembali...!!!"
*****
Lalu dalam pertarungan antara dua Master.
Keduanya telah berubah menjadi dua raksasa yang ukuran tubuh Master Mark adalah 20 meter sedangkan lawan adalah 40 meter.
"Hahahahaha...!! Inilah kekuatanku yang sebenarnya!! Aku dapat menyatukan logam- logam dan menciptakan raksasa!! Kau sudah kalah, Mark!!" Ucap Master Black Tiger dengan nada meremehkan lawannya, iapun terlihat lebih sombong dari pada sebelumnya.
Master Mark hanya membalas dengan sorot mata tajam dan berkata, "Hanya karena ukuranmu 2X lipat lebih besar dari pada diriku bukan berarti kau akan menang...!!"
"Menyombongkan diri sebelum pertarungan dimulai adalah sebuah tindakan bodoh..." ucapnya dengan serius.
Master Black Tiger memperkuat pijakan kedua kakinya dan raksasa logam mengepalkan tangan kanannya, "Kalau begitu kita buktikan saja..." iapun tanpa ragu memukul sekuat tenaga.
Dengan sorot mata tajam penuh keseriusan, Master Mark juga memperkuat pijakan kedua kakinya dan menyilangkan kedua tangannya, "DYYEESS...!!!" pukulan itu ditahan dan membuat Master Mark terdorong kebelakang.
"Apa...!!"
Setelah berhasil bertahan Master Mark tersenyum menyeringai, iapun segera mengepalkan kedua tangannya, "Sekarang giliranku...!!!"
"Jbbllast...!!" Dengan kepalan tangan kanan Master Mark memukul wajah bagian kiri raksasa logam dan membuatnya sempoyongan.
"Sial..." ucap Master Black Tiger yang berusaha mempertahankan keseimbangan.
"Akan ku hancurkan dia secara perlahan..." gumam Master Mark dalam hati dengan melesatkan sekali lagi pukulan pada perut raksasa logam, "Jbbllast...!!" Pukulan itu berbeda dari yang sebelumnya karena sangat kuat yang sampai-sampai menghempaskan raksasa logam.
"DYYEESS...!!" Raksasa logam jatuh menimpa beberapa bangunan dan menghancurkannya.
Master Mark dengan ukuran 20 meter segera berlari secepat mungkin dan mengakibatkan tanah bergetar hebat pada permukaan tanah, iapun lalu melompat dan menendang dari atas, "DYYEESS...!!" Tendangannya itu begitu kuat sampai-sampai menghancurkan sebagaian tubuh raksasa logam.
Ya, karena tendangan itu puing-puing terlempar tinggi ke udara.
Master Black Tiger nampak jengkel ketika raksasa dihancurkan meski sedikit, "Sial, menyatukan logam-logam ini membutuhkan banyak sekali energi jadi aku tak terima jika dihancurkannya tanpa memberikan perlawanan..." iapun tiba-tiba mencengkram kaki Master Mark dan mengangkatnya.
"Apa...!!" Master Mark terkejut pada lawan yang mendadak bangkit, "Sialan, apa yang akan kau lakukan?"
"Kau akan segera tau..." Master Black Tiger memutar-mutar tubuh lawan lalu setelahnya melepaskannya.
"DYYEESS...!!" Master Mark jatuh menimpa beberapa bangunan.
Iapun segera berdiri tegak akan tetapi Master Black Tiger sudah berada dihadapannya dan langsung saja menendang pada bagian dadanya, "Jbbuuak...!!" Master Mark kembali terlempar dan sekali lagi jatuh menimpa beberapa bangunan.
Master Black Tiger lalu mendekat pada sebuah pohon besar yang letaknya ditepi jalan lalu mencabutnya, "HIIAA...!!"
Dilain sisi Master Mark segera berdiri, "Sialan...!!" Ia juga berusaha mengangkat sebuah bangunan dan tanpa ragu melemparkannya ke arah musuh.
__ADS_1
"Jbbuuak...!!" Master Black Tiger dengan mudah memukul bangunan yang dilemparkan lawan menggunakan pohon yang dicabutnya.
Bangunan itupun hancur berkeping-keping akan tetapi setelahnya Master Mark segera berlari dan menendang kepala raksasa logam dari arah samping, "Jbbllast...!!" Raksasa logam jatuh tersungkur menimpa beberapa bangunan.
Master Mark menatap tajam dan berkata dengan tegas, "Bangunlah!!! Kita harus menyelesaikan semuanya disini dan saat ini juga...!!!
"Cih, menyebalkan...!!!" Ucap Master Black Tiger yang kesai, iapun mengendalikan raksasa logam dan berusaha membuatnya berdiri tegak kembali.
Tetapi Master Mark segera melesatkan serangan siku pada leher raksasa logam, "Jbbuuak...!!" Sekali lagi ia jatuh tersungkur kembali.
Pertarungan kedua raksasa yang saling pukul memukul, hajar menghajar dan saling baku hantam itu membuat tanah berguncang hebat.
Area kota seakan menjadi ring tinju bagi keduanya.
Ya, semua bangunan yang ada disekitar keduanya hancur dan pepohonan yang ada didekat mereka roboh.
Para penduduk dalam kepanikan yang luar biasa karena pertarungan dua master guild itu.
Mereka para penduduk berusaha menyelamatkan dirinya sendiri, "Menjauh dari tempat ini!!!"
"Disini sangatlah berbahaya!!"
"Dua master guild sedang bertarung, selamatkan diri kalian sendiri...!!!"
Para penduduk berteriak histeris dalam kepanikan akan tetapi hal yang sangat nekat dilakukan oleh empat petarung White Tiger.
Ya, mereka adalah Ragna, Erinka, Reynhard dan Djarot 'si cyborg' yang memutuskan kembali.
Mereka tak lagi dikejar oleh pasukan musuh karena pasukan musuh merasa takut pada pertarungan dua master guild.
Djarot 'si cyborg' yang memimpin ketiga rekannya berkata dengan tegas, "Alasannya kita kembali sudah jelas!! Kita akan membawa lari Master Mark lalu lepas dari semua ini jadi apa kalian mengerti?"
"Siap, kami mengerti...!!!!" Jawab ketiganya serentak.
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 52 : Dewan Sihir
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****
__ADS_1