The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 110 : Devil Slayer II


__ADS_3

Matahari perlahan terbenam dan waktupun terus berjalan sore pun hari hampir berakhir


Lalu disaat yang tepat Ragna kembali lagi, "Aku sudah muak denganmu jadi akan ku sudahi pertarungan ini!!"


"Justru aku yang seharusnya berkata seperti itu!!!" Ucap Edward dengan sorot mata tajam, iapun meningkatkan energi sehingga seluruh tubuhnya terlapisi oleh api.


Ragna menatap tajam dan membungkus kedua kepalan tangan dengan kegelapan, ia juga menciptakan sepasang sayap dari kegelapan.


Kanna yang melihat Ragna kembali bergumam dalam hati, "Ragna telah kembali lagi dan yang jadi masalah apakah ia berhasil mendapatkan kekuatan iblis?"


"Ya, aku juga tak tau tapi ku harap Edward bisa dikalahkan..."


"HIIIAAA...!!!!" Keduanya melesat cepat, Ragna dengan kepakan sayap kegelapannya dan Edward dengan kobaran api pendorong dikedua kakinya.


Keduanya sama-sama mengepalkan tangan dan saling melesatkan pukulan, "Jbbllast!!" Pukulan keduanya berbenturan dan terlihat sama-sama kuat sehingga mereka menjaga jarak dengan melompat ke belakang.


Ragna lebih terdampak karena kegelapan yang ada dikepalan tangannya terbakar, "Bagaimana mungkin?" Pikirnya yang sedikit terkejut, iapun memulihkan kegelapan yang terbakar.


"Bodoh!! Seharusnya kau tak melawanku dalam hal kekuatan!!" Ucap Edward yang kali ini melesatkan tendangan berbalutkan api.


"Jbbuuak!!" Ragna menahan dengan lengannya meskipun begitu ia terdorong cukup jauh dari tempatnya semula berpijak, "Cih..." iapun agak kesal karena kalah dalam hal kekuatan.


"Zink!!" Ragna menghilang dengan kemampuan teleport dan iapun muncul tepat dibelakang Edward lalu langsung melancarkan pukulan.


Edward menyadari pergerakan Ragna jadi ia berbalik dan juga melancarkan pukulan, "Jbbllast!!" Kali ini Edward terdorong dari tempat tempatnya berpijak akan tetapi kepalan tangan kegelapan milik Ragna tetap terbakar.


Edward merasakan ada hal yang berbeda dari Ragna, "Apa yang terjadi padanya? Mengapa ia terasa lebih kuat dari pada sebelumnya?" Pikirnya yang jadi sedikit heran.


Ragna kembali memulihkan kegelapan yang ada dikepalan lengannya, "Sepertinya aku mulai menguasai kekuatan baruku..." gumamnya dalam hati.


"DYYEESS..." Dengan sekali pijakan kuat yang dipadukan kepakan sayap, Ragna melesat dan langsung memukul Edward yang sedang termenung.


"Jbbuuak!!" Edward terkena pukulan pada dagu dan terhempas menembus beberapa bangunan.


Kanna yang melihat hal itu tersenyum penuh rasa bangga, "Dia telah berubah menjadi lebih kuat dan kurasa ia telah memiliki kekuatan iblis yang ku berikan tadi..."


"...!!!" Ragna dan Kanna terkejut karena merasakan tekanan energi kuat yang berasal dari tempat jatuhnya Edward.


"Hati-hati dia sedang melakukan sesuatu...!!!"

__ADS_1


"Aku tau!!!" Jawab Ragna.


Angin berhembus kuat sehingga menyapu kepulan debu yang ada ditempat jatuhnya Edward.


Ya, disana nampak Edward sedang membuka mulutnya lebar-lebar lalu sedang mengumpulkan energi api padat, "Enyahlah!!!!" Teriaknya dengan menembakan bola api padat itu.


Ragna menenangkan diri dan berkonsentrasi, ia meniadakan kegelapan yang menyelimuti kedua lengannya lalu mengarahkan dua telapak tangan kosong ke depan.


Tembakan bola api padat itupun melesat lalu mengenai kedua telapak tangan Ragna dan terhenti, "Apa!!!" Edward terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Ragna.


"Bola api padatnya menyusut menjadi kecil lalu menghilang!!!" Pria yang menyegel Kyuubi dalam tubuhnya itu tak percaya.


"Khihihi..." setelah berhasil mengatasi serangan Edward, Ragna tersenyum lebar penuh rasa bangga.


Dilain sisi, Edward bersikap sebaliknya, ia jadi sangat geram, "Bagaimana mungkin kau bisa meniadakan serangan apiku?"


"Apakah aku harus menjawab pertanyaanmu itu?" Ucap Ragna dengan nada mengejek.


"Katakan saja!!" Edward semakin geram.


Ragna tersenyum menyeringai dan berkata, "Aku memiliki sihir Devil Slayer yang memungkinkan diriku mendapatkan kekuatan iblis dari memakan sebagian kecil anggota tubuh iblis..."


"Ya, mencerna daging iblis dan mendapatkan kemampuannya membutuhkan banyak waktu akan tetapi sekarang ini aku telah mendapatkan kekuatan baru yaitu es iblis..." jelas Ragna.


Edward sekarang mengetahui apa yang direncanakan oleh Ragna dan Kanna, iapun jadi sangat emosi, "Entah apa yang kalian rencanakan semuanya percuma saja dihadapanku dan juga meski kau memiliki es iblis sekalipun kau tetap saja bukan tandinganku..."


"Kita lihat saja nanti..." ucap Ragna dengan tersenyum menyeringai, iapun meletakan kedua telapak tangannya pada permukaan tanah, "Krak!! Krak!!" Lapisan es mulai menyebar ke segala arah dan membekukan apa yang dilaluinya.


"HIIIAAA...!!!!" Edward menyadari bahwa Ragna yang sekarang sangatlah berbahaya, iapun melesat sangat cepat dengan sekali pijakan yang dipadukan dengan kobaran api dikedua kakinya.


Edward mengepalkan tangan yang berbalutkan api dan langsung saja memukul, "Jbbllast!!!" Ragna menahannya dengan telapak tangan kanan.


Telapak tangan kanan Ragna terlapisi kemampuan es iblis yang membuat kobaran api milik Edward seketika saja hilang, "Apa!!!" Pria yang menyegel Kyuubi dalam tubuhnya itupun terkejut.


Ragna mengepalkan tangan kiri yang dibalut dengan kegelapan sehingga ukurannya besar dan memukul wajah Edward, "Jbbuuak!!" Edward terlempar tetapi ia segera bangkit.


"Zink!!" Ragna berteleport dan muncul tepat dibelakang punggung Edward lalu memukul dengan kepalan tangan kirinya lagi, "Jbbllast!!" Edward yang terkena pukulan pada punggung terhempas lagi.


"Ugh!!" Ia segera bangkit meski menahan rasa sakit, "Uhuk!!" Pukulan kuat dari Ragna membuatnya memuntahkan darah, "Sialan!!!"

__ADS_1


"Zink!!" Ragna muncul lagi disamping dan langsung menendang perut Edward sebelum ia sepenuhnya bangkit, "Jbbuuak!!" Edward terlempar.


"Zink!!" Dengan kemampuan teleport Ragna muncul tepat diatas Edward sebelum ia jatuh.


Ragna menyatukan dua kepalan tangan yang berbalutkan kegelapan dan memukul perut Edward sekuat tenaga, "Jbbuuak!!"


"Ugh!!" Edward jatuh membentur tanah sangat kuat hingga tercipta sebuah cekungan.


"Hah... hah... hah..." Ragna nampak kelelahan dan iapun berjalan menjauh dari Edward.


Secara perlahan Edward yang babak belur bangkit dan iapun terlihat sangat geram, "Kalau saja api sudah tak mempan padamu maka cukup ku gunakan serangan fisik..." iapun menyiapkan kuku cakarnya yang tajam.


Ragna agak kesal dan bergumam dalam hati, "Ketahanannya benar-benar luar biasa!! Ia lawan terkuat yang pernah ku hadapi..." iapun jadi sangat waspada.


Edward yang hampir kehabisan energi berlari dan iapun melesatkan cakaran dari arah samping, "Sllash!!" Ragna berhasil menghindar dengan menunduk dan iagun balas menyerang Edward dengan menendang dagunya, "Jbbuuak...!!"


Edward jadi sempoyongan.


Ragna menoleh ke belakang dan melihat banyak sekali bangunan terpotong karena serangan Edward


"Jika saja aku tak mampu menghindar ku yakin aku akan tercabik-cabik..." gumamnya dalam hati.


Edward yang sempoyongan perlahan memperkuat pijakan kedua kaki dan berdiri dengan tegak, iapun mengumpulkan sisa-sisa energinya, "Jika aku tak mampu mengalahkannya secepatnya maka aku akan kalah lalu jika aku memaksakan diri lebih dari ini maka Kyuubi yang ada didalam tubuhku akan berbalik dan mengamuk..."


"Apa yang harus ku lakukan?" Pikirnya dalam hati.


Dikejauhan Ragna tersenyum menyeringai lalu mengejek, "Hey, ayolah!! Kau hanya diam saja dan apakah artinya kau tak mampu bertarung lagi?"


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 111 : Tinju Kemenangan


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.

__ADS_1


*****


__ADS_2