The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 145 : Gencatan Senjata Selesai II


__ADS_3

Jack Rakan dan Gamora berdiri berdampingan, keduanya mengamati perjuangan Erinka dan Rikka yang sedang berusaha menyadarkan Ragna.


"Apa mereka berhasil?" Ucap Gamora dengan sorot mata tajam penuh kewaspadaan.


"Entahlah..." ucap Jack Rakan, iapun mengambil sebuah rokok dari saku celananya dan kemudian ia merokok, "Hah..." ia menghembuskan asap rokok secara perlahan dan terlihat sangat tenang.


"Aku merasa energi sihir dari iblis itu perlahan melemah jadi kurasa mereka berhasil..."


"Ya, ku harap juga begitu!! Karena bila mereka gagal maka sudah dapat dipastikan aku tak mampu bertarung lagi..." ucap Gamora.


Jack Rakan mulai merasakan rasa sakit dari luka lengan kirinya, ia pun melirik api biru yang membakar luka dilengan kirinya dan terlihat mulai padam, "Sepertinya efek api biru mulai menghilan..." gumamnya dalam hati.


*****


Erinka menggunakan lengan kanan yang berbalutkan kegelapan sementara itu Rikka menggunakan elemen cahaya untuk menyadarkan Ragna.


"HIIAA...!!!" Teriak kedua perempuan itu yang terus saja mengalirkan energi pada Ragna agar ia tersadar.


"Terus alirkan energimu, Rikka!! Jangan berhenti dan kita hampir berhasil menyadarkan si bodoh ini!!" Teriak Erinka.


"Baik kakak!! Aku mengerti!!" Jawab Rikka.


Ragna yang semula meronta-ronta secara perlahan berubah menjadi tenang, energi sihir miliknya yang semula meluap-luap sekarang ini berubah menjadi lebih stabil.


*


Sementara itu, dialam bawah sadar Ragna.


Ia tengah berada ditempat yang gelap dan berdiri diatas sebuah air berwarna hitam pekat.


"Huh? Dimana aku?" Ucap Ragna yang tak mengerti.


"Tap... tap... tap..." secara perlahan terdengar suara langkah kaki berjalan diatas air, ia mendekat pada Ragna dan tertawa lepas, "Hahahahaha...!!"


Seketika Ragna menatap tajam pada seorang pria yang berdiri dihadapannya itu, "Siapa kau?"


"Aku adalah iblis yang bersemayam dalam tubuhmu..." ucapnya dengan senyuman licik.


Ya, iblis itu memiliki rupa yang sama persis dengan Ragna hanya saja ia memiliki rambut hitam pekat, bola mata hitam dan sepasang tanduk dikeningnya.

__ADS_1


Ragna pun tak percaya akan apa yang ia katakan, iapun bingung dan tak tau harus berbuat apa, "Kau pasti bohong!!! Mana ada iblis dalam tubuhku?"


"Khi..." iblis itupun tersenyum menyeringai, "Entah kau percaya atau tidak tapi aku adalah iblis..."


"Dan jika kau bertanya padaku tempat apakah ini maka aku akan menjawab 'tempat ini adalah tubuhmu atau tepatnya tempat ini adalah kegelapan hatimu yang terdalam'..."


Ragna terdiam.


Iblis itupun tersenyum menyeringai lagi, "Sihir 'devil slayer' yang kau miliki didapat dari membunuhku..."


"Apa!!!!" Sontak Ragna terkejut, "Aku bahkan tak ingat pernah bertemu denganmu jadi kapan aku menghabisimu? Kau pasti mencoba membohongiku!!!"


"Hahahahaha...!!!" Iblis itupun tertawa, "Mau percaya atau tidak itu urusanmu akan tetapi biar ku katakan satu hal..."


"Kau lupa padaku karena hilang ingatan dan penyebab hilang ingatan itu karena kau telah membunuhku..."


Ragna tak mau percaya akan tetapi entah mengapa ucapannya itu membuatnya geram, "Sialan!!! Kau telah merampas ingatanku!!!"


"Hahahahaha...!!! Jangan marah begitu seharusnya kau berterima kasih padaku karena berkat diriku kau memiliki sihir 'devil slayer'..."


Iblis itupun tertawa lepas seolah mengejek Ragna, "Hahahahaha...!! Bodoh!!"


"Cih, sialan!!! Jangan tertawa seperti itu dengan rupa yang sama sepertiku!!!" Teriak Ragna yang berada dipuncak amarahnya.


"Ya, jujur saja aku lebih menyukai wujudku yang dulu dari pada yang sekarang..."


Ragna semakin geram dan merasa dipermainkan.


Si iblis pun berkata dengan senyum liciknya, "Kurogami Ragna, teruslah bertarung dan jadilah kuat dan nantinya aku akan mengambil alih tubuhmu ini..." iapun secara perlahan berubah memudar menjadi asap hitam.


"Bodoh!! Ini tubuhku dan tak akan ku biarkan kau bertindak sesuka hati..." ucap Ragna dengan sorot mata tajam.


*****


Sementara itu.


Didunia nyata Erinka dan Rikka telah berhasil membuat Ragna kembali ke semula dan sekarang Ragna tengah tak sadarkan diri


"Hah... hah... hah..." baik Erinka maupun Rikka perlahan mencoba mengatur nafas, keduanya nampak kelelahan setelah menyalurkan semua energinya pada Ragna.

__ADS_1


"Dasar!! Si bodoh ini benar-benar merepotkan..." ucap Erinka pada rekannya yang tak sadarkan diri itu, ia merasa kesal akan tetapi gadis bangsawan itu merasa lega.


Meskipun belum sadar, Rikka langsung saja memeluk Ragna dengan erat, "Kakak, aku sangat senang sekali kau baik-baik saja..."


"Maafkan aku!! Ini semua terjadi karena aku..." gadis iblis kecil menangis terisak.


Erinka menepuk pundak gadis kecil itu, "Berhentilah menangis!! Semuanya telah berakhir jadi sekarang tersenyumlah, bergembiralah dan tertawalah..."


"Meski belum sadar tapi Ragna akan sangat sedih bila melihat dirimu menangis seperti itu..."


Ya, secara perlahan Rikka mengangkat wajahnya dan berkata dengan tersenyum lebar, "Emm... tentu saja!! Aku tak boleh bersedih lagi!!!"


Erinka tersenyum lebar lalu berkata, "Nah, gitu dong!!"


"Tap... tap... tap..." Jack Rakan berjalan mendekat secara perlahan, iapun menghembuskan asap rokok, "Hah..." lalu dengan nada malasnya iapun berkata, "Selamat, kalian berdua berhasil menghentikan kegilaan ini..."


"Yah, tak pernah terpikirkan olehku bahwa iblis itu dihentikan oleh dua gadis..."


Erinka langsung membungkukan badan, "Tuan Jack Rakan, terima kasih karena telah membantu kami..."


"Ya, tak masalah dan memang sudah tugasku sebagai Komandan Pasukan Sihir..." jawab Jack Rakan dengan malasnya.


Disaat mereka merasa sudah aman secara mendadak terasa ledakan energi kuat dari kejauhan, "...!!!" Jack Rakan, Erinka dan Rikka terkejut.


Ketikanya menatap ke arah sumber energi kuat itu dengan sorot mata tajam, "Tap... tap... tap..." terdengar langkah kaki mendekat dan langkah kaki itu adalah milik Gamora.


Lalu yang mengejutkan lagi ia tak sendiri, Fibel sang pemimpin Ke-7 Batalion Bayangan telah kembali dan kini Fibel melayang diudara bergerak mendekat.


Gamora menggenggam erat pedangnya yang berkobar api dengan tangan kanan dan dengan sorot mata tajam iapun berkata, "Genjatan senjata berakhir jadi mari mulai kembali pertarungan kita..."


"Kami tak ingin menyakiti kalian asal kalian mau menyerahkan gadis iblis kecil itu dan juga lelaki dengan sihir 'Devil Slayer'..." ucap Fibel.


Ketiganya yang terdesak menjadi sangat geram karena setelah berkerja sama menghentikan Ragna yang mengamuk harus bertarung lagi.


Jack Rakan berusaha tetap tenang meski dalam hati ia panik, "Sial, aku telah kehilangan satu lengan dan energiku hampir habis jadi melawan mereka berdua sekaligus tak mungkin ku lalukan..."


Sang Komandan Pasukan Sihir itupun berfikir akan tetapi tak menemukan sebuah ide untuk lolos dari keduanya, iapun berkata, "Yah, padahal kita sudah bertarung bersama dan aku bahkan telah menganggap kalian sebagai rekan tapi tak pernah ku duga kalian malah mengajak kami bermusuhan..." iapun menarik sebilah pedang dari sebuah portal yang ada dihadapannya.


Erinka juga melakukan hal yang sama, ia mengambil sebuah pedang besar yang ada dipunggungnya, "Mundurlah, Rikka!!" Pedang tersebut meledakan kobaran api merah.

__ADS_1


Keduanya menatap tajam musuh mereka dan berkata dengan tegas, "Mari bertarung!!"


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 146 : Sang Waktu


__ADS_2