The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 40 : Empat Lawan Empat


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Disebuah bangunan yang letaknya ditengah-tengah pusat kota Arsenia.


Master White Tiger sedang berada disebuah bangunan dan ia tengah menemui seseorang pejabat penting kota tersebut.


Master Mark tidak mengetahui pelaku penyerangan guild White Tiger.


Ia duduk diatas sofa empuk dengan disediakan minuman secangkir kopi akan tetapi Master White Tiger nampak serius dan memasang sorot mata tajam pada lawan bicaranya.


"Silakan diminum..." ucap lawan bicaranya yang merupakan salah satu Dewa Sihir yaitu Tuan Liu Ge Peng.


Ia merupakan pria gemuk yang tak memiliki ramput alias botak.


"Aku kemari bukan untuk minum kopi atau bersantai!! Akupun tak suka mengobrol dengan orang busuk seperti mu..." ucap Master White Tiger dengan sorot mata tajam, iapun tak segan-segan mengutarakan apa yang ada dipikirannya.


"Kejam sekali kata-katamu itu, Master White Tiger..." ucap Tuan Liu dengan santainya tapi ia memasang senyuman menyeringai, "Lalu apa alasan yang membawamu ke tempatku ini?"


"Bukankah sudah jelas aku kemari untuk mencari pelaku penyerangan guildku yang menewaskan salah satu penyihirku..." ucap Master White Tiger dengan sorot mata tajam.


"Hahahahahaha...!!!" Dewan Sihir itu malah tertawa lepas, "Kalaupun kau datang untuk mencari pelaku penyerangan guild White Tiger kenapa kau datang padaku? Kau datang ditempat yang salah..."


"Jangan berbohog padaku!!! Kaulah orang yang mengutus para ksatria sihir!! Tidak mungkin ksatria sihir bisa mengetahui kejadian itu padahal kami belum membuat laporan apapun..."


"Hahahaha..." Tuan Liu tertawa akan tetapi ia mendadak memasang sorot mata tajam, "Jangan menuduhku yang bukan-bukan!! Aku tak terlibat masalah ini..."


"Aku bertindak bijak sebagai Dewan Sihir!! Menuduhku tanpa bukti bisa membuatmu dapat masalah lho..."


"Oh..." Master White Tiger berdiri, "Kalau begitu aku akan pergi akan tetapi aku tak bisa mempercayai kata-katamu!! Tapi apa yang membuat dirimu begitu membenci kami White Tiger?"


"Itu karena kalian selalu saja merusak bisnisku jadi lebih baik mereka musnah saja dari dunia ini..." Tuan Liu menatap tajam.


"Begitu, rupanya..." Master White Tiger merespon dengan tenang, "Asal kau tau saja!!! Jika suatu saatnya tiba dan kami punya bukti maka kami tak akan segan untuk menghancurkanmu dan segala perbuatan busukmu..."


"Kau mengancamku?"


"Tidak, aku hanya memberitahumu saja..." ucap Master White Tiger yang kemudian pergi.


Tuan Liu menjadi sangat geram begitu dia pergi, "Sialan...!!!!" Iapun bahkan melempar secangkir kopi yang ada dimeja hingga membentur dinding dan hancur berkeping-keping.

__ADS_1


"Aku mau White Tiger dihancurkan secepatnya...!!!" Teriaknya yang kesal bahkan dengan membalikan meja.


"Tenanglah, Tuan Liu..." ucap seseorang yang mendadak duduk dijendela.


"Shinobi...!!" Tuan Liu menatap ke arahnya dan terlihat terkejut.


Orang itu berpenampilan seperti tertutup seperti ninja itu berkata, "Tenanglah!! Kita butuh ketenangan untuk meraih kesuksesan..."


"Bersabarlah karena 3 bulan lagi White Tiger yang kecil itu dapat dimusnahkan dan bukan hanya mereka tapi kota berserta kerajaan ini dapat ditaklukan..."


Tuan Liu menyeringai, "Benar sekali!! Dalam 3 bulan lagi proyek besar kita akan selesai..."


Sebuah rencana besar dalam dunia bawah tengah berjalan dan 3 bulan lagi sesuatu yang mengerikan akan dilakukan


*****


Sementara itu kembali pada penyerangan White Tiger pada Black Tiger.


Ragna jatuh terperosok ke dalam ruang bawah tanah karena pukulan kuat dari Gojou.


"Ugh...!!" Ragna mencoba berdiri dan terlihat baik-baik saja, "Dimana aku??" Iapun menengok ke kanan dan ke kiri.


Gojou melompat dari atas dan berkata, "Kau ada diruang bawah tanah guild Black Tiger..." iapun langsung memukul dan pukulannya hanya mengenai dinding lalu menghancurkannya.


"Kuat sekali..." pikir Ragna yang berhasil menghindar.


"Orang bodoh mana hanya akan diam dan menunggu dihajar..." ucap Ragna yang agak kesal, iapun mengepalkan tangan berlapiskan kegelapan yang membuat ukurannya jadi terlihat lebih besar.


"Majulah!!"


"Hah..." Gojou menghela nafas dan terlihat meremehkan lawan, "Orang luar tak boleh melihat ruang bawah tanah kami jadi kau akan segera ku hancurkan..."


Gojou dan Ragna sama-sama berlari lalu saling melesatkan pukulan, "Jbblast...!!!" Pria dari Black Tiger itu kalah kuat dan terdorong kebelakang.


"Khehehe..." Ragna tertawa dan mengejek, "Aku lebih kuat dari jadi menyerah sajalah!!"


Gojou menyeringai dan berkata sambil memasang kuda-kuda, "Kau bodoh, ya?" Iapun juga meningkatkan energi sihirnya, "Padahal aku bahkan belum menunjukan kemampuanku padamu..."


Seluruh tubuh Gojou berubah menjadi batu dari ujung kaki lalu tangan dan terakhir adalah kepala, "Inilah mengapa diriku dijuluki Gojou Si Batu..." ucapnya dengan sorot mata tajam penuh keseriusan.


"Ah..." Ragna membalikan badan dan tanpa pikir panjang berlari secepat mungkin untuk menjauh, "Yang benar saja!! Tanpa kekuatan saja dia sudah kuat apa lagi dengan kekuatannya..."


"Aku akan kalah dan untuk sekarang aku hanya harus lari dulu...!!" Gumamnya dalam hati yang panik.


Meskipun begitu Gojou tak membiarkan lawannya lari begitu saja, iapun mengejarnya, "Tunggu!!! Jangan lari, kampret...!!"


Yap, dilorong bawah tanah guild terjadi pertarungan kejar-kejaran antara Rikie dan Gojou.

__ADS_1


*


Sementara itu, dilantai 2.


Jigra menjadi terkejut begitu lengan kanan Erinka berserta pedang yang digenggamnya terselimuti kobaran api biru, "Api apa itu?"


Erinka mengacungkan pedang besarnya ke arah lawan, "Ini adalah api dari Burung Legendaris, Phoenix!!"


Jigra terdiam sejenak lalu iapun menyeringai dan tertawa lepas, "Hahahahaha...!!"


"Apanya yang lucu?"


"Kau memiliki kekuatan yang spesial!! Aku akan membunuhmu dan merebut kekuatan itu darimu..." ucap Jigra dengan semangat, iapun meningkatkan energi.


Erinka menjadi jengkel, "Kekuatan ini milikku dan tidak akan pernah jatuh padamu...!!" Iapun melesat dan mengayunkan pedangnya sekuat tenaga akan tetapi Jigra juga memukul dengan sarung tangan besinya.


"Cthing...!!!" Terdengar bunyi yang sangat nyaring dari benturan kedua senjata itu.


"ARRGGHH...!!!!" Jigra terlempar kebelakang dan mulai kesakitan karena terbakar, "Panas!! Panas sekali...!!" Iapun sampai berguling-guling ke kanan kiri untuk memadamkan api yang menyelimutinya.


Erinka menatapnya tanpa ada rasa kasihan, "Rasakan itu!! Api dari Sang Phoenix akan membakar kejahatanmu..." gadis bangsawan itu unggul lalu dua rekannya yaitu Djarot 'Si Cyborg' dan Reynhard sampai.


"Kau tak apa, Erinka?" Tanya Djarot.


Erinka tersenyum lebar, "Seperti kalian lihat aku telah menghajar orang yang telah membunuh Tuan Boon..."


Reynhard menatap ke arah Jigra yang terbakar oleh api biru dan ia terlihat kesakitan, "Tak ku sangka pria yang menyedihkan itu adalah orang yang mengalahkan Pak Tua Boon..."


Tiga orang dari White Tiger sampai dilantai 2 lalu Betty dan Alexa juga mulai terusik lalu mulai tak nyaman.


Alexa memadamkan api yang membakar Jigra dengan air yang ada diguci dibawa dipunggungnya itu, "Suka atau tidak tapi kami akan ikut bertarung..."


"Terserah kalian saja...!!!" Ucap Jigra yang perlahan berdiri tegak, ia berdiri berdampingan dengan dua rekan wanitanya.


Pertarungan yang sebenarnya dari White Tiger melawan Black Tiger baru akan dimulai!!


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 41 : Delapan Pedang


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.

__ADS_1


*****


__ADS_2