The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 76 : Pertarungan Kedua


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Fenomena yang janggal terjadi yaitu lautan mendadak berubah warna menjadi hitam pekat, beracun dan berbau busuk.


Seorang nelayan mendekati air yang menghitam itu, "Apa-apaan ini? Ada apa dengan lautnya?" Pikirnya, iapun menjadi sangat terkejut karena mendadak terjadi getaran yang sangat kuat.


"Sekarang apa lagi?" Ucap nelayan itu yang mulai takut.


"DYYEESS...!!!!" Sebuah tentakel raksasa keluar dari hitamnya air laut dan tentakel itupun sekali hantaman dapat menghancurkan kapal.


"A-apa...!!!" Nelayan itupun terbelalak pada hal yang ia lihat.


Sang Monster Lautan, Kraken kembali iapun perlahan menunjukan diri dengan tentakel-tentakel raksasa keluar dari dalam air laut yang gelap.


Orang-orang yang berada dipelabuhan dan sedang bongkar muat barang kapal ataupun berdagang mulai panik saat melihat kemunculan sang monster lautan.


"Apa-apaan itu!!"


"Itu monster laut!!"


"Cepat lari!!!" Teriak para penduduk yang berada dikota bagian tepi laut dengan berlarian dalam kepanikan.


Sang Kraken dengan ukuran tubuhnya yang sangat besar tak butuh waktu lama untuk menghancurkan pelabuhan dan bahkan dengan cengkraman tentakel raksasanya ia mampu menghancurkan mercucuar, "WOOAARRGGH...!!!!" Sang gurita raksasa itupun meraung dengan sangat lantang.


*


Lalu didaerah perbukitan terdapat sebuah bar.


Anggota dua guild yaitu Sabertooth dan White Tiger sedang membersihkan bar itu setelah berpesta ria.


Meja dan kursi bergetar, "Gempa, ya?" Ucap Sumika yang merasakannya.


"Hmm... benar, ini memang gempa..." sahut Denjirou yang juga melihat barang-barang bergetar.


Secara mendadak lampu dan penerangan tempat itu mati, "Kurasa gempa ini sangat luar biasa karena sampai-sampai membuat listrik mati..." gumam Ragna dalam hati.


"Ugh!!" Pak Gamou dan Master Sabertooth yang duduk satu meja merasakan ada yang janggal.


"Ini bukan gempa biasa..." ucap Pak Gamou.


"Benar, aku juga bisa merasakan tekanan energi yang luar biasa..." ucap Master Sabertooth dengan sorot mata tajam.


Mendadak semua menjadi gelap karena listrik tiba-tiba mati lalu Erinka si gadis bangsawan yang sedang mengelap piring didapur terjatuh ke lantai, "Ugh!!"


Piring yang digenggamnya terjatuh dan pecah lalu hal itu membuat Lisha mendekatinya meski saat itu ruangan gelap gulita, "Hey, kau itu kenapa?"


"Panas!! Seluruh tubuhku terasa panas..." ucap Erinka yang merasakan tubuhnya seakan kena demam dan berkeringat dingin.


Lisha menyentuh kening Erinka dan langsung kepanasan, "Aduh, panas sekali!!! Kepalanya sepanas minyak goreng yang mendidih!!" Iapun bingung dan langsung berlari ke arah Ragna yang sedang ditoilet.


"Hey, Ragna!! Cepat keluar dari sana!!" Teriak Lisha dengan menggedor-gedor pintu toilet.

__ADS_1


Ragna yang ada didalam menjadi agak kesal dan iapun bergumam dalam hati, "Sudah lampu mati dan sekarang diperburuk dengan Lisha yang tak sabaran..." iapun bergegas cepat, "Tunggu sebentar!!!"


"Memangnya apa yang kau lakukan didalam sana!!!" Teriak Lisha.


"Tentu saja BAB!! Memangnya apa lagi yang kau pikirkan tentangku? Apa kau pikir aku sedang konser?" Jawab Ragna agak kesal.


"Bukan seperti itu!! Tapi ada yang gawat tentang Erinka!!" Teriak Lisha panik.


"Hah? Erinka? Memangnya ada apa dengan dia? Apa dia ingin ke toilet juga?"


Lisha menjadi semakin kesal karena Ragna tak nyambung diajak bicara, "Terserah kau saja, kunyuk!!!"


"Hah? Mengapa kau marah?" Ucap Ragna yang bingung dan iapun secara perlahan membuka pintu.


"Memangnya ada apa sih?"


Lisha tak mau lagi menjelaskan dan iapun langsung menarik tangan Ragna, "Ayo cepat!!!"


"Eeehh...!!!" Ragna terkejut, "Memangnya kau tak ingin ke toilet?"


"Cih..." Lisha agak jengkel akan tetapi ia tak mau lagi menjelaskan.


Ya, Ragna terkejut ketika Lisha membawanya ke dapur dan didapur ia melihat Erinka terjatuh, "Ugh!!" Erinka terlihat kesakitan.


"Apa yang terjadi padanya?" Ragna panik.


"Mana ku tahu!!!"


Ragna menyentuh kening Erinka, "Aduh, panas sekali!!!" Suhu tubuh Erinka terlalu panas karena seperti bara api.


Ragna melapisi kedua lengan menggunakan elemen kegelapan dan segera membawa Erinka keluar menuju ruang utama bar dan meletakan diatas meja.


"Mana ku tahu...!!!" Bentak Ragna dan Lisha serentak.


Master Sabertooth dan Pak Gamou mendekati mereka.


"Hey, listrik sedang mati dan kalian ribut sendiri memangnya ada apa?" Tanya Master Elena.


"Hmm... anu... mendadak Erinka demam tinggi dan sepertinya bukan demam biasa..." jelas Ragna.


Pak Gamou mendekati Erinka dan menyentuh keningnya, "Panas sekali!!"


"Jadi apa yang sebenarnya tengah terjadi padanya?" Tanya Lisha.


Pak Gamou berkeringat dingin dan berkata dengan ekspresi serius, "Sepertinya kita dalam masalah besar..."


Kai, Ragna dan Lisha tak mengerti akan tetapi Master Sabertooth sedikit memahami kondisinya, "Apa maksudmu, pak tua?" Tanya Master Elena dengan sorot mata tajam.


"Master, aku menyimpan sedikit rahasia tentang laporan yang ku sampaikan beberapa saat yang lalu..."


"Katakan saja sekarang..."


"Baik..." jawab Pak Gamou dengan tenang, "Beberapa saat yang lalu aku membuat laporan tentang menghilangnya Kai dengan alasan kapal kami ditenggelamkan oleh Kraken..."


"Laporan itu tak sepenuhnya salah akan tetapi ada yang ku kurangi dalam laporan tersebut..."


"Kapal kami memang ditenggelamkan oleh Kraken akan tetapi saat itu juga ada sang Phoenix disana..."


"Ya, singkat cerita dua makluk mitologi itu bertarung hebat dan berakhir dengan hasil seri..."

__ADS_1


"Aku mengerti sekarang akan tetapi mengapa kau merahasiakannya dariku?" Tanya Master Sabertooth.


"Informasi tentang sang Phoenix harus tetap dirahasiakan karena makluk legendaris itu menjadi incaran banyak orang dan Sang Phoenix itu berada didalam tubuh Erinka..."


"Apa!!!!" Master Sabertooth terkejut, "Jadi gadis kecil ini memiliki Sang Phoenix dalam tubuhnya? Tapi bagaimana bisa?"


"Aku akan menjelaskannya lain waktu..." sahut Ragna dan iapun khawatir pada kondisi rekannya, "Jadi sekarang apa yang tengah terjadi pada Erinka?"


"Sang Monster ada didekat sini dan Phoenix yang ada dalam tubuh Erinka beresonansi..."


"Apa!!!!" Ragna, Kai dan Lisha terkejut.


"Ya, mereka berdua berniat memulai pertarungannya lagi..."


"Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?" Ucap Kai yang tidak percaya.


Master Sabertooth berkata dengan serius, "Itu adalah hal yang sangat wajar adikku tersayang!! Mereka adalah makluk mitologi dan tidak akan berhenti bertarung sebelum salah satu diantaranya kalah..."


"Semacam perebutan kekuasaan atau menentukan yang terkuat..."


"Dalam sejarah pertarungan antar dua monster yang menjadi insiden terburuk yang pernah ada adalah pertarungan antara Godzilla melawan King Ghaidorah..."


Semuanya terdiam.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang ini?" Tanya Ragna.


Master Sabertooth berkata, "Akan sangat buruk bila dua makluk mitologi saling bertarung!! Kota ini akan jadi lautan api dan tentu saja akan banyak korban yang berjatuhan..."


"Ya, biarkan aku dan Pak Tua Gamou memeriksa kondisi diluar sementara untuk kalian bertiga jaga Erinka..."


"Dimengerti!!!" Jawab Ragna, Lisha dan Kai serentak.


"Kalau begitu mari kita berangkat, Master..." ucap Pak Gamou.


"Ya, mari kita hadang sang Kraken..." ucap Master Sabertooth dengan sorot mata tajam penuh dengan keseriusan.


*


Diluar.


Sang Kraken sudah menampakan diri dan telah menghancurkan pelabuhan lalu diatas sebuah bangunan yang letaknya ditengah-tengah kota dua orang mengamati monster lautan yang tengah mengamuk.


Salah satu dari mereka adalah Koga sang pemimpin ke-9 Batalion Bayangang


"Hahahaha... sang Kraken telah muncul dan kurasa sebentar lagi sang Phoenix akan menampakan diri..." ucap Koga.


"Ya, bila burung api itu menampakan diri maka giliran kita beraksi...!!!" Ucapnya dengan santai dan ia merupakan pemimpin ke-8 Batalion Bayangan.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 77 : Pertarungan Kedua II


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.

__ADS_1


*****


__ADS_2