
Secara tak sengaja, Ragna dan Kanna bertemu dengan Edward.
Tanpa pikir panjang, Ragna langsung berteriak tepat dihadapan sang musuh utama itu, "Namaku Kurogami Ragna!! Aku merupakan anggota White Tiger yang datang untuk mengalahkanmu..."
"Jbbllast!!!" Edward langsung berdiri tegak dan menendang Ragna dari samping kanan.
Ragna terhempas sangat jauh hingga menembus beberapa bangunan, "Apa!!" Kanna terkejut dan iapun segera menarik dua buah pedang yang tersarung dipinggangnya lalu memasang sikap waspada.
Edward menatap tajam ke arah Kanna, "Apakah kau juga anggota yang direkrut oleh pak tua Mark?"
Kanna tak menjawab.
"Sepertinya dugaanku benar..." ucap Edward dengan menin.gkatkan energi, "Apa kau kemari juga untuk bertarung melawanku?"
Kanna tak menjawab lagi.
"Cih, berani sekali gadis kecil sepertimu menantangku..." Edward melesat cepat dengan sekali pijakan kuat, iapun mengepalkan tangan dan langsung saja memukul Kanna.
Kanna dengan instingnya tajam menyilangkan kedua pedangnya untuk menahan, "Jbbuuak!!!" Pukulan Edward terlalu kuat untuk ditahan sehingga Kanna juga terlempar jauh hingga menembus beberapa bangunan.
Ragna dan Kanna yang terlempar hingga menembus beberapa bangunan itu membuat semua penduduk yang semula lalu-lalang beraktifitas dalam kepanikan yang luar biasa.
Merekapun berhamburan ke segala arah saat mengetahui para penyihir sedang bertarung.
"Selamatkan diri kalian!!"
"Disini berbahaya!!"
"Cepat panggil pasukan keamanan!!" Teriak para penduduk dalam kekacauan.
Sementara itu Edward seakan tak peduli meski dirinya telah membuat keributan, "Yang benar saja!! Apakah selemah ini anggota White Tiger yang sekarang?"
"Pak tua itu benar-benar membuatku kesal!!" Gumamnya dalam hati dengan penuh amarah.
"Posisi Master White Tiger harus jadi milikku dan akan ku tata ulang guild White Tiger..." ucap Edward dengan lantang.
"Zink!!" Mendadak Ragna muncul tepat dihadapan Edward dengan kemampuan teleport dan iapun langsung memukul wajahnya, "Jbbuuak!!"
Edward terdorong ke belakang dan memasang sorot mata tajam pada Ragna, "Teleport..."
Ragna mendaratkan kaki tepat dihadapan Edward, "Omong kosong!! Master Mark tetap yang terbaik!! Dan kau tak akan pernah bisa menggantikannya, sialan!!"
Edward meningkatkan energi dan seluruh tubuhnya terselimuti balutan api, "Hanya karena kau mampu mendaratkan pukulan pada wajahku bukan berarti kau hebat!!"
__ADS_1
"Kau hanyalah bocah ingusan rendahan..." iapun mengepalkan tangan dan melesat cepat ke arah Ragna dengan sekali pijakan.
"HIIIAAA...!!!!" Edward memukul akan tetapi Ragna juga membalut kepalan tangannya dengan kegelapan dan juga memukul, "Jbbllast!!!" Keduanya beradu tinju.
Tetapi pukulan Edward terlihat lebih bertenaga sehingga tanah tempat Ragna berpijak retak-retak dan memaksanya menekuk lututnya.
"Kuat sekali!!" Pikir Ragna dan iapun menggunakan kemampuan teleport untuk menghindar, "Zink!!"
Edward yang melihat lawan tandingnya menghilang menjadi sangat geram, "Sialan!! Kemampuan teleport benar-benar merepotkan!!"
"Tap... tap... tap..." Kanna berjalan perlahan keluar dari kepulan asap yang sebelumnya merupakan tempat ia terpental.
Ia mendekati Edward.
"Rupanya kau masih hidup, gadis kecil?"
"Aku baik-baik saja..."
"Zink!!" Ragna muncul tepat disamping Kanna, "Hey, Kanna!! Hebat juga kau mampu bertahan..."
"Jangan khawatir!! Sihirku adalah regenerasi jadi serangan seperti itu tak terlalu berpengaruh padaku..." jawab Kanna dengan entengnya.
Edward memasang sorot mata tajam pada dua anggota White Tiger yang berdiri tepat dihadapannya, "Apa kalian serius ingin menantangku?"
"Tentu saja!!" Jawab keduanya tanpa ragu.
"Zink!!!" Ragna menghilang dengan kemampuan teleport dan ia muncul tepat disamping kanan Edward lalu langsung melancarkan pukulan.
Edward mudah saja menghindar dengan menunduk, "Trik yang sama tak akan mempan padaku..." iapun mencengkram krah baju Ragna dan membantingnya ke tanah, "Jbbuuak!!"
"Ugh!!"
Lalu Edward menendang tubuh Ragna sekuat tenaga, "Jbbllast!!" Ragna terlempar jauh menabrak pohon besar yang tumbuh dipusat kota.
Kanna tak tinggal diam, ia berlari ke arah Edward, "Sllash!! Sllash!!" Gadis itupun menebaskan pedangnya.
Bagi Edward tebasan-tebasan Kanna sangat mudah dihindarinya dan sekalipun tak dihindari serangan itupun tak mampu melukainya.
"Gadis bodoh!!" Edward menyatukan dua tangan yang berbalutkan api dan menghantam Kanna dari atas, "Jbbuuak!!" Kanna jatuh ke tanah sangat keras hingga menciptakan sebuah cekungan luas.
"Zink!!" Ragna dengan kemampuan teleport muncul tepat dihadapan Edward, iapun memukul perut lawan akan tetapi Edward cepat-cepat melompat ke belakang.
"Kau tak apa Kanna?"
__ADS_1
Kanna tak bergerak.
"Cih" Ragna agak kesal dan malah menginjak kepala Kanna dengan kaki kanannya, "Cepat berdiri, gadis tengik!!"
"Hehehe..." Kanna tertawa dan secara perlahan berdiri tegak.
Edward yang melihat keduanya mampu bertahan mengatasi serangannya menjadi lebih geram dari pada sebelumnya, "Padahal keduanya seperti orang idiot tapi mengapa mereka dapat bertahan dari seranganku?" Gumamnya dalam hati.
Edward berkata pada keduanya, "Kalian kuat tapi apa untungnya berdiri disamping pak tua itu?"
"Apa maksudmu?" Tanya balik Ragna dengan sorot mata tajam.
"Pak tua itu telah membuat keputusan bodoh dengan menantang guild kuat seperti Black Tiger dan asal kalian tau saja!! White Tiger tak akan pernah bisa menang melawan mereka..."
"Cih..." Ragna menjadi sangat geram, "Itu memang sebuah pertaruhan yang sangat besar..."
"Master Mark tak pernah sekalipun ingin menantang mereka!! Ia tak pernah membuat keputusan itu!!"
"Yang membuat keputusan itu adalah kami anggota White Tiger dan kalian yang tak ada disana tak akan pernah mengerti..."
"Aku Kurogami Ragna akan menghajarmu, sialan!!!!" Teriak Ragna dengan suara lantang.
Edward teringat saat membaca koran yang berisikan berita insiden beberapa waktu yang lalu, "Oh, jadi kau adalah Kurogami Ragna itt?"
"Benar sekali!!" Jawab Ragna dengan tegas.
"Jadi kau adalah bocah yang diinginkan Master Joe itu?"
"Benar, memangnya ada apa?"
"Hahahahaha....!!" Edward tertawa lepas dan terlihat sangat senang, "Beruntung sekali!! Akan ku serahkan dirimu pada Black Tiger dan dengan begitu konfik antara White Tiger dengan mereka akan berakhir..."
Kanna yang mendengar ucapan Edward juga menjadi kesal, "Dia gila!! Kita harus menghentikannya!!"
"Aku tau!! Kita tak boleh membiarkannya mendapatkan jabatan Master White Tiger..." sahut Ragna yang ikut emosi.
"HIIIAAA...!!!!" Mendadak Edward berteriak sangat keras dan iapun meluapkan api yang sangat banyak.
Api tersebut lalu menyebar ke segala arah, "Inilah kekuatanku!! Aku menyegel makluk mitologi yaitu Kyuubi dalam tubuhku..." api yang menyebar ke segala arah itupun kembali lagi pada Edward dan menyelimutinya hingga membentuk sebuah bola hitam.
"DHHUUAARR...!!!!" Iapun meledakan api yang sangat kuat yang memaksa Ragna dan Kanna untuk menjaga jarak.
Ya, Edward muncul dengan wujud berbeda, ia diselimuti oleh bulu-bulu merah, dua telinga diatas kepala, sorot mata tajam, kuku cakar kaki dan tangan lalu yang paling menjadi ciri khasnya ia memiliki sembilan ekor.
__ADS_1
"Inilah kekuatan terkuat yang ku miliki!! Kekuatan legendaris dari sang rubah merah berekor sembilan yaitu Kyuubi...!!!!"
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 108 : Kyuubi II