The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 131 : Aku Sangat Marah!!


__ADS_3

Sekarang ini kamp perkemahan milik musuh sedang kacau balau karena berbagai makluk tengah mengamuk disana dan hal itu membuat Ragna kehilangan arah dan saat ini tersesat.


"Sialan!! Mengapa bisa begini!! Kita hanya berputar-putar saja tanpa arah dan tujuan yang jelas..." Teriak Ragna yang terlihat mulai frustasi.


Rikka yang berada dipunggungnya hanya bisa tersenyum lalu tertawa, "Hehehe... maaf, mereka membawaku saat malam hari jadi aku tak begitu ingat jalan kembali!!"


"Dasar gak guna!!" Ragna agak kesal dan iapun pakai cara asal untuk keluar dari masalah yang tengah menimpanya, "Kalau begini aku jalan lurus saja...!!!" Teriaknya dengan berlari sangat cepat.


Ia melompati segala benda-benda yang menghalanginya dan menghancurkan apa saja yang menjadi penghalangnya.


Ditengah-tengah keributan itu perbuatan Ragna sama sekali tak diketahui oleh musuh terlebih Ragna dan Rikka berkamuflase dengan memakai pakaian yang sama dengan mereka yaitu pakaian serba hitam.


Tanpa diduga Ragna sampai hadapan sebuah tenda yang ukurannya sangat besar dan lebih kokoh dari pada tenda yang lainnya.


"Tenda apa ini?"


"Akupun juga tak tau!!" Sahut Rikka.


"Yap, jika kau ingin tau apa isinya lebih baik segera periksa saja..." ucap Ragna yang tanpa ragu masuk ke dalam tenda super besar itu.


"Apa-apaan ini...!!!" Baik Ragna maupun Rikka terkejut saat melihat isi dari tenda besar itu.


Ya, keduanya tak bisa berkata-kata lagi ketika melihat tempat yang mereka masuki penuh dengan peledak.


"Tempat ini penuh dengan peledak..."


"Aku tau!!!" Sahut Ragna dengan ekspresi geram, iapun secara perlahan berjalan menuju salah satu kota peledak dan melihat sebuah simbol yang ada pada luar kotak.


Iapun termenung sejenak dan bergumam dalam hati, "Aku serasa pernah melihat simbol yang ada pada kotak peledak ini tapi dimana?" Ragna berusaha mengingat-ingat.


Lalu dalam lembaran ingatan yang terlupakan dimasa lalu akhirnya Ragna teringat juga, "Benar, aku melihat simbol itu sewaktu dalam perjalanan ke kota Armenia..."


"Sekarang aku mengerti bahwa kapal yang dulu membawa peledak itu mengirimkan barang ke tempat ini!! Ya, sungguh hal yang tak bisa ku percaya karena segala hal saling berhubungan..." gumam Ragna dalam hati yang terlihat sangat geram.


"Hey, Kak Ragna!! Kita harus segera meninggalkan tempat ini sebelum ada yang datang..." Rikka yang dari tadi melihat Ragna terdiam akhirnya mengingatkan


"Ah..." Ragna berjalan mendekati kotak peledak dan mengambil sebuah peledak dari dalam kotak tersebut.


"Memangnya apa yang ingin kau lakukan, Kak?"


Ragna tak menjawab, "Tap... tap... tap..." mendadak terdengar suara langkah kaki mendekat lalu langsung masuk ke dalam tenda dan mengepung keduanya.

__ADS_1


"Siapa kalian!!"


"Apa kalian penyusup!!"


"Katakan dari disivi berapakah kalian berasal?"


Rikka nampak panik karena ketahuan akan tetapi Ragna bersikap berbeda, ia terlihat sangat tenang, "Kak, sekarang bagaimana?"


"Tenang saja!!" Ucap Ragna dengan tersenyum menyeringai, "Hey, kalian tau? Semua peledak yang ada disini dapat menghancurkan sebuah kota kecil bila dinyalakan sekaligus..."


"Apa maksud dari ucapan mu itu?" Ucap salah satu pasukan dengan sorot mata tajam, "Berhentilah mengoceh tak jelas dan cepat saja jawab pertanyaan kami barusan!!!"


Ragna menyeringai lagi, "Yah, kita lihat saja seperti apa jadinya?" Iapun menyalakan sebuah peledak yang ia pegang lalu melemparkannya ke tumpukan kotak peledak yang lainnya.


"Apa!!!!" Sontak semua orang yang ada disana tak terkecuali Rikka terkejut dengan apa yang telah diperbuat Ragna.


Ragna malah tersenyum menyeringai, "Aku ingin melihatnya sendiri dengan dua mataku dari jarak dekat seberapa hebat ledakan yang akan terjadi nanti..."


Mereka sekarang tak mempedulikan Ragna dan segera berlarian keluar tenda, "Sialan!!!"


"Selamatkan diri kalian!!!"


"Ledakan besar akan terjadi!!"


Rikka yang ada dipunggung Ragna jadi khawatir, "Sebenarnya apa yang tengah kau pikirkan, kak?"


"Tidak ada!! Aku tak memikirkan apapun!!" Ucap Ragna yang kemudian keluar tenda, iapun meningkatkan energi lalu menciptakan sepasang sayap dari elemen kegelapan lalu terbang tinggi jauh ke angkasa bersama dengan Rikka.


*


Disaat yang bersamaan segala kekacauan yang diakibatkan oleh lepasnya para subyek penelitian telah teratasi karena pemimpin ke-5 dan ke-6 turun tangan secara langsung.


"Apa semuanya sudah ditangkap?" Tanya pemimpin ke-6 yang merupakan wanita pemegang grimoire, Fibel.


"Sudah!! Semuanya telah tertangkap!!" Jawab salah satu pasukan.


Pemimpin ke-5 bergumam dalam hati karena merasa ada yang janggal, "Bukankah ini hal yang aneh? Jika satu atau dua yang lepas maka bisa dimaklumi dan hal itu wajar akan tetapi mereka semua lepas secara bersamaan yang artinya ada orang yang sengaja melepaskan para subyek ini..."


Pemimpin ke-5 itupun bertanya pada rekannya, "Fibel, apa kau melihat keberadaan si payah Hiruko?"


"Entahlah, aku juga tak melihatnya sejak mengatasi semua subyek yang kabur..."

__ADS_1


"Cih, sial!! Sebenarnya apa yang tengah terjadi? Siapa musuh kami dan ada dimana mereka?" Gumam pemimpin ke-5 dengan ekspresi geram.


"Tap... tap... tap..." beberapa orang berlari mendekati kedua pemimpin itu, "Ini gawat, tuanku?"


"Ada apa?" Tanya balik sang pemimpin ke-5 dengan ekspresi wajah geram.


Mereka perlahan mulai mengatur nafasnya lalu berkata, "Ini gawat!! Ada seseorang yang masuk ke gudang peledak dan..."


"DHHUUAARR...!!!!!" Belum selesai mereka menjelaskan dan ledakan besar lebih dahulu terjadi.


Ya, kejadian mengejutkan itu membuat sekitar 2.000 orang lebih dari pasukan Batalion Bayangan terkena ledakan yang luar biasa besar dan mereka pun terbakar dalam lautan api.


*****


Ledakan besar itu bahkan berdampak pada Jack Rakan, Erinka dan Kanna yang sedang berada diluar perkemahan.


Ketiganya terlempar akan tetapi mereka masih beruntung karena punggung mereka bisa membentur batang pohon.


"Yang benar saja!!! Sebenarnya apa yang tengah terjadi!!" Teriak Erinka yang terhempar lalu berpegangan pada batang sebuah pohon.


"Aku juga tak tau!!!" Sahut Kanna yang bertahan dari kuatnya hembusan angin dengan menancapkan kedua pedangnya pada permukaan tanah.


Jack Rakan masih tetap berdiri tegak, ia memperkuat pijakan kedua agar tak terbawa kuatnya hembusan angin, ia tetap tenang dan santai, "Yang benar saja!! Entah apapun yang telah diperbuat rekan kalian tapi kali ini ia terlalu berlebihan..." ucapnya dengan enteng.


*****


Beberapa saat kemudian ledakan besar itu perlahan memudar dan menyisahkan kobaran api disegala tempat.


Terbentuklah sebuah cekungan luas karena ledakan besar itu, kamp perkemahan itupun hancur lebur dan hanya menyisahkan benteng kayu yang perlahan roboh karena terbakar.


Lalu sebuah bola kegelapan jatuh dari langit dengan kerasnya, "DYYEESS...!!" Ragna dan Rikka perlahan keluar dari balutan kegelapan yang membentuk sebuah bola itu.


"Hahahaha... tak ku sangka kita masih hidup!!" Ucap Ragna dengan entengnya sambil tertawa lepas.


"Perbuatanmu tadi benar-benar gila, kak..." Rikka agak kesal.


Mereka lega karena bisa lolos dari penjara bawah tanah dan kamp markas musuh akan tetapi mendadak seseorang muncul dan langsung melemparkan sebuah pisau.


"Hap..." pisau itupun hampir saja mengenai mata Rikka akan tetapi beruntung Ragna mampu menangkapnya sebelum terkena sasaran.


Ragna menatap tajam ke arah datangnya pisau tersebut, "Dia datang!!" ucapnya ketika merasakan aura pembunuh mengarah pada mereka.

__ADS_1


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 132 : Aku Akan Membunuh Kalian!!


__ADS_2