The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 95 : Permainan


__ADS_3

Setelah 2 tahun menjalankan misi akhirnya anak angkat Master Mark yaitu Edward kembali.


Master Mark tetap tenang dan sama sekali tak terprovokasi anak angkatnya membuat Reynhard dan Djarot kesal, "Hmm... jadi sebenarnya apa yang kau inginkan?"


Dengan sorot mata tajam Edward berkata, "Aku ingin kau mundur dari posisi Master White Tiger dan biarkan aku yang mengambil alih mulai dari sekarang..."


"Yang kuat akan bertahan dan yang lemah akan musnah..."


"Ya, jika aku mempimpin guild White Tiger maka akan ku buat kelompok ini memasuki masa kejayaannya..."


"Dengan ketegasan yang ku miliki akan ku buat White Tiger menjadi guild terhebat dikerajaan Albion..."


"Bagaimana Master Mark? Maukah kau menyerahkan jabatan Master padaku?"


Master Mark terlihat tenang lalu tersenyum lebar dan iapun berkata dengan entengnya, "Anakku, padahal aku ingin menyambut kedatanganmu dengan pesta akan tetapi mengapa kau malah kurang ajar..."


"Kurasa tidak ada pilihan lain..."


"Reynhard dan juga Djarot, mari kita usir mereka..."


"Dimengerti!!" Jawab Reynhard dan Djarot dengan sorot mata tajam.


Edward tak takut sedikitpun meski telah membuat Master Mark marah, ia berkata dengan entengnya, "Seperti yang ku bilang tadi 'Yang kuat akan bertahan dan yang lemah akan musnah' jadi dengan prinsip seperti itu akan ku rebut jabatan Master White Tiger darimu dengan cara paksa..."


Master Mark tersenyum lebar dan berkata dengan entengnya, "Sombong sekali!! Memangnya kau bisa mengalahkanku?" Iapun meningkatkan energi dan membuat lantai tempatnya berpijak jadi retak-retak.


"Albert!! Rumia!! Hati-hati dan sepertinya ini tak akan berjalan dengan mudah..." ucap Edward.


"Kami tau!!" Jawab Albert dan Rumia yang sudah mengetahui hal apa yang tengah terjadi


Master Mark memperbesar lengan kanannya dan langsung saja memukul Edward dengan kepalan tangan super besarnya, "Jbbuuak...!!" Edward sempat menahan dengan menyilangkan kedua tangannya tapi tetap saja ia terlempar hingga menembus dinding ruangan.


"Dasar bodoh!!" Ucap Master Mark dengan berjalan perlahan keluar guild, ia memancarkan aura yang sangat mengerikan.


Albert dan Rumia hanya terdiam mematung ketika Master Mark berjalan melewati mereka,"Dia kuat!!" Pikir keduanya yang takut.


Reynhard menarik sebilah pedang miliknya yang tersarung dipinggangnya, "Maaf saja tapi kami juga harus mengusir kalian..."

__ADS_1


Albert menjadi agak kesal, "Master Mark memang kuat dan mengerikan akan tetapi kalian berdua itu lemah..."


"Berhenti meremehkan kami..." ucap Djarot 'si cyborg' dengan mengarahkan telapak tangannya ke depan lalu menempakan laser, "Sllash!!"


Mendadak tercipta sebuah kaca yang mampu memantulkan tembakan laser itu tepat dihadapan Rumia.


"Apa!!!" Djarot 'si cyborg' menjadi sangat terkejut.


Dilain sisi, Reynhard bergerak dengan cepat, ia berlari dan langsung saja melesatkan tusukan, "Pergilah dari sini, sialan!!"


"Cih" Albert memperkuat pijakan kedua kakinya dan iapun mampu menahan tusukan pedang lawan dengan menempelkan dua telapak tangannya pada kedua sisi pedang Reynhard, "Kau terlalu sombong!!" Ucap Albert pada si keturunan pahlawan itu.


Ya, didalam guild tengah terjadi pertarungan dua lawan dua sementara itu diluar guild.


Edward segera berdiri tegak setelah dihempaskan dengan sekali pukulan oleh Master Mark.


"Dasar pak tua, sialan!! Dia kuat sekali!!" Pikir Edward dengan memperkuat pijakan kedua kakinya.


"Sllash!!" Mendadak Master Mark muncul tepat disamping kanan Edward, ia sudah mengepalkan tangan kanan raksasa lalu tanpa ragu melesatkan pukulan, "Jbbllast!!"


Edward mampu men.ahan tinju super besar itu dengan satu lengannya dan hal itupun membuat tanah tempatnya berpijak jadi hancur.


"Sialan, kau pak tua!! Meskipun sudah tua tapi kekuatanmu belum melemah juga..." ucap Edward dengan sorot mata tajam, iapun meningkatkan energi sehingga terlapisi api pekat dengan warnah merah.


Kuku-kukunya berubah menjadi cakar tajam lalu muncul sembilan ekor dibelakang punggungnya.


Master Mark yang semula terlihat santai kini jadi serius, ia bergumam dalam hati, "Kyuubi, apakah dia sudah menguasai kekuatan makluk mitologi itu?"


"Mari kita mulai saja, pak tua..." ucap Edward dengan sorot mata tajam.


Master Mark menatap tajam dan waspada sementara itu Edward segera berlari ke arah lawannya secara zig-zag.


"Dari mana ia akan menyerang?" Pikir Master Mark yang tak dapat menduga pergerakan Edward.


Edward yang bergerak secara zig-zag menyerang dari arah samping dengan cakaran akan tetapi Master Mark sudah memprediksinya dan iapun mampu menghindar dengan menunduk.


Edward segera menjaga jarak lagi, ia membuka mulut lebar dan memusatkan energi pada satu titik sehingga tercipta bola api, "WUUSS...!!"

__ADS_1


Sebuah bola api melesat dan hal itupun membuat Master Mark agak terkejut, iapun segera mengarahkan telapak tangan ke depan dan memperbesar ukurannya.


"DHUUAARR...!!" Ledakan tercipta akan tetapi Master Mark menahan dengan telapak tangannya.


"Panas sekali!!" Gumamnya dalam hati.


Edward memanfaatkan kesempatan dan dia sudah berada dibelakang Master Mark lalu tanpa ragu melesatkan cakaran, "Sllash!!"


"Cruat...!!" Punggung Master Mark terluka.


Edward tersenyum menyeringai lalu berkata, "Pak tua sepertinya instingmu sudah tumpul..." iapun melesatkan serangan lanjutan dengan memukul wajah Master Mark dari belakang.


"Jbbuuak!!" Pemimpin White Tiger itupun terlempar.


"Hahahaha..." Edward tertawa lepas penuh dengan ejekan.


Master Mark mencoba berdiri tegak meski ia meringis kesakitan karena terluka, "Sialan, meski aku sudah menduga bahwa Kyuubi kuat tapi tak ku sangka kau akan menyerangku dari belakang..."


"Hey, jangan berkata seperti seolah-olah aku curang pak tua..." ucap Edward yang terlihat jengkel, iapun mengeluarkan sebuah kertas yang berisikan sebuah mantra.


"Apa yang akan kau lakukan?" Ucap Master Mark dengan sorot mata tajam.


Edward tersenyum licik dan berkata dengan entengnya, "Hey, pak tua!! Asal kau tau saja semuanya berjalan sesuai dengan rencanaku..."


"Apa maksudmu?"


"Maaf saja tapi kau adalah penghalang terbesar untukku dalam mencapai tujuan jadi pertama-tama aku harus menyingkirkanmu lebih dulu..." Edward meletakan setetes darah yang ada diujung kuku tajamnya pada kertas mantra itu lalu membakarnya.


"ARRGGHH...!!!" Master Mark berteriak kesakitan, "Sialan, segel darah..." gumamnya yang menyadari apa yang tengah dilakukan Edward namun sudah terlambat.


Ya, secara perlahan Master Mark tak dapat bergerak, mulutnya tak mampu terucap, matanya tak mampu melihat lalu terakhir tubuhnya perlahan berubah menjadi membatu.


Edward tertawa lepas karena berhasil membuat Master Mark menjadi patung, "Tap... tap... tap..." iapun berjalan kehadapan patung Master Mark dan berkata, "Sempurna sekali!!"


"Kau terlalu meremehkanku pak tua dan sekarang kau telah kalah..." ucap Edward.


Mendadak Sistina keluar dari guild dan sangat terkejut melihat Master Mark telah berubah menjadi patung, "Master...!!!!!!" Teriak si gadis bartender itu sekeras mungkin.

__ADS_1


Rencana Edward berjalan mulus dan sekarang apa yang akan dilakukannya selanjutnya?


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 96 : Kita Sama


__ADS_2