The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 158 : Megalodon


__ADS_3

Setelah menghancurkan 5 kemudi kapal musuh Ragna pun kembali ke kapalnya sendiri dengan kemampuan teleport, "Zink!!"


Ia langsung disambut dengan pujian dari kedua rekannya.


"Kau berhasil..." ucap Kanna.


"Ya..."


"Kemampuan teleport benar-benar sangat berguna..." ucap Regios.


"Benar sekali!! Aku tak tau apa jadinya bila tak punya kemampuan teleport..." ucap Ragna.


Regios berjalan ke arah kemudi kapal dan berkata, "Yosh!!!!! Sekarang kita bisa bergerak maju!!!!" Teriaknya dengan semangat.


Mereka berlayar maju tanpa halangan karena kapal-kapal musuh yang sebelumnya mengepung kini berlayar tak karuan dilautan.


Ragna dan Kanna merasa sangat senang setelah melewati masalah yang ada.


Markas musuh terlihat jauh didepan mata, "Itu dia tempat tujuan kita...!!" Ucap Regios.


"Maju!!!!" Teriak Ragna dan Kanna secara serentak.


Mereka merasa lega setelah mampu melewati barikade kapal musuh akan tetapi hal yang mengerikan lainnya akan segera terjadi yaitu sebuah bayangan hitam raksasa muncul tepat dibawah kapal yang ditumpangi Ragna dan kedua rekannya.


Ragna dan Regios yang merasakan sesuatu yang janggal merasa sangat gelisah, "Perasaan apa ini?" Ucap sang dragon slayer.


"Aku juga merasakannya!! Sesuatu yang sangat berbahaya sedang mengamati kita..." sahut Ragna.


"Kau juga merasakannya?"


"Ya..."


"Kalau begitu tetap waspada karena kita ada diwilayah musuh dan segala hal yang mengerikan bisa saja terjadi..." ucap Regios.


"Akupun tahu hal itu..."


Kanna yang tak memiliki insting tajam seperti kedua rekannya memilih untuk diam, ia pergi ke tepian kapal untuk memeriksa hal apa yang mengganggu perasaan kedua rekannya.


"Apa!!!!!" Sontak gadis dengan kemampuan regenerasi itu terbelalak saat melihat sebuah bayangan hitam raksasa berada tepat dibawah kapal.


"Ada apa?" Tanya Ragna dan Regios yang bergerak mendekati Kanna.


Kanna menunjuk ke laut dan seketika keduanya terbelalak saat melihat bayangan hitam dibawah kapal mereka, "Apa itu?" Gumam Ragna.


Regios mengambil keputusan cepat dengan berlari ke arah kemudi kapal lagi.


"Kau mau kemana?" Tanya Kanna.


"Tentu saja aku akan mengubah haluan kapal agar menjauh dari monster itu..." jawab Regios yang dengan memutar kemudi kapal secepat mungkin.

__ADS_1


Seketika kapal berguncang bahkan miring hampir terbalik karena mendadak berubah haluan.


Ragna dan Kanna berpegang erat-erat pada tiang utama kapal, "Sialan, aku sangat membenci monster laut..." ucap Ragna yang teringat pertarungannya melawan Kraken.


Mereka berhasil lepas dari bayangan hitam yang ada dibawah laut akan tetapi monster laut itu menampakan sedikit bagian punggungnya.


Ragna terkejut, "Bukankah itu hiu?"


"Tapi ukurannya sangat besar..." sahut Kanna.


Regios berkata, "Aku pernah mendengar sebuah legenda yang sangat mengerikan dari para nelayan bahwa kapal-kapal dilautan lepas berhadapan dengan hiu raksasa..."


"Karena ukurannya yang sangat besar hiu itu mampu menenggelamkan segala jenis kapal dengan berbagai ukuran dan para nelayan itu menyebut monster hiu itu dengan sebutan Megalodon..."


"Jangan membuat kami takut!!!" Teriak Ragna yang trauma berhadapan dengan Krakan.


Secara mendadak air laut yang ada disamping kanan kapal terangkat ke atas hingga membumbung tinggi.


Monster itupun menampakan wujud sebenarnya yaitu seekor hiu raksasa dengan gigi taring yang sangat tajam.


"Mustahil!!" Gumam ketiganya yang terbelalak.


Makluk itu menatap kapal kecil yang ditumpangi oleh Ragna dan kedua rekannya, "WOOAARRGGH...!!!" Ia meraung dengan sangat keras.


Kanna berteriak, "Putar haluan!!! Dia mengincar kita!!!!"


Regios bertindak cepat dengan memutar kemudi kapal bagaikan gangsing dan hal itu sukses membuat mereka menjauh dari sang hiu raksasa, "Apa kita berhasil?"


Sang hiu raksasa mendadak menyelam ke dalam laut.


"Dia pergi?" Ucap Kanna.


Ragna yang pernah berhadapan dengan Kraken menjadi berkeringat dingin dan ia yang panik mendadak berteriak, "Gawat!! Dia akan menyerang dari bawah!!!!!"


"...!!!" Regios dan Kanna terkejut.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya sang 'dragon slayer'


"Cepat tinggalkan kapal dan kita akan bertemu dipulau itu..." ucap Ragna dengan menunjuk ke markas musuh.


Regios dan Kanna menganguk paham dan ketiganya tanpa pikir panjang melompat dari kapal menyelamatkan dirinya masing-masing.


Lalu disaat bersamaan sang hiu raksasa yaitu Megalodon muncul tepat dibawa kapal dengan membuka mulutnya lebar-lebar dan ia langsung menelan kapal tersebut dengan mudahnya.


"WOOAARRGGH...!!!" Sang Hiu Raksasa meraung dengan suara keras dan iapun kembali menyelam ke dalam gelapnya lautan.


Para pasukan Batalion Bayangan yang sebelumnya berhadapan dengan Ragna dan teman-temannya terkesan melihat kekuatan dan kengerian dari Sang Hiu Raksasa, Megalodon.


Mereka berkata, "Kekuatan pemimpin ke-3 tak bisa dianggap remeh!!"

__ADS_1


"Dia benar-benar hebat!!"


"Benar, dilautan ini pemimpin ke-3 tak terkalahkan!!"


Mereka kembali ke markas lagi.


Sementara itu dipulau yang merupakan markas Batalion Bayangan.


5 orang mengamati dari puncak sulur raksasa lewat sebuah teropong.


"Mengerikan sekali!! Kekuatan makluk mitologi yaitu Megalodon memang tak bisa diremehkan..." ucap salah satu dari mereka.


"Kekuatan Batalion Bayangan tak bisa dipandang sebelah mata jadi meski untuk sekarang Tuan Liu berkerja sama dengan mereka tapi kita harus selalu waspada..." ucap salah satu dari mereka lagi dan ia merupakan pemimpin.


"Kami mengerti..." jawab keempatnya sekaligus.


Ya, kelimanya adalah para pengawal salah satu Dewa Sihir yaitu Tuan Liu Ge Peng.


*


Sementara itu.


Sang Komandan Sihir yaitu Nikita sedang melakukan penyusupan dan ia sekarang ini tengah berada disebuah hutan.


Mendadak pandangannya teralih pada lautan, "Aku merasakan kehebohan dari arah sana..."


"Energi kuat sedang ada dilautan itu..."


"Ya, ku harap bukan suatu masalah yang dapat mengganggu misi penyusupanku..." ucapnya dengan ekspresi wajah serius dan ia kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke puncak sulur.


*


Lalu dalam maskas organisasi Batalion Bayangan.


Erinka ditahan dalam sebuah sel dan ia mulai merasa kesakitan karena berada jauh dari Ragna, "Sial, rasa sakit lenganku yang dulu putus sekarang ini terasa lagi..."


"Ini semua terjadi karena aku jauh dari Ragna..."


Dalam penjara tersebut terdapat sebuah jendela dan Erinka menatap keluar, "Entah mengapa Phoenix yang ada dalam diriku merespon sesuatu yang kemungkinan ditempat ini ada makluk mitologi yang lain..."


"Ku harap hal buruk tak terjadi..." ucapnya ketika sang Phoenix dalam tubuhnya beresonansi dengan keberadaan Hiu Raksasa, Megalodon.


Erinka yang tak dapat keluar kemudian duduk dan ia jadi lebih tenang karena tengah memikirkan sebuah rencana, "Ya, ku harap Rikka-chan baik-baik saja..." ucapnya dengan suara pelan.


Mendadak energi hawa dingin terasa dari dalam sebuah sel yang terdapat dihadapan sel milik Erinka, "Aku mendengar ucapanmu tadi..."


"Apa benar kau mengenal Rikka?" Ucap sesosok yang ada dalam sel tersebut dengan sorot mata tajam.


"Siapa kau?" Tanya balik Erinka.

__ADS_1


"Kau tak perlu tau siapa diriku yang jelas jawab pertanyaanku..."


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 159 : Penyusupan


__ADS_2