
Akhirnya Ragna turun tangan untuk melawan Satoru, "Erinka tak mampu lagi bertarung jadi giliranku menggantikannya dan tak akan ku biarkan kau bertindak seenaknya lagi...!!"
Dengan sorot mata tajam, ia meningkatkan energi dan memelapisi kedua lengannya dengan kegelapan sehingga kepalan tangannya berubah menjadi besar.
"Hahahaha..." Meski Ragna terlihat serius tapi Satoru malah tertawa lepas seolah-olah meremehkan lawannya, "Bagiku kau hanyalah bocah..."
"Ya, ku akui aku memang kalah dalam pertarungan kemarin akan tetapi ku jamin kau akan mati bocah..."
"Kita lihat saja!!!" Teriak Ragna dan iapun menggunakan kemampuan teleport, "Zink!!" Ia mendadak saja menghidar.
Ekspresi wajah Satoru berubah drastis, ia yang semula meremehkan kini berubah menjadi sangat serius, "Dimana ia akan muncul?" Pikirnya waspada dengan melirik ke kanan dan ke kiri.
"Zink!!" Mendadak Ragna muncul tepat dibelakang punggung Satoru dan langsung melesatkan pukulan berbalut kegelapan, "Jbuuak!!" Satoru sempat bertahan dengan menyilangkan kedua tangan akan tetapi pada akhirnya ia terlempar jauh karena kuatnya hantaman dari serangan Ragna.
"Sial, kemampuan teleport benar-benar membuatku kesal..." ucap Satoru yang berusaha bangkit, "Dimana dia?" Ucapnya saat melihat Ragna tak ada dimanapun..."
"Zink!!" Mendadak Ragna muncul tepat dibelakang Satoru dan melesatkan pukulan tepat saat ia berbalik, "Jbbllast!!" Pukulan kuat mengenainya dan membuatnya terlempar jauh hingga masuk ke dalam jurang, "Sial, ku pastikan bocah itu akan mati ditanganku..." ucapnya ketika terjun ke jurang yang dalam dan gelap.
Satoru segera mengembangkan sepasang sayagnya dan melesat lagi ke udara, ia kemudian menatap Ragna dengan penuh kekesalan, "Ku bunuh kau!!!" Teriaknya dengan melesat menukik ke arah Ragna.
Iapun langsung melesatkan cakaran akan tetapi Ragna menghindar dengan menghilang menggunakan kemampuan teleport, "Zink!!" Ia muncul lagi didekat Erinka.
"Hey, Erinka!!"
"Apa?" Erinka terlihat kesal karena Ragna mengambil mangsanya.
Ragna tak peduli pada sikap Erinka, "Aku punya firasat buruk!! Mereka mengincar Rikka dan dirimu akan tetapi saat ini Rikka sedang bersama dengan Kanna..."
"Aku mengerti!!" Sahut Erinka, "Aku akan pergi ke tempat mereka..."
"Baguslah, itu yang ku suka darimu..." ucap Ragna dengan mengacungkan jari jempolnya.
"Cih, aku tak butuh kata-katamu!! Cukup kalahkan dia dan hal itu akan membuatku senang!!"
"Siap...!!!" Ucap Ragna dengan semangat.
Erinka pergi dan Ragna kembali menatap Satoru dengan sorot mata tajam, "Sekarang aku tak akan bermain-main lagi!!"
"Seharusnya aku yang bilang seperti itu..." ucap Satoru dengan meningkatkan energi.
"Kau akan ku hajar, sialan!!" Ucap Ragna dengan 10 lengan tambahan pada punggungnya.
"HIIAA...!!!" Setelah saling bertatapan mereka berdua mulai melesatkan serangan.
Ragna menyerang dengan pukulan 10 lengan bayangan miliknya akan tetapi Satoru mampu menghindar dengan lincahnya meski sesekali ia terkena serangan juga.
__ADS_1
"Sialan, dia melakukan serangan dari jarak jauh yang membuatku kesulitan untuk menyerang balik..." gumam Satoru dalam hati, ia kemudian mendapatkan sebuah ide.
"Naga identik dengan api..." Satoru melompat ke belakang lalu menarik nafas panjang, "Huuppss..." tekanan energinya meningkat dan hal itupun membuat Ragna waspada.
"Dia akan melakukan sesuatu..." pikir Ragna yang merasa agak terancam.
"Auman Naga Besi...!!"
"WUUSS...!!!"
Satoru menyemburkan kobaran api yang sangat besar ke arah lawannya, "Apa!!!" Sontak hal itu membuat Ragna terkejut dan iapun harus segera melakukan sesuatu untuk mengatasinya.
Ragna dengan cepat menggunakan elemen kegelapan untuk membungkus dirinya guna bertahan dari serangan api milik lawan.
"DHHUUAARR...!!!" Ledakan besar terjadi dan hal itupun membuat tebing terjal runtuh lalu menimpa ledakan besar itu.
"Khehehe..." Satoru tertawa senang karena mengetahui Ragna terkena telak serangannya lalu terkubur hidup-hidup.
Tetapi mendadak sesuatu yang aneh terjadi, "Aura macam apa ini? Hawa dingin ini sangat menusuk kulit?" Gumam Satoru dalam hati.
"Krak!! Krak!!" Secara perlahan reruntuhan itupun membeku dan meledak lagi, "DHUUAARR...!!"
"Apa!!" Satoru terkejut dan langsung menjaga jarak.
Ya, Ragna keluar dari ledakan itu dan penampilannya sangat lusuh, "Sial, aku terkubur hidup-hidup dan nyaris mati..."
"Akupun juga mengira diriku akan mati..." ucap Ragna, iapun mengangkat puing-puing bebatuan dengan lengan-lengan bayangan dan melemparkannya ke arah lawan.
"WUUSS...!! WUUSS...!!" Satoru terpaksa harus menghindari serangan tersebut.
"Dia lincah juga..." gumam Ragna yang terus menerus melemparkan bebatuan.
Satoru bergumam dalam hati, "Fisik bocah ini kuat juga dan kemampuan-kemampuannya sangat merepotkan jadi aku tak boleh meremehkannya..." sambil menghindari bebatuan yang melesat ke arahnya Satoru terus saja mendekat.
Ragna menatap tajam lalu menghentakan kaki kanan ke depan, "Krak... Krak..." daerah sekitar mulai membeku dan hal itupun membuat lawan terkejut, "Apa!! Dia juga bisa menggunakan kekuatan es?"
Satoru segera mengambil jarak dengan melompat ke belakang tetapi hal itupun membuat celah terbuka dan iapun terkena lemparan bebatuan, "Sial..." Satoru terjatuh dan ia yang lengah terkena pembekuan.
Ragna segera berteleport, "Zink!!" Iapun muncul tepat diatas Satoru yang tak dapat bergerak karena membeku, Ragna menyatukan dua kepalan tangan raksasa yang berbalutkan kegelapan dan langsung menghantam lawan, "Jbbllast!!!"
Es yang menutupi tubuh Satoru seketika hancur dan iapun jatuh membentur tanah dengan keras hingga menciptakan sebuah cekungan, "Uhuk!!" Bahkan Satoru sampai memuntahkan darah.
Ragna segera melompat ke belakang untuk menjaga jarak dan ia tersenyum menyeringai, "Rasakan itu..."
Satoru secara perlahan berdiri lagi dan ia yang telah babak belur menatap lawannya dengan ekspresi geram, "Awalnya ku kira kau hanya bocah ingusan biasa akan tetapi sekarang aku mulai mengakui dirimu sebagai lawan yang seimbang..."
__ADS_1
"Hehehe... senang rasanya kau mulai mengakui ku akan tetapi aku lebih senang lagi bila mampu mengalahkan dirimu..."
"Itu tidak akan terjadi bahkan dalam mimpimu sekalipun..." ucap Satoru.
Keduanya saling meningkatkan energi lagi dan siap bertarung lagi.
*****
Sementara itu.
Kanna dan Rikka berhasil melarikan diri dan sekarang ini mereka berdua bersama dengan para penumpang yang lainnya.
Mereka semua dalam kepanikan dan menunggu penyelamatan Perserikatan Penyihir datang.
"Kita aman sekarang..." ucap Kanna dengan memeluk erat Rikka untuk menenangkannya.
"Aku sama sekali tak takut kok..." ucap gadis kecil itu meski terlihat jelas ia sangat takut.
Kanna memeluknya makin erat dan ia bergumam dalam hati, "Kita dikerumunan banyak orang dan ku yakin mereka tak akan dapat menemukan kita..."
"DYYEESS...!!!" Secara mendadak seorang pria jatuh tepat dihadapan para penumpang yang menunggu bantuan itu.
"...!!!" Ia yang jatuh menciptakan kepulan debu tebal dan membuat semua penumpang terkejut.
Dari kepulan debu itu melesatlah pisau-pisau dan langsung menusuk tubuh para penumpang, "KYYAA...!!!"
"Selamatkan diri kalian!!"
"Disini juga berbahaya!!"
Kepanikan yang luar biasa kembali terjadi dan dari kepulan debu itu terdengar suara tawa lepas, "Hahahaha...!! Akan ku bunuh kalian semua!!"
"Aku pemimpin divisi ke-9 Batalion Bayangan tak akan memberikan ampun pada kalian semua!!!"
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 123 : Komandan Pasukan Penyihir
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
__ADS_1
*****