The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 140 : Sisi Gelap II


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Pertarungan memasuki babak akhir.


Pemimpin ke-5 Batalion Bayangan yaitu Gamora sedang berhadapan dengan salah satu Komandan Pasukan Sihir yaitu Jack Rakan.


"Sepertinya aku berhasil mengalahkannya..." ucap Gamora yang terlihat senang saat serangannya tepat mengenai sasaran.


Meski mengenai tepat sasaran akan tetapi Jack Rakan baik-baik saja, ia bahkan perlahan berdiri tegak dan malah tersenyum menyeringai, "Hahahaha...!!" Dengan tawa lepasnya ia menggenggam erat pedang birunya dan menebaskan dengan satu tangan yaitu tangan kanan, "Sllash!!"


Gelombang air entah bagaimana tercipta dan menyapu permukaan tanah yang bergelombang itu.


Karena bergerak dipermukaan tanah yang tak stabil gelombang air itu menjadi sangat lambat, "Sial..." Gamora menjadi geram karena lawan mampu menciptakan air padahal ia sedang mengaktifkan Mana Zone tipe api.


Gamora juga mengayunkan pedang berkobarnya itu sekuat tenaga, "Sllash!!" Gelombang api melesat cepat tanpa terpengaruh oleh tanah yang bergelombang.


"DYYEESS...!!" Dua serangan berbenturan dan terlihat teknik Gamora lebih unggul karena diperkuat dengan Mana Zone.


Meskipun begitu Jack Rakan malah berlari ke arah dua serangan yang masih berkecamuk itu, ia menerjang begitu saja, "Menarik sekali!!!" Ia menebaskan lagi pedang birunya dan sebuah gelombang air melesat.


"Kemampuanmu itu merepotkan...!!" Teriak Gamora yang geram, iapun mengepalkan tangan dan langsung saja memukul gelombang air itu dengan kepalan tangan, "Jbbllast...!!" Gelombang air itupun berlubang sekali pukul.


Jack Rakan berlari lalu melompat tinggi, ia menggenggam erat pedang birunya dengan kedua tangan, memfokuskan energi lalu menebas dari atas, "HIIAA...!!"


"Sllash!!"


Gamora terkejut akan tetapi ia segera menggenggam erat pedang besar miliknya yang berkobar-kobar api lalu menebas, "Sllash!!"


"Cthing!!" Dua senjata mereka saling berbenturan dan membuat pancaran energi kuat menyebar ke segala arah.


"HIIAA...!!!" Gamora yang geram memperkuat serangan sehingga mampu membalikan keadaan dan membuat lawan terlempar.

__ADS_1


Jack Rakan terlempar dan jatuh dalam posisi berdiri, ia tertawa lepas, "Hahahaha...!! Kau merupakan salah satu petarung yang bisa membuatku bersemangat bertarung!! Aku mengakuimu!!"


Gamora geram, "Sayang sekali aku tak butuh pengakuanmu itu!! Kau petarung yang sangat menjengkelkan!!"


Keduanya saling berdiri tegak dengan sorot mata tajam akan tetapi mendadak sorot mata keduanya teralihkan ke lain tempat dikejauhan, "Tekanan energi mengerikan apa ini?"


"Terasa mengerikan dan penuh hasrat membunuh!!"


"Ya, tak salah lagi tekanan energi sihir ini milik iblis..." gumam Gamora dalam hati.


Ya, entah mengapa mendadak Gamora dan Jack Rakan merasakan kuat dikejauhan.


*****


Ditempat lain.


Erinka panik setelah mengetahui Ragna tak sadarkan diri, iapun segera memeriksa detak jantungnya, "Detak jantungnya melemah..." ia kemudian memeriksa bagian hidung, "Ia terlihat kesulitan bernafas..."


Gadis bangsawan itupun segera meletakan kepala Ragna pada pangkuannya agar ia mudah didalam bernafas, Erinka menarik nafas panjang lalu memberikan nafas buatan dari bibir ke bibir.


Iapun memberikan nafas buatan secara berulang-ulang akan tetapi Ragna tak kunjung sadar juga, Erinka yang panik berkata, "Sebenarnya apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau bisa jadi seperti ini?"


Yang dilakukan Erinka kali ini berbeda karena ia memberikan nafas buatan yang bercampurkan energi sihir api miliknya.


"Sial, kenapa tak berhasil juga..." gumam Erinka.


Ia mulai menyerang akan tetapi mendadak tubuh Ragna meledakan energi kegelapan, "DHHUUAARR...!!!!" Erinka bahkan terhempas oleh kuatnya ledakan energi tersebut.


Si gadis bangsawan secara perlahan berdiri kembali dan iapun melihat Ragna yang masih tak sadarkan diri perlahan berdiri tegak dengan dibantu oleh kegelapan yang muncul dari pijakan kedua kakinya.


"Apa yang tengah terjadi? Mengapa seolah kegelapannya itu memiliki kepribadiannya sendiri?" Pikir Erinka yang heran dan entah mengapa ia mulai takut.


Kegelapan yang ada dipijakan kedua kaki Ragna semakin meluap-luap saja dan aura kegelapan itu dipenuhi rasa kebencian yang luar biasa hebat.


Erinka masih terdiam, iapun tak mengerti akan apa yang sebenarnya tengah terjadi pada Ragna.


Ya, kegelapan pekat yang seolah memiliki kepribadiannya sendiri itu membungkus tubuh Ragna.


Mendadak dipunggung Erinka muncul kobaran sayap api biru milik Sang Phoenix, "Bahkan Sang Phoenix ingin agar aaku menghentikan Ragna..." gumamnya yang tak mengerti.

__ADS_1


Kegelapan yang membungkus Ragna secara perlahan terbuka dan terlihat warna rambut Ragna yang semula putih berubah menjadi hitam pekat.


Ragna secara perlahan membuka matanya dan kornea matanya berubah warna menjadi merah, "Siapa dia?" Ucap Erinka ketika sorot mata Ragna berubah menjadi tajam, iapun merasa pria yang berada dihadapannya itu bukan rekannya lagi.


"Hahahaha...!!!!" Ragna dengan rambut hitam itupun tertawa lepas.


Ia mengangkat satu kaki yaitu kaki kanannya lalu menghentakan ke tanah, "DYYEESS...!!!" Hentakan kakinya sangat kuat dan tercipta retakan-retakan yang menyebar ke segala arah, "Krak!! Krak!!" Retakan terus menyebar.


Erinka menarik pedang besar yang ada dipunggungnya dan menggenggam erat pedang tersebut dengan dua tangan, "Entah mengapa sang Phoenix ingin menghentikan Ragna dan firasatku mengatakan Ragna telah menjadi sesosok makluk yang sangat berbahaya..." ucapnya dengan menggenggam erat sebilah pedang yang berkobar-kobar api.


"HIIAA...!!!!!" Erinka terbang melesat ke arah Ragna.


Erinka terbang mendekat dan tanpa ragu menebas rekannya, "Sllash!!" Tetapi kegelapan dikaki Ragna berubah menjadi sebuah cambuk yang bergerak menyerang Erinka.


Erinka terkena cambukan dan iapun terlempar jauh, "Sial, bagaimana mungkin ragna bisa mendapatkan kekuatan seperti itu?" Ucapnya yang secara perlahan berdiri kembali.


Erinka berniat menyerang lagi akan tetapi mendadak Ragna menghilang dengan kemampuan teleport, "Zink!!"


"Kemana dia?" Ucap si gadis bangsawan yang terkejut bahwa Ragna menghilang.


Mendadak Ragna muncul tepat dibelakang punggung Erinka, ia menarik nafas panjang dan meraung, "WOOAARRGH...!!" Erinka terhempas jauh karena raungan Ragna itu.


Gadis bangsawan itu segera berdiri tegak dan terbelalak ketika melihat wujud Ragna yang sekarang memiliki dua buat tanduk diatas kepala dan gigi-gigi taring, "Dia berubah menjadi iblis...!!" Ucapnya secara spontan ketika melihat wujud Ragna.


Ya, sebenarnya apa yang telah terjadi pada Ragna?


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 141 : Iblis


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2