The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 133 : Empat Lawan Tiga


__ADS_3

Dalam pertarungan Ragna berhasil mengungguli Hiruko akan tetapi pemimpin ke-5 dan ke-6 Batalion Bayangan mendadak muncul.


"Siapa mereka?" Gumam Ragna dengan sikap waspada.


Keduanya melayang diudara lalu perlahan mendaratkan kaki tepat didekat Hiruko.


"Menyedihkan sekali!!" Ucap Fibel saat melihat kondisi rekannya yang telah babak belur.


"Berisik!!" Hiruko menjadi agak kesal, "Ini pertarunganku jadi kalian tak perlu ikut campur!!"


Fibel yang merupakan pemimpin ke-6 menatap ke arah Ragna, "Bocah itu lawanmu? Kau ingin melawannya jadi apa derajatmu sudah turun?"


"Berisik!!!" Bentak Hiruko.


Pemimpin ke-5 adalah seorang pria pemegang senjata item sihir yang berupa pedang besar, ia bernama Gamora.


"Katakan padaku, Hiruko!! Apa bocah itu yang membebaskan semua subyek penelitian dan meledakan kamp perkemahan kita?" Ucap Gamora dengan tatapan tajam.


Hiruko terdiam akan tetapi tergambar diwajahnya bahwa ia terlihat sangat kesal, "Aku tak tau soal ledakan akan tetapi dengan kedua mataku sendiri aku melihat ia membebaskan para subyek..."


"Apa!!" Fibel terkejut saat mendengar pengakuan dari rekannya bahwa Ragna adalah pelaku pembebasan para subyek, "Kau bercanda? Kau ada disana saat bocah itu membebaskan para subyek penelitian?"


"Ya..."


"Lalu apa kau tak melakukan apapun untuk menghentikannya?" Tanya Fibel.


Hiruko terdiam.


"Jangan bilang kau tak berdaya saat ia membebaskan para subyek..." ucap Fibel.


Hiruko terdiam lagi dan Fibel menyimpulkan bahwa rekannya itu dalam kondisi tak berdaya saat Ragna membebaskan para subyek, "Cih, benar-benar tak bisa dipercaya!!" Pemimpin divisi ke-6 itu terlihat sangat geram.


Gamora yang merupakan pemimpin ke-5 menatap tajam, "Apa kau juga merupakan pelaku yang meledakan kamp perkemahan kami?"


Tanpa ragu Ragna berkata, "Benar sekali!!"


"Oh..." Gamora meningkatkan energi dan secara perlahan menarik pedang besar yang ada dipunggungnya, "Hiruko, dia bukan mangsamu lagi!! Meski terlihat bocah tapi ia berhasil dengan mudahnya masuk ke kamp perkemahan kita, memojokkanmu, membebaskan subyek dan meledakan semuanya..."


"Dia bocah yang sangat berbahaya dan karena itu aku akan menghabisinya dengan tangan ku sendiri..." ucap sang pemimpin ke-5 itu.

__ADS_1


Hiruko sangat kesal pada keputusan Gamora akan tetapi ia yang energinya hampir habis tau betul bahwa dirinya tak mungkin menang bila berhadapan dengan Ragna sekarang.


Gamora mengacungkan pedang besarnya, "Majulah, bocah!!!"


Ragna terdiam dan agak ragu, iapun tau bahwa dirinya tak mungkin menang melawan pria yang menantangnya, "Sial, aku bisa saja lari dari tempat ini menggunakan kemampuan teleport akan tetapi yang jadi masalah kemampuan teleportku tak bisa digunakan untuk membawa Rikka..."


"Satu melawan tiga, aku benar-benar tak diuntungkan!! Jadi apa yang harus ku lakukan sekarang?" Pikir Ragna yang sekarang memutar otak untuk mengatur strategi.


Ragna terdiam dan hal itu membuat Gamora agak kesal, "Bila kau tak mau menyerangku lebih dulu maka biarkan aku saja yang menyerangmu..." ucapnya dengan meningkatkan energi dan pedang besar yang ia genggam itupun langsung saja berbalut kobaran api.


Ragna menjadi waspada, ia memasang kuda-kuda dan memperkuat pijakan kedua kakinya, ia bergumam dalam hati, "Untuk sekarang aku hanya perlu bertahan lalu mengukur seberapa kuat lawan yang berdiri tepat dihadapanku ini..."


Gamora mengangkat pedangnya ke samping lalu mengayunkannya sekuat tenaga, "HIIAA...!!!"


"Sllash!!!"


"Wuuss...!!" Begitu diayunkan lalu cukup dengan sekali tebasan saja kobaran api yang membumbung tinggi melesat ke arah Ragna.


Ragna terkejut dan terbelalak saat melihat gelombang api yang membumbung tinggi tengah mengarah padanya, "Aku tak mungkin bisa mengatasinya..." pikirnya dan iapun memilih menghindar dengan menghilang dengan menggunakan kemampuan teleport, "Zink!!"


Gamora menatap tajam pada gelombang api miliknya yang membakar segala apa yang dilaluinya, iapun bergumam dalam hati, "Aneh, mengapa energinya mendadak menghilang?"


"Zink!!" Mendadak Ragna muncul tepat dibelakang punggung Gamora dengan kepalan tangan kanan super besar karena terlapisi oleh kegelapan dan iapun tanpa ragu memukul sekuat tenaga, "HIIAA...!!"


"Jbbllast!!" Gamora memperkuat pijakan kedua kakinya dan menahan dengan lengan kanannya, "Krak!!" Tanah tempat berpijak pemimpin ke-5 itupun sampai hancur.


"Apa!!" Ragna terkejut ketika serangan terkuatnya dapat ditahan dengan mudah oleh lawanya.


"Kurang berenergi!!" Ucap Gamora yang dengan tangan kiri menggenggam pedang besarnya tanpa ragu menebas kepalan tangan raksasa yang terbuat dari kegelapan itu, "Sllash!!"


"Cruat!!!"


"ARRGGH...!!!" Kegelapan yang menyelimuti kepalan tangan Ragna terbelah bahkan kepalan tangannya mengeluarkan darah, "Sakit sekali!!!!" Teriaknya dan ia segera menjaga jarak.


Gamora dengan sorot mata tajam berkata, "Kemampuan teleport memang sangat merepotkan dan berguna dalam bertahan maupun menyerang akan tetapi menyerangku secara langsung itu sama halnya meremehkanku..."


Ragna tak menjawab ucapan lawannya, ia sendiri masih kesakitan karena kepalan tangan kanannya berdarah, "Sial, jari-jariku hampir saja putus..." gumamnya dalam hati.


Gamora berkata lagi, "Mungkin aku terlalu menaruh harapan tinggi padamu!! Kau hanya bocah ingusan biasa!! Dan sekarang akan ku habisi kau..." iapun mengangkat pedang besarnya dengan tangan kiri dan bersiap menebas

__ADS_1


"Tap... tap... tap..." tetapi sebelum Gamora mengayunkan pedang besarnya terlebih dahulu Rikka muncul dengan berlari lalu berdiri tegak didepan Ragna, "Jangan sakiti dia lagi!!" Teriaknya dengan melentangkan kedua tangan.


"Apa!!" Gamora dan Fibel terkejut pada kemunculan Rikka itu.


"Bukankah dia anak yang waktu itu?" Ucap Gamora.


"Benar sekali!! Bukankah sudah ku bilang aku yang telah menangkapnya!!" Jelas Hiruko


"Hah... hah... hah...." Rikka perlahan mengatur nafasnya dan terlihat marah ketika bertemu dengan Gamora dan Fibel.


"Rikka, kenapa kau kemari? Seharusnya kau segera lari?" Ucap Ragna.


"Tidak kak..." jawab Rikka dengan sorot mata tajam pada dua pemimpin itu, "Kalian bertarung dengan kakak ku jadi sekarang dimana dia?"


Fibel berkata, "Benar sekali!! Rupa kalian berdua mirip dan kau memang adiknya..."


"Katakan dimana kakak ku!!"


"Setelah kami mengalahkannya, kakakmu itu langsung dikirim ke markas pusat..." ucap Gamora.


"Apa!!"


Hiruko tersersenyum menyeringai lalu tertawa lepas, "Hahahaha... tenang saja!! Kau akan segera menyusulnya!! Setelah kami menangkapmu kau juga akan segera dikirim ke markas pusat..."


Rikka terdiam dan shock setelah kakaknya sudah pergi jauh akan tetapi mendadak Ragna berdiri tegak dihadapan gadis iblis kecil itu, "Rikka tak akan pergi kemanapun karena aku tak akan membiarkan kalian menangkapnya!!"


"Kalian memang kuat akan tetapi aku tak akan menyerahkan Rikka...!!" Teriak Ragna dengan lantang.


Kata-kata Ragna itu membuat hati Rikka tersentuh dan ia mulai menaruh harapan padanya, "Kak Ragna..."


"Tenang saja!! Semua aman karena aku akan melindungimu..." ucap Ragna dengan tersenyum.


Gamora terlihat geram dan iapun menyela pembicaraan keduany, "Aku benci drama kalian jadi mari sudahi semua ini..." ia pun mengangkat pedangnya dengan kedua dan berniat menebas.


Ragna yang telah kehabisan energi hanya bisa pasrah dengan berdiri tegak melindungi Rikka.


"Sial, apa aku akan berakhir ditempat ini?" Pikir Ragna dalam hati.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 134 : Empat Lawan Tiga II

__ADS_1


__ADS_2