The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 141 : Iblis


__ADS_3

Ragna meraung keras hingga mampu mementalkan Erinka, "WOOAARRGH...!!"


"Ugh!!" Erinka jatuh tersungkur ditanah akan tetapi ia secepat mungkin berusaha bangkit lagi.


Ia melihat punggung Ragna dan merasa ada yang berbeda dari aura rekannya itu, "Sebenarnya siapa dia? Mengapa energinya sangat berbeda dari milik Ragna?" Gumam gadis bangsawan angkuh itu dalam hati.


Ragna mengangkat kakinya lalu menghentakannya dengan kuat, "Krak!! Krak!!" Tercipta retakan-retakan dipermukaan tanah yang menyebar ke segala arah.


Retakan itu sampai ke tempat Erinka berpijak dan membuatnya harus melompat ke belakang, "Hanya dengan hentakan kakinya saja ia mampu menghancurkan permukaan tanah!! Sungguh kekuatan yang luar biasa..." gumam Erinka yanp heran.


"WOOAARRGGH...!!" Ragna meraung lagi dengan sangat keras hingga suaranya terdengar memekikkan telinga.


Gadis bangsawan angkuh itupun mengamati dengan seksama tubuh Ragna, "Apa-apaan itu?"


Ia terbelalak ketika melihat Ragna yang secara perlahan berubah bentuk menjadi memiliki dua buah tanduk diatas kepala dan gigi-gigi taring yang tajam, "Apa-apaan itu!! Mengapa ia berubah menjadi iblis...!!"


Erinka menarik kesimpulan, "Ragna memiliki sihir langka yaitu 'Devil Slayer'..."


"Sihir langka itu memiliki kemampuan mengcopy kekuatan iblis dengan memakan daging iblis jadi ku simpulkan bahwa Ragna yang sekarang adalah sebuah kepribadian yang terbentuk dari kumpulan kekuatan iblis yang telah ia makan..."


"Benar, aku harus menyadarkan ia kembali!!" Ucap Erinka yang sedikit demi sedikit mengumpulkan semangatnya lagi.


Sayap api biru dipunggung Erinka semakin berkobar-kobar lalu dengan sekali pijakan Erinka melesat cepat, "HIIAA...!!!" Iapun menyerang dengan tusukan.


"Jlleebb...!!!" Tubuh Ragna tertusuk dan iapun terus didorong oleh Erinka, "HIIAA...!!!"


"Ku mohon sadarlah, Ragna!!!" Teriaknya dengan terus mendorong pedangnya yang menusuk tubuh Ragna.


Ragna pun terdorong akan tetapi mendadak ia memperkuat pijakan kedua kakinya, "Apa!!" Erinka terkejut karena meski ia telah mendorong sekuat tenaga tapi ia tetap saja tak mampu menggesar pijakan kaki Ragna dari tempatnya semula.


Ragna mengangkat tangan kanannya dan melapisinya dengan kegelapan sehingga ukurannya berubah menjadi besar lalu melesatkan serangan cakaran, "Sllash!!"


Erinka terkejut dan iapun segera melompat ke belakang, "Yang tadi itu nyaris saja!!" Gumam gadis bangsawan itu yang berhasil menyelamatkan diri.


Iapun memperhatikan dengan seksama perlahan luka tusukan pada tubuh Ragna pulih dengan kemampuan regenerasi, "Aku pernah membaca sebuah buku bahwa iblis memiliki kemampuan sihir regenerasi dan kurasa Ragna yang sekarang semakin mendekati iblis saja!!"


"Aku harus menghentikannya!!!" Teriak Erinka yang melesat dengan sekali pijakan dan sekali kepakan sayap.

__ADS_1


Lengan kanannya yang hitam menghasilkan kegelapan dan kegelapan itu membentuk sebuah kepalan tangan raksasa, "HIIAA...!!!" Dari arah depan Erinka melesatkan pukulan, "Jbbllast!!"


Ragna terkena pukulan telak dan ia terlempar lumayan jauh akan tetapi ia mampu menjaga keseimbangan sehingga tetap berdiri dengan tegak.


"Hah... hah... hah..." Erinka terlihat sangat kelelahan, gadis bangsawan yang sebelumnya bertarung dengan pemimpin ke-6 itu mulai kekurangan energi sihir, "Sial, aku tak bisa menghentikannya seorang diri!! Ia terlalu kuat untukku!!" Gumamnya dalam hati.


Kegelapan milik Ragna terkumpul lalu membentuk sebuah tangan raksasa yang bergerak ke arah Erinka berusaha menangkapnya.


Erinka segera terbang ke belakang untuk menghindar, "Meski tak memiliki kesadaran tapi sepertinya ia mengincar diriku!! Aku harus sangat berhati-hati!!"


"Aku tak tau hal buruk seperti apa bila ia mencapai tujuannya..." Gumam Erinka dalam hati yang terus terbang mundur.


"Zink!!" Dengan kemampuan teleport mendadak dan dalam sekejap saja iblis Ragna telah berada dibelakang punggung Erinka.


"Apa!!!" Erinka terkejut.


Iblis Ragna mengarahkan telapak tangan ke depan dan mencengkram wajah Erinka lalu mulai membalutnya dengan kegelapan, "Sial, aku tertangkap olehnya..."


Erinka terlihat tak berdaya dan pasrah akan tetapi mendadak dua petarung tangguh jatuh tepat didekatnya.


Keduanya adalah Jack Rakan dan Gamora.


"Cruat!!!" Sang Komandan Pasukan Sihir itu tanpa ragu memotong lengan iblis Ragna.


Lalu Gamora bertindak dengan langsung melesatkan tendangan pada dada iblis Ragna, "Jbbuuak...!!"


Ragna yang tengah menggila terpental akan tetapi ia masih dalam posisi berdiri tegak, "WOOAARRGGH...!!!!" Iapun menyambung kembali lengannya yang putus dengan elemen kegelapan dan memulihkannya kemampuan regenerasi.


Hal itupun membuat Jack Rakan dan Gamora cukup terkejut karena yang ada dihadapan mereka adalah iblis asli


Jack Rakan yang telah kembali ke sifat malas dan suka bersantai berkata dengan entengnya, "Yap, mari kita gencatan senjata sejenak dan mari bersama-sama kita kalahkan makluk yang ada dihadapan kita ini!!"


"Aku setuju!!" Ucap Gamora dengan sorot mata tajam, ia juga telah menonaktifkan kemampuan Mana Zone.


Kedua petarung kelas atas itupun berdiri tegak berdampingan, mereka sepakat berkerja sama untuk menghentikan Ragna dulu ketimbang bertarung satu sama lainnya.


"WOOAARRGGH...!!" Iblis Ragna meraung dengan keras seolah menantang keduanya.

__ADS_1


Jack Rakan berlari secepat mungkin ke arahnya dan iapun menciptakan dua portal disamping kanan dan kiri lalu ia menarik dua pedang, "HIIAA...!!!" Iapun menebas secara menyilang tepat dihadapan iblis Ragna, "Sllash!!"


Meski seakan tanpa kesadaran tapi iblis Ragna mampu menghindari dengan menggunakan kemampuan teleport, "Zink!!"


"Cih, menyebalkan!!" Ucap Jack Rakan dengan santainya ketika lawan dapat menghindari serangannya.


"Zink!!" Iblis Ragna muncul kembali tepat dibelakang punggung Jack Rakan, ia mengangkat cakarnya dan siap menyerang akan tetapi Gamora meluncur cepat dengan kobaran api dikedua kaki lalu menghantam punggung iblis Ragna, "Jbbuuak!!!"


Iblis Ragna terpental akan tetapi segera berdiri lagi.


"Terima kasih!! Meski kau adalah musuhku tapi kau telah menyelamatkanku..." ucap Jack Rakan dengan entengnya.


"Cih, jangan berterima kasih padaku!! Hal itu terdengar menjijikan karena sebelumnya kita saling bunuh membunuh..."


Jack Rakan menanggapi dengan entengnya, "Kalau kau tak mau mendengar kata terima kasih dariku maka aku akan membalas budi atas semua bantuan yang telah kau berikan..."


"Ya, kau memang harus membalas hutangmu..." ucap Gamora.


Keduanya berdiri tegak berdampingan sebagai patner sementara meski sebelumnya mereka adalah musuh yang saling membunuh satu sama lain.


Dikejauhan iblis Ragna membuka mulutnya, ia meningkatkan energi dan memfokuskan seluruh energi pada satu titik yaitu tepat ditengah-tengah mulutnya yang terbuka.


Ya, sebuah bola berwarna hitam yang merupakan energi sihir yang padat terbentuk.


"...!!!" Kedua petarung tingkat atas itupun terkejut. "WUUSS...!!!" Bola energi sihir padat itupun ditembakan.


"Berbahaya!!" gumam keduanya dalam hati.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 142 : Sadarlah!!


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi

__ADS_1


Trima kasih atas perhatiannya.


*****


__ADS_2