The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
7


__ADS_3

Tanpa disengaja Ragna bertemu dengan Nikita yang merupakan salah satu Komandan Pasukan Penyihir kerajaan Albion.


Pertemuan keduanya diwarnai kesalah pahaman akan tetapi kesalah pahaman itu sudah terselesaikan.


"Kita bukanlah musuh dan bukankah lebih baik bila kita berkerja sama?" Ucap Ragna.


"Bodoh, tentu saja aku menolak..." ucap Sang Komandan Penyihir dengan berdiri membelakangi Ragna.


Iapun melangkahkan kaki untuk pergi akan tetapi mendadak para pasukan dari organisasi Batalion Bayangan muncul dan mengepung mereka dari dua sisi yang berbeda.


"Kalian para penyusup menyerahlah!!!!"


"Cepat angkat tangan kalian!!"


"Kalian tak akan bisa berkeliaran lagi!!!"


Ragna dan Nikita menyadari bahwa pertarungan mereka telah menciptakan kegaduhan sehingga membuat musuh mengetahui keberadaan mereka.


"Sialan, ini akan jadi lebih merepotkan..." gumam Sang Komandan Penyihir.


Ragna berdiri membelakangi punggung Sang Komandan Penyihir dan berkata, "Sekarang bukankah lebih baik kita berkerja?"


"Akan ku pikirkan nanti bila kita berhasil melarikan diri dari mereka..." jawab Nikita


"Aku setuju..." sahut Ragna.


Karena keduanya tak menunjukan rasa menyerah maka pasukan yang mengepung mereka bertindak, "Tangkap mereka!!!"

__ADS_1


Merekapun menyerang.


Ragna dan Nikita terpaksa harus bertarung melawan serbuan banyak orang sekaligus. Mereka dapat bertahan akan tetapi lama kelamaan keduanya mulai kewalahan.


Keduanya bertarung saling membelakangi, "Hey, bocah!! Siapa namamu?"


"Ragna!! Namaku Ragna!!" Teriak Ragna.


"Aku bisa saja lari dari tempat ini akan tetapi aku sangat mengkhawatirkanmu jadi sebisa mungkin mari berkerja sama untuk keluar dari situasi ini..."


"Bodoh!! Terbalik!! Aku bisa dengan mudah pergi dari sini menggunakan kemampuan teleport..." jelas Ragna.


"Apa!!!" Nikita tak mengerti.


"Seperti ini!!" Ragna menepuk bahu kanan Nikita lalu pergi menghilang dengan kemampuan teleport, "Zink!!"


Keduanya menghilang lalu muncul dibalik benteng tepatnya dibawah sebuah pohon besar yang rindang.


Sang Komandan Penyihir dengan ekspresi serius berkata, "Baik, aku setuju!! Mari menyusup bersama!!"


"Eeehhh...!!" Ragna terkejut dengan perubahan sikap dari Nikita, "Apa yang membuatmu dengan mudah berubah pikiran?"


"Ya, itu karena kau memiliki kemampuan teleport yang sangat berguna dalam penyusupan ini..." jelas Sang Komandan Penyihir itu.


"Emm..." Ragna berfikir, "Kalau begitu aku menolak berkerja sama denganmu..."


Nikita menatap tajam, "Berhenti mempermainkanku, bocah..."

__ADS_1


Ragna menanggapi dengan malas, "Aku tidak ada niat mempermainkanmu..."


"Ya, jika kau ingin berkerja sama denganku maka setidaknya perkenalkan dirimu dan apa tujuanmu ditempat ini agar aku bisa mempercayaimu..."


Sang Komandan Penyihir terdiam sejenak akan tetapi kemudian ia berkata, "Namaku Nikita dan aku dijuluki 'si mawar berduri'..."


"Aku merupakan salah satu dari 9 Komandan Penyihir kerajaan Albion..."


"Komandan Penyihir!!!!" Ucap Ragna yang agak terkejut.


"Benar..."


"Lalu ada kepentingan apa orang sepertimu ditempat ini?" Tanya Ragna.


Nikita menjelaskan, "Aku disini memiliki misi penyusupan tanpa terlibat pertarungan dengan mereka..."


"Penyusupan tanpa pertarungan? Bukankah hal itu sangat sulit?"


"Benar, makanya harus dilakukan secara hati-hati!! Dan tujuan ku melakukan penyusupan adalah mengumpulkan informasi tentang apa yang sedang direncanakan oleh para pemuja iblis..." jelas Sang Komandan Penyihir itu.


Ragna mengangguk mengerti.


"Jadi sekarang giliranmu memperkenalkan diri..." ucap Nikita.


"Namaku Kurogami Ragna dan aku berasal dari guild White Tiger..."


"Kurogami? Tapi kok rambut mu putih?"

__ADS_1


"Cih, jangan dipermasalahkan..." ucap Ragna agak kesal, "Aku disini untuk membawa kembali rekanku yang ditangkap oleh mereka..."


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 160 : Mari Menyusup


__ADS_2