The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 23 : Misi Dalam Pertambangan


__ADS_3

Ragna sibuk berbincang-bincang dengan Master White Tiger.


Sementara itu, Erinka yang mata duitan mengamati selembaran-selembaran yang tertempel dipapan misi, "Hah... tiada satupun misi yang cocok untukku..." iapun terlihat menyerah.


Pak Tua Boon yang merupakan pria tua berbadan gemuk berdiri tegak, iapun berjalan sempoyongan dan sangat berhati-hati karena bentuk tubuhnya yang terlalu obesitas.


Iapun hampir berbentuk seperti bola dan setiap langkahnya membuat lantai bergetar, "Hey, Erinka-chan!! Aku butuh teman untuk menemaniku dalam misi jadi apakah kau mau??" Iapun memberikan selebaran misi pada Erinka.


"Eehh...!!!!???" Erinka terkejut pada misi yang ditawarkan Pak Tua Boon, "Ini misi kelas 'S'...!!!!"


"Apa anda yakin mau menjalankan misi ini bersama dengan diriku, Pak Tua Boon?" Erinka malah bertanya dan tak percaya akan menjalani misi kelas 'S'


"Hahahaha... Aku disini hanya untuk makan menjalankan misi mendapatkan uang lalu makan lagi dan sekarang aku kehabisan uang jadi aku memutuskan menjalankan misi..."


"Misi ini adalah misi penyelamatan dimana kita harus menyelamatkan 5 orang penambang yang terperangkap dan kurasa misi ini cocok untuk kemampuanmu jadi bagaimana? Apa kau mau?"


"Emm..." Erinka yang mata duitan berfikir sejenak meskipun dalam hati ia sudah sangat tertarik dan sudah membayangkan hasil yang didapat jika bisa menyelesaikan misi kelas 'S' ini, "Baiklah, tapi aku mau Ragna ikut dalam menjalankan misi ini, bolehkan?"


Pak Tua Boon melirik ke arah Ragna yang sedang berbincang-bincang dengan Master White Tiger, "Baik, aku setuju!! Lagi pula aku juga ingin mengenal lebih dalam anggota baru itu..."


"WAH...!!!" Raut wajah Erinka jadi berseri-seri karena dirinya yang tak memiliki uang akan menjalani misi kelas 'S' yang tentu saja bayarannya lumayan banyak, "Kapan kita bisa berangkat??"


"Karena ini misi penyelamatan dan mereka terperangkap tadi pagi maka kita harus berangkat sekarang..." jelas Pak Tua Boon sambil memakan cemilan yaitu kripik kentang


"Sip...!!!" Erinka si gadis bangsawan merespon dengan penuh semangat, iapun segera berjalan ke arah Ragna dengan hati riang gembira, "Hey, Ragna!!"


"Hah? Apa?" Ragna yang sedang berbincang-bincang dengan Master White Tiger menoleh.


"Ayo kita menjalankan misi!!"


"Mendadak sekali??"


"Pokoknya ayo...!!" Erinka menggandeng tangan rekannya itu dan mengajaknya menemui Pak Tua Boon.


Erinka dan Ragna berdiri dihadapan Pak Tua Boon, "Kami siap pergi...!!!" Ucap Erinka yang bersemangat demi uang.

__ADS_1


"Ya, ayo berangkat!!" Ucap Pak Tua Boon.


Master White Tiger yang melihat ketiganya akan pergi bergumam dalam hati dan tersenyum, "Semoga beruntung!!" Iapun bahkan melambai-lambaikan tangan.


Reynhard yang duduk didekat Master White Tiger berkata dengan serius, "Ada yang ingin ku beritahukan padamu, Master!!"


"Hmm... apa itu??" Tanya Master White Tiger dengan menoleh.


"Ini mengenai misi yang kami jalani yang penuh kejanggalan..."


Master White Tiger berjalan ke arah Reynhard dan duduk dihadapannya, "Kejanggalan apa itu?"


"Meskipun ku katakan pasti kau tak akan percaya bahwa yang membajak kereta yang meledak pagi tadi distasiun adalah para goblin dan diantara para goblin itu ada dua goblin yang sangat cerdas..."


"Salah satunya bahkan ahli menggunakan senjata dan yang satunya menggunakan sihir ilusi..." jelas Reynhard dengan serius.


Master White Tiger menengguk minuman yang ada dimeja, "Itu adalah kejadian janggal yang sangat langka!! Goblin cerdas hanya muncul setidaknya 100 tahun sekali..."


"Aku tau Master!! Goblin liar memang tak begitu berbahaya akan tetapi jika ada sekumpulan goblin yang dipimpin oleh goblin cerdas maka mereka akan menjadi sebuah bahaya besar bahkan bagi sebuah negara..."


"Bagaimana kau bisa yakin kecerdasannya adalah buatan??"


"Itu hanya pendapatku saja!! Yang jelas aku ingin Master mencari informasi mengapa goblin itu bisa ada ditengah-tengah kota..."


"Ya, baiklah..." ucap Master White Tiger yang menyanggupi permintaan Reynhard itu.


*****


Ketiganya berangkat dengan menyewa kereta kuda yang jumlah kudanya ada 5 karena membawa muatan yang cukup berat.


Pak Tua Boon berada didalam kereta dengan terus makan meski terlihat sudah sangat gemuk.


Sementara itu, Erinka dan Ragna duduk diatas gerbong kereta karena didalam kereta sudah sesak dengan ukuran tubuh Pak Tua Boon yang terlampaui besar.


"Hey, Erinka!! Apakah kau yakin dengan ini?" Tanya Ragna dengan memperhatikan kereta kuda yang jalannya melambat karena muatannya terlalu berat.

__ADS_1


Erinka saat ini sedang rebahan diatas gerbong kereta dengan senyam-senyum sendiri yang sudah menghitung keuntungan yang didapat jika berhasil menjalankan misi kelas 'S' itu, "Hmm... Apa maksudmu??" Iapun terlihat tak peduli pada kata-kata Ragna.


"Apa kau yakin mau menjalankan misi dengan pak tua yang obesitas itu?"


"Huuss... jaga ucapanmu!!!" Erinka langsung mendekap mulut rekannya itu.


"Memang kenapa dan juga apa istimewanya pak tua itu? Yah, selain ukuran tubuhnya yang besar apa yang bisa diandalkan darinya?" Tanya Ragna dengan nada meremehkan.


"Sudah ku bilang diamlah!! Pak Tua Boon meski berumur 76 tahun tapi dia adalah penyihir elite dengan ranking 'A' jadi kau tak perlu mengkhawatirkannya..." jelas Erinka.


Ragna bergumam dalam hati, "Jadi pak tua gemuk itu hebat sekali, ya?" Iapun terlihat masih ragu, "Hmm... bukankah misi kita dipertambangan jadi tubuh gemuknya tidak terlalu berguna dan malah menghambat misi kita kali ini?"


Erinka mendekap mulut Ragna lagi, "Sudah ku bilang diamlah!! Pak Tua Boon ada dibawah kita dan dia bisa dengar!!"


"Ya, ya, aku mengerti..." jawab Ragna dengan mengangguk.


Ragna bertanya lagi, "Lalu apa yang membuatmu mau menjalankan misi ini?"


"Ya, karena misi ini kelas 'S' yang bayarannya sangat lumayan dan juga selama dengan Pak Tua Boon maka ku yakin misi ini akan berhasil..."


"Jadi demi uang tow..." gumam Ragna dalam hati.


"Dan juga Pak Tua Boon itu jarang sekali menjalankan misi, ia hanya hobi makan untuk menggemukan badan lalu menjalankan misi disaat butuh uang..." jelas Erinka.


Ragna masih bertanya-tanya dan tak habis pikir dengan jalan pikiran orang tua gemuk yang bernama Pak Tua Boon itu, iapun memilih menjalankan misi dan menikmatinya saja.


Ya, meski lambat dan berjalan secara perlahan akan tetapi setelah melewati gerbang kota Arsenia dan beberapa perbukitan merekapun sampai dipertambangan yang letaknya ditengah-tengah hutan.


Ragnj dan Erinka melompat turun dari kereta, "Fiuh... Kita akhirnya sampai!! Mari selesaikan misi ini dan dapatkan uangnya..." ucap si mata duitan, Erinka.


"Ya..." Ragna juga terlihat bersemangat.


Pak Tua Boon turun dari kereta secara perlahan karena berat tubuhnya yang sangat besar, "Hahahahaha...!! Kalian semangat sekali...!!!"


Bersambung Ke The Legend Of

__ADS_1


Ragna Chapter 24 : Saingan


__ADS_2