
Beberapa saat yang lalu diatas lereng gunung beberapa orang dengan pakaian serba hitam sampai menutupi wajah mereka mengamati sebuah kereta yang berjalan didaerah tebing yang terjal.
Ya, mereka adalah orang-orang dari pasukan Batalion Bayangan.
Dua diantara mereka adalah pemimpin divisi ke-8 yaitu Satoru 'si dragon slayer besi' dan pemimpin divisi ke-9 yang baru yang merupakan pengganti Koga.
"Ledakan!!" Pemimpin ke-8 yaitu Satoru memberikan perintah.
"Siap!!" Jawab pasukan itu dengan melemparkan granat-granat pada tebing terjal.
"DHUUAARR...!! DHUUAARR...!!" Ledakan-ledakan terjadi yang meruntuhkan terjalnya dinding tebing sehingga menutupi rel kereta.
Satoru memberikan perintah lagi pada pasukannya, "Periksa apakah target kita ada didalam kereta itu dan lakukan dengan cepat karena tempat ini dekat Perserikatan Penyihir kita tak bisa bergerak leluasa..."
"Dimengerti!!!" Jawab pasukan dari Batalion Bayangan itu dengan melompat dari atas.
Pemimpin divisi ke-9 yang baru tersenyum menyeringai lalu bertanya, "Satoru-senpai, lalu apa yang harusnya ku lakukan sekarang?"
Satoru menjadi agak geram, "Kau pemimpin divisi yang baru tak akan ku biarkan bertindak seenaknya sendiri..."
"Duduk saja diatas sini dan mengamati kami beraksi..." ucap Satoru dengan ikut melompat menuju kereta yang terhenti.
Pemimpin ke-9 yang baru tersenyum menyeringai lalu berkata, "Kejamnya!!! Menyebalkan juga dia menyuruhku hanya diam, menunggu dan mengamati..." iapun merencanakan sesuatu yang lain.
*
Lalu kereta yang semula melaju sangat cepat mendadak berhenti ditengah jalan dan hal itupun membuat para penumpang yang ada didalamnya dilanda kepanikan luar biasa.
Ragna berkata, "Hey, Erinka!! Bukankah tadi kau bilang padaku bahwa tempat ini dekat dengan Perserikatan Penyihir yang membuatnya sangat aman?"
"Mana ku tau kejadian seperti ini bisa terjadi?" Ucap Erinka.
"Cih..." Ragna agak geram.
Kanna berkata, "Ada dua kemungkinan..."
"Pertama ada bencana alam seperti runtuhnya tebing yang menutupi rel kereta sehingga memaksa kereta berhenti..."
"Lalu kedua, ada yang benar-benar sengaja membajak kereta ini..."
"...!!" Ragna dan Erinka terkejut pada kesimpulan yang didapat Kanna itu, "Orang bodoh mana yang mau membajak kereta ini? Apa dia lupa bahwa tempat ini dekat dengan Perserikatan Penyihir?"
"Itu artinya yang membajak kereta ini bukan orang bodoh biasa karena berani beraksi didaerah dengan pengamanan super ketat..." sahut Ragna dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
*
Ya, pasukan Batalion Bayangan mulai memasuki kereta dam merekapun mulai memeriksa satu persatu gerbong kereta.
Terdengar suara dari pengeras suara yang ada dimasing-masing gerbong kereta.
"Berdiri semua dan angkat kedua tangan kalian semua!!!!"
"Kami tak ingin menyakiti kalian jadi turuti apa yang kami mau...!!"
"Kami hanya ingin memastikan apakah sesuatu yang kami cari ada dikereta ini
Semua penumpang yang ada disana menuruti apa mau mereka karena takut.
Rikka memeluk Ragna makin erat karena takut, "Jangan khawatir!! Semua akan baik saja..." ucap Ragna yang mencoba menenangkannya.
Ragna bergumam dalam hati, "Aku pernah mengalami situasi yang bahkan lebih buruk dari pada sekarang ini..."
Pasukan yang serba pakaiannya hitam itupun masuk ke gerbong mereka dan sontak membuat Ragna dan Erinka terkejut, "Apa!!!"
"Kenapa?" Tanya Kanna.
"Kami tau siapa yang membajak kereta ini..." ucap Ragna yang geram.
"Sebenarnya mereka itu siapa?" Kanna masih tak mengerti.
Ragna yang geram terpaksa menjelaskan pada Kanna agar ia mengerti, "Mereka adalah orang-orang dari organisasi terlarang yaitu Batalion Bayangan..."
"Sepertinya tujuan mereka adalah mengumpulkan makluk-makluk mitologi ataupun makluk-makluk mistis langka..."
"Tepatnya mereka adalah pemuja Raja Iblis..."
"Aku sekarang paham..." ucap Kanna dengan sorot mata tajam pada orang-orang berpakaian hitam itu, "Sialan, jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?"
Erinka berkata, "Mereka kuat jadi sebisa mungkin kita harus menghindari pertarungan dengan mereka..."
"Aku setuju..." ucap Ragna dan iapun menyuruh Rikka untuk sembunyi didalam tas punggung besar yang ia bawa.
Ya, pasukan dari Batalion Bayangan itupun memeriksa satu persatu penumpang dan memeriksa segala sudut gerbong kereta.
Giliran Ragna dan teman-temannya pun tiba.
"Apa yang kalian sembunyikan ditas punggung besar ini?" Ucap salah satu dari mereka yang melakukan penggeledahan.
__ADS_1
Erinka terlihat sangat kesal akan tetapi ia bersikap tenang agar bisa lolos dari masalah, "Kami adalah petualan dan tiga tas punggung besar milik kami itu berisikan perbekalan!! Jangan usik kami dan jika tak percaya maka kau bisa mengecek apa yang ada didalam tas punggung besar itu..."
Orang itupun melakukan pengecekan pada tas Erinka dan iapun tak menemukan apapun lalu ia beralih memeriksa tas punggung milik Kanna dan juga tak menemukan apapun.
Lalu terakhir giliaran milik Ragna dan orang itupun tak menemukan apapun juga.
Rikka bersembunyi dibagian bawah tas sementara dibagian atas terdapat perbekalan yang membuatnya tertutupi dan tersembunyi.
Erinka tersenyum menyeringai ketika melihat pria itu tak menemukan apapun, "Kau lihatkan? Sesuatu yang kau cari tidak ada pada kami?"
Pria itupun terdiam dan merasa kesal akan tetapi ia tak melakukan apapun, ia merasa agak segan pada Erinka karena setelah melihat apa isi didalam tas punggungnya ada lambang kerajaan dan iapun menyadari bahwa Erinka merupakan salah satu bangsawan.
Ia beranjak pergi dari ketiganya, "Fiuh..." ketiganya menghela nafas lega.
Akan tetapi sesuatu yang buruk terjadi yaitu salah seorang dari mereka yang lainnya mendadak datang pada ketiganya, "Aku akan melakukan pemeriksaan ulang..."
"Apa!!!" Sontak ketiganya terkejut.
Pria itupun langsung mengambil tas punggung Erinka dan membelahnya dengan sebuah pedang, "Sllash!!" Barang-barang Erinka berceceran dan pria itupun tersenyum menyeringai, "Khehehe... rupanya benar-benar tidak ada apapun..."
"Jbbllast!!!" Erinka langsung melesatkan sebuah tendangan super kuat tepat pada wajah pria itu dan pria itupun terlempar hingga menembus dinding kereta.
"...!!!" Sontak perbuatan Erinka itu membuat mereka semua termasuk penumpang yang lainnya terkejut.
Ragna merespon dengan datar, "Yah, padahal kami telah bersikap baik tapi kalian sendiri malah yang telah membuat masalah dengan kami..."
"Sialan!!!!" Teriak salah satu dari mereka dan merekapun bergerak mengepung ketiganya.
Ya, tiada pilihan lain.
Ragna, Erinka dan Kanna terpaksa harus bertarung habis-habisan melawan seluruh pasukan Batalion Bayangan yang ada didalam gerbong itu.
Kekacauan didalam gerbong itupun membuat semua penumpang yang lainnya dalam kepanikan luar biasa dan merekapun sampai berhamburan keluar kereta.
"Jbbllast!!" Ragna melesatkan tinju kepalan tangan super besar yang telah dilapisi kegelapan pada salah satu mereka dan membuatnya terlempar dari kereta, "Yah, itu yang terakhir..."
"Pada akhirnya kita membuat keributan juga..." ucap Kanna.
"Dan itu semua salah Erinka..." sahut Ragna.
"Hey, jangan salahkan diriku!! Mereka telah membuatku emosi jadi sudah sewajarnya aku menghajar mereka..." Erinka yang kesal membela diri.
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 120 : Serahkan Anak Iblis Itu!!
__ADS_1