The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 39 : Kekuatan Phoenix


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Erinka yang berlari ditangga tiba seorang diri dilantai 2 guild Black Tiger dan langsung berteriak dengan lantang, "Jigra!!!! Dimana kau!!"


"Sialan, tunjukan dirimu dan aku akan menghajarmu...!!!!"


"Keluarlah dan jangan jadi pengecut...!!"


Lantai 2 itu terdiri dari beberapa meja dan kursi yang tertata rapi agak berjauhan letaknya bagaikan tempat orang-orang berjudi.


Ya, disalah satu meja ada Jigra yang sedang berjudi dengan dua wanita penyihir elite dari Black Tiger, iapun menjadi sedikit tergangu, "Berisik sekali!!!"


Jigra kemudian berdiri tegak dengan tersenyum menyeringai, "Maafkan aku nona-nona, aku akan bersenang-senang dulu...!!"


"Kau mau pergi? Padahal kau sedang kalah?" Tanya Alexa yang sedikit protes.


"Benar, kau curang!! Kau mau kabur setelah kalah..." sahut Betty.


"Hahahaha...!! Aku tak akan lama dan akan segera kembali untuk berjudi..." ucap Jigra dengan senyum lebar.


"Baiklah..." kedua wanita itu hanya mengangguk saja.


Alexa adalah penyihir tipe air yang bahkan mampu menciptakan kaca dari air yang dibekukan lalu Betty adalah ahli pedang dengan delapan lengan.


Kedua wanita itu adalah penyihir elite dari guild Black Tiger.


*


Erinka terus menerus berteriak dengan lantang, "Keluarlah kau!! Orang brengsek, keparat, sialan, pengecut dan tak tau diri...!!!!"


"Tunjukan dirimu dan aku akan menghajarmu...!!!!"


Jigra muncul dengan raut wajah agak kesal, iapun bahkan menutup telinga kanan dengan jari telunjuk bagian kanannya, "Berisik sekali!! Apakah kau tak tau apa itu etika saat bertamu??"


Erinka akhirnya terdiam dan menatap ke arah sumber suara, "Apa kau yang bernama Jigra?"


"Ya, benar sekali!! Namaku Jigra 'Dragon Slayer' lalu ada urusan apa kau datang kemari, White Tiger?" Ucap Jigra dengan tatapan serius.


Erinka menjadi semakin geram, "Dasar tak tau diri!!! Bukankah sudah jelas aku kemari untuk membalas dendam atas kematian Tuan Boon..."


"Perbuatanmu tak bisa dimaafkan...!!"


"Hahahaha...!!!" Jigra pura-pura tak tau dan berkata dengan entengnya, "Aku tak mengerti apa yang kau katakan tapi apakah kau punya bukti?"

__ADS_1


"Aku sama sekali tak punya bukti..." jawab Erinka yang emosi.


Jigra malah semakin mempermainkannya, "Menuduh orang tanpa bukti itu adalah tindakan kejahatan, apa kau tak tau?"


"Sialan...!!!!" Erinka yang sudah sangat emosi langsung mengayunkan pedang besarnya, "DYYEESS...!!" Pedang itu hanya mengenai lantai karena Jigra dapat menghindar dengan melompat kebelakang.


"Hahahaha...!!! Kau terlihat tak sabaran tapi biarkan aku bersiap dulu..." ucap Jigra yang memakai item sihir yang berupa sarung tangan besi.


Erinka teringat sesuatu tentang item sihir yang digunakan oleh musuh, "Kenapa item sihir itu ada padamu?"


"Hahahaha...!!" Jigra malah tertawa dan berkata, "Akhirnya kau ingat juga!! Item ini digunakan oleh ketua penyelundup yang markasnya kau ledakan dan item ini juga kemarin dipakai anggota kami untuk menaklukan Minotaur..."


"Ya, mereka lemah dan tak pantas menggunakan item sihir ini jadi aku membunuh mereka..." ucap Jigra dengan entengnya tanpa ada rasa bersalah sedikitpun juga.


Erinka menjadi sangat geram dan iapun teringat ketua penyelundup yang dilawannya dulu dan anggota Black Tiger yang berkerja sama dalam pertambangan, "Dasar pembunuh!!! Aku tak akan mengapunimu!! Akan ku kalahkan dirimu dan ku jebloskan ke penjara..."


"Hahahaha...!!! Mimpimu itu tak akan terwujud karena kau akan mati disini...!!!" Jigra meningkatkan energi dan sarung tangan besi yang merupakan item sihir merespon semangatnya bertarung dengan berubah menjadi sarung tangan besi membara.


Erinka juga menggunakan sihirnya dan item sihir yang didapat dari Minotaur.


Iapun menarik pedang besar yang ada dipunggungnya dengan tangan kanan.


Lengan berserta tangan kanannya terlapisi oleh kobaran api lalu item sihir yang berupa pedang besar itu merespon dengan terbakar, "Majulah!!" Ucap Erinka yang secara terang-terangan menantang.


Jigra melesatkan pukulan-pukulan dengan sarung tangan besi yang membara akan tetapi Erinka menebaskan pedang besarnya berulang kali sekuat tenaga.


"Cthing...!! Cthing...!!" Setiap benturan kedua serangan mereka menciptakan percikan-percikan yang bagaikan kembang api.


"Aku tak sudi..." ucap Erinka dengan tatapan tajam dan terus menerus menebas, ia yang kesal malah mempercepat ayunan pedangnya dan menambah kekuatannya.


Jigra malah sedikit terpojokkan dengan perlahan terdorong dari tempatnya berpijak, "Cih, tak ku sangka dia mampu mendesakku..." gumamnya dalam hati dengan agak kesal.


*****


Dikejauhan Betty dan Alexa mulai tertarik pada pertaruang Jigra.


"Hey, lihatlah pertarungan mereka, Bettya!!" Ucap Alexa dengan melirikik.


"Hmm... apa?"


"Jigra terlihat mulai kuwalahan..." jelas Alexa.


Betty berkata, "Lalu apakah kita harus membantunya?"


"Khi..." Alexa tersenyum menyeringai, "Coba kau tanyakan sendiri pada, Jigra!!"


Betty mengangkat salah satu lengan kanan dan berteriak entengny, "Hey, Jigra!! Kalau kau kewalahan kami bisa membantu lho..."


"Kau cukup berteriak saja...!!!"


"Berisik!!" Bentak Jigra tanpa melirik ke arah dua wanita Black Tiger itu, "Aku bisa mengatasi semua ini seorang diri..."

__ADS_1


"Kalian berdua cukup diam disana dan tunggulah aku sebentar saja karena kita akan segera berjudi lagi..."


Betty nampak kecewa, "Menyebalkan, padahal niatku baik tapi dia malah membentakku..."


Alexe berkata, "Tak perlu kecewa seperti itu Jigra memang selalu saja menyebalkan dan jikapun dia kalah maka nanti kita tinggal mengejeknya nanti..."


Kedua penyihir wanita itu memilih diam dan berjudi saja.


Alexa adalah seorang penyihir wanita dewasa yang hanya mengenakan bra saja dan merupakan penyihir berelemen air


Sementara itu, Betty merupakan salah satu penyihir elite di dalam guild itu, ia memiliki delapan lengan dan merupakan gadis kecil petarung yang menggunakan pedang.


*****


Jigra menjadi emosi karena dipojokan oleh seorang gadis dalam pertarungan, "Kau membuatku kesal, gadis kecil...!!!!" Iapun menghentakan kaki kanan ke depan hingga menciptakan getaran lalu memukul dengan kepalan tangan kiri sekuat tenaga.


"HIIAA...!!"


"Cthing...!!!" Kepalan tinju Jigra si 'Dragon Slayer' itu ditahan dengan pedang oleh Erinka.


Tetapi Erinka kalah dalam hal kekuatan dan ia terlempar sampai membentur dinding ruangan itu akan tetapi gadis bangsawan itu berusaha berdiri lagi, "Sial..." gumamnya dengan sorot mata tajam.


Jigra menatap remeh lawannya dan mengejek perjuangan Erinka yang bersusah payah itu, "Hahahaha...!! Dasar gadis lemah!! Untuk apa kau berjuang sampai seperti itu!!"


"Dan daripada berada diguild kecil itu lebih baik kau bergabung dengan guild Black Tiger yang jelas-jelas lebih kuat..."


Erinka akhirnya mampu berdiri tegak dan emosinya semakin meluap-luap, "Tutup mulutmu, sampah sialan...!!"


"Hah? Memang kenapa? Yang ku katakan tidak salah sedikitpun...!!"


"Benar..." Erinka bergumam dalam hati, "Kau akan ku kalahkan dan aku tak boleh kalah darimu..."


"Akan ku tunjukan padamu kekuatanku yang sebenarnya..." iapun menggenggam erat pedang yang merupakan item sihir itu.


Ya, kobaran api dilengan kanan yang semula berwarna merah berubah warna menjadi biru.


"Huh? Apa itu?"


"Ini adalah kekuatan dari Burung Api Phoenix..." ucap Erinka dengan sorot mata tajam.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 40 : Empat Lawan Empat


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.

__ADS_1


*****


__ADS_2