
Setelah diancam akan disiksa, pemuda itupun seketika terdiam, ia sedikit panik akan tetapi secara mendadak perutnya berbunyi sangat keras tanda ia sangat lapar, "Hehehe... anu... aku akan bicara bila kau memberikan makanan padaku..."
"Kenapa aku harus memberikan makanan padamu? Katakan alasannya?" Ucap bos tempat itu dengan sorot mata tajam.
Pemuda itu tersenyum lalu tertawa, "Hehehe... ayolah, aku tak akan membohongimu!! Aku akan mengatakan segala hal yang ingin kalian ketahui dan juga bila aku berbohong maka kalian bisa memotong lidahku nanti..."
Si bos terdiam dan berfikir lalu dengan ekspresi agak kesal iapun memberikan perintah, "Cih, berikan dia makan!!"
"Siap...!!" Jawab beberapa orang yang berada dibelakangnya.
Orang-orang itupun dengan cepat menjalankan perintah si bos yaitu pergi ke dapur dan mengambil beberapa sisa makanan yang tersedia dipenyimpanan mereka.
"Ambil semua makanan ini!!" Teriak si bos dengan melemparkan semua makan pada pemuda itu.
Pemuda itu kotor karena makanan dan juga beberapa buah makanan terjatuh ke lantai, "Hehehe..." pemuda itu tertawa seolah tak sedang dalam masalah, "Waktunya makan!!!!" Teriaknya dengan ekspresi wajah senang.
Ya, dala posisi terikat ia mulai menjilati tubuhnya dan pemuda itu menjatuhkan diri ke lantai lalu secara perlahan menggliat dilantai dan memakan makanan.
Si bos nampak kesal akan tetapi ia merasa heran pada sikap pemuda itu, "Dasar!! Dia seperti binatang saja!!" Gumamnya dalam hati.
Beberapa saat kemudian pemuda itu selesai menghabiskan semua makanan lalu setelahnya si bos bertanya, "Kami telah memberimu makanan sekarang jawab pertanyaan kami..."
"Emm... boleh saja..." ucap pemuda itu dengan entengnya, "Tapi bisakah kau membenarkan posisiku?" Ucapnya yang terikat dikursi dalam posisi jatuh ke lantai.
"Cih..." si bos nampak kesal dan dua orang yang berada dibelakangnya membenarkan posisi pemuda itu.
Pemuda itu sekarang kembali ke posisi semula yaitu duduk dikursi dalam posisi kaki dan tangan terikat.
"Nah, sekarang katakan pada kami siapa dirimu sebenarnya?" Ucap si bos dengan sorot mata tajam.
"Namaku Akahiru Regios, aku memiliki sihir 'dragon slayer' tipe es dan aku ini sekarang dalam kondisi hilang ingatan..." ucap pemuda yang bernama Regios itu dengan entengnya.
"Dari mana kau berasal?"
"Aku hilang ingatan jadi aku tak tau!! Bahkan saat ini aku sedang mencari jati diriku..."
Si bos bergumam dalam hati, "Sialan, dia mempermainkan kami!! Untuk apa tadi kami memberi dia maka kalau dia tak memberikan informasi..."
"Emm... tunggu dulu!! Kami bisa saja segera membunuhnya akan tetapi sihir 'dragon slayer' itu jenis sihir yang langka dan ia juga sepertinya kuat..."
__ADS_1
"Akan sangat menguntungkan bila pemuda yang hilang ingatan ini ada dipihakku!!! Aku harus menjadikan dia sebagai bawahanku..." gumamnya dalam hati dengan tersenyum licik.
Si bos bertanya lagi dengan sorot mata tajam, "Lalu apa yang kau lakukan ditempat ini?"
"Ya, semula aku yang hilang ingatan terdampar dikota yang sangat jauh dan aku yang tak punya uang menyusup ke salah satu kapal agar mendapatkan tumpangan gratis..."
"Begitu rupanya..." ucap si bos dengan senyuman licik.
"Hmm... kau tersenyum memangnya ada apa?" Tanya pemuda itu.
"Ya, kau tidak punya tempat tujuan, 'kan?"
"Yap..." jawab pemuda yang bernama Regios dengan singkat.
"Bagaimana bila kau tinggal ditempatku sampai ingatanmu benar-benar pulih..."
Pemuda yang bernama Regios tersenyum menyeringai dan berkata, "Dragon Slayer memiliki penciuman yang tajam sehingga kalian tak bisa menyembunyikannya lagi..."
"Ya, kalian banyak sekali menyimpan narkoba ditempat ini dan aku bahkan bisa dengan mudah menemukannya..."
"Jadi sayang sekali aku menolak ajakan orang-orang jahat seperti kalian..."
"Apa!!!" Sang bos dan para bawahannya terkejut begitu mengetahui rahasia mereka terbongkar, "Bunuh dia sekarang!!!" Teriak sang bos dengan lantang.
"Khihihi..." Regios tersenyum menyeringai, iapun meningkatkan energi sehingga sepasang sayap yang terbuat dari es muncul dipunggungya dan hal itu membuatnya bebas.
"Sialan!!!" Teriak si bos, "Selama ini kau memang sengaja ditahan!!!!"
Regios menjawab dengan enteng, "Maaf saja, aku sengaja ingin ditahan karena ingin makanan gratis..."
Si bos geram, "Bunuh dia!!!!"
"DOORR...!! DOORR...!!" Regios diberondong oleh beberapa kali tembakan akan tetapi ia mengepakan sayap-sayap sehingga mampu menangkis tembakan-tembakan.
"Khihihi..." Regios tertawa dengan suara pelan.
Seorang bawahan berlari ke arah Regios dan langsung saja melesatkan pukulan pada wajahnya, "Jbbuuak!!" Regios terpental hingga menabrak dinding ruangan.
"Jika pistol tak mempan padamu maka akan ku gunakan kepalan tanganku untuk menumbangkanmu..." ucap orang yang memukul Regios dengan sorot mata tajam, ia bernama Han
__ADS_1
"Benar sekali!! Kami berdua akan menghajar bocah kurang ajar sepertimu..." sahut seorang bawahan yang bernama Juro.
Si bos duduk diatas sebuah kursi dengan santainya dan dihadapannya berdiri beberapa orang pengawal, "Han, Juro!! Hajar bocah ini!!"
Regios perlahan berdiri dan memasang kuda-kuda, ia mengepalkan kedua tangannya lalu berkata, "Majulan dan aku akan menghajar kalian!!"
"Sombong sekali!!" Han mengepalkan tangan dan melompat lalu memukul, "Jbbuuak!!" Regios menyilangkan kedua tangan didepan tubuh untuk menahan.
"Hanya itu?" Regios tersenyum penuh ejekan.
Juro berlari dan melesatkan tendangan pada kaki kiri Regios, "Jbbuuak!!" Regios yang sebelumnya meremehkan terjatuh ke lantai dan hal itu memberikan kesempatan bagi Han untuk menendang dadanya, "Jbbuuak!!"
Regios sempat menahan dengan menyilangkan kedua tangan akan tetapi ia tetap terlempar dan punggungnya membentur dinding ruangan, "Ugh!! Sial!! Sepertinya mereka petarung yang sangat ahli dan seharusnya aku tak meremehkan mereka..." gumamnya dalam hati.
Pemuda itupun kembali siap bertarung lagi akan tetapi sekarang lebih waspada.
Juro dan Han berlari ke arah Regios melompat dan menendang dari arah depan secara bersamaan, "Jbbuuak!!!" Regios sempat menahan dengan menyilangkan kedua tangannya akan tetapi serangan mereka berdua terlalu kuat sehingga Regios terlempar jauh hingga menembus dinding ruangan tersebut.
"Sial..." Regios segera berdiri akan tetapi beberapa orang sudah menodongkan senapan ke arahnya, "Aku tak bisa mengalahkan mereka semua jadi aku harus lari..." pikirnya yang telah terkepung.
Iapun mengangkat kedua tangannya ke atas lalu berkata dengan entengnya, "Aku menyerah!!"
"Kami tak akan mengampunimu meski kau menyerah..." ucap Han.
"Benar..." sahut Juro.
Keduanya berjalan mendekati Regios.
Mendadak Regios tersenyum menyeringai, "Bercanda!!" Ia menggunakan sihirnya dan terciptalah sepasang sayap yang terbuat dari es dipunggungnya.
Regios dengan cepat menghempaskan orang-orang yang mengepungnya.
Han dan Juro berlari ke arahnya akan tetapi orang-orang yang dihempaskan menabrak mereka berdua.
"HUUPPSS...!!!" Regios menarik nafas panjang dan mengeluarkan sihirnya, "Auman Naga Es...!!!"
"WUUSS...!!" Kabut es yang membekukan segalanya tercipta.
Juro dan Han masih berdiri tegak akan tetapi Regios telah pergi dan hal itu membuat sang bos marah, "Bocah itu mengetahui semua rahasia kita!!! Temukan dan bunuh dia secepatnya!!"
__ADS_1
"Kami mengerti!!" Ucap Juro dan Han yang merasa bersalah.
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 152 : Rekan Sementara II